Home » 2020 » February (Page 3)

Monthly Archives: February 2020

070 Al Ma’ãrij (Tempat-Tempat Naik)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Ma’ãrij (Tempat-tempat Naik)
Makiyah
Surat ke 70, 44 ayat.
Juz 29

Catatan Awal

Surat Al Ma’ãrij diturunkan sesudah Al Hãqqoh. Nama itu merupakan jamak dari mi’raj artinya tempat naik, ayat 3. Ahli tafsir lain, ada yang memberi makna langit yang tinggi, nikmat atau karunia Allah yang tinggi derajatnya di surga.
Isinya, Allah meminta Nabi Muhammad saw. untuk bersabar, menghadapi ejekan, pelecehan, pengingkaran ajarannya dari orang-orang kafir; ada kisah kejadian pada Hari Kiamat; azab Allah yang tidak bisa ditebus dengan harta sebanyak apa pun; Sifat jelek manusia yang menjerumuskannya ke neraka; Ada bagian-bagian dari rizqi rezeki seseorang; amal perbuatan manusia yang dapat menjunjung tinggi martabatnya di dunia, maupun nanti di akhirat; Allah akan mengganti manusia yang berakhlak jelek, dengan manusia yang lebih baik

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

sa-ala = bertanya; sãilum = seorang penanya; bi’adzãbin = tentang azab; waqi-i = terjadi.

sa-ala sãilum bi’adzãbin waqi-i

1. Seorang penanya bertanya tentang azab yang akan terjadi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: seseorang kaum musyrikin, meminta untuk dirinya, dan kaumnya, untuk disegerakan azab atau siksaan itu. Surat ini turun berkenan dengan pertanyaan sinis dari Nadler bin al Harts meminta agar diturunkan azab, sebagai berikut: “Wahai Rab, jika perkataan itu benar dari-Mu, turunkanlah hujan batu dari langit.” Yang dimaksud perkataan itu dari kalimat yang diucapkan Nadler bin al Harts, bahwa Nabi Muhammad saw. menilai Ali lebih baik dari umat Islam yang lain. Lihat Q.s. 8- 32

lil kãfirĩna = untuk orang-orang kafir; laisa = tidak; lahũ = baginya; dãfi’u = menolak.

lil kãfirĩna laisa lahũ dãfi’u.

2. Untuk orang-orang kafir, baginya tidak dapat menolak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia, makhluk-Nya tidak akan bisa menolak azab yang akan diturunkan Allah. Azab bagi orang kafir, diterima dengan bersungut-sungut, menyumpah-nyumpah, menghina-hina, menggerutu, dan lain-lain. Bagi orang yang beriman, kejadian itu merupakan ujian, peringatan, dan akan diterima dengan rasa syukur diberi peringatan, dan penyesalan atas dosa yang pernah dilakukannya.

minallōhi = dari Allah; dzĩ = milik; al ma’ãrĩj = tempat-tempat naik ini.

minallōhi dzĩl ma’ãrĩji.

3. Tempat-tempat naik ini milik Allah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Segala apa yang ada di alam semesta ini milik Allah.

ta’rujũl malãikatu = Malaikat naik; wãrrũhu = dan Jibril; ilaihi = kepada-Nya; fĩ yaumin = dalam sehari; kãna = adalah; miqdãruhũ = kadarnya; khamsĩna = lima puluh; alfa = ribu; sanati = tahun.

ta’rujũl malãikatu wãrrũhu ilaihi fĩ yaumin kãna miqdãruhũ khamsĩna alfa sanati.

4. Jibril dan Malaikat lainnya naik kepada-Nya dalam sehari kadarnya adalah lima puluh ribu tahun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hitungan waktu di bumi sehari kadarnya sama dengan lima puluh ribu tahun di tempat yang tinggi itu. Ini hitungan yang relatif, mungkin lebih dari itu, tergantung ketinggian yang dapat dijangkau akal dan pikiran manusia.

fãshbir = maka bersabarlah; shobron = kesabaran; jamĩlã = menyenangkan.

fãshbir shobron jamĩlã

5. Maka bersabarlah, kesabaran yang menyenangkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah makhluk-Nya untuk bersabar, yang menyenangkan, yang membuat nikmat bagi yang melakukannya, ikhlas.

innahum = sungguh mereka; yaraunahũ = mereka memandang azab itu; ba’ĩdã = jauh.

innahum yaraunahũ ba’ĩdã.

6. Sungguh, mereka memandang azab itu jauh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia kafir memandang azab itu masih sangat jauh. Orang-orang yang beriman merasakan azab ini sudah dekat, harus segera mempersiapkan diri, dengan berbagai perbuatan baik untuk menghadapinya. Usia makhluk-Nya, khususnya manusia, relatif pendek, sangat singkat, dibandingkan dengan masa hidup yang kekal di akhirat nanti. Harus dipersiapkan, sesuai dengan syariat yang ditunjukkan Allah bagi manusia, agar dapat selamat mencapai tempat yang tinggi di akhirat nanti.

wa narōhu = dan Aku memandang azab ini; qorĩbã = dekat.

wa narōhu qorĩbã.

7. Dan, Aku memandang azab ini dekat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memandang azab ini dekat. Orang yang beriman, atas petunjuk-Nya, memandang azab ini sudah dekat, harus segera mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Umur makhluk-Nya ini singkat, makhluk yang beriman akan bersiap-siap menghadapi kematian, dengan cara selama hidupnya yang singkat itu, digunakan untuk mengabdi, berbakti sesuai dengan kehendak, petunjuk Allah.

yauma = pada hari; takũnu =adalah; as samã-u = langit; ka-al muhl = seperti leburan perak.

yauma takũnũs samã-u ka-al muhl.

8. Adalah pada hari langit seperti leburan perak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Azab itu datang, pada hari ketika langit menjadi seperti leburan perak. Hari Kiamat, alangkah panasnyaǃǃǃ

wa takũnu = dan adalah; al jibãlu = gunung-gunung; ka al’ihn = bagaikan bulu.

wa takũnũl jibãlu ka al’ihn.

9. Dan gunung-gunung bagaikan bulu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada waktu azab datang, gunung-gunung beterbangan bagaikan bulu.

wa lã yas-alu = dan tidak menanyakan; hamĩmun = teman akrab; hamĩmã = teman akrab.

wa lã yas-alu hamĩmun hamĩmã.

10. dan teman akrab tidak menanyakan teman akrab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Yang dahulunya teman akrab, saat azab tiba, tidak ada yang saling bertanya.

yubasysyorũ nahum = di antara mereka saling melihat; yawaddu = ingin; al mujrimu = orang yang berdosa; lau = kalau; yaftadĩ = ia menebus; min ‘adzãbi = dari azab; yaumi-idzin = pada hari itu; bibanĩhi = dengan anak-anaknya.

yubasysyorũ nahum, yawaddũl mujrimu lau yaftadĩ min ‘adzãbi yaumi-idzim bibanĩhi.

11. Orang yang berdosa di antara mereka, ingin saling melihat, kalau sekiranya ia dapat menebus, azab pada hari itu dengan anak-anaknya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berdosa menduga-duga, azab Allah itu, apakah dapat ditebus dengan anak-anak yang telah dikasihi, dididik keduniawian, tanpa mengingat Hari Akhirat, akibat mereka tidak mau mempercayai Hari Pembalasan iniɁ

wa shōhibatihĩ = dan sahabatnya; wa akhih = dan saudaranya.

wa shōhibatihĩ wa akhih.

12. Dan sahabatnya, dan saudaranya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Tidak bisa ditebus juga dengan adanya sahabat, dan saudara-saudara yang telah membina hidup di dunia, tanpa mengingat Hari Akhirat.

wa fashĩlatihĩ = dan keluarganya; al latĩ = yang; tu’wĩh = melindunginya.

wa fashĩlatihĩl latĩ tu’wĩh.

13. Dan keluarga yang melindunginya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Keluarga yang melindungi di dunia, juga tidak bisa menolong dari azab Allah, kalau mereka tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

wa man = dan orang; fĩl ardhi = di bumi; jamĩ’an = seluruhnya; tsumma = kemudian; yunjĩh = ia menyelamatkannya.

wa man fĩl ardhi jamĩ’an tsumma yunjĩh.

14. Dan orang di bumi seluruhnya, kemudian, ia menyelamatkannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Semua orang yang ada di bumi pun tidak bisa menyelamatkannya, kalau mereka tidak mau mempercayai ada-Nya Allah, dan Rasul-rasul-Nya. Keselamatan itu akan tercipta oleh amal kebaikan dirinya, terutama yang terkait dengan kepercayaannya kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

kallã = sekali-kali tidak; innahã = sungguh ia; lazhō = api yang menyala-nyala.

kallã innahã lazhō.

15. Sekali-kali tidak, sungguh, ia api yang menyala-nyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Seluruh manusia yang ada di permukaan bumi, tidak bisa menyelamatkan seseorang dari api neraka yang menyala-nyala, kalau mereka tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Api neraka itu menyala karena nafsu-nafsu negatif makhluk-Nya yang bernama manusia, sebagian jin, setan, dan iblis.

nazzã’ata = mengelupas; al lisysyawã = bagi kulit kepala.

nazzã’atal lisysyawã.

16. Mengelupas bagi kulit kepala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada hari langit seperti leburan perak, bumi dan gunung-gunung bagaikan kapas beterbangan, udara sangat panas mengelupaskan kulit kepala. Ini gambaran Hari Kiamat.

tad’ũ man = ia memanggil orang yang; adbaro = dia membelakang; wa tawallã = dan dia berpaling.

tad’ũ man adbaro wa tawallã.

17. Ia memanggil dia, orang yang membelakang, dan dia berpaling.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dia yang mendapat azab Allah, memanggil orang yang menolak, dan berpaling dari ajaran Nabi Muhammad saw. waktu mereka hidup di bumi.

wa jama’a = dan Dia mengumpulkan; fa-aw’ã = lalu, Dia menyimpannya

wa jama’a fa-aw’ã.

18. Dan Dia mengumpulkan, lalu menyimpannya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lalu Allah mengumpulkan, dan menyimpan orang yang melanggar perintah Allah, dan Rasul-Nya di neraka yang menyala-nyala.

innãl insaana = sesungguhnya manusia; khuliqo = diciptakan; halũ’ã = berkeluh-kesah.

innãl insaana khuliqo halũ’ã.

19. Sesungguhnya manusia diciptakan berkeluh-kesah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memang menciptakan manusia diberi sifat selalu berkeluh-kesah. Bagi orang-orang yang beriman, keluh-kesahnya itu disampaikan kepada Allah, karena segala penderitaan di dunia itu, kalau diterima dengan ikhlas, dan percaya, sesungguhnya, hal itu merupakan ujian, peringatan agar hidupnya lebih bermakna, dan tetap tenang, senang, bahagia. Di akhirat mereka akan diberi balasan yang amat menyenangkan. Bagi orang-orang kafir yang tidak percaya adanya takdir yang baik atau buruk, hal itu merupakan kesengsaraan yang menyiksa hidupnya. Orang kafir itu tidak mau bersyukur diberi ujian, dan peringatan dari Allah. Hidupnya lebih sengsara, lebih berat lagi, nanti di akirat.

idzã massahu = jika menimpanya; asy syarru = kesusahan; jazũ-ã = berkeluh-kesah.

idzã massahũsy syarru jazũ-ã.

20. Jika menimpanya kesusahan, mereka berkeluh-kesah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: lihat catatan ayat 19.

wa idzã massahu = dan jika menimpanya; al khoyru = kebaikan; manũ’ã = dia kikir.

wa idzã massahũl khoyru manũ’ã.

21. Dan jika menimpanya kebaikan, dia kikir.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir kalau diberi kebaikan, mereka tidak mau berbagi kebaikan itu kepada orang lain yang memerlukan pertolongan. Seandainya memberi pertolongan, mereka tidak menga-tasnamakan Allah. Jadi, amal kebaikannya tidak diterima Allah.

illãl mushollĩn = kecuali orang-orang yang mendirikan salat.

illãl mushollĩn.

22. Kecuali orang-orang yang mendirikan salat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: lihat catatan ayat 19. Orang yang mendirikan salat, selalu mengingat petunjuk Allah, bahwa harta dunia harus dipakai untuk beramal saleh, di dalam keluarga, maupun di luar keluarga.

alladzĩna = orang-orang yang; hum = mereka; ‘alã = pada; sholãtihim = salat mereka; dã-imũn = orang-orang yang menetapi.

alladzĩna hum ‘alã sholãtihim dã-imũn.

23. Mereka, orang-orang yang menetapi aturan salat mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Salat mereka tepat waktu, tepat aturan, tepat bacaan, dan lain-lain.

wãl ladzĩna = dan orang-orang yang; fĩ amwãlihim = pada harta mereka; haqqum ma’lũmu = bagian tertentu.

wãl ladzĩna fĩ amwãlihim haqqum ma’lũmu.

24. Dan orang-orang yang memahami, pada harta mereka, ada bagian tertentu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagian-bagian harta seseorang itu ada yang untuk diri sendiri, anak-istri atau suami, saudara dekat, saudara jauh, orang-orang yang dalam perjalanan dengan tujuan kebaikan, orang yang berupaya menegakkan jalan Allah, untuk zakat, fitrah, infak, sedekah.

lissã-ili = untuk orang yang meminta; wãl mahrũm = dan orang-orang yang tidak meminta.

lissã-ili wãl mahrũm.

25. Untuk orang yang meminta, dan orang-orang yang tidak meminta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Meskipun mereka miskin yang perlu diberi, tetapi mereka tidak mau meminta-minta. Mereka selalu berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhannya, dengan berupaya melalui tangan dan kakinya. Orang ini mendapat bagian, dari kelebihan harta seseorang.

wãlladzĩna = dan orang-orang yang; yushoddiqũna = membenarkan; bi yaumĩd dĩn = adanya Hari yang Ditetapkan.

wãlladzĩna yushoddiqũna bi yaumĩd dĩn.

26. Dan orang-orang yang membenarkan adanya Hari yang Ditetapkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berjuang menegakkan kebenaran yang diatur oleh Allah, mereka mendapatkan bagian dari harta seseorang.

wãlladzĩna = dan orang-orang yang; hum = mereka; min ‘adzãbi = kepada azab; robbihim = Penguasa mereka; musyfiqũn = orang-orang yang takut.

wãlladzĩna hum min ‘adzãbi robbihim musyfiqũn.

27. Dan mereka, orang-orang yang takut kepada azab Penguasa mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Harta seseorang itu ada bagian untuk orang yang berjuang di jalan Allah, dan takut pada Hari Azab yang besar.

inna = sesungguhnya; ‘adzãba = azab; robbihim = Penguasa mereka; ghoiru = bukan; ma’mũni = orang yang merasa aman

inna ‘adzãba robbihim ghoiru ma’mũni

28. Sesungguhnya azab Penguasa mereka, tidak ada orang yang merasa aman

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Azab Allah itu menyebabkan semua orang akan merasa tidak aman, sedang orang yang beriman, berserah diri kepada Allah Yang menguasai dirinya. Maka, dia merasa lebih tenang perasaannya.

wãlladzĩna = mereka, orang-orang yang; hum = mereka; li furũjihim = bagi kemaluan mereka; hōfizhũn = orang-orang yang memelihara.

wãlladzĩna hum li furũjihim hōfizhũn.

29. Bagi mereka, orang-orang yang memelihara kemaluan mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang dapat memelihara kemaluannya, mendapatkan penghargaan dari Allah.

illã = kecuali; ‘alã = terhadap; azwãjihim = pasangan mereka; aw = atau; mã = apa yang; malakat = dimiliki; aymãnuhum = tangan kanan mereka; fa innahum = maka sungguh, mereka; ghoiru = bukan tidak; malũmĩn = tercela.

illã ‘alã azwãjihim aw mã malakat aymãnuhum fa innahum ghoiru malũmĩn.

30. Kecuali terhadap pasangan mereka, atau pembantu-pembantu yang dimiliki mereka, maka sungguh, mereka tidak tercela.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kemaluan seseorang itu, tidak boleh sembarangan digunakan untuk pemuas hawa nafsunya, ada kesantunan yang harus dipegang untuk dapat terjadinya hubungan kemanusiaan itu.

famani = maka barang siapa; abtaghō = mencari; warō-a = selain; dzãlika = itu; fa ũlã-ika = maka mereka itu; humũl ‘ãdũn = mereka orang-orang yang melampaui

famani abtaghō wa rō-a dzãlika fa ũlã-ika humũl ‘ãdũn.

31. Maka barang siapa mencari selain Itu, maka, mereka itu, orang-orang yang keterlaluan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang mencari sesuatu selain Allah, adalah orang-orang yang keterluan, melampaui batas.

wãlladzĩna = dan orang-orang yang; hum = mereka; li amãnãtihim = bagi amanat mereka; wa ‘ahdihim = dan janji mereka; rō’ũn = orang-orang yang memelihara.

wãlladzĩna hum li amãnãtihim wa ‘ahdihim rō’ũn.

32. Dan mereka, orang-orang yang memelihara amanat dan janji bagi mereka orang-orang yang terpelihara dengan amanat dan janjinya .

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang memelihara amanat dan janji yang ada di dalam Alqur’an, mereka akan terpelihara.

wãlladzĩna = dan orang-orang yang; hum = mereka; bi syahãdãtihim = dengan kesaksian mereka; qō-imũn = orang-orang yang menegakkan.

wãlladzĩna hum bi syahãdãtihim qō-imũn.

33. Dan mereka, orang-orang yang dengan kesaksian, adalah mereka orang-orang yang menegakkan kesaksiannya itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang meyakini kesaksiannya, berarti mereka menegakkan kesaksian itu.

wãl ladzĩnã hum = dan mereka, orang-orang yang; ‘alã sholãtihim = pada salat mereka; yuhã fizhũn = mereka menjaga salatnya

wãl ladzĩnã hum ‘alã sholãtihim yuhã fizhũn.

34. Dan mereka, orang-orang yang pada salat, mereka menjaga salatnya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang salat, mereka harus menjaga salat dengan menguatkan aturannya, memperbaiki dan memperbanyak doa-doanya.

ũlã-ika = mereka itu; fĩ jannãtin = surga; mukromũn = orang-orang yang dimuliakan.

ũlã-ika fĩ jannãtim mukromũn.

35. Mereka itu orang-orang yang dimuliakan di surga.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang memelihara amanat dan janji yang ada di dalam Alqur’an, menegakkan kesaksian, menjaga salat itulah yang dimuliakan di surga oleh Allah.

famãlĩl ladzĩna = maka, mengapa orang-orang yang; kafarũ = kafir; qibalaka = datang ke arah kalian; muhthi’ĩn = bersegera.

famãlĩl ladzĩna kafarũ qibalaka muhthi’ĩn.

36. Maka, mengapa orang-orang yang kafir bersegera datang ke arah kalian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dipertanyakan, mengapa orang-orang kafir bersegera datang kepada Nabi Muhammad saw., ke arah orang-orang muslimɁ

‘anĩl yamĩni = dari sebelah kanan; wa ‘anĩsy syimãli = dan dari sebelah kiri; ‘izĩn = berkelompok-kelompok.

‘anĩl yamĩni wa ‘anĩsy syimãli ‘izĩn

37. Berkelompok-kelompok, dari sebelah kanan dan dari sebelah kiri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir berdesak-desakan di sebelah kanan dan kiri Nabi Muhammad saw. ingin mendapat informasi, apakah seseorang kafir akan dimasukkan ke surga kenikmatanɁ

ayathma’u = apakah ingin; kullu = setiap; amri-in = seseorang; min hum = dari mereka; an yud khala = bahwa ia akan masuk; jannata na’ĩmi = surga kenikmatan.

ayathma’u kullu amri-im min hum an yud khala jannata na’ĩmi.

38. Apakah ingin setiap orang dari mereka, bahwa ia akan masuk surga kenikmatanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pertanyaan yang diajukan kepada orang-orang yang mencari-cari sekutu selain Allah, apakah setiap orang dari mereka akan masuk surga kenikmatanɁ

kallã = sekali-sekali tidak; innã = sesungguhnya Aku; kholaqnãhum = Aku ciptakan mereka; mimmã = dari apa yang; ya’lamũn = mereka ketahui.

kallã innã kholaqnãhum mimmã ya’lamũn.

39. Sekali-sekali tidak, sesungguhnya Aku ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah dengan tegas menyatakan, mereka tidak bisa dan tidak boleh memasuki Jannatun Na’im, karena Allah memberitahukan, dari apa mereka diciptakan, yaitu dari air yang hina.

fa lã uqsimu = maka Aku bersumpah; bi robbĩl masyãriqi = dengan Penguasa timur; wa al maghōribi = dan Penguasa barat; innã = sungguh Aku; la qōdirũn = sungguh Mahakuasa.

fa lã uqsimu bi robbĩl masyãriqi wa al maghōribi innã la qōdirũn.

40. Maka, Aku bersumpah dengan Penguasa timur dan Penguasa barat, sungguh Aku Mahakuasa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sumpah Allah, demi Penguasa timur dan Penguasa barat, sungguh Allah Mahakuasa.

‘alã an = untuk atas; nubaddila = Aku ganti; khoyron = lebih baik; minhum = dari mereka; wa mã = dan tidaklah; nahnu = Aku; bi masbũqĩn = bisa dikalahkan.

‘alã an nubaddila khoyrom minhum wa mã nahnu bi masbũqĩn

41. Untuk Aku ganti dengan yang lebih baik dari mereka, dan atas Aku, tidaklah bisa dikalahkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Makhluk yang jelek kualitasnya akan diganti dengan makhluk yang lebih baik. Allah tak terkalahkan oleh siapa pun.

fa = maka; dar = biarkan; hum = mereka; yakhũdhũ = mereka tenggelam; wa yal’abũ = dan mereka main-main; hattã = sehingga; yulãqũ = mereka menemui; yauma = hari; humu = mereka; al ladzĩ = yang; yũ’adũn = mereka dijanjikan.

fa dar hum yakhũdhũ wa yal’abũ hattã yulãqũ yauma humũl ladzĩ yũ’adũn.

42. Maka, biarkan mereka tenggelam dan mereka bermain-main, sampai mereka menemui hari yang dijanjikan untuk mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi isyarat, agar membiarkan orang-orang kafir itu tenggelam dalam kekafirannya, dan mereka bermain-main dengan kekafirannya itu, sampai hari yang dijanjikan

yauma = pada hari; yakhrujũna = mereka keluar; minãl ajdãtsi = dari kubur-kubur; sirō’ãn = dengan cepat; ka annahum = seakan-akan mereka; ilã nushubin = berhala-berhala; yũfidhũn = mereka pergi dengan segera.

yauma yakhrujũna minãl ajdãtsi sirō’ãn ka annahum ilã nushubiy yũfidhũn.

43. Pada hari mereka keluar dari kubur-kubur dengan cepat, seakan-akan mereka berhala-berhala, mereka pergi dengan segera.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang musyrik, ketika tiba Hari Kiamat, mereka berhamburan keluar dari kuburnya secara cepat, mereka terlihat seperti berhala-berhala yang mereka sembah.

khōsyi’atan = menundukkan; abshōruhum = pandangan mereka; tarhaquhum = meliputi mereka; dzillah = kehinaan; dzãlika = demikian; al yaumu = hari; al ladzĩ = yang; kãnũ = mereka adalah; yũ’adũn = mereka diancam.

khōsyi’atan abshōruhum tarhaquhum dzillah, dzãlikãl yaumũl ladzĩ kãnũ yũ’adũn.

44. Menunduk pandangan mereka, kehinaan meliputi mereka, demikian hari ketika mereka diancam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pandangan mereka menunduk, mereka menjadi makhluk yang hina, karena dosanya, tidak mau percaya ada-Nya Allah, dan adanya hari akhir.

069 Al Hãqqoh (Hari Kiamat)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Hãqqoh (Hari Kiamat)
Makiyah
Surat ke 69, 52 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Nama Al Hãqqah berasal dari kata yang ada pada ayat pertema Surat ini, artinya Hari Kiamat, atau Kebenaran Allah. Ada kurang lebih 13 Surat yang makna atau isinya hampir sama, yaitu tentang Hari Kiamat, atau Kebenaran (ada-Nya) Allah. Di samping itu, tentang kiamat disinggung juga dalam beberapa surat lain di dalam Alqur’an ini, yaitu datangnya azab bagi orang-orang kafir yang selalu mengejek, dan menyepelekan peristiwa besar itu. Di dalam Surat ini dikisahkan Kiamat Sugro yang dialami Kaum Samud, ‘Ãd, Fir’aun, Nuh, dan kaum-kaum lain sebelum mereka yang mengingkari adanya Rasulullah. Dalam Kiamat Qubro, orang-orang kafir sangat menderita karena diazab Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, saat kiamat terjadi dalam keadaan senang, tenang, tenteram, damai Ditegaskan pula bahwa Alqur’an ini benar-benar dari Allah, untuk menjadi pelajaran, dan peringatan yang hatus diperhatikan oleh manusia.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

al hãqqoh = Hari Kiamat; keadaan yang sebenarnya; Kebenaran ada-Nya Allah; janji Allah itu benar; pertemuan dengan Allah itu benar; ucapan Allah itu benar; surga itu benar; neraka itu benar; para Nabi itu benar; Nabi Muhammad saw. itu benar; alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusia.

al hãqqoh

1. Hari Kiamat; keadaan yang sebenarnya; Kebenaran ada-Nya Allah; janji Allah itu benar; pertemuan dengan Allah itu benar; ucapan Allah itu benar; surga itu benar; neraka itu benar; para Nabi itu benar; Nabi Muhammad saw. itu benar; alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusia.
2.
3. Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dari berbagai Hadis, kata “al hãqqoh” dapat dimaknai sebagai Hari Kiamat, keadaan yang sebenarnya, Kebenaran (ada-Nya) Allah; janji Allah itu benar; pertemuan dengan Allah itu benar; ucapan Allah itu benar; surga itu benar; neraka itu benar; para Nabi itu benar; Nabi Muhammad saw. itu benar; alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusia.
4.
5. mã = apakah; al hãqqoh = Hari Kiamat, keadaan yang sebenarnya, Kebenaran (ada-Nya) Allah; janji Allah itu benar; pertemuan dengan Allah itu benar; ucapan Allah itu benar; surga itu benar; neraka itu benar; para Nabi itu benar; Nabi Muhammad saw. itu benar; alam semesta ini benar ciptaan Allah, dan dititipkan kepada manusia.
6.
mãl hãqqoh

2. Apakah Hari Kiamat ituɁ; Apakah keadaan yang sebenarnya ituɁ; Seperti apa Kebenaran (ada-Nya) AllahɁ; Apakah janji Allah itu benarɁ; Apakah pertemuan dengan Allah itu benarɁ; Apakah ucapan Allah itu benarɁ; Apakah surga itu benarɁ; Apakah neraka itu benarɁ; Apakah para Nabi itu benarɁ; Apakah Nabi Muhammad saw. itu benarɁ; Apakah alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusiaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jawaban pertanyaan- pertanyaan tersebut tersebar ada di dalam Alqur’an, dan berbagai ilmu yang terus berkembang, serta pada keimanan masing-masing manusia. Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu, dapat menjadi ilmu yang banyak. Atau, jawaban pertanyaan itu bersumber dari berbagai ilmu yang ada di dunia, yang diwariskan Alllah kepada manusia yang mau mendalaminya.

2. wa mã adrōka = dan tahukan kamu; mãl hãqqoh = Apakah Hari Kiamat itu; Apakah keadaan yang sebenarnya ituɁ; Seperti apa Kebenaran (ada-Nya) AllahɁ; Apakah janji Allah itu benarɁ; Apakah pertemuan dengan Allah itu benarɁ; Apakah ucapan Allah itu benarɁ; Apakah surga itu benarɁ; Apakah neraka itu benarɁ; Apakah para Nabi itu benarɁ; Apakah Nabi Muhammad saw. itu benarɁ; Apakah alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusiaɁ

wa mã adrōka mãl hãqqoh.

3. Dan tahukan kamu, Apakah Hari Kiamat itu; Apakah keadaan yang sebenarnya ituɁ; Seperti apa Kebenaran (ada-Nya) AllahɁ; Apakah janji Allah itu benarɁ; Apakah pertemuan dengan Allah itu benarɁ; Apakah ucapan Allah ituɁ Apakah janji Allah itu benarɁ; Apakah surga ituɁ Apakah surga itu adanya benarɁ; Apakah neraka itu benarɁ; Apakah para Nabi itu benarɁ; Apakah Nabi Muhammad saw. itu benarɁ; Apakah alam semesta ini benar ciptaan Allah dan dititipkan kepada manusiaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah bertanya kepada Nabi Muhammad saw., dan kepada kepada semua manusia yang dijadikan-Nya khalifah di muka bumi sebagai ujian hidupnya. Manusia yang memiliki ilmu, akan menjawab sesuai dengan ilmu uang dikuasainya. Bentuk pertanyaan itu mungkin menanyakan apa, siapa, di mana, mengapa, bagaimana, kapan.

kadzdzabat = telah mendustakan; tsamũdu = Kaum Samud; wa ‘ãdum = dan Kaum ‘Ad; bil qōri’ah = dengan sesuatu akan terjadi yang membuat mata yang meliatnya terbelalak.

kadzdzabat tsamũdu wa ‘ãdum bil qōri’ah.

4. Kaum Samud dan Kaum ‘Ad telah mendustakan dengan sesuatu yang akan terjadi membuat mata yang melihatnya terbelalak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaum Samud dan ‘Ad mendustakan suatu kejadian, yang jika terjadi membuat mata orang yang melihatnya menjadi terbelalak, sangat terkejut, dan sangat mengherankan, luar-biasa. Lihat Q.s. Al Qori’ah, 101.

fa ammã = maka, ada pun; tsamũdu = Kaum Samud; fa uhlikũ = maka, mereka dibinasakan; bith thōghiyah = dengan suara ledakan yang luar-biasa

fa ammã tsamũdu fa uhlikũ bith thōghiyah.

5. Maka, ada pun Kaum Samud, mereka dibinasakan dengan suara ledakan yang luar-biasa

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaum Samud dibinasakan dengan suara ledakan yang luar biasa. Ini Kiamat Sugro.

wa ammã = dan adapun; ‘ãdun = Kaum ‘Ad; fa uhlikũ = maka mereka dibinasakan; birĩhin = angin kencang; shorshorin = sangat dingin; ‘ãtiyati = sangat kencang.

wa ammã ‘ãdun fa uhlikũ birĩhin shorshorin ‘ãtiyati.

6. Dan adapun Kaum ‘Ad, maka mereka dibinasakan angin kencang yang sangat dingin.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kaum ‘Ad dibinasakan dengan angin kencang yang sangat dingin. Masih Kiamat Sugro, untuk satu kaum.

sakhkhorohã = Dia menimpakan angin keras ini; ‘alaihim = kepada mereka; sab’a layãlin = tujuh malam; wa tsamãniyah ayyãmin = dan delapan hari; husũman = terus-menerus; fatarōl qauma = kamu melihat kaum; fĩhã = pada waktu itu; shar’ã = mati bergelimpangan; ka-annahum = seakan-akan mereka a’jãzu = batang; nakhlin = kurma; khōwiyah = tumbang.

sakhkhorohã ‘alaihim sab’a layãlin wa tsamãniyah ayyãmin husũman fatarōl qauma fĩhã shir’ã ka-annahum a’jãzu nakhlin khōwiyah.

7. Dia menimpakan kepada mereka, angin keras ini, tujuh malam dan delapan hari terus-menerus, kamu melihat kaum mati bergelimpangan, pada waktu itu, seakan-akan mereka, batang kurma tumbang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran Kaum ‘Ad yang dimusnahkan dengan angin topan dingin tujuh hari, delapan malam tidak berhenti-berhenti.

fa hal tarō = maka adakah kamu melihat; lahum = di antara mereka; mim bãquyah = yang tersisaɁ

fa hal tarō lahum mim bãquyah.

8. Maka adakah kamu melihat, di antara mereka yang tersisaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran kaum yang dimusnahkan, tak ada satu orang pun tersisa. Semua mati bergelimpangan, seperti pohon kurma yang tumbang.

wa jã-a = dan telah datang; fir’aunu = Fir’aun; wã man = dan orang-orang; qoblahũ = sebelumnya; wãl mũ’tafikãtu = dan negeri-negeri yang dibalikkan; bĩl khãthi-ah = dengan kesalaha-kesalahan.

wa jã-a fir’aunu wã man qoblahũ wãl mũ’tafikãtu bĩl khãthi-ah.

9. Dan telah datang Fir’aun, dan orang-orang sebelumnya, dan negeri-negeri yang dibalikkan dengan kesalahan-kesalahan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Satu lagi Kaum Fir’aun, dan contoh negerinya dibalikkan, karena mereka melakukan kesalahan-kesalahan, yaitu mereka sombong, tidak mengakui Allah Sebagai Penguasa di alam semesta ini, dan perbuatan-perbuatan yang terkait dengan keyakinan yang salah itu.

fa ‘ashau = maka, mereka mendurhakai; rosũla = rasul; robbihim = Penguasa mereka; fa akhodzahum = maka, Dia menyiksa mereka; akhdzatan = siksaan; rōbiyata = sangat keras.

fa ‘ashau rosũla robbihim fa akhodzahum akhdzatar rōbiyata.

10. Maka, mereka mendurhakai rasul, Penguasa mereka, maka, Dia menyiksa mereka, siksaan sangat keras.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Begitulah kesalahan Kaum Fir’aun, dan kaum lain yang mengikutinya, mereka disiksa dengan keras.

Innã = sungguh; lammã = ketika Aku; thoghãl mã’u = air pasang; hamalnãkum = Aku bawa kalian; fĩl jãriyah = dalam rahmat.

innã lammã thoghãl mã’u hamalnãkum fĩl jãriyah.

11. Sungguh, ketika air pasang, Aku bawa kalian dalam rahmat-Ku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berdosa Kaum Nuh terkena air pasang, sedang orang yang beriman, mendapat rahmat dari Allah, mau menaiki perahu. Hal yang begini, mudah bagi Allah.

linaj’alahã = karena akan Aku jadikan ia; lakum = bagi kalian; tadzkirōtan = peringatan; wa ta’iyahã = dan menjaganya; udzunun = telinga; wã’iyah = menjaga.

linaj’alahã lakum tadzkirōtan wa ta’iyahã udzunun wã’iyah.

12. Karena akan Aku jadikan ia, peringatan bagi kalian, dan menjaga telinganya yang terjaga.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan peristiwa banjir besar Nabi Nuh itu, menjadi pelajaran bagi orang yang mau mendengarkan ceritera-Nya.

fa idzã = maka, jika; nufikha = ditiup; fĩshshũri = pada Sang Waktu; nafkhatun = tiupan; wãhidah = sekali.

fa idzã nufikha fĩshshũri nafkhatun wãhidah.

13. Maka, jika ditiup pada Sang Waktu tiupan sekali.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat adalah hari dihentikannya perputaran waktu. Sedetik saja waktu itu dihentikan, maka kacaulah, berantakanlah, lenyaplah segala sesuatu. Allah Yang masih tetap ada. Keberadaan Allah Itu terbukti, kalau ada sesuatu yang diciptakan-Nya.

wa humilatĩl ardhu = dan diangkat bumi; wal jibãlu = dan gunung-gunung; fadukkatã = lalu dihacurkan keduanya; dakkatan = kehancuran; wãhidah = sekali hancur.

wa humilatĩl ardhu wal jibãlu fadukkatã dakkatan wãhidah.

14. Dan diangkat bumi, dan gunung-gunung di atasnya, lalu dihacurkan kedua-nya kehancuran sekali hancur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi dan gunung-gunung yang ada di atasnya, pada Hari Kiamat dihancurkan dalam satu kali penghancuran.

fa yauma-idin = maka pada hari itu; waqo’atĩl wãqi’ah = terjadi suatu kejadian.

fa yauma-idin waqo’atĩl wãqi’ah.

15. Maka pada hari itu, terjadi suatu kejadian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat Q.s. Al Waqi’ah, 56. Artinya Hari Kiamat.

wa ansyaqqoti = dan terbelah; as samã-u = langit; fa hiya = maka ia; yauma-idin = pada hari itu; wãhiyah = lemah.

wa ansyaqqotĩs samã-u fa hiya yauma-idin wãhiyah.

16. Dan langit terbelah, maka, pada hari itu, ia lemah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat langit terbelah, kaum yang tidak beriman kepada ada-Nya Allah dalam keadaan lemah.

wãl malaku = dan Malaikat; ‘alã arjã-ihã = di atas penjuru langit; wa yahmilu = dan memikul; ‘arsya = arasy; robbika = Penguasa kamu; fauqohum = di atas mereka; yauma-idin = pada hari itu; tsamãniyah = delapan.

wãl malaku ‘alã arjã-ihã, wa yahmilu ‘arsya robbika fauqohum yauma-idin tsamãniyah.

17. Dan, pada hari itu, delapan Malaikat di atas penjuru langit dan memikul Arasy Penguasa kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, para Malaikat di delapan penjuru langit memikul Arasy Allah. Arasy adalah pemahaman akal, pikiran, dan rasa manusia tentang Allah.

yauma-idin = pada hari itu; tu’rodhũna = kalian dihadapkan; lã takhfã = tidak tersembunyi; minkum = dari kalian; khōfiyah = ketersebunyian.

yauma-idin tu’rodhũna lã takhfã minkum khōfiyah

18. Pada hari itu, ketersebunyian kalian, dihadapkan tidak tersembunyi dari kalian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati manusia, menjadi tidak tersembunyi di hadapan masing-masing orang.

fa ammã man = maka, adapun orang yang; ũtiya = diberikan; kitabahũ = Kitabnya; bi yamĩnihĩ = di sebelah kanannya; fa yaqũlu = maka ia berkata; hã-umu = ambillah; aqro-ũ = bacalah; kitãbiyah = Kitab.

fa ammã man ũtiya kitabahũ bi yamĩnihĩ fa yaqũlu hã-umu aqro-ũ kitãbiyah.

19. Maka, adapun orang yang diberikan Kitabnya di sebelah kanannya, maka ia berkata, ambillah, bacalah Kitab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang diberi Kitab dari sebelah kanan, mereka mengambil dan membacanya dengan senang hati, dan menganjurkan orang lain berkenan membacanya, agar mereka memperoleh petun-juk..

inni = sesungguhnya, aku; zhonantu = aku menduga; anni = bahwasanya aku; mulãqin = menemui; hisãbiyah = perhitungan.

inni zhonantu anni mulãqin hisãbiyah.

20. Sesungguhnya, aku menduga, bahwasanya aku menemui perhitungan yang benar, menyenangkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang diberi Kitabnya dari sebelah kanan, mereka merasa senang.

fa huwa = maka, dia; fĩ ‘ĩsyãtir = dalam kehidupan; rōdhiyah = diridoi.

fa huwa fĩ ‘ĩsyãtir rōdhiyah.

21. Maka, dia dalam kehidupan yang diridoi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang mau membaca Kitab, hidup mereka diridoi Allah, karena mengikuti jalan Allah.

fĩ jannatin = di surga; ‘ãliyah = yang tinggi.

fĩ jannatin ‘ãliyah.

22. Di surga yang tinggi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka mendapat tempat di surga yang tinggi.

quthũfuhã = buah-buahannya; dãniyah = dekat.

quthũfuhã dãniyah

23. Buah-buahannya dekat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Buah-buahannya mudah dijangkau. Jaraknya dekat, tidak terlalu tinggi, rendah saja. Mudah dipetiknya. Gambaran surga

Kulũ wãsyrobũ = makan dan minumlah; hanĩyam = dengan penuh kepuasan; bimã = dengan apa yang; aslaftum = kalian sediakan; fĩl ayyami = pada hari-hari; al khãliyah = telah lalu.

Kulũ wãsyrobũ hanĩyam bimã aslaftum fĩl ayyamĩl khãliyah.

24. Makan dan minumlah dengan penuh kepuasan dengan apa yang kalian sediakan pada hari-hari telah lalu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang orang yang waktu di dunia beriman kepada Allah, setelah Kiamat, mereka dikarunai banyak rezeki kenikmatan yang banyak, dan beranekaragaman. Apa yang dinikmati di surga itu, merupakan hasil amal kebaikan masa lalunya. Kebaikan itu, antara lain menanam berbagai tanaman yang berguna, menolong orang yang dalam kesusahan hidup, mengajarkan Alkitab, berdagang sesuai syariat Allah, dan lain-lain.

wa ammã man = dan adapun orang yang; ũtiya = diberi; kitãbahũ = kitabNya; bisyimãlihĩ = di sebelah kirinya; fa yaqũlu = maka dia berkata; yã laytanĩ = alangkah baiknya, aku; lam = tidak; ũta = aku diberi; kitãbiyah = kitab.

wa ammã man ũtiya kitãbahũ bisyimãlihĩ fa yaqũlu yã laytanĩ lam ũta kitãbiyah.

25. Adapun orang yang diberi kitabnya, di sebelah kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya, aku tidak diberi kitab catatan hidupku”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penyesalan orang-orang yang ketika hidup di dunia tidak mau membaca Kitab dari Allah, mereka mendapat kitab catatan hidupnya jelek, amalannya tidak mengikuti syariat Allah.

wa lam = dan tidak; adri = aku mengetahui; mã = apa; hisãbiyah = perhitungan.

wa lam adri mã hisãbiyah.

26. Dan aku tidak mengetahui apa perhitunganku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka baru mengetahui buku perhitungan amalnya jelek, karena mereka, saat di dunia tidak mau memperhatikan Kitab Petunjuk Hidup di Dunia untuk Tujuan Akhirat.

yã laytahã = alangkah baiknya, kematianku; kãnati = ia adalah; al qōdhiyah = penyelesaian.

yã laytahã kãnatĩl qōdhiyah.

27. Alangkah baiknya, kematianku itu penyelesaian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Waktu hidup di dunia, mereka menganggap mati itu penyelesaian hidup, padahal tidak demikian. Mereka tidak mengakui adanya kehidupan akhirat. Maka, mereka hanya mementingkan harta dunia, dan tidak memperdulikan harta akhirat.

mã aghnã = tidak memberi manfaat; ‘anni = dari aku; mãliyah = harta.

mã aghnã ‘nni mã iyah.

28. Harta dari aku tidak memberi manfaat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Harta dunia tidak memberi manfaat di akhirat, karena tidak digunakan sesuai dengan syariat Allah.

halaka = telah binasa; ‘anni = dariku; sulthōniyah = kekuasaanku.

halaka ‘anni sulthōniyah.

29. Telah binasa kekuasaan dariku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kekuasan dunianya telah binasa, bertukar dengan kehidupan akhirat, yang dahulu mereka menyepelekannya, tidak mau mengakui, atau ragu-ragu mengakui.

khũdzũhu = tangkaplah ia; fa ghullũh = lalu belenggulah ia

khũdzũhu fa ghullũh

30. Tangkaplah, lalu belenggulah ia

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah Malaikat-Nya menangkap, dan membelenggu orang-orang yang dahulu mengingkari keberadaan Allah, dan kehidupan di akhirat.

tsumma = kemudian; al jahĩma = neraka jahim; shollũh = masukkanlah ia.

tsumma al jahĩma shollũh.

31. Kemudian, masukkanlah ia ke neraka jahim.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah para Malaikat memasukkan orang-orang yang dahulu memperolok-olokkan, melecehkan, menganggap enteng adanya Petunjuk Allah itu, ke neraka jahanam.

tsumma = kemudian; fĩ silsilatin = dengan rantai; dzar’uhã = tangannya; sab’ũna = tujuh puluh; dzirō’an = hasta; fa aslukũh = maka belitkanlah.

tsumma fĩ silsilatin dzar’uhã sab’ũna dzirō’an fa aslukũh.

32. Maka, kemudian belitkanlah dengan rantai tujuh puluh hasta di tangannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir dimasukkan ke dalam neraka dalam keadaan terbelenggu oleh nafsu-nafsu dirinya.

innahũ = sungguh dia; kãna = dia itu; lã yũ’minu = tidak beriman; billãhĩl ‘azhĩm = kepada Allah Yang Mahabesar.

innahũ kãna lã yũ’minu billãhĩl ‘azhĩm.

33. Sungguh, dia itu tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang masuk neraka itu adalah orang yang saat hidup di dunia melupakan ada-Nya Allah. Kalau pun ingat, mereka tidak pernah memperhatikan aturan dari Allah. Mereka termasuk orang-orang fasik.

wã lã yahudhdhu = dan ia tidak menganjurkan; ‘alã tho’ãmĩl miskĩn = memberi makan orang-orang miskin.

wã lã yahudhdhu ‘alã tho’ãmĩl miskĩn.

34. Dan ia tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang tidak percaya ada-Nya Allah, dan Hari Akhirat, mereka tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin.

fa laysa = maka tidak; lahu = baginya; al yauma = hari ini; hãhunã = di sini; hamĩmu = seorang teman.

fa laysa lahu al yauma hãhunã hamĩmu.

35. Maka baginya tidak ada seorang teman, hari ini, di sini.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di neraka jahim tidak ada orang dapat dijadikan teman. Masin-masing merasakan penderitaan yang amat berat.

wa lã = tidak ada; tho’ãmun = makanan; illã min ghislĩni = kecuali dari kotoran, darah, dan nanah.

wa lã tho’ãmun illã min ghislĩni

36. Tidak ada makanan, kecuali dari kotoran, darah, dan nanah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alangkah sengsaranya, orang-orang yang masuk neraka itu. Tidak ada makanan yang baik di sana. Makanan di sana berupa kotoran, darah yang berceceran, dan nanah dari luka orang orang yang disiksa.

lã ya’kuluhũ = tidak ada yang memakannya; illã al khōthiũn = kecuali orang-orang yang berdosa.

lã ya’kuluhũ illã al khōthiũn

37. Tidak ada yang memakannya, kecuali orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Makanan yang kotor itu tidak ada yang memakan, kecuali orang-orang yang berdosa, tidak percaya adanya Allah, dan Hari Akhirat.

fa lã uqsimu = maka, benar-benar Aku bersumpah; bimã tubshirũn = dengan apa yang kalian lihat.
fa lã uqsimu bimã tubshirũn.

38. Tidak ada yang memakannya, kecuali orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hanya orng-orang yang berdosa memakan makanan yang menjijikkan itu.

wa mã lã tubshirũn = dan apa yang tidak kalian lihat.

wa mã lã tubshirũn.

39. Dan apa yang tidak kalian lihat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Yang tidak bisa dilihat oleh manusia adalah jin, setan dan iblis. Mereka ikut memakan makanan yang menjijikkan.

innahũ = sungguh ia; la qaulu = benar-benar perkataan; rosũlin karĩmi = Rasul yang mulia

innahũ la qaulu rosũlin karĩmi.

40. Sungguh, berita itu benar-benar perkataan Rasul yang mulia

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kisah itu diakui oleh orang-orang yang beriman sebagai berita yang dapat dipercaya, karena datangnya dari Rasul yang mulia.

wa mã huwa = dan bukan ia; bi qauli = dengan perkataan; syã’iri = seorang penyair; qolĩlan = sedikit; mã = tidak; tu’minũn = kalian tidak beriman.

wa mã huwa bi qauli syã’iri, qolĩlam mã tu’minũn.

41. Dan dengan berita itu bukan perkataan seorang penyair, sedikit dari kalian yang beriman.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alqur’an itu bukan berasal dari imajinasi seorang penyair, dan sedikit saja orang yang mempercayai Alqur’an itu dari Allah.

wa lã bi qauli = dan bukan dengan perkataan; kãhini = tukang tenung; qolĩlan = sedikit; mã tadzakkarũn = apa yang kalian mengambil pelajaran.

wa lã bi qauli kãhini, qolĩlam mã tadzakkarũn.

42. Dan Alqur’an itu bukan dari perkataan tukang tenung, kalian sedikit mengambil pelajaran dari Alqur’an itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alqur’an itu bukan berasal dari kata-kata tukang tenung, sedikit orang yang dapat mengambil pelajaran dari Alqur’an itu.

tanzĩlun = diturunkan; mir robbĩl ‘ãlamĩn = dari Penguasa alam.

tanzĩlum mir robbĩl ‘ãlamĩn.

43. Diturunkan dari Penguasa alam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alqur’an itu diturunkan dari Allah Penguasa alam. Ini yang diyaqini benar oleh Nabi Muhammad saw.

wa lau = dan jika; taqawwala = dia mencari-cari kata; ‘alaynã = atas-Ku; ba’dho = sebagian; al aqōwĩl = perkataan.

wa lau taqawwala ‘alaynã ba’dhōl aqōwĩl.

44. Dan, jika dia, Muhammad mencari-cari sebagian perkataan tentang Aku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jika Muhammad saw. mencari-cari perkataan selain dari apa yang dikatakan Allah.

la akhodznã = niscaya Aku tangkap; minhu = dari dia; bĩl yamĩn = dengan tangan kanan.

la akhodznã minhu bĩl yamĩn.

45. Niscaya Aku tangkap dia, Muhammad dengan tangan kanan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau Muhammad berbuat, seperti pada ayat 44, Allah akan menangkap Muhammad dengan keras.

tsumma = kemudian; laqotha’nã = pasti Aku potong; min hu = dari dia; al watĩn = urat jantung.

tsumma laqotha’nã min hũl watĩn.

46. Kemudian, pasti Aku potong urat jantung dia, Muhammad.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kemudian urat jantungnya dipotong Allah.

fa mã minkum = maka, tidak dari kalian; min ahadin = dari seseorang; ‘anhu = darinya; hãjizĩn = orang-orang yang mengalangi.

fa mã minkum min ahadin ‘anhu hãjizĩn.

47. Maka, tidak seseorang, dari kalian, orang-orang yang mengalanginya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Siapa pun tidak ada yang bisa menghalangi siksa dari Allah, terhadap orang yang melakukan kesdalahan.

wa innahũ = dan sungguh Alqur’an; la tadzkirotun = benar-benar peringatan; lil muttaqĩn = bagi orang-orang yang bertakwa.

wa innahũ la tadzkirotun lil muttaqĩn.

48. Dan sungguh, Alqur’an itu benar-benar peringatan bagi orang-orang yang bertakwa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan, Alqur’an itu berisi peringatan bagi orang-orang yang takwa.

wa innã = dan sungguh Aku; lana’lamu = benar-benar Aku mengetahui; anna = bahwa; minkum = di antara kamu; mukadzdzibĩn = orang-orang yang mendustakan.

wa innã lana’lamu anna minkum mukadzdzibĩn.

49. Dan sungguh Aku benar-benar Aku mengetahui bahwa di antara kamu orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Mengetahui orang-orang yang mendustakan Alqur’an.

wa innahũ = dan sungguh, Alqur’an itu; la hasrotun = benar-benar penyesalan; ‘alãl kãfirĩn = bagi orang-orang kafir.

wa innahũ la hasrotun ‘alãl kãfirĩn.

50. Dan sungguh, Alqur’an itu benar-benar penyesalan bagi orang-orang kafir.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan dengan sungguh-sungguh, bahwa orang-orang kafir akan sangat menyesal, karena tidak mau mempercayai Alqur’an itu, sesungguhnya merupakan petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia menuju akhirat.

wa innahũ = dan Alqur’an itu; la haqqũl yaqĩn = sungguh, meyakinkan kebenarannya

wa innahũ la haqqũl yaqĩn.

51. Dan Alqur’an itu sungguh meyakinkan kebenarannya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagi orang-orang yang beriman, Alqur’an itu sangat meyakinkan kebenarannya, sebagai petunjuk untuk menjalani hidup di dunia menuju akhirat.

fa sabbih = maka bertasbihlah; bismi = dengan Nama; robbikãl ‘azhĩm = Penguasa Yang Maha-agung.

fa sabbih bismi robbikãl ‘azhĩm.

52. Maka bertasbihlah dengan Nama Penguasa Yang Maha-agung.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab:Maka, Allah memerintah manusia agar bertasbih, memuji Allah sebagai Zat Yang Maha-agung.

068 Al QOLAM (Kalam)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al QOLAM (Kalam)
Makiyah
Surat ke 68, 52 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Nama Surat ini diambil dari ayat pertama, arti Al Qolam adalah pena atau kalam. Disebut juga Surat Nun, singkatan dari an nãfi, artinya Yang Maha Bermanfaat; atau an nũr yang berarti penerangan atau Maha Bercahaya. Isi Surat ini antara lain, peringatan dari Allah bahwa pena itu merupakan alat yang penting untuk menuliskan segala sesuatu, contohnya. Alqur’an yang telah tertulis secara evolusi yang tampak terakhir seperti sekarang ini, amat bermanfaat, menjadi penerangan bagi umat manusia seluruh dunia; Nabi Muhammad saw. itu tidak gila dengan kenikmatan yang dikaruniakan Allah kepadanya, dari adanya Alqur’an ini, demikian juga umatnya. Beliau itu berakhlak mulia, umatnya pun berupaya untuk mencontohnya; umat agama lain juga seharusnya mengikuti kebaikan Nabi Muhammad saw. Umat Nabi Muhammad saw. dilarang mengikuti perbuatan tercela umat lain; Allah memberi pilihan kepada manusia, apakah mau kafir kepada keberadaan Allah, atau beriman kepada keberadaan Allah, para Rasul-Nya, dan Kitab-kitab-Nya. Ada pemilik kebun yang tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Allah mengancam orang yang ingkar pada perintah Allah, dengan azab yang akan diterimanya; Alqur’an menjadi peringatan bagi umat seluruh dunia.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

nun (an nãfi’ = wahai Zat Yang Maha Bermanfaat; an nũr = wahai Zat Maha Pemberi Penerangan); wãl qolami = demi pena; wa mã = dan apa yang; yasthurũn = telah mereka tulis.

nun (an nãfi’; an nũr) wãl qolami wa mã yasthurũn.

1. nun: an nãfi’ = wahai Zat Yang Maha Bermanfaat; an nũr = wahai Zat Maha Pemberi Penerangan; demi kalam dan apa yang telah mereka tulis.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat cacatan Al Baqarah, 2: 1. Kalam atau pena adalah alat tulis pertama yang dibuat manusia yang bermanfaat dapat mengabadikan lambang bunyi, kata-kata, dan kalimat-kalimat yang diucapkan manusia, atau gambar-gambar, untuk berbagai keperluan hidup. Alqur’an dan Kitab-kitab Suci lain yang banyak, diabadikan, dilestarikan dengan kalam ini. Sekarang ini, ada teknologi mesin cetak, komputer dan alat bantu lainnya yang banyak, dapat menyimpan, melestarikan banyak karya tulis manusia, dan dapat disebarluaskan ke mana-mana. Banyak manfaatnya, dan memberikan penerangan, untuk berbagai ilmu yang diperlukan seseorang.

mã anta = kamu tidak; bini’mati = dengan nikmat dari; robbika = Penguasa kamu; bi majnũni = menjadi gila.

mã anta bini’mati robbika bi majnũni.

2. Kamu tidak menjadi gila, dengan nikmat dari Penguasa kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kamu, Muhammad saw. atau siapa pun yang menjadi umatnya, tidak gila, bahkan selalu bersyukur, dengan nikmat yang diberikan Allah.

wa inna laka = dan sungguh, bagi kamu; la ajron = benar-benar pahala; ghoiro = tidak; mamnũni = terputus.

wa inna laka la ajron ghoiro mamnũni.

3. Dan sungguh, bagi kamu, benar-benar pahala tidak terputus.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nikmat Allah yang banyak itu, kalau disyukuri akan menjadi pahala yang berkelanjutan, tidak putus-putus.

wa innaka = dan sungguh, kamu; la’alã = benar-benar di atas; khuluqin = akhlak; ‘azhĩmi = yang luhur.

wa innaka la’alã khuluqin ‘azhĩmi.

4. Dan sungguh, kamu benar-benar di atas akhlak yang luhur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ucapan nyata atau hanya di dalam hati, rasa syukur itu akan mengangkat akhlak seseorang menjadi lebih mulia.

fa satubshiru = maka, kelak kamu akan melihat; wa yubshirũn = dan mereka akan melihat.

fa satubshiru wa yubshirũn.

5. Maka, kelak kamu akan melihat, dan mereka akan melihat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bukti terjadinya Hari Kiamat, adanya surga, dan neraka, semua manusia yang kafir, dan yang beriman bersama-sama akan menyaksikan, terbukti kenyataannya.

bi ayyikumũl maftũn = siapa di antara kalian yang akan diuji.

bi ayikumũl maftũn.

6. Siapa di antara kalian yang akan diuji.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Keberadaan makhluk Allah, sesungguhnya ujian. Allah menciptakan makhluk itu diuji keimanannya, apakah tetap mengakui keberadaan Allah, atau bergeser menjadi ragu-ragu, bahkan menjadi tidak percaya sama-sekali keberadaan Allah, Rasul-rasul-Nya, dan Kitab-kitab-Nya. Demikian juga, berita tentang akan datangnya Hari Kiamat itu merupakan ujian bagi manusia, apakah mau mengimani, atau tidak mengimani, dengan berbagai tarafnya.

inna robbaka = sesungguhnya Penguasa kamu; huwa a’lamu = Dia lebih mengetahui; bi man dholla = dengan orang-orang yang sesat; ‘an sabĩlihĩ = dari jalan-Nya; wa huwa a’lamu bi almuhtadĩn = dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

inna robbaka huwa a’lamu bi man dholla ‘an sabĩlihĩ wa huwa a’lamu bi almuhtadĩn.

7. Sesungguhnya, Dia, Penguasa kamu lebih mengetahui dengan orang-orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Mengetahui seluruh makhluk-Nya, yang sesat dan yang mendapat petunjuk.

fa lã tuthi’ĩl mukadzdzibĩn = dan jangan engkau taati orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan Hari Kiamat.

fa lã tuthi’ĩl mukadzdzibĩn.

8. Dan jangan engkau taati orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah melarang menaati orang-orang yang suka berdusta. Jangan menaati orang yang mendustakan Allah, Rasul-rasul-Nya, Kitab Suci-Nya, dan Hari Kiamat.

wad dũ = mereka menginginkan; lau = kalaulah; tud-hinu = engkau bersikap lemah-lembut; fayud hinũn = maka mereka bersikap lemah-lembut.

wad dũ lau tud-hinu fayud hinũn.

9. Mereka menginginkan, kalaulah engkau bersikap lemah-lembut, maka mereka pun bersikap lemah-lembut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Interaksi dengan dua arah yang positif, kalau satu pihak menginginkan lemah-lembut, maka pihak lain pun harus bersikap lemah-lembut, jangan berbuat sebaliknya. Tetapi, kalau mereka berbuat tidak baik, maka sebaiknya, seseorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya harus memberi contoh, berbuat kebaikan, karena dengan kebaikan itu, hasilnya akan dapat dinikmati kedua belah pihak. Orang yang berbuat tidak baik, harus diajari menegakkan hukum, bagi dirinya sendiri, dan bagi orang lain.

wa lã tuthi’ = jangan engkau taati; kulla = setiap; hollãfim mahĩni = banyak sumpah yang hina.

wa lã tuthi’ kulla hollãfim mahĩni.

10. Jangan engkau taati setiap sumpah hina yang banyak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. diminta untuk tidak menaati sumpah-sumpah yang tidak ditaati oleh pengucap sumpah itu. Sumpah yang tidak dihargai oleh pengucap sumpah itu, jangan ditaati.

hammãzin = pencela; masyã-in = berjalan; bi namĩmĩ = dengan fitnah.

hammãzim masyã-im bi namĩmĩ

11. Pencela berjalan dengan fitnah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ayat ini menegaskan bahwa sesuatu yang jelek (pencela), ditegaskan dengan perbuatan yang jelek (fitnah). Hasilnya menjadi sangat jelek. Sebuah contoh sikap, perbuatan, dan perkataan yang negatif, hasilnya akan negatif juga, bahkan lebih banyak negatifnya.

mannã’in = menghalangi; lil khoiri = untuk kebaikan; mu’tadin = melampaui batas; atsĩmi = dosa.

mannã’il lil khoiri mu’tadin atsĩmi

12. Untuk menghalangi kebaikan dengan perbuatan dosa yang melampaui batas.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kebaikan akan terhalang karena yang melakukan kebaikan itu ternyata melakukan perbuatan dosa. Perbuatan dosa itu menghalangi kebaikan yang dilakukannya. Kebaikan akan terhalang karena ada perbuatan dosa.

‘utullim = kaku, kasar; ba’da = sesudah; dzãlika = itu; zanĩmi = diketahui jahat.

‘utullim ba’da dzãlika zanĩmi.

13. Kaku, kasar sesudah itu, diketahui jahat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ayat ini berhubungan dengan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Orang-orang yang bersikap kaku, berbuat kasar, dan berkata tidak baik itu, orang-orang jahat.

in kãna = karena dia itu; dzã mãlin = mempunyai harta; wa banĩn = dan anak-anak.

in kãna dzã mãlin wa banĩn.

14. Karena dia itu mempunyai harta dan anak-anak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada manusia yang bangga karena mempunyai banyak harta, dan banyak anak, tanpa rasa syukur. Perbuatan kaku dan kasar di atas, mungkin karena mereka sombong, akibat memiliki harta banyak, dan anak-anak yang dibanggakan.

idzã tutlã = jika dibacakan; ‘alayhi = kepadanya; ãyãtunã = ayat-ayat-Ku; qōla = dia berkata; asãthĩrũl awwalĩn = itu hanya satir-satir orang dahulu.

idzã tutlã ‘alayhi ãyãtunã qōla asãthĩrũl awwalĩn.

15. Jika dibacakan ayat-ayat-Ku kepadanya, dia berkata, itu hanya satir-satir orang dahulu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Satir pengertian lama adalah kisah-kisah, atau dongeng-dongeng masa lalu. Pengertian sekarang, satir adalah sindiran atau ejekan. Ada yang mengartikan gaya bahasa yang dipakai dalam karya sastra untuk menyatakan sindiran kepada seseorang atau terhadap suatu keadaan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Orang-orang kafir, kalau dibacakan ayat-ayat Allah, akan bereaksi seperti pada ayat ini. Mereka menganggap ayat-ayat Allah itu hanya dongengan orang-orang dahulu saja, lihat juga Q.s. ….. Mereka tidak percaya, ayat-ayat itu dari Allah.

sanasimuhũ = kelak Aku beri tanda dia; ‘alãl khurthũm = pada hidungnya.

sanasimuhũ ‘alãl khurthũm.

16. Kelak Aku beri tanda dia pada hidungnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang mungkar, tidak mau percaya ayat-ayat ini dari Allah, akan diberi tanda di hidungnya.

innã balaunãhum = sungguh, Aku telah menguji mereka; kamã balaunã = seperti Aku telah menguji; ash-hãbãl jannati = penghuni surga; idz aqsamũ = ketika mereka bersumpah; layashri munnahã = sungguh mereka akan memanennya; mushbihĩn = di pagi hari.

innã balaunãhum kamã balaunã ash-hãbãl jannati idz aqsamũ layashri munnahã mushbihĩn.

17. Sungguh, Aku telah menguji mereka, seperti Aku telahkan dengan sumpahah menguji pemilik kebun, ketika mereka bersumpah, sungguh mereka akan memanennya di pagi hari.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menguji bukan hanya kepada orang-orang yang akan masuk surga, orang-orang yang akan masuk neraka pun diuji. Hasilnya, akan di dapat dalam waktu yang sangat singkat. Memang hidup di dunia ini singkat saja, hanya singgah sebentar. Pemilik kebun, pada hari sebelum kejadian, membanggakan diri, dan merasa yakin, bahkan dengan sumpah, besok pagi akan memanen kebunnya yang tampak tumbuh subur.

wa lã yastatsnũn = mereka tidak meningalkan.

wa lã yastatsnũn

18. Mereka tidak meningalkan suatu apa pun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang telah diuji dalam hidupnya yang sebentar itu, akhirnya wafat tanpa meninggalkan sesuatu apa pun.

fathōfa ‘alayhã = maka mengepung kepada mereka; thō-ifun = malapetaka, taifun; mir robbika = dari Penguasa mereka; wa hum = dan mereka; nã-imũn = orang-orang yang tidur.

fathōfa ‘alayhã thō-ifum mir robbika wa hum nã-imũn.

19. Maka mengepung kepada mereka malapetaka, taifun dari Penguasa mereka, dan saat mereka, orang-orang sedang tidur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ujian Allah terjadi kapan saja, saat manusia sedang bekerja di siang hari, saat tidur pulas di malam hari, kapan pun yang Allah kehendaki.

fa ashbahat = maka jadilah kebun itu; kalash shorĩm = seperti sudah dipanen.

fa ashbahat kalash shorĩm.

20. Maka jadilah kebun itu, seperti sudah dipanen.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kebun itu seperti baru dipanen, tapi hasilnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan.

fatanãdã = maka mereka saling memanggil; mushbihĩn = pada saat subuh.

fatanãdã mushbihĩn.

21. Maka mereka saling memanggil, pada saat subuh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka kebingungan, heran, kebun yang kemarin sore, masih dalam keadaan segar, menyenangkan, memberi harapan besar, besoknya dipastikan akan dapat dipanen dengan menyenangkan. Kenyataannya, di pagi subuh itu, ternyata kebunnya menjadi rusak, binasa, tidak ada yang bisa dimanfaatkan.

ani aghdũ = bahwa, pergilah pagi-pagi; ‘alã = ke; hartsikum = kebun kalian; in = jika; kuntum = kalian adalah; shōrimĩn = orang-orang yang memetik.

ani aghdũ ‘alã hartsikum in kuntum shōrimĩn.

22. Bahwa, pergilah pagi-pagi ke kebun kalian, jika kalian adalah orang-orang yang memanen.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ujian Allah kepada orang yang tidak beriman, dan kepada yang beriman. Mereka disuruh pergi ke kebunnya pagi-pagi. Ternyata kebunnya sudah dalam keadaan rusak, tidak bisa dipanen. Ada perbedaan cara menanggapi musibah ini, bagi orang yang beriman, musibah ini dianggap sebagai peringatan, karena ada kesalahan yang mungkin pernah dilakukan, atau sebagai ujian, kalau tidak ada kesalahan yang pernah dilakukannya. Mereka memuji kebijaksanaan Allah, mengucapkan istighfar, dan meohon petunjuk untuk kebaikan jalan hidupnya. Bagi orang yang tidak beriman akan dirasakan sebagai kecelakaan, musibah, siksaan. Mereka bersungut-sungut, menyumpah-nyumpah, mencari-cari kesalahan pihak lain.

fa antholaqũ = maka mereka bertolak; wa hum = dan mereka; yatakhōfatũn = mereka saling berbisik.

fa antholaqũ wa hum yatakhōfatũn.

23. Maka mereka bertolak, dan mereka saling berbisik.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka pergi ke kebunnya, dan mereka melihat kenyataan yang berlawanan dengan harapan semula. Mereka berbisik-bisik kepada sesamanya, soal kenyataan yang mengejutkan itu.

al lã = bahwa, jangan; yad khulannaha = sekali-sekali memasukinya; al yauma = hari ini; ‘alaikum = atas kalian; miskin = seorang miskin.

al lã yad khulannahãl yauma ‘alaikum miskinu.

24. Bahwa, jangan sekali-sekali seorang miskin memasuki kebun milik kalian hari ini.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Semula, orang kafir ini mengkhawatirkan, kebunnya dimasuki orang miskin yang ingin turut menikmati kekayaan mereka.

wa ghodow = dan mereka pergi pagi-pagi; ‘alã = atas; hardin = mencegah; qōdirĩn = orang-orang yang mampu

wa ghodow ‘alã hardin qōdirĩn.

25. Dan atas mereka, orang-orang miskin, orang-orang yang mampu mencegah pergi pagi-pagi

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka, orang-orang kaya, datang pagi-pagi, karena takut kedahuluan orang-orang miskin, yang mengharapkan dapat turut menikmati panenannya.

falammã = maka ketika; ro-auhã = mereka melihatnya; qōlũ = mereka berkata; innã = sungguh kami; ladhōllũn = benar-benar orang sesat.

falammã ro-auhã qōlũ innã ladhōllũn.

26. Maka ketika mereka melihatnya, mereka berkata, “Sungguh kami benar-benar orang sesat”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Setelah melihat kenyataan, kebunnya rusak, karena ada kekuatan di luar kekuasaan dirinya yang rakus, tidak mau berbagi dengan orang-orang miskin di sekitarnya. Mereka baru sadar, bahwa keinginan untuk memiliki, menikmati, atau menguasai hasil kebun itu hanya untuk dirinya itu, sesungguhnya perbuatan yang sesat, tidak benar.

bal nahnu = bahkan kami; mahrũmũn = orang-orang yang dihalangi.

bal nahnu mahrũmũn.

27. Bahkan kami, orang-orang yang dihalangi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka baru sadar, mereka termasuk orang yang dihalangi untuk berbuat baik kepada diri sendiri, dan orang lain.

qōla ausathuhum = berkata, orang di tengah-tengah mereka; alam aqul lakum = tidakkah aku katakan kepada kalian; lau lã tusabbihũn = mengapa kalian tidak bertasbih.

qōla ausathuhum alam aqul lakum lau lã tusabbihũn.

28. Berkata, orang di tengah-tengah mereka, tidakkah aku katakan kepada kalian, mengapa kalian tidak bertasbihɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bertasbih artinya memuji Allah; tasbih artinya memuji Allah dengan nama-nama Allah Yang Mahasempurna, seperti Allahu Akbar, Allahus shamad, subhanalloh, alhamdulillah, laa ila hailallooh, dan lain-lain yang terkenal dengan nama Asma’ul Husna. Peringatan untuk bertasbih dikemukakan dalam beberapa surat pada ayat-ayat tertentu.

qōlũ sub-hãna = mereka berkata, Mahasuci; robbinã = Penguasa kami; innã kunnã zhōlimĩn = sesungguhnya, kami orang-orang yang zalim.

qōlũ sub-hãna robbinã innã kunnã zhōlimĩn.

29. Mereka berkata, “Mahasuci Penguasa kami, sesungguhnya, kami orang-orang yang zalim”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang menyadari, akhirnya mereka mengakui ke-Mahasucian Allah, dan mengakui kezalimannya.

fa aqbala = maka berhadapan; ba’dhuhum = sebagian mereka; ‘alã ba’dhin = dengan sebagai yang lain; yatalãwamũn = mereka saling mencela.

fa aqbala ba’dhuhum ‘alã ba’dhin yatalãwamũn.

30. Maka, sebagian mereka berhadapan dengan sebagai yang lain, mereka saling mencela.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir yang satu dengan orang kafir yang lain saling berhadapan, mereka saling mencaci, mencela, menyalahkan yang lainnya.

qōlũ yã wailanã = mereka berkata, aduh, celaka kami; innã kunnã = sesungguhnya, kami adalah; thōghĩn = yang melampaui batas.

qōlũ yã wailanã innã kunnã thōghĩn.

31. Mereka berkata, “Aduh, celaka kami, sesungguhnya, kami adalah manusia yang melampaui batas”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka menyadari kekayaan yang dimiliki hanya untuk dinikmati sendiri itu tidak benar, perbuatan yang tidak baik.

‘asã robbunã = mudah-mudahan Penguasaku; ay yubdilanã = bahwa mengganti kami; khoirōm minhã = lebih baik darinya; innã ilã = sungguh kami kepada; robbinã = Penguasa kami; rōghibũn = orang-orang yang mengharap.

‘asã robbunã ay yubdilanã khoirōm minhã innã ilã robbinã rōghibũn.

32. Mudah-mudahan benar Penguasaku mengganti kami lebih baik darinya, sungguh kami, orang-orang yang mengharap kepada Penguasa kami.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka mengharapkan ada perubahan dirinya menjadi orang yang lebih baik.

Kadzãlikãl ‘adzãb = seperti itulah azab; al ‘adzãbũl ãkhiroti akbaru = dan azab akhirat itu lebih keras; lau kãnũ ya’lamũn = kalau mereka mengetahuinya.

kadazãlikãl ‘adzãbũl ãkhiroti akbaru, lau kãnũ ya’lamũn.

33. Seperti itulah azab, dan azab akhirat itu lebih keras, kalau mereka mengetahuinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Azab di dunia seperti itu. Allah mengingatkan, azab di akhirat itu lebih berat lagi.

Inna = sungguh; lil muttaqĩna = bagi orang-orang yang bertakwa; ‘inda = di haribaan; robbihim = Penguasa mereka; jannãtĩn = surga; na’ĩmi = kenikmatan.

inna lil muttaqĩna ‘inda robbihim jannãtĩn na’ĩmi.

34. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa, surga kenikmatan di haribaan Penguasa mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagi orang-orang yang takwa, ada surga kenikmatan di hadapan Allah, Penguasa mereka.

afanaj’alũl muslimĩna = maka, apakah pantas Aku jadikan orang-orang Islam; ka-al mujrimĩn = seperti orang-orang yang berdosa

afanaj’alũl muslimĩna ka-al mujrimĩn.

35. Maka, apakah pantas, Aku jadikan orang-orang Islam, seperti orang-orang yang berdosaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ini pertanyaan retoris dari Allah. Orang berdosa adalah orang-orang yang tidak mempercayai ada-Nya Allah dan Rasul-rasul-Nya. Kalau pun percaya, mereka tidak hati-hati menjalani hidupnya, dan tidak melakukan apa diperintahkan Allah dan tidak menjauhi apa yang dilarang Allah.

mã lakum = mengapa bagi kalian; kaifa tahkumũn = bagaimana kalian mengambil keputusanɁ

mã lakum kaifa tahkumũn.

36. Mengapa dan, bagaimana kalian mengambil keputusanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi pilihan kepada manusia, mau kafir atau mau beriman kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kepada Kitab-NyaɁ

am lakum = atau bagi kalian; kitãbun fĩhi = kitab di dalamnya; tadrusũn = kalian mempelajarinya.

am lakum kitãbun fĩhi tadrusũn.

37. Atau bagi kalian, kalian mempelajari kitab di dalamnyaɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi pilihan juga, apakah kalian mau membaca Al Kitab, atau apakah mau mempelajarinyaɁ

inna lakum = sungguh, bagi kalian; fĩhi = padanya; lamã = terhadap apa; takhayyarũn = kalian memilih.

inna lakum fĩhi lamã takhayyarũn.

38. Sungguh, bagi kalian memilih terhadap apa kalian pilih padanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pilihan manusia akan menentukan keselamatan hidup di dunia dan akhirat atau keresahan hidup di dunia, sampai akhirat.

am alakum = atau bagi kalian; aymãnun = perjanjian; ‘alaynã = atas-Ku; bãlighotun = teguh; ilã yawmĩl qiyãmah = sampai Hari Kiamat; inna lakum = benar-benar bagi kalian; lamã = terhadap apa; tahkumũn = kalian putuskan.

am alakum aymãnun ‘alaynã bãlighotun ilã yawmĩl qiyãmah, inna lakum lamã tahkumũn.

39. Atau bagi perjanjian teguh kalian atas-Ku sampai Hari Kiamat, benar-benar terhadap apa yang kalian putuskan bagi kalian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan perjanjian manusia dengan-Nya sebagai Khaliq, sampai Hari Akhirat, bagaimana kepurtusannyaɁ

salhum = tanyakan kepada mereka; ayyuhum = siapa antara mereka; bi dzãlika = dengan itu; za’ĩmu = bertanggung jawab.

salhum ayyuhum bi dzãlika za’ĩmu.

40. Tanyakan kepada mereka, siapa antara mereka bertanggung jawab dengan perjanjian itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, Siapa yang bertanggung jawab, kepada orang yang menyatakan kafir, orang yang menyatakan beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan Kitab Suci-Nya. Manusia yang penuh bertanggung jawab, karena manusia lah yang bersedia menjadi khalifah di bumi.

am lahum = atau bagi mereka; syurokã-u = sekutu-sekutu; falya’tũ = maka, datangkanlah; bi syurokã-ihim = dengan sekutu-sekutu mereka; in kãnũ = jika mereka adalah; shōdiqĩn = orang-orang yang benar.

am lahum syurokã-u falya’tũ bi syurokã-ihim in kãnũ shōdiqĩn.

41. atau sekutu-sekutu bagi mereka, maka, datangkanlah dengan sekutu-sekutu mereka, jika mereka adalah orang-orang yang benar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kepada orang-orang yang kafir, musyrik ditantang untuk mendatangkan sekutu-sekutu mereka, siapa yang seharusnya di sembah oleh manusia. Ini kesalahan manusia yang mempercayai sesuatu yang dianggap berkuasa selain Allah yang dapat menentukan terjadinya sesuatu di dunia ini.

yauma yuksyafu = pada hari disingkapkan; ‘ansãqin = dari betis; wa yud ‘awna = dan mereka berseru; ilãs sujũdi = untuk bersujud; fa lã yastathĩ’ũn = maka mereka tidak mampu.

yauma yuksyafu ‘ansãqin wa yud ‘awna ilãs sujũdi fa lã yastathĩ’ũn.

42. Pada hari disingkapkan dari betis, dan mereka berseru untuk bersujud, maka mereka tidak mampu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab. Pada Hari Kiamat, disingkapkan dari betis, maksudnya, langkah kaki dalam perjalanan hidup manusia di dunia ditampakkan. Mereka yang dahulu ingkar, bersikeras kepercayaannya kepada selain Allah, mereka berteriak ketakutan, dan mereka ingin bersujud, bertobat tetapi sudah terlambat, karena waktu di dunia, mereka diberi kesempatan untuk bertobat, tetapi mereka berlalai-lalai saja, menyepelekan, bahkan melupakan Hari Kebangkitan itu.

khãsyi’atan = tertunduk; abshōruhum = pandangan mereka; tarhaquhum = menimpa mereka; dillah = kehinaan; wa qod = dan sungguh; kãnũ = mereka adalah; yud’awna = mereka berseru; ilãs sujũdi = untuk bersujud; wa hum = dan mereka; sãlimũn = orang-orang sejahtera.

khãsyi’atan abshōruhum tarhaquhum dillah, wa qod kãnũ yud’awna ilãs sujũdi wa hum sãlimũn

43. Tertunduk pandangan mereka. Kehinaan menimpa mereka, dan sungguh mereka, orang-orang beriman berseru untuk bersujud, dan mereka orang-orang sejahtera.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, mereka yang kafir, hari itu ditimpa kehinaan, pandangan mereka tertunduk. Walau pun mereka berseru untuk sujud, tapi mereka tidak bisa sujud. Mereka yang telah bersujud sejak di dunia, dan menyeru orang-orang kafir untuk sujud, mereka mendapatkan kesejahteraan pada Hari Kiamat.

fadzarni = maka biarkan Aku; wa man = dan orang yang; yukadzdzibu = ia mendustakan; bi hãdzãl hadĩts = dengan perkataan ini; sanastadrijuhum = kelak Aku menarik mereka berangsur-angsur; min haytsu = dari arah; lã ya’lamũn = mereka tidak mengetahui.

fadzarni wa may yukadzdzibu bi hãdzãl hadĩts, sanastadri juhum min haytsu lã ya’lamũn.

44. Maka, biarkan Aku, dan ia, orang yang mendustakan dengan perkataan kebenaran-Ku ini. Kelak, Aku menarik mereka berangsur-angsur, dari arah mereka tidak mengetahui.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah akan menarik orang-orang yang mendustakan-Nya secara berangsur-angsur, dari arah yang tidak mereka ketahui.

wa umli luhum = dan Aku beri waktu; inna kaydĩ matĩnu = sungguh tipu daya-Ku teguh.

wa umli luhum, inna kaydĩ matĩnu.

45. Dan, Aku beri waktu, sungguh tipu daya-Ku teguh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ketika mereka hidup di dunia, mereka sudah diberi tangguh waktu, usia yang cukup panjang, atau cukup pendek bagi mereka untuk menentukan pilihan, apakah mereka akan kafir atau menjadi orang yang beriman kepada Allah, Rasul-rasul-Nya, dan Kitab-kitab-Nya. Hidup itu tipu daya Allah, dengan berbagai persoalan di dalamnya yang harus diselesaikan, dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan taraf keimanannya kepada Allah.

am tas-aluhum = atau kamu meminta mereka; ajron = upah; fa hum = lalu mereka; mim maghromin = dari utang; mutsqolũn = orang-orang yang dibebani.

am tas-aluhum ajron fa hum mim maghromim mutsqolũn.

46. Atau, kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka, adalah orang-orang yang dibebani utang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. tidak meminta upah dalam mendakwahkan kebenaran Allah, dengan bebagai aturan-Nya untuk keselamatan jalan hidup manusia. Upahnya hanya didapat dari Allah, karena Allah Yang memerintah berdakwah.

am ‘indahumu = atau di hadapan mereka; al ghoybu = kegaiban; fa hum = lalu mereka; yaktubũn = mereka menulis.

am ‘indahumũl ghoybu fa hum yaktubũn.

47. Atau di hadapan mereka kegaiban, lalu mereka mereka menuliskannya .

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka hanya mermbayang-kan sesuatu yang gaib, yaitu surga, neraka, dan Hari Kiamat kemudian menuliskannya. Mereka meragukan, bahkan mereka tidak mempercayai adanya Hari Akhirat itu. Tulisan mereka pun tidak mengatasnamakan Allah, maka kebaikannya hanya bisa dinikmati di dunia saja. Kemungkinan, kenikmatan itu pun tidak diridoi Allah, bisa mengakibatkan kerusakan kepada dirinya, atau orang lain yanbg mengamalkan tulisannya.

fa ashbir = maka bersabarlah kamu; li hukmi = pada ketetapan hukum; robbika = Penguasa kamu; wa lã takun = dan jangan kamu menjadi; kasyãhibi = seperti teman; al hũti = dalam ikan; idz nãdã = ketika ia berdoa; wa huwa = dan dia; makzhũmu = sangat marah.

fa ashbir li hukmi robbika wa lã takun kasyãhibĩl hũti idz nãdã wa huwa makzhũmu.

48. Maka bersabarlah kamu pada ketetapan hukum Penguasa kamu, dan jangan kamu menjadi seperti teman dalam ikan, ketika ia berdoa, dan dia sangat marah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw. bersabar dalam menjalankan Hukumullah, jangan kamu berdoa seperti Nabi Yunus, ketika beliau ditelan ikan Nun, dia sangat marah kepada umatnya yang tidak mau menuruti perintahnya, menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan Allah.

lau lã = kalau tidak; an = karena; tadãrokahũ = mendapatkannya; ni’matum = nikmat; mir robbihĩ = dari Penguasanya; lanubidza = tentu ia dicampakkan; bĩl ‘arō-i = pada tanah tandus; wa huwa = dan dia; madzmũmu = tercela.

lau lã an tadãrokahũ ni’matum mir robbihĩ lanubidza bĩl ‘arō-i wa huwa madzmũmu.

49. Kalau tidak karena mendapatkan nikmat dari Penguasanya, tentu ia dicampakkan pada tanah tandus, dan dia tercela.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau Nabi Yunus tidak mendapat nikmat dari Allah, dan mendapat ampunan dari-Nya, tentu ia dicampakkan di daerah yang tandus dalam keadaan tercela.

fa ajtabãhu = lalu memilihnya; robbuhũ = Penguasanya; fa ja’alahũ = lalu Dia menjadikannya; minãsh shōlihĩn = dari orang-orang yang saleh.

fa ajtabãhu robbuhũ fa ja’alahũ minãsh shōlihĩn.

50. Lalu Dia, Penguasanya memilihnya, dan menjadikannya sebagai orang-orang yang saleh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memilih Yunus menjadi seorang Nabi yang membawa risalah-Nya, dan menjadikan Yunus menjadi salah seorang yang saleh.

wa in = dan sungguh; yakãdu = hampir; al ladzĩna = orang-orang yang; kafarũ = kafir; la yuzliqũnaka = benar-benar akan menggelincirkan kamu; bi abshōrihim = dengan pandangan mereka; lammã = ketika; sami’ũdz dzikro = mereka mendengar peringatan itu; wa yaqũlũna = dan mereka berkata; innahũ = sunguh ia; la majnũnu = benar-benar orang gila.

wa in yakãdũl ladzĩna kafarũ la yuzliqũnaka bi abshōrihim lammã sami’ũdz dzikro wa yaqũlũna innahũ la majnũnu.

51. Dan sungguh hampir orang-orang yang kafir benar-benar akan menggelincir-kan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar peringatan itu, dan mereka berkata, sungguh, ia benar-benar orang gila.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir, kalau mendengar Nabi Muhammad saw. menyampaikan peringatan berdasarkan apa yang diwahyukan Allah dari Alqur’an, menganggapnya sebagai orang gila.

wa mã huwa = dan Alqur’an tidak lain; illã = hanyalah sebagai; dzikrul lil ‘ãlamĩn = peringatan bagi alam

wa mã huwa illã dzikrul lil ‘ãlamĩn.

52. Dan Alqur’an itu tidak lain, hanyalah sebagai peringatan bagi alam

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ayat ini menjelaskan fungsi Alqur’an itu menjadi alat peringatan bagi makhluk di seluruh alam semesta ini.

067 Al Mulk (Kerajaan)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Mulk (Kerajaan)
Makiyah
Surat ke 67, 30 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Surat ini diturunkan setelah Surat Ath Thũr. Kata Al Mulk diambil dari ayat pertama Surat ini. Artinya kerajaan, kekuasaan, Penguasa. Nama surat ini ada yang menyebut At Tabãrok artinya Maha Suci, karena kata pertama Surat ini berbunyi seperti itu. Isinya merupakan peringatan kepada manusia, bahwa hidup manusia itu merupakan ujian. Berada di bumi yang dinaungi langit yang berlapis-lapis, diciptakan Allah dengan sangat seimbang. Allah memerintahkan manusia agar memperhatikan alam semesta, termasuk dirinya dan air. Ada peringatan Allah bagi orang yang kafir itu akan diazab, baik saat masih di dunia, maupun nanti di akhirat. Orang yang beriman diberi kemudahan dalam mencari rezeki yang disediakan Allah, dengan pengungkapan penuh rasa syukur. Namun banyak manusia yang tidak mau bersyukur atas limpahan rezeki dari Allah, itulah orang-orang kafir. Dalam keadaan bagaimana pun, misalnya dalam keadaan terpuruk, miskin, hina, kalau mereka kafir, mereka mempunyai kebiasaan tidak bersyukur untuk karunia hidupnya dari Allah. Begitulah hidup manusia, ada yang bersyukur dan ada yang tidak bersyukur

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat Q.s.Al Fatihah, 1: 1

tabãrokãl ladzĩ = Mahasuci Allah Yang; biyadihĩl mulku = di Genggaman-Nya segala kerajaan; wa huwa ‘alã kulli syai-in qodĩr = dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

tabãrokãl ladzĩ biyadihĩl mulku wa huwa ‘alã kulli syai-in qodĩr.

1. Mahasuci Allah Yang di Genggaman-Nya segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan sifat dan kekuasaan-Nya. Kekuasaan manusia dan segala sesuatu itu berada di dalam Kekuasaan-Nya, berada di dalam Genggaman-Nya.

alladzĩ kholaqōl mauta = Dia Yang menciptakan maut; wãl hayãta = dan hidup; liyabluwa kum = karena Dia akan menguji kamu; ayyukum = siapa di atara kamu; ahsanu = baik; ‘amalã = beramal; wa huwãl ‘azĩzũl ghofũru = dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

alladzĩ kholaqōl mauta wãl hayãta liyabluwa kum ayyukum ahsanu ‘amalã, wa huwãl ‘azĩzũl ghofũru.

2. Dia Yang menciptakan hidup dan maut, karena Dia akan menguji kamu, siapa di antara kamu beramal lebih baik, dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan kekuasan, dan sifat-sifat-Nya. Allah mengharapkan dalam kehidupan manusia beramal baik. Kebaikan dalam berbagai wujudnya yang banyak.

alladzĩ kholaqo sab’a samãwãtin = Dia Yang menciptakan tujuh langit; thibãqō = berlapis-lapis; mã = tidak; tarō = engkau melihat; fĩ kholqĩr rohmãni = dalam ciptaan Yang Maha Pemurah; min tafãwuti = dalam ketidakseimbangan; fa arji’ĩl bashoro = maka berulangkalilah melihat; hal tarō = apakah kamu melihat; min = dari; futhũri = tidak teratur.

alladzĩ kholaqo sab’a samãwãtin thibãqō, mã tarō fĩ kholqĩr rohmãni min tafãwuti, fa arji’ĩl bashoro hal tarō min futhũri.

3. Dia Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, engkau tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah dalam ketidakseimbangan, maka berulangkali-lah kamu melihat, apakah teramati hal yang tidak teraturɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan ke-Mahaan-Nya. Allah menciptakan tujuh lapis langit dan seluruh lingkungan hidup di alam ini secara teratur dan seimbang. Makhluk-Nya yang sering membuat ketidak-seimbangan.

tsumma arji’ĩl bashoro = kemudian, amatilah kembali; karrotaini = dua kali ulang; yanqolib = bulak-balik; ilaikãl bashoru = pengamatan kepada kamu; khãsi-an = membingungkan; wa huwa hasĩru = dan pandanganmu menjadi lemah.

tsumma arji’ĩl bashoro karrotaini yanqolib ilaikãl bashoru khãsi-an wa huwa hasĩru.

4. Kemudian, pandanglah kembali dua kali, bulak-balik, pandangan kepada kamu, termangu-mangu, dan pendanganmu menjadi lemah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di samping tujuh lapis langit, dan seluruh alam ini, Allah meminta melihat kepada diri sendiri, maka bertambah termangu-mangulah orang yang lemah akal dan pikirannya. Orang yang memperha-tikan betul, akan terkagum-kagum betapa rumit dan rumpilnya ciptaan diri dan berbagai benda di alam itu.

wa laqod zayyannãs = dan sungguh, Aku hiasi; samã-ad dunyã = langit dunia; bi mashōbĩha = dengan bintang-bintang; wa ja’alnãhã = dan Aku jadikan bintang-bintang itu; rujũman = pelempar, perajam; lisysyayãthĩn = kepada setan-setan; wa a’tadnã lahum = dan Aku sediakan bagi mereka; ‘adzãbãs sa’ĩr = azab neraka yang api menyala-nyala.

wa laqod zayyannãs samã-ad dunyã bi mashōbĩhawa ja’alnãhã rujũmãl lisysyayãthĩn, wa a’tadnã lahum ‘adzãbãs sa’ĩr.

5. Dan sungguh, Aku hiasi langit dunia dengan bintang-bintang, dan Aku jadikan bintang-bintang itu pelempar kepada setan-setan, dan Aku sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bintang yang banyak di langit dunia menjadi perhiasan bagi manusia, dan menjadi beberapa ilmu bagi menyukainya. Bintang sebagai pelempar setan itu sebagai bahasa kiasan. Setan yang mencuri dengar ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada Jibril di Lauh Mahfudz dilempari dengan bintang meteor yang menyala. Bahasa kiasan yang menggunakan bintang meteor sebagai alat pelempar ini harus digali maknanya yang baik untuk membangun akhlak yang mulia bagi manusia.

wa lilladzĩna kafarũ = dan orang-orang yang kafir; bi robbihimu = kepada Penguasanya; ‘adzãbu jahannama = azab jahanam; wa bi’sãl mashĩr = dan tempat kembali yang sangat buruk

wa lilladzĩna kafarũ bi robbihim ‘adzãbu jahannama wa bi’sãl mashĩr.

6. Dan orang-orang yang kafir kepada Penguasanya azab jahanam, dan tempat kembali yang sangat buruk

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatn Allah kepada manusia. Orang kafir kepada Penguasanya, mereka akan mendapat balasan azab jahanam, tempat kembali yang sangat buruk

idzã ulqũ = apabila mereka dilemparkan; fĩhã = di dalamnya; sami’ũ = mereka dengar; lahã = padanya; syahĩqōn = suara menjerit; wa hiya = dan neraka; tafũru = mendidih.

idzã ulqũ fĩhã sami’ũ lahã syahĩqōn wa hiya tafũru.

7. Apabila mereka dilemparkan di dalamnya, mereka mendengar dari dalamnya suara menjerit dan neraka bertambah mendidih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ketika orang-orang kafir dilemparkan ke dalam neraka jahanam, maka terdengarlah suara jeritan yang memilukan, dan suara mendidih yang makin keras dari sana. Setiap orang yang dilemparkan ke neraka jahanam, maka neraka itu bertambah mendidih, karena bahan bakarnya bertambah, yaitu Iblis, setan, manusia dan jin yang menyangkal perintah Allah, dan melakukan pekerjaan yang dilarang-Nya.

takadu = hampir-hampir; tamayyazu = terbelah; minãl ghoyizhi = dari kemarahan; kullamã = setiap kali; ulqĩya = dilemparkan; fĩhã = di dalamnya; faujun = sekumpulan; sa-alahum = bertanya kepada mereka; khozanatuhã = penjaga-penjaganya; alam = belumkah; ya’tikum = mendatangi kamu; nadzĩru = seorang pemberi peringatan.

takadu tamayyazu minãl ghoyizhi, kullamã ulqĩya fĩhã faujun sa-alahum khozanatyhã alam ya’tikum nadzĩru.

8. Hampir-hampir terbelah neraka itu karena kemarahan sekumpulan penjaga-penjaganya, yang bertanya kepada mereka, setiap kali dilemparkan di dalamnya, “Belum mendatangi kamukah, seorang pemberi peringatanɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran pada Hari Kiamat, saat orang-orang kafir dilempar-lemparkan ke neraka jahanam yang bahan bakarnya iblis, setan, manusia, dan jin. Mereka disindir dengan pertanyaan yang terungkap pada ayat ini.

qōlũ balã = mereka menjawab, Sungguh benar; qod jã-anã = memang telah datang kepada kami; nadzĩrun = seorang pemberi peringatan; fa kadzabnã = maka, kami dustakan; wa qulnã = dan kami katakan; mã nazzalãllōhu = Allah tidak menurunkan; min syai-in = dari sesuatu; in antum = tidaklah kamu semua; illã fĩ dholãlin kabĩri = hanyalah orang-orang yang nyata-nyata sesat.

qōlũ balã qod jã-anã nadzĩrun fa kadzabnã wa qulnã mã nazzalãllōhu min syai-in in antum illã fĩ dholãlin kabĩri.

9. Mereka menjawab, “Sungguh benar, memang telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka, kami dustakan, dan kami katakan, Allah tidak menurunkan sesuatu pun, sebenarnya kamu semua nyata-nyata hanyalah orang-orang yang sesat”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab.: Inilah pengakuan orang-orang yang masuk neraka jahanam. Mereka menyangkal keberadaan Allah, para Rasul dan Kitab Sucinya.

wa qōlũ = dan mereka berkata; lau kunnã = kalau sekiranya kami; nasma’u = mendengar; au na’qilu = atau kami berpikir; mã kunnã = kami tidaklah; fĩ ash-hãbĩs sa’ĩr = menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

wa qōlũ lau kunnã nasma’u au na’qilu mã kunnã fĩ ash-hãbĩs sa’ĩr.

10. Dan mereka berkata, “Kalau sekiranya kami mendengar, atau kami berpikir kami tidaklah menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Inilah pernyataan penye-salan yang terlambat dari orang kafir.

fa-a’tarofũ bi dzambihim = maka mereka mengakui dosa-dosa mereka; fasuhqol = maka penderitaanlah; li ash-hãbĩs sa’ĩr = bagi penghuni neraka yang menyala-nyala.

fa-a’tarofũ bi dzambihim fasuhqol li ash-hãbĩs sa’ĩr.

11. Maka mereka mengakui dosa-dosa mereka, maka penderitaanlah bagi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penyesalan yang terlambat, menyebabkan penderitaan yang tidak bertara.

innãl ladzĩna yakhsyauna = sesungguhnya,orang-orang yang takut kepada; robbahum = Penguasa mereka; bĩl ghoibi = Yang tidak tampak; lahum = bagi mereka; maghfirotun = ampunan; wa ajrun kabĩru = dan pahala yang besar.

innãl ladzĩna yakhsyauna robbahum bĩl ghoibi lahum maghfirotun wa ajrun kabĩru.

12. Sesungguhnya, orang-orang yang takut kepada Penguasa mereka Yang tidak tampak, bagi mereka ampunan, dan pahala yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada semua manusia. Renungi, hayati sebaik-baiknya, dan lakukan dengan perbuatan yang nyata, maupun dengan cara yang gaib. Manusia yang menggunakan pikirannya, pasti harus memupuk rasa takut kepada Yang menguasai hidupnya lahir-batin. Ini akan membawa keberuntungan bagi hidupnya di masa mendatang.

wa asirrũ qaulakum = dan rahasiakanlah perkataan kamu; au ajharũ bihĩ = atau ucapkan keras-keras perkatan itu; innahũ ‘alĩmum = sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui; bi dzãtish shudũr = dengan zat yang ada di dalam hati.

wa asirrũ qaulakum au ajharũ bihĩ, innahũ ‘alĩmum bi dzãtish shudũr.

13. Dan rahasiakanlah perkataan kamu, atau ucapkan keras-keras perkatan itu, sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui dengan zat yang ada di dalam hati.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Mengetahui segala apa yang nyata, maupun segala sesuatu yang gaib, yang dirahasiakan di dalam hati.

alã ya’lamu = apakah Dia tidak mengetahui; man kholaqo = apa dan siapa yang Dia ciptakan; wa huwãl latuĩfũl khobĩru = dan Dia Maha Halus Pengetahuan-Nya.

alã ya’lamu man kholaqo wa huwãl latuĩfũl khobĩru.

14. Apakah Dia tidak mengetahui, apa dan siapa yang Dia ciptakanɁ, dan Dia Maha Halus Pengetahuan-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pertanyaan retorik, yang jawabannya, jelas, Allah Maha Mengetahui apa dan siapa saja yang diciptakan-Nya. Allah menunjukkan, Dia Mahakuasa, dan Maha Mengetahui segala apa yang nyata, dan yang gaib.

huwãl ladzĩ = Dialah Yang; ja’ala lakumũl ardho = menjadikan bumi bagi kamu; dzalũlan = mudah digunakan; fãmsyũ = maka berjalanlah kalian; fĩ manãkibihã = di segala penjurunya; wa kulũ = dan makanlah; mir rizqihĩ = dari rezeki-Nya; wa ilaihĩn nusyũr = dan kepada-Nya segala sesuatu dihadirkan.

huwãl ladzĩ ja’ala lakumũl ardho dzalũlan fãmsyũ fĩ manãkibihã wa kulũ mir rizqihĩ, wa ilaihĩn nusyũr.

15. Dialah Yang menjadikan bumi mudah digunakan bagi kamu, maka berjalan-lah kalian di segala penjurunya, dan makanlah rezeki-Nya, dan kepada-Nya segala sesuatu dihadirkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan kasih-sayang-Nya. Dan harus diyakini, akhirnya akan kembali kepada-Nya.

a-amintum = apakah kalian merasa aman; man fĩs samã-i = Allah Yang ada di langit; an yakhsifu = bahwa akan menelan; bikumũl ardho = bumi dengan kamu; fa idzã = maka tiba-tiba; hiya tamũru = bumi itu bergoncang.

a-amintum man fĩs samã-i an yakhsifu bikumũl ardho fa idzã hiya tamũru.

16. Apakah kalian merasa aman berada di bumi, padahal, Allah ada di langitɁ, , maka tiba-tiba bumi itu bergoncang, dan bumi akan menelan kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Yang ada di langit, artinya Allah Mahagaib menentukan segala sesuatu yang dikuasai-Nya. aman atau tidak aman, atau bumi akan menelan kamu, itu anugerah-Nya, kuasa-Nya. Syukurilah segala anugerah Allah itu. Semua itu ujian bagi keimananmu, bagi makhluk yang diciptakan-Nya.

am amintum = atau kalian merasa aman; man fĩs samã-i = Allah Yang ada di langit; ay yursila = bahwa Dia akan mengirimkan; ‘alaikum = kepada kalian; hãshibã = angin yang berbatu; fasata’lamũna = maka kelak akan mengetahui; kaifã = bagaimana; nadzĩr = peringatan-Ku.

am amintum man fĩs samã-i ay yursila ‘alaikum hãshibã, fasata’lamũna kaifã nadzĩr.

17. Atau, kalian merasa aman, Allah Yang ada di langit, bahwa Dia akan mengirimkan kepada kalian, angin yang berbatu, maka kelak akan mengetahui, bagaimana peringatan-Ku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan itu, ujian itu harus lebih menyadarkan keberadaan-Nya. Lihat ayat 16 di atas.

wa laqod = dan sungguh; kadzdzabãl ladzĩna = orang-orang telah mendustakan Para Rasul; min qoblihim = sejak dahulu; fa kaifa = maka bagaimana; kãna = pendustaan itu merupakan; nakĩri = celaan-Ku.

wa laqod kadzdzabãl ladzĩna min qoblihim fa kaifa kãna nakĩri.

18. Dan sungguh, sejak dahulu, orang-orang telah mendustakan Para Rasul, maka bagaimana, pendustaan itu merupakan celaan-Ku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir, munafik, musyrik, fasik, murtad dari dahulu mendustakan para Rasul. Hal itu menjadikan Allah murka.

awalam yarau = apakah tidak mereka perhatikan; ilãth thoiri = kepada burung; fauqohum = di atas mereka; shōffãtin = mengembangkan sayapnya; wa yaqbidhna = dan ia mengepakkannya; mã yumsikuhunna = ada yang menahan mereka; illãr rohmãnu = selain Yang Maha Pemurah; innahũ = sesungguhnya Dia; bi kulli = dengan segala; syai-in = sesuatu; bashĩru = Maha Melihat.

awalam yarau ilãth thoiri fauqohum shōffãtin wa yaqbidhna, mã yumsikuhunna illãr rohmãnu, innahũ bi kulli syai-im bashĩru.

19. Apakah mereka perhatikan burung di atas mereka, tidak ada yang menahan mereka, selain Yang Maha Pemurah, mereka mengembangkan sayapnya, dan ia mengepakkannya, sesungguhnya Dia dengan segala sesuatu Maha Melihat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta manusia memperhatikan kehidupan burung dari berbagai sisi kehidupannya. Hal ini dapat menjadi salah satu sumber rezeki manusia, dari berbagai sisi kehidupannya, seperti pakannya, perkembangbiakannya, pemeliharaannya, pemanfaatannya bagi manusia dan lain-lain.

amman = atau siapakah; hãdza = ini; al ladzĩ = yang; huwa = dia; jundun = pasukan tentara; lakum = bagi kalian; yanshurukum = dia menolong kalian; min dũnĩr rohmãni = dari selain Yang Maha Pemurah; inĩl kãfirũna = orang-orang kafir tidaklah; illã fĩ ghurũri = kecuali dalam tipuan.

amman hãdzãl ladzĩ huwa jundul lakum yanshurukum min dũnĩr rohmãni, inĩl kãfirũna illã fĩ ghurũri.

20. Atau siapakah dia, pasukan tentara yang menolong bagi kalian, selain dari Yang Maha Pemurah. Orang-orang kafir tidak lain, kecuali dalam keadaan tertipu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pasukan tentara yang menolong para Rasul, dan orang-orang mukmin waktu mendakwahkan kalimat-kalimat Allah, sesungguhnya, yaa dari Allah Yang Maha Pemurah. Orang kafir itu menipu diri mereka sendiri, dari strategi yang dibuat Allah. Mereka selalu dalam keadan tertipu.

amman = atau siapa yang; hãdzãl ladzĩ = ini yang; yarzuqũkum = memberi kalian rezeki; in amsaka = jika Dia menahan; rizqohũ = rezeki-Nya; bal lajũ = bahkan mereka terus-menerus; fĩ ‘utuwwin = dalam kesombongan; wa nufũri = dan berpaling.

amman hãdzãl ladzĩ yarzuqũkum in amsaka rizqohũ, bal lajũ fĩ ‘utuwwin wa nufũri.

21. Atau siapa dia ini yang memberi kalian rezeki, jika Dia menahan rezeki-Nya bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan berpaling.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, apakah dia kafir atau mukmin. Allah juga menahan rezeki siapa yang Dia kehendaki. Orang kafir, apakah dia diberi rezeki yang banyak, atau tidak diberi rezeki, dia tetap sombong, dan menjauh dari Allah.

afa may yamsyĩ = maka apakah dia, orang yang berjalan; mukibban = merangkak; ‘alã wajhihĩ = di atas wajahnya; ahdã = lebih mendapat petunjuk; amman = ataukah orang yang; yamsyĩ = dia berjalan; sawiyyan sama; ‘alã shirōthim mustaqĩmi = di atas jalan yang lurus.

afa may yamsyĩ mukibban ‘alã wajhihĩ ahdã amman yamsyĩ sawiyyan ‘alã shirōthim mustaqĩmi.

22. Atau siapa ini, yang memberi kalian rezeki, jika Dia menahan rezeki-Nya bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan berpaling.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jika Allah menahan rezeki seseorang, tak seorang pun dapat melimpahkannya. Orang kafir, meskipun rezekinya ditahan Allah, mereka tetap sombong, dan tetap berpaling.

qul huwãl ladzĩ = katakanlah, Dia Yang; ansyã-akum = menumbuhkan kalian; wa ja’ala = dan Dia menjadikan; lakumũs sam’a = bagi kalian pendengaran; wãl abshōro = dan pengamatan; wãl af-idata = dan perasaan; qulĩlam mã tasykurũn = sedikit, apa yang kalian syukuri.

qul huwãl ladzĩ ansyã-akum wa ja’ala lakumũs sam’a wãl abshōro wãl af-idata, qulĩlam mã tasykurũn.

23. Katakanlah, Dia Yang menjadikan, dan menumbuhkan kalian, serta pendengaran, dan pengamatan, dan perasaan bagi kalian, namun sedikit, apa yang kalian syukuri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan hal kejadian manusia itu, Dialah yang menjadikan, menumbuhkan, dan memberi pendengaran, penglihatan, dan perasaan, tetapi banyak manusia yang tidak mensyukuri kejadiannya itu.

qul huwãl ladzĩ = katakanlah, Dialah yang; dzaro-akum = menjadikan kalian berketurunan; fĩl ardhi = di bumi; wa ilaihi tuhsyarũn = dan kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.

qul huwãl ladzĩ dzaro akum fĩl ardhi wa ilaihi tuhsyarũn.

24. Katakanlah, Dialah yang menjadikan kalian berketurunan di bumi, dan kepa-da-Nyalah, kalian akan dikumpulkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, melalui Nabi Muhammad saw. tentang kejadian makhluk-Nya, kelak mereka akan dikumpulkan kembali ke haribaan-Nya.

wa yaqũlũna = dan mereka berkata; matã = kapan; hãdzãl wa’du = janji itu; in kuntum shōdiqĩn = jika kamu, orang yang benar.

wa yaqũlũna matã hãdzãl wa’du in kuntum shōdiqĩn.

25. Dan mereka berkata, “Kapan janji itu terjadiɁ, jika kamu, orang yang benar”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir mempertanyakan, kapan saat makhluk-makhluk ini dikumpulkanɁ, karena ketidak-percayaannya.

qul innamãl ‘ilmu = katakanlah, sesungguhnya pengetahuan saat itu; ‘indãllohi = di dalam kekuasaan Allah; wa innamã ana = dan sesungguhnya, aku; nadzĩrũm = pemberi peringatan; mubĩnu = yang nyata.

qul innamãl ‘ilmu ‘indãllohi wa innamã ana nadzĩrũm mubĩnu.

26. Katakanlah, “Sesungguhnya, pengetahuan saat makhluk-Nya dikumpulkan itu di dalam kekuasaan Allah, dan sesungguhnya, aku hanya pemberi peringatan yang nyata”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan melalui Nabi Muhammad saw. bahwa pengetahuan tentang saat dikumpulkan makhluk itu, hanya Allah Yang Mengetahuinya, Nabi Muhammad saw. hanya bertugas memberi peringatan sejelas-jelasnya kepada mereka.

fa lammã ro-auhu = maka, ketika mereka melihat azab itu; zulfatan = dekat; sĩ-at wujũhul ladzĩna = menjadi jelek wajah-wajah orang yang; kafarũ = kafir; waqĩla hãdzãl ladzĩ = dan dikatakan, ini yang; kuntum = kalian adalah; bihĩ tadda’ũ = kalian meminta.

fa lammã ro-auhu zulfatan sĩ-at wujũhul ladzĩna kafarũ waqĩla hãdzãl ladzĩ kuntum bihĩ tadda’ũn.

27. Maka, ketika mereka melihat azab itu dekat, menjadi jelek wajah-wajah orang kafir itu, dan dikatakan, ini yang kalian minta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Maka, ketika Nabi Muhammad saw. menjelaskan sebaik-baiknya neraka yang akan mereka rasakan kelak, wajah mereka menjadi memberengut, jelek.

qul aro-aitum = katakanlah, apakah kalian perhatikan; in ahlakaniyãllohu = jika Allah akan membinasakan aku; wa mam ma’ĩya = dan orang yang bersama aku; au rohimanã = atau Dia memberi rahmat kami; fa man yujĩrũl kãfirĩna = maka, siapa orang yang melindungi orang kafir; min ‘adzãbin alĩmĩ = di dalam azab yang memedihkan.

qul aro-aitum in ahlakaniyãllohu wa mam ma’ĩya au rohimanã fa man yujĩrũl kãfirĩna min ‘adzãbin alĩmĩ.

28. Katakanlah, “Apakah kalian perhatikan, jika Allah akan membinasakan aku, dan orang yang bersamaku, atau Dia memberi rahmat kami, maka, siapa orang yang melindungi orang kafir di dalam azab yang memedihkanɁ”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. diminta memperingatkan orang-orang yang tidak mempercayai ia sebagai Rasulullah, kalau Rasul dibinasakan Allah, maka siapa yang akan memberi peringatan tentang adanya azab yang pedih bagi orang-orang yang kafirɁ

qul huwãr rohmãnu = katakanlah, Dia Maha Pemurah; ãmannã bihĩ = kami beriman dengan-Nya; wa ‘alaihi tawakkalnã = dan kepadanya kami bertawakal; fasta’lamũna = maka, kelak kalian akan mengetahui; man huwa = siapa dia; fĩ dholãlim mubĩni = dalam kesesatan yang nyata.

qul huwãr rohmãnu ãmannã bihĩ wa ‘alaihi tawakkalnã fasta’lamũna man huwa fĩ dholãlim mubĩni

29. Katakanlah, “Dia Maha Pemurah, kami beriman dengan-Nya, dan kepadanya kami bertawakal, maka, kelak kalian akan mengetahui, siapa dia yang nyata dalam kesesatanɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. diminta Allah untuk mengatakan, bahwa Allah Itu Maha Pemurah. Beliau Mengutus Rasul. Sebaiknya, kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, seperti Rasul dan sahabat-sahabatnya, agar kamu tidak tersesat.

qul aro aitum = katakanlah, “Tidakkah kamu perhatikan; in ashbaha = jika menjadi; mã = air; ukum = kalian; ghouron = masuk ke dalam tanah; fa man = maka siapa yang; ya’tĩkum = mendatangkannya; bimã-im ma’ĩm = dengan air yang mengalirɁ”

qul aro aitum in ashbaha mã ukum ghouron fa man ya’tĩkum bimã-im ma’ĩm.

30. Katakanlah, “Tidakkah kamu perhatikan, jika kalian menjadi air yang masuk ke dalam tanah, maka siapa yang mendatangkannya menjadi air yang mengalirɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw. menjelaskan keberadaan seseorang itu seperti air. Air itu turun dari langit, masuk ke dalam tanah, lalu air itu dikeluarkan lagi dari tanah sebagai mata air. Begitulah perumpamaan keberadaan manusia di bumi ini.

066 At Tahrim (Mengharamkan)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

At Tahrim (Mengharamkan)
Madaniyah
Surat ke 66, 12 ayat.
Juz 28

Catatan Awal
Surat ini diturunkan sesudah Surat Al Hujurat. Arti At Tahrim itu mengharamkan. Surat ini menerangkan hubungan Rasulullah saw. dengan istri-istrinya. Ini merupakan contoh yang harus diikuti oleh orang-orang mukmin, terutama dalam hal bertaubat. Allah Maha Mengetahui segala rahasia makhluk-Nya. Isi yang terkait dengan keimanan: Bertaubat itu hanya diberikan pada saat masih hidup di dunia; Segala perbuatan manusia akan dibalas nanti di akhirat. Yang menyangkut hukum: Apa yang sudah dihalalkan Allah Swt, tidak boleh diharamkan. Kalau terjadi, untuk membebaskan dari dosanya harus membayar kaffarat, denda. Manusia wajib memelihara diri dan keluarga dari api neraka; Ada perintah memerangi orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad kalau mereka menyerang atau dalam keadaan perang; Hal lain: iman dan perbuatan baik seseorang, tidak ada kaitannya dengan iman dan perbuatan baik orang lain, juga dalam hubungan suami-istri. Contoh istri Nabi Nuh a.s., istri Nabi Luth a.s., istri Fir’aun, dan Maryam.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

yã ayyuhãn nabiyyu = wahai Nabi; lima tuharrimu = mengapa kamu haramkan; maa ahallãllohu = apa yang Allah menghalalkannya; laka = bagi kamu; tabtaghi = kamu mencari; mardhōta azwãjik = kesenangan istri-istri kamu; wãllohu ghofũrur rohĩmu = dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

yã ayyuhãn nabiyyu lima tuharrimã ahallãllohu laka, tabtaghi mardhōta azwãjik, wãllohu ghofũrur rohĩmu

1. Wahai Nabi, mengapa kamu haramkan apa yang Allah menghalalkannya bagi kamu, kamu mencari kesenangan istri-istri kamu, dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Ayat ini berisi peringatan Allah kepada Nabi, saat beliau mengharamkan minum madu untuk menyenangkan istri-istrinya (Bukhari-Muslim). Mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah itu dosa, tidak boleh dilakukan. Untuk melepaskan dari dosa itu, orang yang beriman harus membayar kaffarat.

qod farodhōllohu = sesungguhnya, Allah mewajibkan; lakum tahillata = kepada kamu semua pembebasan; aimãnikum = sumpah-sumpah kamu; wãllohu maulãkum = dan Allah Pelindung kamu semua; wa huwãl ‘alĩmũl hakĩm = dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

qod farodhōllohu lakum tahillata aimãnikum, wãllohu maulãkum, wa huwãl ‘alĩmũl hakĩm.

2. Sesungguhnya, Allah mewajibkan kepada kamu semua melakukan pembebasan sumpah-sumpah kamu, dan Allah Pelindung kamu semua, dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: pembebasan sumpah-sumpah, artinya kata-kata yang baik atau kata-kata jang tidak dibenarkan Allah, kalau tidak sesuai dengan hukumullah itu merupakan dosa. Untuk menebus dosa, atau nembebaskan sumpah-sumpah yang diucapkan itu dengan cara membayar kaffarat, atau membayarkan sesuatu kepada Allah sebagai tanda memohon ampun kepada-Nya (Al Maidah, 5: 89).

wa idz asarron nabiyyu = dan ketika Nabi merahasiakan; ilã ba’dhi azwãjihĩ = kepada sebahagian istri-istrinya; hadĩtsan = pembicaraan; falammã = maka ketika; nabã-at bihĩ = ia memberitakan dengannya; wa azh-harohũllohu = dan Allah menyatakannya; ‘alaihi = kepada Nabi; ‘arrofa = dia beritahukan; ba’dhohũ = sebagiannya; wa a’rodho = dan dia sembunyikan; ‘amba’dhin = dari sebagian; falammã = maka ketika; nabba-ahã = dia memberitahu ….; bihĩ = dengannya; qōlat = ia berkata; man amba-aka = siapa yang memberitahu kamu; hãdzã = hal itu; qōla = dia berkata; nabba-aniya = memberitahukan kepadaku; al ‘alima = Yang Maha Mengetahui; al khobĩru = Maha Melihat.

wa idz asarron nabiyyu ilã ba’dhi azwãjihĩ hadĩtsan falammã nabã-at bihĩ wa azh-harohũllohu ‘alaihi ‘arrofa ba’dhohũ wa a’rodho ‘amba’dhin, falammã nabba-ahã bihĩ qōlat man amba-aka hãdzã, qōla nabba-aniyal ‘alimãl khobĩru.

3. Dan ketika Nabi merahasiakan pembicaraan kepada sebahagian istri-istrinya, maka ketika Hafsah memberitakan kepada Aisyah dengan rahasia itu, dan Allah menyatakannya kepada Nabi. Nabi memberitahukan sebagiannya, dan dia sembunyikan dari sebagian yang lain, maka ketika dia memberitahu hal itu kepada Hafsah, ia bertanya, “Siapa yang memberitahu kamu hal itu”, Nabi berkata, “Yang memberitahukan kepadaku Yang Maha Mengetahui, dan Maha Melihat”.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Ingat-ingat, ketika Nabi membicarakan suatu peristiwa secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafsah), maka ketika Hafsah menceriterakan peristiwa itu kepada Aisyah, dan Allah memberitahukan hal itu, semua pembicaraan antara Hafsah dengan Aisyah kepada Muhammad saw., lalu Nabi Muhammad saw. memberitahukan sebagian yang diceriterakan Allah kepadanya, dan menyembunyikan sebagian yang diberiterakan Allah kepadanya, Hafsah, maka tatkala Muhammad memberitahukan pembicaraan antara Hafsah dan Aisyah, lalu Hafsah bertanya, “Siapa yang telah membicarakan hal ini kepadamuɁ” Nabi menjawab, Telah diberitakan kepadaku, dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.

in tatũbã ilãllohi = jika kamu tobat kepada Allah; fa qod shoghot = maka sesungguhnya cenderung; qulũbukumã = hati kamu berdua; wa in tazhōharō = kamu berdua bantu-membantu; ‘alaihi = dengan Nabi; fa innãlloha = maka, sesungguhnya Allah; huwa maulãhu = Dia Pelindungnya; wa jibrĩlu = dan Jibril; wa shōlihũl mu’minĩn = dan orang Mukmin yang saleh; wãl malãikatu = dan Malaikat; ba’da dzãlika zhohĩru = setelah itu menolong.

in tatũbã ilãllohi fa qod shoghot qulũbukumã, wa in tazhōharō ‘alaihi fa innãlloha huwa maulãhu wa jibrĩlu wa shōlihũl mu’minĩn, wãl malãikatu ba’da dzãlika zhohĩru.

4. Jika kamu tobat kepada Allah, maka sesungguhnya, hati kamu berdua cenderung bantu-membantu dengan Nabi, maka, sesungguhnya Allah, Dia Pelindungnya. Jibril, dan orang Mukmin yang saleh, dan Malaikat setelah itu menolong Nabi.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Dengn cara yang dilakukan seperti pada ayat 3 di atas, sesungguhnya Hafsah dan Aisya itu saling membantu kepada Nabi dalam menyebarkan dakwahnya. Allah melindungi Nabi Muhammad saw. Jibril, orang Mukmin yang saleh, dan Malaikat menolong Nabi saat berdakwah.

‘asã robbuhũ = boleh jadi Penguasanya; in thollaqokunna = jika Muhammad menceraikan kalian; ay yubdilahũ = Dia akan menggantikannya; azwãjan = istri-istri; khoirom minkunna = yang lebih baik daripada kalian; muslimãtin = muslimah yang patuh; mu’minãtin = yang beriman; qōnitãtin = yang taat; tã-ibãtin = yang bertobat; ‘ãbidãtin = yang beribadah; sã-ihãtits = yang berpuasa; tsayyibãin = yang janda; wa abkãrō = dan perawan.

‘asã robbuhũ in thollaqokunna ay yubdilahũ azwãjan khoirom minkunna muslimãtim mu’minãtin qōnitãtin tã-ibãtin ‘ãbidãtin sã-ihãtits tsayyibãiw wa abkãrō

5. Boleh jadi, jika Muhammad menceraikan kalian, Dia, Penguasanya, akan menggantikannya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimah yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda, dan perawan.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Alasan Allah mengizinkan Muhammad menceraikan istri-istrinya, seperti yang dijelaskan pada ayat ini.

yã ayyuhãl ladzĩna ãmanũ = wahai orang-orang yang beriman; qũ anfusakum = peliharalah diri kamu; wa ahlĩkum = dan keluarga kamu dari; nãron = api neraka; wa qũduhãn nãsu wãl hijãrotu = dan bahan bakarnya manusia dan batu pijar; ‘alaihã = di dalamnya; malãikatun ghilãzhun = Malaikat yang kasar; syidadun = yang keras; lã ya’shũnãlloha = yang tidak mendurhakai Allah; mã amarohum = apa yang Dia perintahkan kepada mereka; wa yaf’alũna = dan mereka mengerjakan; mã yu’marũn = apa yang diperintahkan kepada mereka.

yã ayyuhãl ladzĩna ãmanũ qũ anfusakum wa ahlĩkum nãron wa qũduhãn nãsu wãl hijãrotu ‘alaihã malãikatun ghilãzhun syidadul lã ya’shũnãlloha mã amarohum wa yaf’alũna mã yu’marũn.

6. Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka, dan bahan bakarnya manusia dan batu pijar, di dalamnya Malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah, apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Seruan Allah kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan peemberitahuan keadaan neraka yang dijaga para Malaikat yang taat pada Perintah-Nya.

yã ayyuhãl ladzĩna kafarũ = wahai orang-orang kafir; lã ta’tadzirũ = kamu jangan mengemukakan uzur; al yaum = hari ini; innamã = sungguh, hanyalah; tajzauna = kamu diberi balasan; mã kuntum ta’malũn = apa yang kamu kerjakan.

yã ayyuhãl ladzĩna kafarũ lã ta’tadzirũ al yaum, innamã tajzauna mã kuntum ta’malũn.

7. Wahai orang-orang kafir, hari ini, kamu jangan mengemukakan uzur, sungguh, kamu hanyalah diberi balasan, apa yang kamu kerjakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Ayat ini berisi larangan, dan peringatan kepada orang kafir, mereka diminta untuk tidak mencari alasan untuk tidak turut memperjuangkan kebenaran Islam. Mereka akan dibalas atas apa yang sudah mereka lakukan. Jadi, kalau orang kafir itu mau berjuang, membela Islam, maka, mereka akan dibalas dengan surga. Mereka yang tetap kafir, dan hidupnya tidak digunakan untuk membela kebenaran Islam, akan dibalas dengan neraka. Peringatan ini berulang-ulang dalam berbagai surat. Lihat Q.s. …..

yã ayyuahãl ladzĩna ãmanũ = wahai orang-orang yang beriman; tũbũ ilãllohi = bertobatlah kamu kepada Allah; taubatan nashũhã = tobat yang bersungguh-sungguh; ‘asã = mudah-mudahan; robbukum = Penguasa kamu; ay yukaffiro = akan menghapus; ‘ankum = dari kamu; sayyiãtikum = kesalahan- kesalahan kamu; wa yudkhilakum = dan akan memasukkan kamu; jannãtin = ke surga-surga; tajrĩ min tahtihal anhãru = mengalir di bawahnya sungai-sungai; yauma lã = pada hari tidak; yukhzĩllahũn = Allah menghina; nabiyyu wãl ladzĩna ãmanũ = nabi dan orang-orang yang beriman; ma’ahũ = bersama dia; nũruhum yas’ã = cahaya mereka bersinar; baina aydĩhim = di sekitar tubuh kamu; wa bi aymãnihim = dan di sebelah kanan mereka; yaqũlũna = mereka mengatakan; robbanã = Penguasa kami; atmim lanã = sempurnakanlah bagi kami; nũronã = cahaya kami; wãghfirlanã = dan ampunilah kami; innaka ‘alã kulli syai-in qodĩru = sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
yã ayyuahãl ladzĩna ãmanũ tũbũ ilãllohi taubatan nashũhã ‘asã robbukum ay yukaffiro ‘ankum sayyiãtikum wa yudkhilakum jannãtin tajrĩ min tahtihal anhãru, yauma lã yukhzĩllahũn nabiyyu wãl ladzĩna ãmanũ ma’ahũ, nũruhum yas’ã baina aydĩhim wa bi aymãnihim yaqũlũna robbanã atmim lanã nũronã wãghfirlanã, innaka ‘alã kulli syai-in qodĩru

8. Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kamu kepada Allah, tobat yang bersungguh-sungguh. Mudah-mudahan, Penguasa kamu akan menghapus kesalahan-kesalahan kamu, dan akan memasukkan kamu ke surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari Allah tidak menghina Nabi dan bersama dia, orang-orang yang beriman. Penerangan mereka bersinar di sekitar tubuh kamu, dan di sebelah kanan mereka, mereka berdoa, “Penguasa kami, sempurnakanlah penerangan-Mu bagi kami, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Ayat ini merupakan seruan kepada orang-orang yang beriman, agar setiap ada kesempatan bertobat, bertobatlah. Ada harapan manusia, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan orang yang beriman yang mau bertobat, banyak berdoa, dan memasukkannya ke surga. “Penerangan mereka bersinar di sekitar tubuh kamu”, maksudnya berbagai ilmu yang bersumber pada diri seseorang merupakan sumber utama untuk menguatkan imannya pada keberadaan Allah Yang Menciptakannya.

yã ayyuhãn nabiyyu = wahai Nabi; jãhidĩl kuffãro = perangilah orang-orang kafir; wãl munãfiqĩna = dan orang-orang munafik; wa aghluzh ‘alaihim = dan bersikap keraslah kepada mereka; wa ma’wãhum jahannam = dan tempat tinggal mereka adalah jahanam; wa bi’sãl mashĩru = itulah tempat kembali yang amat buruk.

yã ayyuhãn nabiyyu jãhidĩl kuffãro wãl munãfiqĩna wa aghluzh ‘alaihim, wa ma’wãhum jahannam, wa bi’sãl mashĩru

9. Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir, dan orang-orang munafik, bersikap keraslah kepada mereka, dan tempat tinggal mereka adalah jahanam itulah tempat kembali yang amat buruk.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Allah memerintah kepada Nabi agar memerangi, dan bersikap keras kepada orang kafir dan orang munafik yang keras pendiriannya dan memusuhi Islam. Dan mengingatkan tempat kembalinya orang kafir dan orang munafik itu tempat yang sangat jelek, yaitu neraka jahanam.

dhorobãllohu matsalãn = Allah membuat misal; lilladzĩna kafarũ = orang-orang yang kafir; amroata nũhin = istri Nuh; wa amroata lũthin = dan istri Luth; kãnatã = keduanya adalah; tahta = dibawah; ‘abdaini = dua orang hamba; min ‘ibãdinã = dari hamba-Ku; shōlihayni = keduanya saleh; fa khãnatãhumã = lalu keduanya berkhianat kepada Nuh dan Luth; falam = maka tidak; yughniyã = mampu keduanya; ‘anhumã = dari mereka berdua; minãllohi syay-an = dari Allah sedikit pun; wa qĩla = dan dikatakan; adkholãn nãro = masuklah kamu berdua ke dalam api; ma’ãd dãkhilĩn = bersama orang-orang yang masuk.

dhorobãllohu matsalãl lilladzĩna kafarũ amroata nũhin wa amroata lũthin, kãnatã tahta ‘abdaini min ‘ibãdinã shōlihayni fa khãnatãhumã falam yughniyã ‘anhumã minãllohi syay-an wa qĩla adkholãn nãro ma’ãd dãkhilĩn.

10. Allah membuat misal orang-orang yang kafir, yaitu istri Nuh, dan istri Luth keduanya di bawah dua orang hamba hamba-Ku yang saleh, lalu kedua istri-istri itu berkhianat kepada Nuh dan Luth, maka keduanya tidak mampu sedikit pun menghimbau istri-istri mereka berdua dari ketentuan Allah, dan dikatakan, “Kamu berdua masuklah ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk”.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad itu sudah ada ketentuannya yang pasti dari Allah. Siapa pun yang menghimbau orang-orang tersebut untuk beriman kepada Allah, tetapi kalau Allah sudah menetapkan mereka itu bersikukuh dengan kekafirannya, mereka akan tetap kafir. Sebenarnya, di sini manusia sudah diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih ketentuan hidupnya. Allah menetapkan ketentuan-Nya berdasarkan keinginan apa yang ditentukan manusianya sendiri yang sudah dibekali akal, pikiran, dan perasaannya.

wadhorobãllohu matsalan = dan Allah memuat misal; lilladzĩna ãmanũ = orang-orang yang beriman; amro ata fir’auna = istri Fir’aun; idz qōlat = ketika ia berkata; robbi = Penguasaku; abni = bangunkan; lĩ = bagiku ‘indaka = di samping-Mu; baytan = sebuah rumah; fĩl jannati = di surga; wa najjinĩ = dan selamatkanlah aku; min fir’auna = dari Fir’aun; wa ‘amalihĩ = wa niajjini = dan selamatkan aku; minãl qaumĩzh zhōlimĩn = dari kaum orang-orang yang lalim.

wadhorobãllohu matsalãl lilladzĩna ãmanũ amro ata fir’auna idz qōlat robbi abni lĩ ‘indaka baytan fĩl jannati wa najjinĩ min fir’auna wa ‘amalihĩ wa niajjini minãl qaumĩzh zhōlimĩn

11. Dan Allah membuat misal, orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika ia berkata, “Penguasaku, bangunkan bagiku sebuah rumah di surga, di haribaan-Mu, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun, dan selamatkan aku dari kaum orang-orang yang lalim”.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Fir’aun adalah contoh manusia zalim merasa yang paling berkuasa di muka bumi, ingin disembah oleh rakyatnya. Istrinya taat kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, tinggal di istana Fir’aun menjadi contoh pada ayat ini, memohon kepada Allah untuk didirikan rumah di surga karena meyakini hidup di dunia ini hanya sementara, dan hanya sebentar. Rumah di surga itu kekal, dan lebih menyenangkan hati yang menempatinya, melebihi istana di dunia.

wa maryama abnata ‘imrōna = dan Maryam anak perempuan Imron; al latĩ ahshonat farjahã = yang memelihara kehormatannya; fa nafakhnã = maka Aku tiupkan; fĩhi = ke dalamnya; mir rũhinã = dari ruh ciptaan-Ku; wa shoddaqot = dan ia membenarkan; bi kalimãti = dengan kata-kata; robbihã = Penguasanya; wa kutũbihĩ = dan Kitab-kitab-Nya; wa kãnat minãl qōnitĩn = dia itu termasuk orang-orang yang taat.

wa maryama abnata ‘imrōnãl latĩ ahshonat farjahã fa nafakhnã fĩhi mir rũhinã wa shoddaqot bi kalimãti robbihã wa kutũbihĩ wa kãnat minãl qōnitĩn.

12. Dan Maryam anak perempuan Imron yang memelihara kehormatannya, maka Aku tiupkan ke dalam rahimnya ruh ciptaan-Ku, dan ia membenarkan kata-kata dari Penguasanya, dan Kitab-kitab-Nya, dia itu termasuk orang-orang yang taat.

Catatan pengetahuan, ilmu, budaya, dan adab: Maryam itu anak perempuan Imran yang suci dan menjaga kehormatannya. Putranya bernama Isa Al Masih diciptakan dengan cara yang khas, ruh ciptaan Allah ditiupkan ke rahim Maryam dengan kalimat qun fayaqun. lihat Q.s.Ali Imran, 3: …; Maryam, 19: …; dan lain-lain.