Home » 2020 » February (Page 2)

Monthly Archives: February 2020

075 Al Qiyyãmah (Hari Kiamat)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Qiyyãmah (Hari Kiamat)
Makiyah
Surat ke 75, 40 ayat.

Catatan Awal
Nama Surat Al Qiyyãmah diambil dari kata yang terdapat dalam ayat 1. Terjadinya Hari Kiamat itu sudah pasti. Allah menjamin tetapnya pengumpulan dan bacaan Alqur’an ini di dalam hati atau ingatan Nabi Muhammad saw., sehingga beliau tidak lupa ucapan kata-kata, kalimat, dan urut-urutan surat dan ayatnya, kemudian mengajarakan bacaan kepada sahabat-sahabatnya; Ada peringatan Allah, agar jangan menggerakkan lidah, kalau ingin menguasai isi Alqur’an. Artinya, bacalah di dalam hati dahulu, dengarkan dahulu, agar maknanya yang mendalam dapat diresap dengan baik, dan tidak terlupakan, ayat 16; Allah mencela orang-orang musyrik yang selalu mementingkan kehidupan dunia dan melupakan akhirat; ada gambaran orang yang sedang sekarat. Artinya, manusia hidup di dunia harus ingat akan adanya Hari Akhirat yang kekal. Kehidupan dunia yang menyenangkan itu harus digunakan untuk kepentingan akhirat, artinya harus beramal kebaikan yang banyak.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

lã uqsimu = sungguh aku bersumpah; bi yawmĩl qiyãmah = dengan Hari Kiamat.

lã uqsimu bi yawmĩl qiyãmah

1. Sungguh Aku bersumpah dengan Hari Kiamat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat disebut juga Hari Perhitungan, Hari Pembalasan, Hari Kebangkitan, Hari Akhir, Hari Pertanggungjawaban, Hari ditampakkan segala kesalahan, ….. Allah bersumpah dengan Hari Kiamat maksudnya, hari itu harus diingat, akan terjadi, pada suatu saat yang tertentu, terjadi kehancuran dunia, kekacau-balauan dunia. Allah Yang Menentukan. Manusia, makhluk-Nya tidak mengetahui kepastiannya. Yang diimani pasti terjadi, tapi terjadinya hanya Allah Yang Menentukan.

wa lã uqsimu = dan sungguh Aku bersumah; bin nafsil lawwãmah = dengan keinginan mencela.

wa lã uqsumu bin nafsil lawwãmah.

2. Dan sungguh, Aku bersumah dengan keinginan mencela.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah juga bersumpah dengan nama nafsu lauwamah, orang-orang yang suka mencela karena keinginan makhluk-Nya pada sesuatu yang indah, cantik, enak, senang, baik, benar, bagus. Kalau ada sesuatu yang tidak indah, tidak cantik, tidak enak, tidak senang, tidak baik, tidak benar, tidak bagus, tidak pantas dicela, dikecam, dikritik cacatnya, kekurangannya dengan menjelaskan yang indah, yang enak, yang menyenangkan, yang baik, yang benar, yang bagus, yang pantas itu seperti apa. Kalau dijelaskan, tentu dengan ilmu yang sesuai dengan setiap karakter yang harus dijelaskan.

ayahsabu = apakah mengira; al insãnu = manusia; allan najma’a = tidak Aku kumpulkan; ‘izhomahũ = tulang-belulangnya.

ayahsabu al insãnu allan najma’a ‘izhomahũ.

3. Apakah manusia mengira, tidak Aku kumpulkan tulang-belulangnyaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Banyak manusia yang tidak mengira,tulang-belulangnya akan terkumpul, lalu membentuk badan lagi seutuhnya.

balã qōdirĩna = sesungguhnya, benar berkuasa ; ‘alã = pada; an nusawwiya = untuk Aku sempurnakan; banãnahũ = jari-jemarinya.

balã qōdirĩna ‘alã an nusawwiya banãnahũ.

4. Sesungguhnya, Aku benar berkuasa, untuk Aku sempurnakan sampai pada jari-jemarinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan, manusia yang sudah menyatu dengan tanah itu akan tersusun lagi menjadi tubuh yang utuh, sesuai dengan kekuasaan yang dimiliki Allah Yang Mahasempurna.

bal yurĩdu = bahkan menghendaki; al insãnu = manusia; liyafjuro = untuk durhaka; anãmahũ = di hadapannya.

bal yurĩdu al insãnu liyafjuro anãmahũ.

5. Bahkan, manusia menghendaki untuk durhaka di hadapan Nabinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Akan tetapi manusia, dengan sengaja berbuat durhaka di hadapan Nabinya. Inilah salah satu masalah dari manusia.

yas’alu ayyãna = ia bertanya, bilakah; yaumũl qiyãmah = Hari Kiamat.

yas’alu ayyãna yaumũl qiyãmah.

6. Ia bertanya, bilakah terjadinya Hari KiamatɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang durhaka, bahkan bertanya, kapan terjadinya Hari KiamatɁ

fa idzã = maka ketika; bariqo = bingung; al bashar = pandangan.

fa idzã bariqōl bashar.

7. Maka ketika pandangan bingung.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab:

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Namun, ketika pandangan mereka terbelalak, ketakutan, dan bingung karena suasana Kiamat yang mencengangkan, menegangkan.

wa khosafãl qomaru = dan hilangnya cahaya bulan.

wa khosafãl qomaru.

8. Dan, hilangnya cahaya bulan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Kiamat, cahaya matahari hilang, cahaya bulan pun hilang.

wa jumi’a asysyamsu wãl qomaru = dan matahari serta bulan dikumpulkan.

wa jumi’a asysyamsu wãl qomaru.

9. Dan matahari serta bulan dikumpulkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi, matahari, bulan, bintang dikumpulkan, diramu lagi menjadi makhluk baru.

ya qũlu al insãnu = manusia berkata; yauma-idzin = pada hari itu; aynãl mafarru = di mana tempat lari.

ya qũlu al insãnu yauma-idzin aynãl mafarru.

10. Manusia berkata pada hari itu, “Di mana tempat lariɁ”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada hari itu, manusia mempertanyakan tujuan untuk dapat melarikan diri, mencari tempat yang aman. Ternyata, tidak ada tempat untuk mendapatkan tempat yang aman. Seluruh alam ini dalam keadaan kacau-balau, berantakan, terjadi banyak keributan, kehancuran di mana-mana, di semua tempat.

kallã = sekali-sekali tidak; lã wazaro = tidak ada tempat berlari.

kallã lã wazaro.

11. Sekali-sekali tidak, tidak ada tempat berlari.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Tidak ada tempat aman untuk melarikan diri, karena semua tempat ada dalam kekacauan. Semua rusak, hancur.

ilã robbaka = kepada Penguasa kamu; yauma-idzin = pada hari itu; al mustaqorru = tempat kembali menetap.

ilã robbaka yauma-idzin al mustaqorru.

12. Pada hari itu, kepada Penguasa kamu, tempat kembali menetap.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hanya kepada Allah, Penguasa, makhluk-Nya Tempat Kembali menetap.

yunabba-u = diberitahukan; al insãnu = manusia; yauma-idzin = pada hari itu; bimã = tentang apa yang; qoddama = dia dahulukan; wa akhoro = dan dia akhirkan.

yunabba-u al insãnu yauma-idzim bimã qoddama wa akhoro

13. Manusia pada hari itu diberitahukan tentang apa yang dia dahulukan, dan dia akhirkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia diberitahu kebaikannya lebih dahulu, dan yang diakhirkan perhitungan kejelekannya.

balil insãnu = bahkan manusia; ‘alã nafsihĩ = pada dirinya; bashĩroh = menjadi saksi.

balil insãnu ‘alã nafsihĩ bashĩroh.

14. Bahkan manusia, menjadi saksi pada dirinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia menjadi saksi untuk dirinya.

wa law = walau; alqō = dia lemparkan; ma’ãdzĩrohũ = uzur atau alasannya.

wa law alqōma’ãdzĩrohũ.

15. Walau dia lemparkan uzur atau alasannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia dengan berbagai kemungkaran, kesalahan, kekhilafan, mereka mengemukakan alasan-alasannya. Mereka tetap dihukum karena kesalahannya, kemungkarannya, kekhilafannya.

lã tuharrik = jangan kamu gerakkan; bihĩ = dengannya; lisãnaka = lidah kamu; lita’jala = karena kamu agar segera; bihĩ = dengannya.

lã tuharrik bihĩ lisãnaka lita’jalabihĩ

16. jangan kamu gerakkan lidah kamu dengan datangnya ayat-ayat, karena kamu ingin segera menguasainya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. diperingatkan, agar beliau tidak menggerak-gerakkan lidah, saat ayat Allah diturunkan, karena ingin segera menghafalnya.

inna ‘alaynã = sesungguhnya pada-Ku; jam’ahũ = mengumpulkannya; wa qur’anahũ = dan membacakannya.

inna ‘alaynã jam’ahũ wa qur’anahũ.

17. Sesungguhnya, pada-Ku tanggung jawab untuk mengumpulkannya dan membacakannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempunyai kuasa dan bertanggung jawab dalam proses pengumpulan dan proses pembacaan Alqur’an

fa idzã = maka, jika; qoro’ nãhu = Aku bacakan Alqur’an itu; fãt tabi’ = maka ikutilah; qur’ãnahũ = bacaannya.

fa idzã qoro’ nãhu fãt tabi’ qur’ãnahũ.

18. Maka, jika Aku bacakan Alqur’an itu, maka ikutilah bacaannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perhatikan aturan menghafal Alqur’an ini. Jibril membacakan Alqur’an, Nabi Muhammad saw. diminta untuk mengikuti bacaannya.

tsumma inna = kemudian sesungguhnya; ‘alaynã = pada-Ku; bayãnahũ = penjelasannya.

tsumma inna ‘alaynã bayãnahũ.

19. Kemudian, sesungguhnya pada-Ku penjelasannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perhatikan penjelasan Allah, tentang Alqur’an akan disampaikan kepada orang yang dikehendaki-Nya, orang yang mau memperhatikan wahyu Allah.

kallã bal = tidak sekali-sekali, bahkan; tuhibũnãl ‘ãjilah = kamu mencintai yang cepat.

kallã bal tuhibũnãl ‘ãjilah.

20. Tidak sekali-sekali Aku menjelaskan, bahkan kamu mencintai yang cepat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia hanya mencintai kehidupan dunia yang sebentar dan yang cepat didapat, karena itu, Allah tidak mau menjelaskan kehidupan akhirat. Kehidupan akhirat akan didapat, kalau kehidupan dunia untuk akhirat, jangan hanya untuk di dunia saja. Artinya beramal kebaikan yang banyak untuk kesejahteraan dunia, agar kebahagian akhirat dicapai.

wa tadzarũnãl ãkhiroh = dan kamu tinggalkan kehidupan akhirat.

wa tadzarũnãl ãkhiroh.

21. Dan kamu tinggalkan kehidupan akhirat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kehidupan dunia yang hanya sebentar selalu dipikir-pikirkan, namun kehidupan akhirat yang kekal tidak diingat-ingat. Allah mencela ini.

wujuhuy yawma-idzin nãdhiroh = wajah-wajah pada hari itu berseri-seri.

wujuhuy yawma-idzin nãdhiroh.

22. Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang ketika hidup di dunia mengingat Hari Akhirat, pada saat Hari Kiamat mereka dalam keadaan berseri seri.

ilã robbihã nãzhiroh = kepada Penguasanya melihat.

ilã robbihã nãzhiroh

23. Kepada Penguasanya melihat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang saat hidup di dunia selalu mementingkan mengingat kehidupan akhirat, pada Hari Kiamat, mereka melihat wajah Allah. Mereka berseri-seri.

wa wujũhuy yawma-idzim bãsiroh = dan wajah-wajah pada hari itu muram.

wa wujũhuy yawma-idzim bãsiroh

24. Dan wajah-wajah pada hari itu muram.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Wajah muram ada pada orang yang kafir, tidak mau mempelajari Alqur’an.

tazhunnu = ia mengira; ay yuf’ala = bahwa akan dibuat; bihã = dengannya; fãqiroh = kebinasaan.

tazhunnu ay yuf’ala bihã fãqiroh.

25. Ia mengira, bahwa akan dibuat kebinasaan dengannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir mengira, peringatan-peringatan di atas akan membinasakannya.

kallã = sekali-kali; idzã = jika; balaghoti = ia telah sampai; at tarōqiy = kerongkongan.

kallã idzã balaghotĩt tarōqiy

26. Jika sekali-kali, ia telah sampai ke kerongkongan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dengan halus Allah menegaskan saat kematian yang tiba-tiba datang. Bagaimana keadaan orang yang sudah siap menerimanya, dan bagaimana dengan orang yang belum siap.

wa qĩla = dan dikatakan; man = siapa yang; roqi = menyembuhkan.

wa qĩla man roqi.

27. Dan dikatakan, “Siapa yang menyembuhkanɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hanya Allah yang dapat menyembuhkan keadaan itu

wa zhonna = dia mengira; annahũl firoq sungguh ia itu berpisah.

wa zhonna annahũl firoq.

28. Dia mengira, sungguh ia itu berpisah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir mengira kematian itu perpisahan nyawanya dengan jasadnya.

wal taffatĩ = dan berbelit; as sãqu bĩssãq = antara betis dengan betis.

wal taffatĩs sãqu bĩssãq.

29. Dan berbelit; as sãqu bĩssãq = antara betis dengan betis.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hidup dan mati itu sesungguhnya berbelit, dikiaskan dengan betis yang satu dan betis yang lain, saat seseorang terbujur.

ilã robbika = kepada Penguasa kamu; yawma-idzĩl basaq = pada hari itu tempat kembali.

ilã robbika yawma-idzĩl basaq.

30. Pada hari itu tempat kembali, kepada Penguasa kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, tempat kemabli hanya kepada Allah Yang Maha Menguasai segalanya.

falã shoddaqo = maka dia tidak membenarkan; wa lã shollã = dan dia tidak salat.

falã shoddaqo wa lã shollã.

31. Maka dia tidak membenarkan, dan dia tidak salat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dia tidak membenarkan ada-Nya Allah, dan dia tidak mendirikan salat

wa lãkin = tetapi; kadzdzaba = dia mendustakan; wa tawallã = dan dia berpaling.

wa lãkin kadzdzaba wa tawallã.

32. Tetapi dia mendustakan, dan dia berpaling.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kenyataannya dia mendus-takan Alqur’an, dan berpaling dari perintah dan larangan Allah melalui Rasul-Nya.

tsumma = kemudian; dzahaba = dia pergi; ilã ahlihĩ = ke keluarganya; yatamaththō = dengan sombong

tsumma dzahaba ilã ahlihĩ yatamaththō.

33. Kemudian, dia pergi ke keluarganya, dengan sombong

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir itu kemudian perge ke keluarganya dengan sombong.

aw lã laka = pantas celaka bagi kamu; fa aw lã = maka pantas celaka.

aw lã laka fa aw lã.

34. Pantas celaka bagi kamu, maka pantas celaka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafirlah yang celaka, karena mereka tidak mempercayai ada penjaga neraka yang berjumlah 19 Malaikat. Hadis yang diriwayatkan Ibnu Jarir dari Al ‘Ufi yang bersumber pada Ibnu ‘Abbas.

tsumma aw lã laka = kemudian, pantas celaka; fa aw lã = maka pantas celaka.

tsumma aw lã laka fa aw lã.

35. kemudian, pantas celaka, maka pantas celaka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Rasulullah menjawab menjawab pertanyaan Ibnu Abbas, kemudian Allah menurunkan ayat ini. Keterangan ini diriwayatkan oleh An Nasa-i yang bersumber dari sa’id bin Jubair, “Orang kafir itu pantas celaka, maka memang pantas orang kafir itu menjadi celaka”.

ayahsabũl insãnu = apakah manusia menyangka; ay yutroka sudan = bahwa ia ditinggalkan begitu saja.

ayahsabũl insãnu ay yutroka sudan.

36. Apakah manusia menyangka bahwa ia ditinggalkan begitu saja.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Apakah manusia yang kafir dengan Hari Kebangkitan menyangka ia ditinggalkan begitu saja, tidak diperhitungkan dan dibalas atas diperintah, dan larangan Allah yang tidak diperhati-kannyaɁ

alam yaku = bukankah ia adalah; nuthfatan = setetes; mim maniyyin = dari mani; yumnã = ditumpahkan.

alam yaku nuthfatam mim maniyyiy yumnã.

37. Bukankah ia berasal dari setetes mani yang ditumpahkanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir itu tidak menya-dari asal-usul kejadiannya dari setetes mani yang ditumpahkan.

tsumma = kemudian; kãna = adalah ia; ‘alaqotan = segumpal darah; fa kholaqo = lalu Dia ciptakan; fasawwã = lalu Dia sempurnakan.

tsumma kãna ‘alaqotan fa kholaqo fasawwã.

38. Kemudian, ia berasal dari segumpal darah, lalu Dia ciptakan, lalu Dia sempurnakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Asal-usul manusia itu dari setetes mani yang ditumpahkan, lalu menjadi segumpal darah, kemudian disempurnakan ciptaannya oleh Allah.

fa ja’ala = lalu Dia jadikan; minhu = darinya; az zawjayni = sepasang berdua; adz dzakaro = laki-laki; wãl untsã = dan perempuan.

fa ja’ala minhũz zawjaynĩdz dzakaro wãl untsã.

39. Lalu, Dia jadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan berdua.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia kemudian dijadikan berpasangan laki-laki dan perempuan.

alaysa = tidakkah; dzãlika = pada kejadian begitu itu; biqōdirin = dengan berkuasa; ‘alã = pada; an = untuk; yuhĩya = menghidupkan; al mawtã = orang mati.

alaysa dzãlika biqōdirin ‘alã ay yuhĩyãl mawtã.

40. Tidakkah Allah berkuasa untuk menghidupkan orang mati, pada kejadian begitu ituɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dari kejadian-kejadian di atas, tentu Allah berkuasa untuk menghidupkan orang yang sudah mati.

074 Al Muddatsir (Orang yang Berselimut)

–a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Muddatsir (Orang yang Berselimut)
Makiyah
Surat ke 74, 56 ayat.
Juz 29
Catatan Awal
Surat ini diturunkan setelah Surat Muzzammil. Makna kedua Surat ini sama, yaitu orang yang berselimut. Diambil dari kata yang ada pada ayat pertama. Isinya, perintah kepada Nabi Muhammad saw. untuk berdakwah, membesarkan Nama Allah; Perintah untuk membersihkan pakaian; Menjauh dari maksiat; kalau memberi harus ikhlas, tidak boleh diingat-ingat; Harus bersabar dalam menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah; Orang yang tidak mempercayai Nabi Muhammad saw., tidak mempercayai Alqur’an itu wahyu dari Allah, akan diazab; Setiap manusia terikat dengan apa yang diusahakannya.
Rasulullah berceritera, “Ketika aku telah selesai uzlah, selama sebulan di Gua Hiro, aku turun ke lembah. Di tengah lembah, ada yang memanggilku, tetapi aku tidak melihat seorang pun. Aku menengadah ke langit, tampak ada Malaikat yang dulu menemui aku di Gua Hiro. Segera aku pulang ke rumah, dan meminta istriku menyelimutiku, ‘Selimuti, selimuti aku’. Demikianlah turun ayat ini (Q.s. Muddatstsir, 74: 1, 2) yang berisi perintah menyingsingkan lengan untuk berdakwah.”

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

yã ayyuhãl muddatstsir = wahai orang yang berselimut.

yã ayyuhãl muddatstsir.

1. Wahai orang yang berselimut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dalam Surat Al Muzzammil, Allah memerintah untuk bangun malam untuk bertahajud, membaca Alqur’an, agar memdapat berkah dari Alqur’an itu. Dalam Surat Muddatstsir, Allah memerintah Nabi Muhammad saw. agar …. lihat ayat di bawah ini.

qum fa andzir = bangunlah, lalu berilah peringatan.

qum fa andzir.

2. Bangunlah, lalu berilah peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah ini bukan hanya untuk Nabi Muhammad, tapi juga untuk semua manusia yang berkesadaran membina manusia lain yang memerlukan, mendapatkan peringatan untuk perbaikan hidupnya.

wa robbaka = dan Penguasa kamu; fa kabbir = maka besarkanlah.

wa robbaka fa kabbir.

3. Dan Penguasa kamu, maka agungkanlah.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia yang beradab, adalah manusia yang mempunyai keimanan tentang ada-Nya Allah Yang Menguasainya, dan kesadaran untuk mengagungkan Penciptanya.

wa tsiyãbaka = dan pakaianmu; fa thohhir = maka bersihkan.

wa tsiyãbaka fa thohhir.

4. Dan pakaianmu, maka bersihkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia yang beradab, harus berpakaian bersih.

wãr rujza = dan perbuatan dosa; fãhjur = maka tinggalkan.

wãr rujza fãhjur.

5. Dan perbuatan dosa, maka tinggalkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang mengaku beragama harus mau meninggalkan, menjauhkan perbuatan-perbuatan dosa, dan menjalankan perbuatan-perbuatan baik.

wa lã tamnun = dan jangan kamu memberi; tastaktsir = kamu ingin lebih banyak.

wa lã tamnun tastaktsir.

6. Dan jangan kamu memberi, kamu ingin mendapat balasan lebih banyak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau kamu memberi, harus ikhlas, jangan kamu ingin mendapat balasan, imbalan apapun, apalagi ingin yang lebih banyak. Berharap balasan imbalan, hanya dari Allah, yang diperolehnya nanti di akhirat. Mungkin juga, saat masih di dunia, berupa kesenangan, ketenangan, ketenteraman, kebahagiaan hidup.

wa li robbika = dan untuk Penguasa kamu; fãshbir = maka bersabarlah.

wa li robbika fãshbir.

7. Dan untuk Penguasa kamu, maka bersabarlah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 10 Surat Al Muzzammil. Perintah dan larangan Allah harus diterima dan dijalankan dengan sabar, sebaik-baiknya

fa idzã nuqiro = maka, jika ditiup; fĩnnãqũr = pada waktunya.

fa idzã nuqiro fĩnnãqũr.

8. Maka, jika pada waktunya ditiup.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jika alam semesta ini ditiup oleh Yang Menguasainya, semuanya menjadi seperti debu beterbangan. Inilah Hari Kiamat.

fa dzãlika = maka demikian; yawma-idzin = pada hari itu; yawmun = hari; ‘asĩru = sulit.

fa dzãlika yawma-idziy yawmun ‘asĩru

9. Maka demikian, pada hari itu, hari sulit.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat adalah hari yang sangat sulit, bagi orang kafir, semua berantakan.

‘alãl kãfirĩna = bagi orang-orang kafir; ghoiru yasĩr = tidak mudah.

‘alãl kãfirĩna ghoiru yasĩr.

10. Bagi orang-orang kafir, Hari Kiamat itu, hari yang tidak mudah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Keadaan orang kafir dijelaskan di sini, lihat catatan ayat 9.

dzarni = biarkan Aku; wa man kholaqtu = dan orang yang Aku ciptakan; wahĩda = Sendiri.

dzarni wa man kholaqtu wahĩda.

11. Biarkan Aku, dan orang yang Aku ciptakan Sendiri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Menetapkan, siapa yang akan memimpin dunia ini. Makhluk, pemimpin dunia yang diciptakan oleh-Ku Sendiri. lihat Q.s. Al Baqarah, 2: 30; lihat juga berbagai ayat tentang Fir’aun, dan kaum kafir lainnya di dalam Alqur’an ini.

waja’altu lahũ = dan Aku jadikan baginya; mãlãm mamdũdã = banyak harta

waja’altu lahũ mãlãm mamdũdã

12. Dan Aku jadikan baginya, banyak harta

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah merencanakan, orang yang akan memimpin dunia ini memiliki harta dunia yang banyak, untuk keperluan dirinya, keluarganya.

wa banĩna = dan anak-anak; syuhũdã = hadir.

wa banĩna syuhũdã

13. Dan hadirnya anak-anak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia memiliki harta, dan anak-anak yang banyak

wa mahhadtu = dan Aku lapangkan rezeki; lahũ = baginya; tamhĩda = selapang-lapangnya.

wa mahhadtu lahũ tamhĩda.

14. Dan, Aku lapangkan rezeki baginya, selapang-lapangnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia dilapangkan rezekinya, selapang-lapangnya. Pemimpin dunia menggunakan hartanya yang banyak itu untuk kepentingan diri dan keluarganya saja.

tsumma yathma’u = Kemudian pemimpin dunia ini menginginkan; an azĩda = supaya Aku bertambah Agung.

tsumma yathma’u an azĩda.

15. Kemudian pemimpin dunia ini tampaknya, menginginkan supaya Aku bertambah Agung.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini, tampaknya menginginkan Allah bertambah Mulia, Mahasempurna.

kallã innahũ = sekali-kali tidak, sungguh dia; kãna = itu; li ayãtinã = kepada ayat-ayat-Ku; ‘anĩdã = menentang.

kallã innahũ kãna li ayãtinã ‘anĩdã.

16. Sekali-kali tidak, Sungguh dia itu menentang kepada ayat-ayat-Ku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini, samasekali tidak menginginkan Allah bertambah Mulia, Mahasempurna. Sungguh dia menentang ayat-ayat Allah.

sa ur hiquhũ = akan Aku timpakan kepadanya; sho’ũda = siksaan yang berat.

sa ur hiquhũ sho’ũda.

17. Akan Aku timpakan kepadanya siksaan yang berat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini akan diuji dengan siksaan dunia yang berat.

innahũ fakkaro = sungguh, telah dia pikirkan; waqodar = dan telah ditetapkan.

innahũ fakkaro waqodar

18. Sungguh, telah dia pikirkan, dan telah ditetapkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kepemimpinannya itu telah dipikirkan, dan telah ditetapkan sebaik-baiknya, menurut perasaannya.

fa qutila = maka, celakalah dia; kayfa = bagaimana; qoddaro = dia menetapkan.

fa qutila kayfa qoddaro.

19. Maka, celakalah dia, bagaimana dia menetapkannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagaimana dia menetapkan kepemimpinannya di duniaɁ Ini yang membuat dia celaka, karena tidak didasarkan kepada Hukumulloh.

tsumma qutila = kemudian, celakalah dia; kayfa = bagaimana; qoddaro = dia tetapkan.

tsumma qutila kayfa qoddaro

20. Kemudian, celakalah dia, bagaimana dia tetapkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagaimana dia menetapkan kepemimpinannya di dunia, inilah yang membuat dia celaka, karena dia tidak mengikuti aturan Allah.

tsumma nazhor = kemudian dia perhatikan

tsumma nazhor.

21. Kemudian dia perhatikan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini memperhatikan hasil ketetapannya.

tsumma ‘abasa = kemudian, dia bermasam muka; wa basaro = dan dia merengut.

tsumma ‘abasa wa basar.

22. Kemudian, dia bermasam muka, dan merengut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini bermuka masam, dan merengut, kecewa karena dia diuji.

tsumma adbaro = kemudian, dia berpaling; wãstakbaro = dan dia menyombongkan diri.

tsumma adbaro wãstakbaro.

23. Kemudian, dia berpaling, dan dia menyombongkan diri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini berpaling dari petunjuk, dari peringatan Allah, dan dia menyombongkan diri.

fa qōla = lalu dia berkata, in = betul-betul; hãdzã = ini; illã = hanyalah; sihrun = sihir; yu’tsaru = yang telah diceriterakan.

fa qōla in hãdzã illã sihruy yu’tsaru.

24. Lalu dia berkata, “Betul-betul ini hanyalah sihir yang telah diceriterakan”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia ini, meng-anggap wahyu Allah sebagai sihir yang dipelajari orang. Pikirannya berbalik, lihat ayat sebelumnya.

in hãdzã illã = betul-betul ini hanyalah; qōlũl basyari = perkataan manusia.

in hãdzã illã qōlũl basyari

25. Betul-betul Kitab ini hanyalah perkataan manusia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penguasa dunia mengang-gap Ayat-ayat Allah yang diterima Nabi Muhammad saw. itu hanya kata-kata yang dikarang oleh Muhammad.

sa ushlĩhi = akan Aku masukkan dia ke …; saqaro = neraka sakor.

sa ushlĩhi saqaro

26. Akan Aku masukkan dia ke neraka sakor.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pemimpin dunia dan para pengikutnya akan dimasukkan Allah ke neraka sakor.

wa mã adrōka = dan apakah kamu mengetahui; mã = apa yang …; saqaru = neraka sakor

wa mã adrōka mã saqaru.

27. Dan, apakah kamu mengetahui, apa neraka sakor ituɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan arti neraka sakor. Penjelasan-Nya akan menjadi peringatan, dan pelajaran, bagi yang ingin mengetahuinya. Tentu, kemudian akan berupaya untuk menghidari siksa sakor itu.

lã tubqĩ = ia tidak meninggalkan; wa lã tadzar = dan ia tidak membenarkan.

lã tubqĩ wa lã tadzar.

28. Ia tidak meninggalkan; wa lã tadar = dan ia tidak membenarkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Neraka sakor ini tempat membakar manusia sampai hancur, kemudian kembali berbentuk lagi, seperti manusia, kemudian dibakar lagi, terus berulang dalam masa yang tidak terhingga. Mereka, penghuninya tidak bisa meninggalkan tempat itu, tetapi tetap, mereka tidak membenarkan adanya neraka sakor itu.

lawwã hatul lil basyari = yang membakar manusia.

lawwã hatul lil basyari

29. Yang membakar manusia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Neraka sakor ini tempat membakar manusia yang berdosa, tidak mau percaya adanya Hari Kiamat, tidak percaya ada-Nya kekuasaan Allah, tidak percaya adanya Rasul-rasul Allah. Mereka percaya kepada ilah-ilah selain Allah, yang katanya dapat menentukan nasib manusia.

‘alayhã = di atasnya; tis’ata‘asyaro = sembilan belas.

‘alayhã tis’ata ‘asyaro.

30. Di atasnya; tis’ata‘asyaro = sembilan belas.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di dalam neraka sakor itu ada 19 Malaikat penjaga yang tak terkalahkan oleh manusia penghuni neraka ini. Jumlah bilangan Malaikat itu merupakan ujian bagi orang yang tidak mempercayai-nya, maupun yang mempercayainya.

wa mã = dan tidak; ja’alnã = Aku jadikan; ash-hãbãn nãri = penjaga api; illã malãikah = kecuali Malaikat; wa mã ja’alnã = dan tidak Aku jadikan; ‘iddatahum = bilangan mereka; illã fitnatan = kecuali cobaan; lilladzĩna kafarũ = bagi orang-orang kafir; liyastayqina = supaya meyakini; al ladzĩna = orang-orang yang; ũtũl kitãba = mereka diberi Kitab; wa yazdãda = dan bertambah; al ladzĩna ãmanũ = mereka, orang-orang yang beriman; ĩmãnan = keimanan; wa lã = dan tidak; yartãbal ladzĩna = ragu-ragu orang yang; ũtũl kitãba = mereka diberi Kitab; wãl mu’minũn = dan orang-orang yang beriman; wa liyaqũla = dan supaya mengatakan; al ladzĩna fĩ qulũbihim = orang-orang yang di dalam hati mereka; marodun = penyakit; wãl kãfirũna = dan orang-orang kafir; mãdzã = apakah; arōdãllohu = Allah menghendaki; bi hãdzã matsalã = dengan perumpamaan ini; kadzãlika = demikianlah; yudhillũllohu = Allah menyesatkan; may yasyã-u = siapa yang Dia kehendaki; wa yahdĩ = dan Dia memberi petunjuk; may yasyã-u = siapa yang Dia kehendaki; wa mã ya’lamu = dan tidak mengetahui; junũda = bala tentara; robbika = Penguasa kamu; illã huwa = kecuali Dia; wa mã hiya = dan tidaklah ia; illã dzikrō lil basyar = kecuali peringatan bagi manusia.

wa mã ja’alnã ash-hãbãn nãri illã malãikah, wa mã ja’alnã ‘iddatahum illã fitnatal lilladzĩna kafarũ liyastayqinal ladzĩna ũtũl kitãba wa yazdãdal ladzĩna ãmanũ ĩmãnaw wa lã yartãbal ladzĩna ũtũl kitãba wãl mu’minũn, wa liyaqũlal ladzĩna fĩ qulũbihim maroduw wãl kãfirũna mãdzã arōdãllohu bi hãdzã matsalã, kadzãlika yudhillũllohu may yasyã-u wa yahdĩ may yasyã-u, wa mã ya’lamu junũda robbika illã huwa, wa mã hiya illã dzikrō lil basyar.

31. Dan tidak Aku jadikan penjaga api neraka sakor, kecuali Malaikat, dan tidak Aku jadikan bilangan mereka, kecuali cobaan bagi orang-orang kafir, supaya mereka, orang-orang yang diberi Kitab, bertambah meyakini, dan mereka, orang-orang yang beriman, bertambah keimanannya, dan tidak ragu-ragu. Mereka, orang yang diberi Kitab, dan orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang di dalam hati mereka penyakit, dan orang-orang kafir supaya mengatakan, “Allah menghendaki apa dengan perumpamaan iniɁ” Demikianlah, Allah menyesatkan, siapa yang Dia kehendaki, dan Dia memberi petunjuk, siapa yang Dia kehendaki, dan tidak mengetahui bala tentara Penguasa kamu, kecuali Dia, dan tidaklah sakor itu, kecuali peringatan bagi manusia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para Malaikat pejaga neraka sakor itu menyeramkan. Jumlah 9 Malaikat penjaga neraka sakor itu merupakan ujian keimanan atas kebenaran Allah, Rasul-Nya, Alqur’an bagi orang kafir, Ahli Kitab Yahudi, dan Nasrani. Apakah mereka akan menjadi sesat, atau akan mendapat petunjuk, dengan pernyataan pada ayat ini, sesuka Allah. Allah sudah memberi akal-pikiran manusia untuk dapat mempertimbangkan, mana yang benar dan mana yang salah, sesuai dengan iman tentang ada-Nya Allah yang tertanam di dalam hati, atau tidak ada iman.

kallã wãl qomar = demi bulan, sekali-kali tidak.

kallã wãl qomari

32. Demi bulan, sekali-kali tidak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. tidak dusta, dan bukan pendusta. Allah bersumpah demi bulan yang terang benderang kalau malam, dan berganti dengan matahari kalau siang.

wal layli idz adbar = demi malam, ketika berlalu.

wal layli idz adbar.

33. Demi malam, ketika berlalu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 32. Allah membuat perumpamaan keberadaan-Nya melalui ciptaan-Nya.

wãsh shub-hi idzã asfaro = demi subuh bila menjelang pagi.

wãsh shub-hi idzã asfaro.

34. Demi subuh bila menjelang pagi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ini kelanjutan perumpaan keberadaan Allah.

innahã = sungguh, ia; la ihda = benar-benar salah satu; al kubari = sangat besar.

innahã la ihdãl kubari.

35. Sungguh, ia benar-benar, salah satu perumpamaan sangat besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Segala kejadian di alam ini menandakan keberadaan Allah. Perumpamaan Akbar.

nadzĩrōl = peringatan mendasar; lil basyar = bagi manusia.

nadzĩrōl lil basyar.

36. Peringatan mendasar bagi manusia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alam semesta ini, termasuk diri manusia merupangan peringatan, pembelajaran, perumpamaan ada-Nya Allah.

li man syã-a = bagi siapa menghendaki; minkum = di antar kamu; ay yataqoddama = benar-benar akan maju; aw yata-akhoro = atau akan mundur.

li man syã-a minkum ay yataqoddama aw yata-akhoro.

37. Bagi siapa di antar kamu menghendaki, benar-benar akan maju, atau akan mundur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Yang menentukan segala sesuatunya adalah manusia. Manusia yang dijadikan Allah khalifah di bumi. Maju atau mundurnya dunia ini, manusia yang menentukan. Harus melalui kebijakan Allah, melalui Kitab-kitab-Nya, terakhir Alqur’an.

kullũ nafsin = tiap-tiap diri; bimã = dengan apa yang …; kasabat = ia usahakan; rohĩnãh = terikat gadai.

kullũ nafsim bimã kasabat rohĩnãh.

38. Tiap-tiap diri terikat gadai dengan apa yang ia usahakan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Makhluk hidup itu akan bergantung pada apa yang sudah diusahakan di dunianya.

illã ash-hãbãl yamĩni = kecuali pemilik golongan kanan.

illã ash-hãbãl yamĩni.

39. Kecuali pemilik golongan kanan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada pengecualian, golongan kanan, adalah golongan yang bersikukuh pada aturan kebenaran dari Allah. Pembela kebenaran ada-Nya Allah, para Rasul, dan Kitab-kitab-Nya.

fĩ jannãtin = di dalam surga; yatasã-‘alũna = mereka saling bertanya.

fĩ jannãtiy yatasã-‘alũna.

40. Di dalam surga, mereka saling bertanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Golongan kanan memperoleh surga Jannah, mereka saling bertanya keberadaanya yang penuh kesejahteraan, kenyamanan, ketenteraman, kedamaian, dan keberadaan orang-orang yang berada di neraka.

‘anĩl mujrimĩna = tentang orang-orang yang berdosa.

‘anĩl mujrimĩna.

41. Tentang orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang medapatkan surga, mempertanyakan juga tentang orang-orang berdosa, orang-orang yang masuk neraka.

mã salakakum fĩ saqor = apa masalah yang memasukannya ke sakor.

mã salakakum fĩ saqor.

42. Apa masalah yang memasukannya ke sakorɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka masuk sakor karena ketika hidup di dunia, mereka menduakan Allah. Lihat ayat di bawah ini.

qōlũ lam naku = mereka berkata, kami tidak; minãl mushollĩna = termasuk orang salat.

qōlũ lam naku minãl mushollĩna.

43. Mereka berkata, kami tidak termasuk orang salat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka tidak termasuk orang yang mengerjakan salat

wa lam = kami tidak; naku nuth’imũl miskĩn = kami memberi makan orang miskin.

wa lam naku nuth’imũl miskĩna.

44. Kami tidak memberi makan orang miskin.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang dimasukkan sakor adalah orang yang tidak mau mengerjakan salat, tidak mau memberi makan orang-orang miskin.

wa kunnã = dan kami adalah; nakhũdhu = kami mencela; ma’a = bersama; al khō-idhĩn = orang yang mencela.

wa kunnã nakhũdhu ma’al khō-idhĩn.

45. Dan kami adalah kami mencela bersama orang yang mencela.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka bersama orang yang lain mencela agama yang benar, mencela Rasul yang diutus Allah, mencela Kitab Allah yang benar

wa kunna = dan kami adalah; nukadzdzibu = kami mendustakan; biyawmĩddĩn = deengan Hari Pembalasan.

wa kunna nukadzdzibu biyawmĩddĩn.

46. Dan kami ini mendustakan Hari Pembalasan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka dimasukkan ke neraka sakor itu karena mereka mendustakan Hari Pembalasan.

hattã = sampai; atãna = datang kepada kami; al yaqĩnu = kepastian.

hattã atãnãl yaqĩnu

47. Sampai datang kepada kami kepastian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kepastian adalah hari yang sudah ditetapkan oleh Allah. Hari Kiamat.

fa mã tanfa’uhum = maka, tidak berguna bagi mereka; safã’atusy syãfi’ĩn = pertolongan orang yang menolong.

fa mã tanfa’uhum safã’atusy syãfi’ĩn.

48. Maka, tidak berguna bagi mereka, pertolongan orang yang menolong.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau Kiamat sudah terjadi, maka ada penolong pun tidak bermanfaat, karena terlambat, sudah kedaluarsa.

fa mã lahum = maka, bagi mereka mengapa; ‘anĩt tadzkiroti = dari peringatan; mu’ridhĩn = orang-orang yang berpaling.

fa mã lahum ‘anĩt tadzkiroti mu’ridhĩn.

49. Maka, mengapa bagi mereka, orang-orang yang berpaling diberi peringatanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mengapa bagi orang yang berpaling tetap diberi peringatanɁ Orang-orang yang berpaling harus diberi peringatan, karena itulah kewajiban para Rasul, dan para pengikutnya.

ka-annahum = seakan-akan mereka; humurum = himar; mustanfiroh = yang terkejut.

ka-annahum humurum mustanfiroh.

50. Mereka seakan-akan himar yang terkejut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau diberi peringatan, orang yang berpaling itu seperti himar yang terkejut.

farrot min quswarotim = ia lari dari singa.

farrot min quswarom

51. Ia lari dari singa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berpaling, kalau diberi peringatan, mereka menjadi terkejut, dan lari seperti himar melihat singa.

bal yurĩdu = bahkan menghendaki; kullu amri-in = setiap orang; min hum = di antara mereka; an = untuk; yu’tã = ia diberi; shuhufan = suhuf-suhuf; munasysyaroh = yang terbuka.

bal yurĩdu kullu amri-im min hum ay yu’tã shuhufam munasysyaroh.

52. Bahkan, setiap orang di antara mereka menghendaki untuk ia diberi suhuf-suhuf yang disebarkan, terbuka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sepertinya, setiap orang ingin mendapatkan suhuf-suhuf yang ditebarkan terbuka untuk dibaca.

kallã bal = sekali-sekali tidak, bahkan; lã yakhōfũna = mereka tidak takut; al ãkhiroh = hari akhirat.

kallã bal lã yakhōfũnãl ãkhiroh.

53. Sekali-sekali tidak, bahkan mereka tidak takut Hari Akhirat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sesungguhnya, mereka tidak membaca suhuf-suhuf itu, mereka tidak memprhatikan peringatan-peringatan yang ada di dalam suhuf-suhuf itu, bahkan mereka tidak takut ancaman Hari Akhirat itu

kallã = bahkan; innahũ = sesungguhnya, suhuf-suhuf itu; tadzkiroh = suhuf-suhuf itu pelajaran.

kallã innahũ tadzkiroh

54. Bahkan sesungguhnya, suhuf-suhuf itu pelajaran.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sesungguhnya, Alqur’an itu mengandung pelajaran.

faman = maka, siapa yang …; syã-a = ia menginginkan; dzakaroh = ia mengingatnya.

faman syã-a dzakaroh.

55. Maka, siapa yang menginginkan, ia mengingatnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Siapa yang suka mempelajari Alqur’an itu, tentu akan mengingat dan mendapat pelajaran.

wa mã = dan tidak; yadzkurũna = mereka mengingat; illã = kecuali; an = sesungguhnya; yasyã-ãllōh = Allah menghendaki; huwa = Dia; ahlũt taqwã = ahli takwa; wa ahlũl maghfiroh = dan ahli ampunan.

wa mã yadzkurũna illã ay yasyã-ãllōh, huwa ahlũt taqwã wa ahlũl maghfiroh.

56. Dan mereka tidak mengingat, kecuali sesungguhnya Dia, Allah menghendaki ahli takwa dan ahli ampunan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia yang tersiksa di neraka sakor itu tidak mengingat apa pun, saat hidup di dunia, kecuali bahwa Allah menghendaki manusia itu menjadi ahli takwa dan ahli ampunan, tapi mereka sudah terlajur masuk neraka. Jadi sudah tidak bermanfaat lagi.

073 Al Muzzamil (Orang yang Berselimut)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Muzzamil (Orang yang Berselimut)
Makiyah
Surat ke 73, 20 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Nama Surat ini sesuai dengan kata yang terdapat pada ayat pertama, al muzzammil, Nabi Muhammad saw. yang dalam keadaan berselimut, saat didatangi Malaikat Jibril.
Isinya menyangkut petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan Nabi Muhammad saw. untuk menguatkan rohani, persiapan untuk menerima wahyu-wahyu selanjutnya, yaitu dengan memperbanyak salat tahajud, mengulang Alqur’an dengan tartil, bertashbih, bertahmid; perintah bersabar, menghadapi celaan orang-orang yang tidak percaya, mendustakan kerasulannya; kepada umatnya yang percaya diperintahkan untuk salat tahajud, berjihad di jalan Allah, banyak membaca Alqur’an, menunaikan zakat, membelanjakan harta sesuai syari’at agama, dan banyak memohon ampun kepada Allah swt.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

yã ayyuhãl muzzammĩl = wahai orang yang berselimut

yã ayyuhãl muzzammĩl.

1. Wahai orang yang berselimut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Seruan kepada orang-orang yang berselimut, orang yang dalam keadaan tidur dengan nikmat yang dikaruniakan Allah, agar bangkit untuk beribadah dan mendakwahkan agama Islam, pembawa kebenaran ada-Nya Allah dan Rasul-rasul-Nya.

qumi = bangunlah; al laila = malam; illã = hanya; qolĩlã = sedikit.

qumĩl laila illã qolĩlã.

2. Bangun malamlah, hanya sebentar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bangunlah sepertiga malam, kurang atau lebih sedikit sebelum subuh datang untuk salat tahajud, istikharah, sunat hajat, dan lain-lain, atau dzikir malam.

nishfahũ = seperduanya; au = atau; anqush = kurang; minhu = darinya; qolĩlã = sedikit.

nishfahũ au anqush minhu qolĩlã.

3. Seperduanya, atau kurang darinya, sedikit.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat, catatan ayat 2. Seperdua malam, sepertiga malam terakhir, atau lebih sedikit.

au zid = atau lebih; ‘alayhi = atasnya; wa rotttilĩl qur’ãna = dan bacalah Alqur’an; tartĩlã = perlahan-lahan.

au zid ‘alayhi wa rotttilĩl qur’ãna tartĩlã.

4. Atau lebih atasnya, dan bacalah Alqur’an perlahan-lahan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 2, 3; dan bacalah Alqur’an, sunah, hadis, dan ilmu lainnya dengan tenang, dihayati, direnungi dipikiri maknanya yang dalam.

innã = sesungguhnya, Aku; sanulqĩ = Aku akan menurunkan; ‘alayka = kepada kamu; qaulãn = kata-kata; tsaqĩlã = berbobot.

innã sanulqĩ ‘alayka qaulãn tsaqĩlã.

5. Sesungguhnya, Aku akan menurunkan kata-kata berbobot, kepada kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada waktu kurang lebih sepertiga malam terakhir, Allah berjanji akan menurunkan kata-kata yang berbobot kepada Nabi Muhammad saw. dan umat-Nya yang disukai.

inna = sesungguhnya; nãsyi’ata = bangun; al layli = malam; hiya = ialah; asyaddu = lebih; wath’an = kuat; wa aqwamu = dan lebih kuat berkesan; qĩlã = kata-kata.

inna nãsyi’atal laylihiya asyaddu wath’an wa aqwamu qĩlã.

6. Sesungguhnya, bangun malam, itu ada kata-kata yang lebih kuat dan lebih berkesan; .

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bangun malam itu sesungguhnya untuk menjaring kata-kata yang lebih kuat maknanya, dan lebih berkesan, berbobot.

inna = sesungguhnya; laka = bagi kamu; fĩn nahãri = pada siang hari; sab-han = urusan; thowĩlã = banyak.

inna laka fĩn nahãri sab-han thowĩlã.

7. Sesungguhnya, bagi kamu, pada siang hari, banyak urusan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kondisi manusia pada umumnya, siang hari, banyak urusan dunia, bagi yang beriman, ditekankan untuk akhiratnya.

wa adkurĩsma = dan sebutlah Nama; robbika = Penguasa kamu; wa tabattal = dan kamu beribadahlah; ilayhi = kepada-Nya; tabtĩlã = engkau beribadah sungguh-sungguh.

wa adkurĩsma robbika wa tabattal ilayhi tabtĩlã.

8. Dan sebutlah Nama Penguasa kamu, dan beribadahlah kamu kepada-Nya, dengan ibadah yang sungguh-sungguh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dalam kesibukan siang harimu, beribadahlah kepada-Nya dengan menyebut Nama-Nya bersungguh-sungguh.

robbũl masyriqi wal maghribi = Penguasa timur dan barat; lã ilãha ilãha illã huwa = tidak ada ilah lain selain Dia; fãttakhidz-hu = maka jadikan Dia; wakĩlã = Pelindung.

robbũl masyriqi wal maghribi lã ilãha ilãha illã huwa fãttakhidzhu wakĩlã.

9. Penguasa timur dan barat, tidak ada ilah lain, selain Dia, maka jadikan Dia, Pelindung.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Itu Penguasa timur dan barat, tidak ada ilah lain, selain Dia, maka jadikan Dia, Pelindung, jangan membuat kemusyrikan.

wãshbir = dan bersabarlah; ‘alã = pada; mã = apa yang; yaqũlũna = mereka katakan; wãhjur hum = jauhilah mereka; hajron = kejauhan; jamĩlã = yang baik.

wãshbir ‘alã mã yaqũlũna wãhjur hum hajron jamĩlã.

10. Dan bersabarlah pada apa yang mereka katakan, jauhilah mereka, kejauhan yang baik.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menganjurkan, agar bersabar, menjauhlah dari mereka sekedarnya, sambil mengamati perbuatan mereka, agar menjadi hikmah.

wa dzarni = dan biarkan Aku; wãl mukadzdzibĩna = dan orang-orang yang mendustakan; auli = mempunyai; an na’mati = kemewahan; wa mahhil hum = dan beri kesempatan mereka; qolĩlã = sebentar.

wa dzarni wãl mukadzdzibĩna aulĩn na’mati wa mahhil hum qolĩlã.

11. Dan biarkan orang-orang yang mendustakan mempunyai kemewahan, dan Aku beri kesempatan mereka sebentar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah membiarkan orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya bermewah-mewah sebentar, hanya di dunia.

inna ladaynã = sesungguhnya, di genggaman-Ku; ankãlãn = ada belenggu-belenggu; wa jahĩmã = neraka jahim.

inna ladaynã ankãlãn wajahĩmã.

12. Sesungguhnya, di genggaman-Ku belenggu-belenggu neraka jahim.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi peringatan secara halus. Belenggu-belenggu itu kelak akan diikatkan pada tangan-tangan orang kafir, munafik, musyrik, fasik, mungkar.

wa tho’ãmãn = dan makanan; dã ghushshotin = menyumbat kerongkongan; wa ‘adzãban ‘alĩmã = dan azab yang sangat berat.

wa tho’ãmãn dã ghushshotin wa ‘adzãban ‘alĩmã

13. Dan makanan menyumbat kerongkongan, dan azab yang sangat berat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Azab Allah itu beraneka macam bentuk; kerongkongan tersumbat makanan, kaki terkilir, tangan terpalu, dan ada azab yang sangat menyakitkan, sangat berat penderitaannya.

yawma tarjufũl ardhu = pada hari bumi bergoncang; wãl jibãlu = dan gunung-gunung; wa kãnatĩl jibãlu = dan jadilah gunung; katsĩban = tumpukan pasir; mahĩlã = bertaburan.

yawma tarjufũl ardhu wãl jibãlu wa kãnatĩl jibãlu katsĩbam mahĩlã.

14. Pada hari bumi bergoncang, dan gunung-gunung menjadi gunung tumpukan pasir, bertaburan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat bumi berguncang, gunung-gunung bagai tumpukan pasir yang bertaburan.

innã arsalnã ilaykum = sesungguhnya, Aku telah mengutus kepada kamu; rosũlan = seorang Rasul; syãhidan = menjadi saksi; ‘alaykum = kepada kamu; kamã = sebagaimana; arsalnã = Aku telah mengutus; ilã fir’awn rosũlã = seorang Rasul kepada Fir’aun.

innã arsalnã ilaykum rosũlan syãhidan ‘alaykum kamã arsalnã ilã fir’awn rosũlã.

15. Sesungguhnya, Aku telah mengutus seorang Rasul kepada kamu semua, menjadi saksi kepada kamu, sebagaimana Aku telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengutus seorang Rasul kepada penduduk Mekah, sebagaimana Allah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun agar menjadi saksi. Fir’aun menyangkal keberadaan Allah dan Rasul-Nya, maka Kaum Fir’aun dibinasakan. Ini seharusnya menjadi peringatan bagi penduduk Mekah.

fa’ashō fir’awn = maka Fir’aun mendurhakai; ar rosũla = Rasul itu; fa’akhodz nãhu = lalu Aku siksa dia; akhdzan = siksaan; wa bĩlã = yang berat.

fa’ashō Fir’aunãr rosũla fa’akhodznãhu akhdzan wa bĩlã.

16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Aku siksa dia, siksãn yang berat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaum Fir’aun disiksa dan dibinasakan. Penduduk Mekah, kalau tidak mau mengakui Rasul, tentu akan dibinasakan juga.

fa kayfa tattaqũna = maka bagaimana kamu memelihara diri; in kafartum = jika kamu semua ingkar; yawman = hari yang; yaj’alũl wildãna = menjadikan anak muda; syĩbã = beruban.

fa kayfa tattaqũna in kafartum yawman yaj’alũl wildãna syĩbã.

17. Maka bagaimana kamu memelihara diri, jika kamu semua ingkar hari yang menjadikan anak muda beruban.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Banyak orang yang mengingkari adanya Hari Kebangkitan. Pada saat sebelum Hari kebangkitan, anak-anak muda menjadi beruban, kelihatan lebih tua dari usia yang sesungguhnya.

as samã-u = langit; munfathirun = terbelah; bihĩ = karenanya; kãna = adalah; wa’duhũ = janjinya; maf’ũlã = terlaksana.

as samã-u munfathirum bihĩ, kãna wa’duhũ maf’ũlã.

18. Langit terbelah karenanya adalah janji-Nya terlaksana.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Karena saatnya tiba, maka langit terbelah, janji Allah terbukti.

inna hãdzihĩ tadzkiroh = sesungguhnya ini peringatan; fa man = maka siapa yang; syã-a = menghendaki; at takhodza = ia mengambil; ilã robbihĩ = kepada Penguasanya; sabĩlã = jalan.

inna hãdzihĩ tadzkiroh, fa man syã-ãt takhodza ilã robbihĩ sabĩlã.

19. Sesungguhnya, ini peringatan, maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Penguasanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Surat ini merupakan peringatan tentang adanya jalan Allah. barang siapa yang menghendaki jalan Allah,maka ia akan menghadap kepada Penguasanya.

inna robbaka = sesungguhnya, Penguasa kamu; ya’lamu = mengetahui; annaka = benar-benar kamu; taqũmu = kamu berdiri; adnã = kurang; min = dari; tsulutsayil layli = dua pertiga malam; wa nishfahu = dan separuhnya; wa tsulutsahu = dan sepertiganya; wa thō-ifatum = dan segolongan; minal ladzĩna = dari orang-orang yang; ma’aka = bersama kamu; wallōhu = dan Allah; yuqoddiru = menetapkan; layla = malam; wan nahãr = dan siang; ‘alima = Dia Mengetahui; an = bahwa; lan = tidak; tuhshũhu = dapat kamu tentukan; fatãba = maka. menerima tobat; ‘alaykum = atas kamu semua; fãqro-ũ = maka, bacalah; mã tayassaro = apa yang kamu mudah; minal qur’an = dari dalam Alqur’an; ‘alima = Dia mengetahui; an = bahwa; sayakũnu = akan ada; minkum = di antara kamu semua; mardhō = orang-orang yang sakit; wa ãkhorũna = dan yang lain; yadhribũna = mereka berjalan; fĩl ardhi = di bumi; yabtaghũna = mereka mencari; min fadhlĩllãh = karunia Allah; wa ãkhorũna = dan yang lain; yuqōtilũna = mereka berperang; fĩ sabĩlĩllãh = di jalan Allah; fãqro-ũ = maka bacalah; mã = apa yang; tayassaro = mudah bagimu; minhu = di dalam Alqur’an; wa aqĩmush sholãta = dan dirikanlah salat; wa ãtũz zakãta = dan bayarlah zakat; wa aqridhũlloha = dan beri Allah pinjaman; qordon hasanan = pinjaman yang baik; wa mã tuqoddimũ = dan apa yang kamu semua kerjakan; li anfusikum = untuk diri kamu sendiri; min khoyrin = dari kebaikan; tajidũhu = kamu peroleh; ‘indãllohi = di hadapan Allah; huwa = ia; khoyron = baik; wa a’zhoma ajrō = dan lebih besar pahalanya; wãstaghfirũlloh = dan mohon ampunlah kepada Allah; innalloha ghofũrur rohĩmu = sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

inna robbaka ya’lamu annaka taqũmu adnã min tsulutsayil layli wa nishfahu wa tsulutsahu wa thō-ifatum minal ladzĩna ma’ak, wallōhu yuqoddiru layla wan nahãr,‘alima al lan tuhshũhu fatãba ‘alaykum fãqro-ũ mã tayassaro minal qur’an, ‘alima an sayakũnu minkum mardhō, wa ãkhorũna yadhribũna fĩl ardhi yabtaghũna
min fadhliillah, wa akhorũna yuqōtilũna fĩ sabĩlĩllãh, fãqro-ũ mã tayassaro minhu, wa aqĩmush sholãta wa ãtũz zakãta wa aqridhũlloha qordon hasanan, wa mã tuqoddimũ li anfusikum min khoyrin tajidũhu ‘indãllohi, huwa khoyrow wa a’zhoma ajro, wãstaghfirũlloh, innalloha ghofũrur rohĩmu.

20. Sesungguhnya, Penguasa kamu mengetahui, kamu dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu, benar-benar berdiri kurang dari dua pertiga malam, atau separuhnya, atau sepertiganya. Dan Allah menetapkan malam dan siang, Dia Mengetahui, bahwa tidak dapat kamu tentukan, maka, menerima tobat atas kamu semua, maka, bacalah apa yang kamu mudah, dari dalam Alqur’an. Dia mengetahui, bahwa akan ada di antara kamu semua orang-orang yang sakit, dan yang lain, mereka berjalan di bumi, mereka mencari karunia Allah, dan yang lain, mereka berperang di jalan Allah, maka bacalah, apa yang mudah bagimu di dalam Alqur’an, dan dirikanlah salat, dan bayarlah zakat, dan beri Allah pinjaman, pinjaman yang baik, dan apa yang kamu semua kerjakan, untuk diri kamu sendiri, dari kebaikan yang kamu peroleh di hadapan Allah, ia baik, dan lebih besar pahalanya, dan mohon ampunlah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Mengetahui segala apa yang dikerjakan makhluk-Nya. Ada yang salat malam, ada yang membaca Alqur’an, ada yang tidur, ada yang sakit, ada yang dalam perjalanan, ada yang sedang berperang di jalan Allah. Allah menganjurkan agar membayar zakat, bersedekah kepada orang yang memerlukan, menginfakkan harta di jalan Allah. Segala perbuatan baik itu, sesungguhnya akan kembali untuk kebaikan diri orang yang melakukan dengan ikhlas. Balasan Allah itu lebih banyak dari yang diinfakkan. Mereka yang memohon ampun akan diberi ampunan karena Allah Maha Pengampun, dan Maha Penyayang.

072 Al Jin

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Jin
Makiyah
Surat ke 72, 28 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
1. Surat ini diturunkan, sesudah Surat Al A’rãf. Judul Al Jin diambil dari ayat pertama. Dijelaskan bahwa jin sebagai makhluk yang tersembunyi, gaib bisa mendengar dan membaca Al Qur’an, dan sebagian mereka, ada yang mau mengikuti tuntunan yang ada di dalamnya. Nabi Muhammad saw. mengetahui hakekat jin itu berdasarkan wahyu dari Allah. Sebagian jin beriman kepada Allah dan para Nabi. Jadi, jin juga ada yang muslim ada yang kafir. Jin-jin dan manusia mempunyai keyakinan dan jalan hidup yang berbeda-beda. Allah juga membagikan rezeki kepada para jin. Allah memberikan perlindungan kepada jin, dan Nabi Muhammad saw. dengan wahyu-Nya. Jin yang hidup di alam gaib mendapatkan rizki dari Allah, dan dapat hidup dengan tenteram, tenang, bahagia, sejahtera, atau berkeluh-kesah, dan susah, tidak mau bersyukur atas karunia yang diberikan Allah kepadanya. Hidup jin dan manusia itu merupakan ujian atau cobaan dari Allah, apakah mau beriman kepada ada-Nya Allah, atau tidak beriman. Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka, mereka itu menjadi bagian kayu bakar dari neraka jahanam. Allah menghitung amalan makhluk-Nya satu demi satu.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm

qul = katakanlah; ũhiya = diwahyukan; ilayya = kepadaku; annahu = sesungguhnya mereka; as tama’a = mendengarkan; nafarum = sekumpulan; minãl jinni = dari jin; faqōlũ = dan mereka berkata; innã = sesungguhnya kami; sami’nã = kami mendengar; qur’ãnan = Alqur’an itu; ‘ajabã = menakjubkan.

qul ũhiya ilayya annahũs tama’a nafarum minãl jinni faqōlũ innã sami’nã qur’ãnan ‘ajabã.

2. Katakanlah, diwahyukan kepadaku, sesungguhnya mereka, sekumpulan dari jin mendengarkan, dan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendengar Alqur’an itu menakjubkan”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah Nabi Muhammad saw., agar menyampaikan wahyu-Nya yang terkait dengan jin, bahwa mereka juga ada yang mau mendengarkan bacaan Alqur’an, dan mereka mengakui, bacaan Alqur’an itu menakjubkan.

yahdĩ ila = Alqur’an itu memberi petunjuk kepada; ar rusydi = jalan yang benar; fa ãmannã bihĩ = maka, kami beriman kepada; wa lan nusyrika = dan kami tidak mempersekutukan-Nya; bi robbinã = dengan Penguasa kami; ahadã = seseorang.

yahdĩ ilãr rusydi fa ãmannã bihĩ, wa lan nusyrika bi robbinã ahadã.

3. Alqur’an itu memberi petunjuk kepada jalan yang benar, maka, kami beriman kepada-Nya, dan kami tidak mempersekutukan seseorang dengan Penguasa kami.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sebagian jin mengakui, Alqur’an itu memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Mereka beriman kepada Allah, dan tidak mau mempersekutukan seseorang dengan-Nya.

wa annahũ = dan sesungguhnya Dia; ta’ãlã = Dia Mahatinggi; jaddu = kebesaran; robbinã = Penguasa kami; mãt takhodza = tidak diambil; shōhibatan = kawan dekat; wa lã waladã = dan tidak sebagai anak.

wa annahũ ta’ãlã jaddu robbinã mãt takhodza shōhibatan wa lã waladã.

4. Dan sesungguhnya Dia Mahatinggi, kebesaran Penguasa kami, tidak bisa diambil kawan dekat, dan tidak sebagai anak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin itu mengakui, Allah, Penguasanya itu Mahatinggi, Mahabesar, dekat tapi bukan kawan dekat, dan tidak sebagai anak. Ayat ini menyanggah pernyataan sebagian orang Kristen yang mengatakan “ada Allah anak, dan ada Allah Bapa di surga”.

wa annahũ = dan sesungguhnya Dia; kãna = adalah; yaqũlu = mengatakan; safĩhunã = orang bodoh kami; ‘alãllohi = kepada Allah; syathothō = melampaui batas.

wa annahũ kãna yaqũlu safĩhunã ‘alãllohi syathothō.

5. Dan sesungguhnya, Dia adalah Allah, orang mengatakan bodoh kepada kami, itu melampaui batas.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Itu Esa, tidak ada ilah lain, selain Dia. Kalau jin berkeyakinan demikian dianggap bodoh, itu melampaui batas. Iblislah yang melampaui batas, karena ia mengatakan, meneyebar-nyebarkan pendapat yang jauh dari kebenaran, yaitu Allah itu memiliki istri dan anak

wa annã = dan sesungguhnya kami; zhonannã = kami mengira; al lan taqũla = tidak akan mengatakan; al insu = manusia; wãl jinnu = dan jin; ‘alãllōhi = kepada Allah; kadzibã = dusta.

wa annã zhonannã al lan taqũla al insu wãl jinnu ‘alãllōhi kadzibã.

6. Dan sesungguhnya kami mengira, manusia dan jin tidak akan mengatakan dusta kepada Allah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin yang mukmin mempunyai keyakinan, manusia yang juga mukmin tidak akan mengatakan sesuatu yang dusta tentang Allah, seperti dirinya. Padahal …… lihat ayat di bawah ini.

wa annahũ = sesungguhnya mereka; kãna = adalah; rijãlun = beberapa orang laki-laki; minãl insi = dari manusia; ya’ũdzũna = mereka meminta perlindungan; bi rijãlim minãl jinni = kepada beberapa lelaki dari jin; fazãdũ hum = maka mereka menambah; rohaqō = kedurhakaan

wa annahũ kãna rijãlum minãl insi ya’ũdzũna bi rijãlim minãl jinni fazãdũ hum rohaqō.

7. Sesungguhnya, mereka adalah beberapa orang laki-laki dari manusia, mereka meminta perlindungan kepada beberapa lelaki dari jin, maka mereka menambah kedurhakaan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia yang meminta perlindungan, atau meminta bantuan kepada jin berarti mereka mendurhakai diri mereka sendiri. Tidak percaya, atau mungkin meragukan kekuasaan Allah. Padahal Allah itu Mahakuasa atas segala makhluk-Nya. Manusia sudah dipercaya oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi, mengapa merendahkan diri, meminta perlindungan, meminta bantuan kepada jinɁ Ini karena ulah iblis dan setan menggoda manusia. Berhati-hatilah, manusia bisa berbuat durhaka karena manusia mudah tergoda oleh iblis dan setan. Berlindunglah hanya kepada Allah. Mintalah bantuan hanya kepada Allah Yang Maha dalam segalanya.

wa annahum = dan sesungguhnya, mereka; zhonnũ = mereka mengira; kamã = sebagaimana; zhonantum = persangkaan kamu; al lan yab’atsãllohu = bahwa Allah tidak membangkitkan; ahadã = seseorang.

wa annahum zhonnũ kamã zhonantum al lan yab’atsãllohu ahadã.

8. Dan sesungguhnya, mereka mengira, sebagaimana persangkaan kamu, bahwa Allah tidak membangkitkan seseorang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Semula, seperti orang kafir, dan sebagian jin juga tidak percaya, bahwa Allah akan membangkitkan makhluk-Nya pada Hari Kiamat yang sudah dimatikan, selesai kehidupan di dunia.

wa annã = dan sesungguhnya, kami; lamasnãs samã-a = kami mengintip langit; fawajadnãhã = maka kami mendapatinya; muli-at = dipenuhi; harosan = penjaga; syadĩdaw wa syuhubã = dalam suluh api yang menyala sangat kuat.

wa annã lamasnãs samã-a fawajadnãhã muli-at harosan syadĩdaw wa syuhubã.

9. Dan sesungguhnya, kami mengintip langit, maka kami mendapati, langit itu dipenuhi penjaga dengan suluh api yang menyala sangat kuat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para jin mengintip langit (liahat Q.s. ….). Langit ini dijaga sangat ketat oleh para Malaikat. Langit itu lambang sumberi ilmu milik Allah, yang jumlahnya tak terhingga. Mereka yang ingin mendapatkan ilmu, harus mengetahui penjaganya, ahlinya agar tahu bagaimana aturan mendapatkan ilmu itu. Mereka yang berhasil mendapatkan sebagian kecil ilmu Allah, hidupnya akan terjamin, berhasil, dan selamat mencapai rido Allah.

wa annã = dan sesungguhnya, kami; kunnã = adalah kami; naq’udu = kami duduk; minhã = di langit; maqō’ida = tempat-tempat duduk; lissam’i = untuk mendengarkan; fa man = maka siapa; yastami’i = ia mendengarkan; al ana = sekarang; yajid lahũ = ia mendapati baginya; syihãban = suluh api yang menyala; roshadã = mengintai.

wa annã kunnã naq’udu minhã maqō’ida lissam’i, fa man yastami’i al ana yajid lahũ syihãbar roshadã.

10. Dan sesungguhnya, kami duduk-duduk di langit, di tempat-tempat duduk untuk mendengarkan, maka siapa yang mendengarkan sekarang, penjaga mendapati mengintai, bagi pengintai dilempari suluh api yang menyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin atau siapapun yang mengintip langit, untuk mendengarkan wahyu yang disampaikan Allah kepada Jibril, langit itu dijaga ketat oleh para Malaikat yang mengintai dengan nyala api di tangannya.

wa annã = dan kami; lã nadrĩ = kami tidak mengetahui; ãsyarrun = apakah keburukan; urĩda = dikehendaki; biman = bagi orang; fi al ardhi = di bumi; am arōda = atau menghendaki; bihim = pada mereka; robbuhum = Pelindung mereka; rosyadã = kebaikan.

wa annã lã nadrĩ ãsyarrun urĩda biman fĩl ardhi am arōda bihim robbuhum rosadã.

11. Dan kami tidak mengetahui, apakah keburukan dikehendaki bagi orang di bumi, atau mereka menghendaki kebaikan dari Pelindung pada merekaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para jin tidak mengetahui, apakah manusia di muka bumi ini menghendaki keburukan, atau menghendaki kebaikan dan perlindungan di muka bumi dari PenguasanyaɁ

wa annã = dan kami; minnãsh shōlihũna = dari sebagian jin-jin yang saleh; wa minnã = dan sebagian dari kami; dũna dzãlika = tidak demikian; kunnã = kami mempunyai; thorō-iqa = jalan-jalan; qidadã = berbeda-beda.

wa annã minnãsh shōlihũna wa minnã dũna dzãlika, kunnã zhorō-iqa qidadã.

12. Dan kami, dari sebagian jin-jin yang saleh, dan sebagian dari kami, tidak demikian. Kami mempunyai jalan-jalan berbeda-beda.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin-jin dan manusia mempunyai keyakinan dan jalan hidup yang berbeda-beda.

wa annã = dan kami; zhonannã = kami mengira; an = bahwa; lan nu’jizãlloha = kami tidak melemahkan Allah; fĩ = di; al ardhi = bumi; wa lan nu’jizahũ = dan tidak kamu melemahkan-Nya; harobã = berlari.

wa annã zhonannã al lan nu’jizãlloha fĩl ardhi wa lan nu’jizahũ harobã.

13. Dan kami mengira, bahwa kami tidak melemahkan Allah di bumi, dan kamu tidak berlari melemahkan-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para jin sudah yakin adanya kekuasaan Allah di bumi dan di langit. Apakah ada manusia ingin segera membuat Allah lemahɁ Artinya ada manusia yang tidak mengakui ada-Nya Allah.

wa annã = dan sungguh, kami; lammã = ketika; sami’nãl hudã = kami mendengar petunjuk; ãmannã bihĩ = kami beriman kepadanya; fa may yu’mim bi robbihĩ = maka, barang siapa yang beriman kepada Pelindungnya; fa lã yakhōfu = maka, ia tidak takut; bakhsan = pengurangan; wa lã rohaqō = dan tidak kedurhakaan.

wa annã lammã sami’nãl hudã ãmannã bihĩ, fa may yu’mim bi robbihĩ fa lã yakhōfu bakhsaw wa lã rohaqō.

14. Dan sungguh, ketika kami mendengar petunjuk, kami beriman kepada-Nya, maka, barang siapa yang beriman kepada Pelindungnya, maka, ia tidak takut pengurangan, dan juga tidak ada kedurhakaan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin-jin yang beriman kepada petunjuk dari Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan kepada petunjuk-Nya yang tertulis di dalam Alqur’an, mereka tidak akan merasa takut, kalau mereka berkekurangan, dan mereka tidak mendurhakai-Nya, karena mereka percaya bahwa petunjuk-Nya itu benar dari Alllah.

wa annã = dan kami; minnãl muslimũna = termasuk kaum muslimin; wa minnãl qōsithũn = dan ada yang termasuk kaum yang menyimpang dari kebenaran; fa man aslama = maka, barang siapa yang patuh; fa’ũlãika = maka, mereka itu; taharũ = mereka menuju; rosyadã = kebaikan atau jalan yang lurus.

wa annã minnãl muslimũna wa minnãl qōsithũn, fa man aslama fa’ũlãika taharũ rosyadã.

15. Dan kami termasuk kaum muslimin, dan ada yang termasuk kaum yang menyimpang dari kebenaran. Maka, barang siapa yang patuh, maka, mereka itu menuju ke kebaikan atau jalan yang lurus.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin-jin itu mengaku termasuk kaum muslimin, dan ada yang termasuk orang yang tidak benar. Jin yang patuh, termasuk kelompok yang baik atau mengikuti jalan yang lurus.

wa amma = dan mereka; al qōsitũna = orang-orang yang menyimpang dari kebenaran; fakãnũ = maka, mereka itu; li jahannama = menjadi bagian dari neraka jahanam; hathabã = kayu bakar.

wa ammãl qōsitũna fakãnũ li jahannama hathabã.

15. Dan mereka, orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka, mereka itu menjadi bagian kayu bakar dari neraka jahanam.
1.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin yang menyimpang dari kebenaran, mereka akan menjadi bagian dari bahan bakar neraka jahanam.

wa allawi = dan jika; astaqōmũ = mereka tegak; ‘alãththorĩqoti = atas jalan itu; la-asqoynãhum = pasti Aku beri minum mereka; mã-an = air; ghodaqō = melimpah.

wa allawi astaqōmũ ‘alãththorĩqoti la-asqoynãhum mã-an ghodaqō.

16. Dan jika mereka tegak atas jalan itu, pasti Aku beri mereka minum air melimpah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jika manusia dan jin mengikuti jalan yang benar, Allah akan membalas dengan memenuhi kebutuhan hidupnya, airnya secara melimpah.

linaftinahum fĩh = untuk Aku beri beri mereka cobaan; wa man = dan siapa; yu’ridh = ia berpaling; ‘an dzikri = dari peringatan; robbihĩ = Penguasanya; yasluk-hu = Dia akan memasukkannya; ‘adzãban = azab; sho’adã = sangat berat.

linaftinahum fĩh, wa man yu’ridh ‘an dzikri robbihĩ yasluk-hu ‘adzã ‘adzãban sho’adã.

17. Untuk mereka, Aku beri beri cobaan, dan siapa berpaling dari peringatan, Penguasanya, Dia akan memasukkannya ke azab berat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jin dan manusia diberi cobaan oleh Allah, yakni hidupnya, baik yang gaib,maupun yang nyata. Mereka yang berpaling dari peringatan yang sudah tersurat dalam Alqur’an, Allah akan memasukkannya ke azab yang berat.

wa anna = dan sesungguhnya; al masãjida = masjid-masjid itu; lillãhi = milik Allah; falã = maka jangan; tad’ũ = kamu menyeru; ma’ãllōhi = beserta Allah; ahadã = sesuatu.

wa annãl masãjida lillãhi falã tad’ũ ma’ãllōhi ahadã.

18. Dan sesungguhnya, masjid-masjid itu milik Allah, maka jangan kamu menyeru sesuatu, beserta Allah

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Masjid-masjid itu milik Allah. Allah melarang menyeru, meminta kepada sesuatu makhluk, selain kepada Allah. Jangan menyekutukan Allah dengan makhluk-makhluk lain.

wa annahũ = dan sesungguhnya; lammã = ketika; qōma = berdiri; ‘abdũllohi = seorang hamba Allah; yad’ũhu = menyeru Allah; kãdũ = hampir-hampir mereka; yakũnũna = mereka adalah; ‘alayhi = di dekatnya; libadã = berkerumun.

wa annahũ lammã qōma ‘abdũllohi yad’ũhu kãdũ yakũnũna ‘alayhi libadã.

19. Dan sesungguhnya, ketika seorang hamba Allah berdiri menyeru Allah, hampir-hampir mereka berkerumun di dekatnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ketika Nabi Muhammad saw. berdiri melaksanakan salat, para jin berkerumun di dekatnya.

qul innamã = katakanlah, sungguh hanyalah; ad’ũ = aku memohon kepada; robbĩ = Penguasaku; wa lã usyriku = dan tidak aku sekutukan; bihĩ = dengan-Nya; ahadã = sesuatu.

qul innamã ad’ũ robbĩ wa lã usyriku bihĩ ahadã.

20. Katakanlah, “Sungguh, aku hanyalah memohon kepada Penguasaku, dan tidak aku sekutukan sesuatu dengan-Nya”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw. mengatakan, seperti yang tersurat pada ayat ini. Kalimat ini disampaikan bukan hanya untuk jin, tapi juga untuk manusia.

qul inni = katakanlah, sungguh aku; lã amliqu = aku tidak kuasa; lakum = bagi kamu; dhorron = kemudaratan; wa lã rosyadã = dan tidak bermanfaat.

qul inni lã amliqu lakum dhorron wa lã rosyadã.

21. Katakanlah, “Sungguh, aku tidak kuasa membuat kemudaratan, dan yang tidak bermanfaat bagi kamu”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw., mengatakan seperti yang tersurat pada ayat ini. Kalimat ini disampaikan bukan hanya untuk jin, tapi juga untuk manusia.

qul inni = katakanlah, sungguh aku; lan = tidak dapat; yujiyroni = melindungiku; minãllohi = dari Allah; ahadun = sesuatu; wa lan ajida = dan aku tidak mendapatkan; min dũnihĩ = dari selain-Nya; multahodã = tempat berlindung.

qul inni lay yujiyroni minãllohi ahadun wa lan ajida min dũnihĩ multahodã.

22. Katakanlah, “Sungguh, aku tidak dapat melindungi sesuatu dari Allah, dan aku tidak mendapatkan tempat berlindung dari selain-Nya”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw. mengatakan, dirinya tidak dapat melindungi sesuatu dari apa yang dikehendaki Allah, dan Nabi Muhammad saw. tidak mempunyai tempat berlindung, selain dari Allah.

illã balãghon = kecuali penyampaian ucapan; minãllōhi = dari Allah; wa risãlãtihĩ = dan risalah-Nya; wa man = dan siapa; ya’shiallōha = mendurhakai Allah; wa rosũlahũ = dan Rasul-Nya; fa inna lahũ = maka, sungguh baginya; nãro = api; jahannama = neraka jahanam; khōlidĩna fĩhã abadã = mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya.

illã balãghom minãllōhi wa risãlãtihĩ, wa man ya’shiallōha wa rosũlahũ fa innalahũ nãro jahannama khōlidĩna fĩhã abadã.

23. Kecuali penyampaian ucapan dari Allah, dan risalah-Nya, dan siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka, sungguh baginya api neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kelanjutan kalimat yang sudah berulang-ulang pada surat-surat lain, harus disampaikan kepada jin dan manusia

hattã idzã = sehingga, jika; roaw mã = mereka melihat apa yang; yũ’adũna = mereka diancam; fa saya’lamũna = maka, mereka akan mengetahui; man adh’afu = siapa yang lebih lemah; nãshiron = penolong; wa aqollu = dan lebih sedikit; ‘adadã = bilangan.

hattã idzã roaw mã yũ’adũna fa saya’lamũna man adh’afu nãshiron wa aqollu ‘adadã.

24. Sehingga, jika mereka sudah melihat apa yang mereka diancam, maka, mereka akan mengetahui, siapa penolong yang lebih lemah, dan lebih sedikit bilangan amalannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Neraka jahanam yang diancamkan kepada makhluk halus dan makhluk nyata, kalau sudah jelas keadaannya, baru akan diketahui, siapa penolong yang lebih lemah, dan lebih sedikit bilangan amalannya. Setelah kiamat selesai, makhluk-Nya akan dihitung amal kebaikannya yang akan menolong masuk surga, atau yang akan melemparkannya ke neraka jahanam.

qul in adrĩ = katakanlah, aku tidak mengetahui; aqorĩbun = apakah dekat; mã tũ’adũna = apa yang kamu diancam; am yaj’alu lahũ = ataukah baginya menjadikan; robbĩ = Penguasaku; amadã = masa yang panjang.

qul in adrĩ aqorĩbum mã tũ’adũna am yaj’alu lahũ robbĩ amadã.

25. Katakanlah, “Aku tidak mengetahui Hari Kiamat, apakah dekat, ataukah menjadi masa yang panjang, apa yang kamu diancam Penguasaku”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. disuruh mengatakan, apa yang diancamkan Penguasanya sudah dekat atau masih panjang masanya, beliau tidak mengetahui, karena Hari Kiamat itu hanya Allah Yang Mengetahuinya.

‘alimũl ghoybi = Allah Maha Mengetahui yang gaib; fa lã yuzh-hirũ = maka tidak menerangkan; ‘alã ghoybihĩ = pada kegaiban-Nya; ahadã = seseorang.

‘alimũl ghoybi fa lã yuzh-hirũ ‘alã ghoybihĩ ahadã.

26. Allah Maha Mengetahui yang gaib, maka, seseorang tidak menerangkan pada kegaiban-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Itu Mahagaib. Seseorang tidak bisa banyak menjelaskan kegaiban-Nya, kegaiban dirinya, dan banyak kegaiban di alam semesta ini. Banyak keterbatasan seseorang tentang yang gaib itu. Allah mengharamkan, banyak bertanya tentang Allah Yang Mahagaib. Sesuatu yang gaib selain Allah bisa dibicarakan, atau digambarkan, sesuai dengan batasan ilmu masing-masing. Yang sudah tertulis, atau tergambar, sesuatu yang gaib itu bisa menjadi kenyataan yang terbatas, sesuai dengan kemampuan menuliskan atau menggambarkannya.

ĩllã mani = kecuali siapa yang; artadhō = Dia meridoi; mir rosũlin = kepada Rasul-rasul-Nya; fa innahũ = maka, sesungguhnya Dia; yasluku = menjalankan; mim bayni = dari antara; yadayhi = hadapannya; wa min kholfihĩ = dan dari belakangnya; roshadã = penjaga

ĩllã manĩrtadhō mir rosũlin fa innahũ yasluku mim bayni yadayhi wa min kholfihĩ roshadã.

27. Kecuali, siapa yang Dia meridoi, misalnya kepada Rasul-rasul-Nya, maka, sesungguhnya, Dia menjalankan dari antara hadapannya, dan dari belakang penjaga

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sesuatu yang gaib itu, banyak yang tidak memahaminya, kecuali Allah meridoi orang-orang tertentu saja, semisal Rasul. Allah meridoi seseorang memahami ilmu gaib itu untuk masa yang akan datang, atau dari masa lalu, yang sudah tercatat dalam sejarah.

liya’alama = karena Dia ingin tahu; ang qod = bahwa sungguh; ablaghũ = telah mereka sampaikan; risãlãti = risalah; robbihim = Penguasa mereka; wa ahãtho = dan Dia meliputi; bimã = dengan apa yang; ladayhim = di hadapan mereka; wa ahshō = dan Dia menghitung; kulla syai-in = segala sesuatu; ‘adadã = satu demi satu.

liya’alama ang qod ablaghũ risãlãti robbihim wa ahãtho bimã ladayhim wa ahshō kulla syai-in ‘adadã.

28. Karena Dia ingin tahu, bahwa sungguh, risalah Penguasa mereka telah mereka sampaikan, dan Dia meliputi pada apa yang di hadapan mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu demi satu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah ingin mengetahui apakah risalah yang telah disampaikan itu telah dilaksanakan atau tidak. Ini menyangkut masa depan dari umat yang telah didakwahi risalah Allah. Dan Allah akan menghitung amal perbuatan segala sesuatu dari makhluk-Nya, satu demi satu.

071 Nuh

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Nuh
Makiyah
Surat ke 71, 28 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Surat ini diturunkan sesudah Surat An Nahl. Dinamai Surat Nuh karena isi keseluruhannya menguraikan tentang dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya, disertai doa-doanya kepada Allah. Nabi Nuh mengajak Kaumnya agar beriman kepada Allah swt. dan menganjurkan agar bertobat kepada-Nya. Seperti juga Nabi Muhammad saw., Nabi Nuh menganjurkan agar memperhatikan alam di sekeliling hidupnya; kejadian alam semesta, dan manusia itu menyatakan dan menegaskan ada-Nya Allah, dengan segala kebesaran, keagungan, dan kemuliaan-Nya; siksa Allah di dunia dinyatakan kepada Umat Nabi Nuh yang durhaka, ditenggelamkan. Bagi mereka yang kafir, siksa di akhirat lebih berat lagi; Ada doa Nabi Nuh untuk diteladani. Ceritera Nabi Nuh terdapat juga pada Q.s. Al A’raaf, 7: 59 – 64; Hud, 11: 25 – 49; Al Ankabut, 29: 14 -15; Ash Shafat, 37: 75 – 82; Al Qomar, 54: 9 – 17 sebagai pelengkap dan pengulangan.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

innã = sungguh Aku; arsalnã = Aku telah mengutus; nũhan = Nuh; ilã = kepada; qaumihĩ = kaumnya; an = agar; andzir = memberi peringatan; qaumaka = Kaum kamu; min qobli = dari dahulu; an = bahwa; ya’tiyahum = akan datang kepada mereka; ‘adzãbun = azab; alĩmu = sangat menyakitkan.

innã arsalnã nũhan ilã qaumihĩ an andzir qaumaka min qobli ay ya’tiyahum ‘adzãbun alĩmu.

1. Sungguh, Aku telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dari zaman dahulu, agar kamu memberi peringatan kaummu, bahwa akan datang kepada mereka azab sangat menyakitkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaum Nuh mempunyai kebiasaan berhubungan seks yang menyimpang. Mereka memuaskan nafsu seksnya dengan yang sejenis, laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita, yang disebut kebiasaan homoseks. Allah menegaskan, Nuh sebagai Utusan-Nya, agar memperingatkan kaumnya, karena perilakunya yang menyimpang itu, kalau mereka tidak mau mengubahnya, demi kebaikan mereka, Allah akan mendatangkan azab yang berat.

qōla = Nuh berkata; yã qaumi = wahai kaumku; innĩ = sungguh aku; lakum = kepada kamu semua; nadzĩrun = pemberi penjelasan; mubĩnu = yang nyata.

qōla yã qaumi innĩ lakum nadzĩrum mubĩnu.

2. Nuh berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku pemberi penjelasan yang nyata kepada kamu semua”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh menerangkan kedudukan dan fungsinya di masyarakat.

ani = hendaknya; a’budũllōha = kamu semua mengabdi kepada Allah; wãt taqũhu = dan bertakwalah kepada-Nya; wa athĩ’ũn = dan taatilah aku.

ani a’budũllōha wãt taqũhu wa athĩ’ũn.

3. Hendaknya kamu semua mengabdi kepada Allah, dan bertakwalah kepada-Nya, dan taatilah aku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah Allah kepada Nuh, yang disampaikan kepada kaumnya.

yaghfirlakum = Allah akan mengampuni kamu; min dunũbikum = dari dosa-dosa kamu semua; wa yũ-akhkhir kum = dan Dia menangguhkan kamu semua; ilã ajalim musammã = sampai waktu tertentu; inna = sesungguhnya; ajalãllohi = ketentuan Allah; idzã jã-a = apabila datang; lã yu-akh khoru = tidak bisa ditangguhkan; lau = kalau; kuntum = kamu semua; ta’lamũn = kamu semua mengetahui.

yaghfirlakum min dunũbikum wa yũ-akhkhir kum ilã ajalim musammã, inna ajalãllohi idzã jã-a lã yu-akh khoru, lau kuntum tu’lamũn

4. Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu semua, dan Dia menangguhkan kamu semua, sampai waktu tertentu. Sesungguhnya, ketentuan Allah, apabila datang, tidak bisa ditangguhkan, kalau kamu semua mengetahui.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh menyampaikan apa yang dipesankan Allah kepada kaumnya.

qōla = Nuh berkata; robbi = Pelindungku; inni = sungguh, aku; da’autu = aku telah menyeru; qaumi = kaumku; laylan = malam; wa nahãrō = dan siang.

qōla robbi inni da’autu qaumi laylan wa nahãrō.

5. Nuh berkata, “Pelindungku, sungguh, aku telah menyeru kaumku siang dan malam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Nuh mengadu kepada Pemeliharanya.

falam = maka tidak; yazid hum = mereka mendengar; du’ã-ĩ = seruanku; illã = bahkan; firōrō = lari.

falam yazid hum du’ã-ĩ illã firōrō

6. Maka mereka tidak mendengar seruanku, bahkan mereka lari.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dakwah Nabi Nuh tidak didengar, bahkan mereka menjauh.

wa inni = dan sesungguhnya aku; kullamã = setiap kali; da’autuhum = aku menyeru mereka; li taghfiro = agar Engkau mengampuni; lahum = kepada mereka; ja’alũ = menjadikan mereka; ashōbi’ahum = jari-jari mereka; fĩ ãdzãni him = dalam telinga mereka; wãstaghsyaũ = dan mereka menutup; tsiyãbahum = baju mereka; wa ashorrũ = dan mereka tidak berubah; wãstakbarũ = dan mereka menyombongkan diri; as tikbãrrō = sangat sombong.

wa inni kullamã da’au tuhum li taghfiro lahum ja’alũ ashōbi’ahum fĩ ãdzãni him wãstaghsyaũ tsiyãbahum wa ashorrũ wãstakbarũs tikbãrrō.

7. Dan sesungguhnya, setiap kali aku menyeru mereka, agar Engkau mengampuni mereka, menjadikan jari-jari mereka menutupi telinga mereka, dan mereka menutup dengan baju mereka, dan mereka tidak berubah, dan mereka menyombongkan diri, sangat sombong.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Inilah situasi masyarakat, ketika Nabi Nuh mendakwahi mereka. Mereka tidak mau mendengarkan dakwah itu. Mereka menjadi bertambah sombong.

tsumma = kemudian; innĩ = sesungguhnya aku; da’au tuhum = aku telah menyeru mereka; jihãrō = terang-terangan.

tsumma innĩ da’au tuhum jihãrō.

8. Kemudian, sesungguhnya aku telah menyeru mereka terang-terangan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh telah menyeru mereka terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi, tidak diam-diam.

tsumma innĩ = kemudian, sesungguhnya aku; a’lantu lahum = telah aku umumkan kepada mereka; wa asrortu = dan aku merahasiakan; lahum isrōrō = kepada mereka, diam-diam dirahasiakan.

tsumma innĩ a’lantu lahum wa asrortu lahum isrōrō.

9. Kemudian, sesungguhnya telah aku umumkan kepada mereka, dan aku merahasiakan kepada mereka, diam-diam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dakwah Nabi Nuh dilakukan baik secara terang-terangan, maupun secara rahasia, diam-diam.

fa qultu = maka, aku katakan; as taghfirũ = mohonlah ampun; robbakum = pelindung kamu semua; innahũ = sungguh Dia; kãna = Dia adalah; ghoffãrō = Maha Pengampun.

fa qultũs taghfirũ robbakum innahũ kãna ghoffãrō.

10. Maka, aku katakan, mohonlah ampun Pelindung kamu semua, sungguh Dia adalah Maha Pengampun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh menganjurkan kaumnya menghentikan perbuatan yang tidak senonoh, dan memohon ampun kepada Allah Pelindung makhluk-Nya, Dia sungguh-sungguh Maha Pengampun.

yursili = Dia akan mengirimkan; as samã-a = hujan dari langit; alaykum = atas kamu semua; midrorō = lebat.

yursilĩs samã-a alaykum midrorō.

11. Dia akan mengirimkan hujan lebat dari langit kepada kamu semua.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu kepada manusia yang mau berpikir, bahwa Beliau akan mengirim hujan lebat kepada mereka, orang yang selalu durhaka. Pertanda Allah yang tampak biasa, tapi akibatnya luar biasa, menjadi bencana besar yang tidak terpikirkan oleh orang yang durhaka, tertutup pikirannya.

wayumdid kum = dan Dia memberi lebih kamu; bi amwãlin = dengan harta; wa banĩna = dan anak-anak; wa yaj’al lakum = dan Dia menjadikan untuk kamu; jannãtin = surga; wa yaj’al lakum anhãrō = dan Dia menjadikan untuk kamu sungai-sungai.

wayumdid kum bi amwãliw wa banĩna wa yaj’al lakum jannãtiw wa yaj’al lakum anhãrō.

12. Dan Dia memberi kamu harta lebih, dan anak-anak, dan Dia menjadikan surga untuk kamu, dan Dia menjadikan untuk kamu sungai-sungai.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dalam Bahasa Sunda nyungkun, dalan Bahasa Jawa ngelulu, dalam bahasa Arab istidroj. Allah dapat melebihkan segala sesuatunya kepada seseorang, tapi sesungguhnya itu ujian. Adapun sifat ujian itu kesusahan atau kemudahan. Kenikmatan atau kesusahan itu, apakah disyukuriɁ Ternyata kebanyakan manusia tidak mau, tidak terbiasa, banyak yang tidak suka mensyukuri, apa pun karunia dari Allah itu. Padahal surga itu merupakan tempat yang sangat sempurna untuk kembali. Banyak manusia yang tidak lulus menghadapi ujian Allah, berupa kesusahan atau kesenangan. Mereka tidak mensyukuri apa yang dikaruiakan Allah, menjadi kufur nikmat.

mã laku = mengapa kamu; lã tarjũna = kamu tidak mengharapkan; lillahi = bagi Allah; waqōrō = kebesaran.

mã laku lã tarjũna lillahi waqōrō.

13. Mengapa kamu tidak mengharapkan kebesaran bagi AllahɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pertanyaan sindirian dari Allah kepada manusia. Manusia ada yang aneh, ada yang tidak mengharapkan kebesaran Allah. Padahal, kebesaran Allah itu akan ditularkan kepada yang mengharapkannya.

wa qod = dan sungguh; kholaqokum = Dia telah menciptakan kamu; athwãrō = dalam beberapa tingkatan.

wa qod kholaqokum athwãrō.

14. Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia diciptakan dengan tingkatan-tingkatan atau derajat masing-masing. Ada yang sudah ditetapkan Allah, Ada yang karena perjuangan, dan usaha masing-masing orang, dengan izin Allah. Ada yang bersyukur, ada yang tidak bersyukur.

alamtarau = tidakkah kamu perhatikan; kayfa = bagaimana; kholaqōllōhu = Allah menciptakan kamu; sab’a sãmãwãtin = tujuh langit; thibãqō = bertingkat-tingkat.

alamtarau kayfa kholaqōllōhu sab’a sãmãwãtin thibãqō.

15. Tidakkah kamu perhatikan, bagaimana Allah menciptakan kamu, tujuh langit bertingkat-tingkat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta untuk memperhatikan penciptaan diri manusia, penciptaan langit, bintang-bintang. Semuanya akan menjadi ilmu yang banyak, kalau diteliti, dan dituliskan dengan aturan yang baik dan benar.

waja’alãl qomaro = Dia telah menjadikan bulan; fĩhinna nũron = bulan itu bercahaya; wa ja’alãsy syamsa = dan menjadikan matahari; sirōjã = pelita.

waja’alãl qomaro fĩhinna nũron wa ja’alãsy syamsa sirōjã.

16. Allah telah menjadikan bulan. Bulan itu bercahaya, dan menjadikan matahari pelita.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan bulan, bintang, matahari, bumi dengan berbagai makhluk yang beraneka macam, semuanya akan menjadi ilmu, kalau diteliti, dan dituliskan dengan sebaik-baiknya.

wãllohu = dan Allah; ambatakum = menumbuhkan kamu; minãl ardhi = dari tanah; nabãtã = nabati, tumbuh-tumbuhan.

wãllohu ambatakum minãl ardhi nabãtã.

17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dan nabati, tumbuh-tumbuhan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Telitilah, buktikan, buat tulisan. Manusia memang tumbuh karena ada tanah, tumbuh-tumbuhan, hewan, dibantu dengan udara, air, kehangatan atau sinar matahari.

tsumma yu’ĩdukum = kemudian, Dia mengembalikan kamu; fĩhã = ke dalamnya; wa yukhrijukum = dan Dia mengeluarkan kamu; ikhrōjã = pada Hari Kiamat.

tsumma yu’ĩdukum fĩhã wayukhrijukum ikhrōjã.

18. Kemudian, Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah, dan Dia mengeluar-kan lagi pada Hari Kiamat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia itu dihidupkan, lalu dimatikan, dikembalikan menjadi tanah, kemudian dibangunkan kembali pada Hari Kiamat. Hidup kembali di alam akhirat. Perputaran hidup, kuasa Allah.

wallōhu = dan Allah; ja’ala lakumũl ardho = menjadikan bumi untuk kamu; bisãthō = hamparan

wallōhu ja’ala lakumũl ardho bisãthō.

19. Dan Allah menjadikan hamparan bumi untuk kamu

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi dengan seluruh isinya untuk manusia. Manusia dijadikan khalifah di bumi, harus menjaga, memelihara, memanfaatkan segala sesuatunya sebaik-baiknya. Jangan sampai rusak. Kalau rusak harus bertanggung jawab. Akibat buruknya mengenai diri sendiri, atau kelompoknya.

litaslukũ = supaya kamu berjalan melaluinya; minhã = di bumi itu; subulan = di jalan-jalan yang; fijãjã = luas.

litaslukũ minhã subulan fijãjã.

20. Supaya kamu berjalan melalui jalan-jalan yang luas di bumi itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi yang dihamparkan itu, dapat dipakai untuk berjalan-jalan di atas jalan yang luas. Nikmat karunia Allah yang tidak ada taranya. Karunia Allah.

qōla nũhur robba = Nuh megadu, wahai Pemeliharaku; innahum = sesungguhnya mereka; ‘ashowni = mereka mendurhakai aku; wãt taba’ũ = dan mereka mengikuti; mal lam = orang yang tidak; yazĩd-hu = menambah kepadanya; mãluhũ = hartanya; wa waladuhũ = dan anak-anaknya; illã = kecuali; khosãrō = kerugian.

qōla nũhur robba innahum ‘ashowni wãt taba’ũ mal lam yazĩd-hu mãluhũ wa waladuhũ illã khosãrō.

21. Nuh mengadu, “Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya mereka mendurhakai aku, dan mereka mengikuti orang yang tidak menambah harta, dan anak-anak kepadanya, kecuali kerugian”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh mengadu kepada Allah, bahwa mereka yang didakwahinya itu mendurhakainya. Mereka mengikuti orang yang merugikan diri mereka, baik yang bersifat harta maupun anak-anaknya.

wa makarũ = dan mereka membuat tipu-daya; makron = tipu-daya; kubbãrō = yang besar.

wa makarũ makron kubbãrō.

22. Dan mereka membuat tipu-daya, tipu-daya yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka membuat tipu-daya yang banyak, dan besar akibat buruknya.

wa qōlũ = dan mereka berkata; lã tadzarunna = jangan sekali-sekali kamu meninggalkan; ãlihatakum = ilah-ilah kamu; wa lã tadzarunna = dan jangan sekali-sekali kamu meninggalkan; waddan = lembah-lembah yang subur; wa lã suwã’an = dan Suwa’; wa lã yaghũtsa = dan Yaghuts; wa ya’ũqo = dan ya’uq; wa nasrō = dan Nasr.

wa qōlũ lã tadzarunna ãlihatakum wa lã tadzarunna waddan wa lã suwã’an wa lã yaghũtsa wa ya’ũqo wa nasrō.

23. Dan mereka berkata, “Jangan sekali-sekali kamu meninggalkan ilah-ilah kamu Suwa’, Yaghuts, dan Nasr dan jangan sekali-sekali kamu meninggalkan lembah-lembah yang subur”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaumnya Nuh membantah dakwahnya. Mereka menganjurkan penduduk lainnya, agar jangan meninggalkan lembahnya yang subur, dengan berhala-berhalanya, yaitu Suwa, Yaghuts, dan Nasr.

wa qod = dan sungguh; azhollũ = mereka telah menyesatkan; katsĩrō = banyak orang; wa lã = dan jangan; tazidi = Engkau tambahkan; azh zhōlimĩna = orang-orang yang lalim; illã dholãlã = lebih-lebih orang sesat.

wa qod azhollũ katsĩrō, wa lã tazidĩzh zhōlimĩna illã dholãlã.

24. Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang, dan jangan Engkau tambahkan orang-orang yang lalim, lebih-lebih orang sesat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lanjutan pengaduan Nabi Nuh kepada Peniliknya.

mimmã = dari apa; khothĩ-ãtihim = kesalahan-kesalahan mereka; aghriqũ = mereka ditenggelamkan; fa udkhilũ = lalu mereka dimasukkan; nãron = ke dalam api; fa lam yajidũ = maka mereka tidak mendapat; lahum = bagi mereka; min dũnĩllahi = dari selain Allah; anshōrō = penolong-penolong.

mimmã khothĩ-ãtihim aghriqũ fa udkhilũ nãron fa lam yajidũ lahum min dũnĩllahi anshōrō.

25. Karena kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu mereka dimasukkan ke dalam api, maka bagi mereka, tidak mendapat penolong-penolong dari selain Allah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka ditenggelamkan dan dimasukkan ke dalam api karena kesalahan-kesalahan mereka sendiri, dan mereka tidak dapat ditolong, kecuali Allah menghendakinya.

wa qōla nũhu = dan berkata Nuh; ar robbi = wahai Pengusaku; lã tadzar = jangan engkau tinggalkan; ‘alãl ardhi = di atas bumi; minãl kãfirĩna = dari orang-orang kafir; dayyãrō = tempat tinggal.

wa qōla nũhur robbi lã tadzar ‘alãl ardhi minãl kãfirĩna dayyãrō.

26. Dan Nuh memohon, wahai Pengusaku, jangan engkau tinggalkan di atas bumi ini sebagai tempat bermukim orang-orang kafir.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nuh memohon kepada Allah, agar jangan ada seorang kafir pun di atas bumi ini. Allah mempunyai kebijakan yang mandiri.

innaka = sungguh, Engkau; in tadzar hum = jika Engkau biarkan mereka; yudhillũ = mereka akan menyesatkan; ‘ibãdaka = hamba-hamba-Mu; wa lã = dan tidak; yalidũ = mereka melahirkan; illã = kecuali; fãjirōn = durhaka; kaffãro = sangat kafir.

innaka in tadzar hum yudhillũ ‘ibãdaka wa lã yalidũ illã fãjirōn kaffãro.

27. Sungguh, jika Engkau biarkan mereka, mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak melahirkan, kecuali orang-orang durhaka, sangat kafir.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kelanjutan permohonan Nuh

robbi = Pemeliharaku; aghfir lĩ = ampunilah aku; wali wãlidayya = dan kedua orangtuaku; wa liman = dan bagi orang yang; dakhola = ia masuk; baytiya = rumahku; mu’minan = dengan beriman; wa lil mu’minĩna = dan bagi orang-orang lelaki beriman; wal mu’minãti = dan orang-orang perempuan yang beriman; wa lã tazidi = dan jangan Engkau tambahkan; azh zhōlimĩna = orang-orang lalim; illã tabãrō = kecuali kebinasaan.

robbi aghfir lĩ wali wãlidayya wa liman dakhola baytiya mu’minan wa lil mu’minĩna wal mu’minãti wa lã tazidi azh zhōlimĩna illã tabãrō.

28. Pemeliharaku, ampunilah aku, dan kedua orangtuaku, dan bagi orang yang ia masuk rumahku dengan beriman, dan bagi orang-orang lelaki beriman, dan orang-orang perempuan yang beriman, dan jangan Engkau tambahkan orang-orang lalim, kecuali kebinasaan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Akhir do’a Nabi Nuh yang harus ditiru oleh orang-orang yang beriman.