Home » Quran Bapak » 078 An Naba’ (Berita Besar)

078 An Naba’ (Berita Besar)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

An Naba’ (Berita Besar)
Makiyah
Surat ke 78, 31 ayat. Diturunkan sesudah Surat Al Ma’ãrij
Juz 30

Catatan Awal
Nama Surat ini terapat pada ayat ke-2. Judul lain Surat ini ialah ‘Amma yatatsã alũn yang terdapat pada ayat pertama. Surat ini menerangkan pengingkaran orang kafir dan musyrik pada adanya Hari Kebangkitan, dan ancaman Allah kepada mereka; mereka diazab di neraka, dan orang yang beriman mendapatkan kenikmatan dari Allah di surga; Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan Yaumal fashl (Hari ditiupnya dunia oleh Allah).

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

‘amma = tentang apa; yatasã alũn = mereka saling bertanya.

‘amma yatasã alũn.

1. Tentang apa, mereka saling bertanyaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir Quraisy saling bertanya tentang berita besar, Hari Kebangkitan yang mereka ragukan, mereka dustakan.

‘anĩn = tentang; nabã-il ‘azhĩm = berita yang besar.

‘anĩn nabã-il ‘azhĩm.

2. Tentang berita yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 1.

alladzĩ = yang; hum fĩhi = mereka di dalamnya; mukhtalifũn = orang-orang yang berselisih.

alladzĩ hum fĩhi mukhtalifũn.

3. Mereka, orang-orang yang di dalamnya berselisih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 1, 2.

kallã = jangan begitu; saya’lamũn = mereka kelak akan tahu.

kallã saya’lamũn.

4. Jangan begitu, mereka kelak akan tahu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di akhirat, kelak mereka akan tahu.

tsumma = kemudian; kallã = jangan begitu; saya’lamũn = mereka kelak akan tahu

tsumma kallã saya’lamũn.

5. Kemudian, jangan begitu, mereka kelak akan tahu

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka akan tahu, setelah mereka mengalami dahsyatnya Hari Kiamat, lalu mereka digiring ke neraka jahanam

alam = tidakkah; naj’al = telah Aku jadikan; al ardho = di bumi; mihãdã = hamparan.

alam naj’alĩl ardho mihãdã.

6. Tidakkah telah Aku jadikan hamparan di bumi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, hal telah tersedianya hamparan di atas bumi.

wãl jibãla = dan gunung-gunung; awtãdã = pasak-pasak

wãl jibãla awtãdã

7. dan pasak-pasak berupa gunung-gunung

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi diberi pasak, berupa gunung-gunung. Ini hanya kiasan saja, bukan makna yang sesungguhnya.

wa kholaqnãkum = dan Aku menciptakan kamu semua; azwãjã = berpasang-pasangan.

wa kholaqnãkum azwãjã.

8. Dan, Aku menciptakan kamu semua berpasang-pasangan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan semua makhluk-Nya berpasangan. Lihat juga surat-surat lain tentang hal berpasangan ini.

wa ja’alnã = dan Aku menjadikan; nawmakum = tidur kamu; subãtã = istirahat.

wa ja’alnã nawmakum subãtã.

9. Dan Aku menjadikan tidur kamu istirahat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan makhluk hidup tidur, maksudnya, agar bisa beristirahat sejenak, berpasangan dengan bangun. Istirahat pasangannya bekerja.

wa ja’alna = dan Aku jadikan; al layla = malam; libãsã = menutupi kamu.

wa ja’alnãl layla libãsã.

10. Dan Aku jadikan malam menutupi kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan malam agar dapat menutupi manusia khususnya, untuk dapat melindungi berbagai kegiatan yang bersifat rahasia.

wa ja’alnãn = dan Aku menjadikan; nahãro = siang; ma’ãsyã = penghidupan.

wa ja’alnãn nahãro ma’ãsyã.

11. Dan Aku menjadikan penghidupan pada waktu siang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan manusia tampak hidup di waktu siang. Siang pasangannya malam.

wa banaynã = dan Aku bina; fawqokum = di atas kamu semua; sab’an = tujuh langit; syidãdã = kokoh.

wa banaynã fawqokum sab’an syidãdã

12. Dan, Aku bina di atas kamu semua, tujuh langit kokoh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Untuk kepentingan hidup manusia dan makhluk lainnya, Allah menciptakan tujuh lapis langit. Rahasianya, ada di dalam ilmu Allah. Manusia yang berusaha menemukannya, akan diberi sedikit saja.

wa ja’alnã = dan Aku jadikan; sirōjan = pelita; wahhãjã = sangat terang;

wa ja’alnã sirōjan wahhãjã.

13. Dan, Aku jadikan pelita sangat terang;

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan pelita yang terang-benderang untuk keperluan hidup di bumi.

wa anzalnã = dan Aku turunkan; mina = dari; al mu’shirōti = awan; mã-an = air; tsajjãjã = tercurah.

wa anzalnã minãl mu’shirōti mã-an tsajjãjã.

14. Dan, Aku turunkan air, tercurah melalui awan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menurunkan hujan melalui awan hasil penguapan air dari laut, danau, sungai dan lain-lain genangan, untuk keperluan hidupo manusia.

linukhrija = untuk Aku tumbuhkan; bihĩ = dengan hujan itu; habban = biji-bijian; wa nabãtã = dan tumbuh-tumbuhan.

linukhrija bihĩ habbaw wa nabãtã.

15. Untuk Aku tumbuhkan biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan dengan hujan itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pentingnya hujan untuk membasahi bumi, agar biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan menyerap air kehidupan dan berkembang-biak.

wa jannãtin = dan kebun-kebun; alfãfã = subur.

wa jannãtin alfãfã.

16. Dan kebun-kebun subur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Karena hujan, maka kebin-kebin menjadi gembur.

inna = sungguh; yawmãl fashli = Hari Keputusan; kãna = ia adalah; mĩqōtã = waktu tertentu.

inna yawmãl fashli kãna mĩqōtã.

17. Sungguh, Hari Keputusan, ia adalah waktu tertentu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Keputusan itu sudah ditetapkan sebelumnya, oleh Allah.

yawma yunfakhu = pada Hari Ditiup; fĩsh shũri = pada Hari yang ditetapkan; fata’tũna = maka kamu; afwãjã = berduyun-duyun.

yawma yunfakhu fĩsh shũri fata’tũna afwãjã.

18. Pada Hari Ditiup pada Hari yang ditetapkan maka kamu berduyun-duyun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat Allah meniup ciptaan-Nya, alam semesta ini. Saat diciptakan Allah mengembuskan “nafas-Nya”, maka terciptalah alam semesta ini.

waftihati = dan dibuka; as samã-u = langit; fa kãnat = maka jadilah ia; abwãbã = pintu-pintu.

waftihatĩs samã-u fa kãnat abwãbã.

19. Dan dibuka langit, maka jadilah ia pintu-pintu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Langit di buka, maka terbukalah pintu-pintu ilmu yang banyak dan luas.

wa suyyirati = dan dihapuskan; al jibãlu = gunung-gunung; fa kãnat = maka jadilah ia; sarōbã = bayang-bayang.

wa suyyiratĩl jibãlu fa kãnat sarōbã.

20. Dan dihapuskan gunung-gunung, maka jadilah ia bayang-bayang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gunung dihacurkan menjadi debu, dan menjadi kabut, menjadi bayang-bayang dari apa yang pernah ada.

inna jahannama = sesungguhnya jahanam; kãnat = ia adalah; mirshōdã = tempat penantian.

inna jahannama kãnat mirshōdã.

21. Sesungguhnya jahanam, ia adalah tempat penantian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu tempat penantian bagi orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

liththōghĩna = bagi orang-orang yang berlebihan; ma’ãbã = tempat kembali.

liththōghĩna ma’ãbã.

22. Bagi orang-orang yang berlebihan tempat kembali.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu tempat kebalinya orang-orang yang menghina, menyepelekan Nabi-nabi, dan Rasul-rasul secara berlebih-lebihan.

lã bitsĩna = mereka tingggal; fĩhã = di dalam jahanam itu; ahqōbã = beberapa lama.

lã bitsĩna fĩhã ahqōbã.

23. Mereka tingggal di dalam jahanam itu beberapa lama.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang mencela, menghina, menyepelekan secara berlebih-lebihan para Nabi, para Rasul akan tinggal di neraka jahanam itu beberapa lama

lã yadzũqũna = mereka tidak merasakan; fĩhã = di neraka jahanam; bardãn = kesejukan; wa lã syarōbã = dan tidak ada minuman.

lã yadzũqũna fĩhã bardãn wa lã syarōbã.

24. Mereka tidak merasakan kesejukan, dan tidak ada minuman di neraka jaha-nam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran keadaan di neraka jahanam bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

illã hamĩmãn = kecuali air yang mendidih; wa ghossãqō = dan air luka dan nanah

illã hamĩmãn wa ghossãqō.

25. Kecuali air yang mendidih dan air luka, serta nanah

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran keadaan di neraka jahanam bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

jazã-an wa fãqō = pembalasan yang setimpal

jazã-an wa fãqō.

26. Pembalasan yang setimpal

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu balasan yang setimpal akibat kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan kefasikan, kemurtadan mereka

innahum = sesungguhnya mereka; kãnũ = mereka adalah; lã yarjũna = mereka tidak mengharapkan; hisãbã = perhitungan.

innahum kãnũ lã yarjũna hisãbã.

27. Sesungguhnya, mereka tidak mengharapkan perhitungan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad sesungguhnya, mereka mengharapkan tidak ada perhitungan pada Hari Kiamat karena gaya hidup mereka seenaknya, menumpuk-numpuk kekayaan sebanyak-banyaknya, tidak menghargai fakir-miskin, anak yatim, mabuk-mabukan, suka bermain judi, dan lain-lain.

wa kadzdzabũ = dan mereka mendustakan; bi ãyãtinã = pada ayat-ayat-Ku; kidzdzãbã = sangat pendusta.

wa kadzdzabũ bi ãyãtinã kidzdzãbã.

28. Dan mereka mendustakan pada ayat-ayat-Ku, sangat pendusta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Yang paling parah, mereka menganggap dusta ayat-ayat Allah.

wa kulla = dan segala; syai-in = sesuatu; ahshōynãhu = Aku telah mengumpulkannya; kitãbã = dalam sebuah Kitab.

wa kulla syai-in ahshōynãhu kitãbã

29. Dan, Aku telah mengumpulkan segala sesuatunya dalam sebuah Kitab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Segala hal yang terkait dengan orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad dikumpulkan kejelekan dan kebaikannya dalam sebauah kitab.

fa dzũqũ = maka rasakanlah; fa lan = maka tidak; nazĩdakum = Aku menambah kamu semua; illã ‘adzãbã = selain azab.

fa dzũqũ fa lan nazĩdakum illã ‘adzãbã.

30. Maka rasakanlah, maka Aku tidak menambah kenikmatan hidup di dunia kamu semua, selain azab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad, Allah tidak menambah kenikmatan hidupnya di dunia, dan di akhirat mereka terkena azab yang sangat keras.

inna = sesungguhnya; lil muttaqĩna = bagi orang-orang yang takwa; mafãzã = keuntungan.

inna lil muttaqĩna mafãzã.

31. Sesungguhnya, keuntungan bagi orang-orang yang takwa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: bagi orang-orang yang takwa, mereka memperoleh keuntungan hidup di akhirat, mendapat karunia surga.

hadã-iqo wa a’nãbã = kebun-kebun dan buah anggur

hadã-iqo wa a’nãbã.

32. Kebun-kebun dan buah anggur

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai berbagai kebun, salah satunya kebun anggur.

wa kawã’iba = dan gadis-gadis; atrōbã = sebaya.

wa kawã’iba atrōbã.

33. Dan gadis-gadis sebaya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai gadis-gadis yang sebaya.

wa ka’san dihãqō = dan gelas-gelas yang penuh.

wa ka’san dihãqō.

34. dan gelas-gelas yang penuh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai gelas-gelas yang selalu penuh berisi berbagai minuman, dan berbagai sup buah, jus buah.

lã yasma’ũna = mereka tidak mendengar; fĩhã = di surga itu; laghwa = sia-sia; wa lã kidzdzãbã = dan tidak dusta.

lã yasma’ũna fĩhã laghwãw wa lã kidzdzãbã.

35. Di surga itu, mereka tidak mendengar kata-kata yang sia-sia, dan tidak dusta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang mendapat surga, di dalamnya selalu terdengar kata-kata yang positif, dan tidak ada kebohongan

jazã-an = balasan; mir robbika = dari Penguasa kamu; ‘athō-an = pemberian; hisãbã = tanpa hitungan.

jazã-am mir robbika ‘athō-an hisãbã.

36. Balasan dari Penguasa kamu, pemberian tanpa hitungan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Balasan dari Allah itu tanpa hitungan.

robbi = Pemelihara; as samãwãti wãl ardhi = langit dan bumi; wa mã baynahuma = dan apa yang ada di antara keduanya; ar rohmãni = Yang Maha Pemurah; lã yamlikũna = mereka tidak kuasa; min hu = dari-Nya; khithōbã = berbicara.

robbĩs samãwãti wãl ardhi wa mã baynahumãr rohmãni, lã yamlikũna min hu khithōbã

37. Pemelihara langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pemurah, mereka tidak kuasa berbicara, dari-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia tidak mempunyai kuasa untuk berbicara langsung dengan Allah Yang Mahagaib.

yauma = pada hari; yaqũmu = berdiri; ar rũhu = ruh; wal malã-ikatu = dan Malaikat; shoffan = berbaris; lã yatakallamũna = mereka tidak berkata-kata; illã man = kecuali siapa yang; adzina = diizinkan; lahu = kepadanya; ar rohmãna = Yang Maha Pemurah; wa qōla = dan ia berkata; shawãbã = yang benar.

yauma yaqũmũr rũhu wal malã-ikatu shoffan, lã yatakallamũna illã man adzina lahũr rohmãna wa qōla shawãbã.

38. Pada hari ruh dan Malaikat berdiri berbaris, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diizinkan Yang Maha Pemurah kepadanya, dan ia berkata yang benar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, semua ruh dan Malaikat berbaris. Mereka tidak berkata-kata, kecuali yang diizinkan Allah. Kalau dia berkata, ia berkata benar.

dzãlika = demikian; al yawmu = hari; al haqqu = pasti; fa man = maka siapa yang; syã-a = menghendaki; at takhodza = ia mengambil; ilã robbihĩ = dari Penguasanya; ma ãbã = tempaqt kembali.

dzãlikãl yawmũl haqqu, fa man syã-ãt takhodza ilã robbihĩ ma ãbã.

39. Demikian, hari yang pasti, maka, siapa yang menghendaki, ia mengambil tempat kembali dari Penguasanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari yang pasti, adalah hari kembali makhluk kepada Penguasa-Nya. Ada yang masuk neraka, ada yang masuk surga. Semuanya kehendak masing-masing, saat mereka hidup di dunia yang sudah disediakan segalanya.

innã andzarnãkum = sungguh, telah Aku peringatkan kepada kamu semua; ‘adzãban = azab; qorĩban = dekat; yawma yanzhuru = pada hari melihat; al mar-u mã = seseorang apa yang; qoddamat = telah diperbuat; yadãhu = dua tangannya; wa yaqũlu = dan berkata; al kãfiru = orang-orang kafir; yã laytanĩ = alangkah baiknya aku; kuntu = aku menjadi; turōbã = tanah.

innã andzarnãkum ‘adzãban qorĩban yawma yanzhurũl mar-umã qoddamat yadãhu wa yaqũlũl kãfiru yã laytanĩ kuntu turōbã.

40. Sungguh, telah Aku peringatkan kepada kamu semua, pada hari seseorang melihat azab yang dekat, apa yang telah diperbuat dua tangannya, dan orang-orang kafir berkata, alangkah baiknya aku menjadi tanah

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, Allah memperlihatkan azab yang telah diperingatkan ketika mereka hidup di dunia. Orang-orang kafir sangat menyesali hidupnya dahulu, mengapa tidak mempercayai peringatan-peringatan dari para Nabinya.


Leave a comment