Home » Puisi » Sajak Rahman dan Rahim

Sajak Rahman dan Rahim

Rahman dan Rahim

Ternyata bukan Tuhan
yang kurang memberi rahman dan rahim
kepada makhluk-Nya
melainkan karena kadar makhluk-Nyalah
yang terbatas dalam menerima
rahman dan rahim-Nya

Binatang menerima rahman dan rahim
sesuai kehendak Tuhannya
Maka penerimaanya lebih rendah daripada manusia
Pengenalannya terhadap rahman dan rahim-Nya
terbatas pada kehendak-Nya

Manusia diberi potensi
untuk memilih kadar nikmatnya
Manusia bisa membuka diri atau menutup diri
dari hidayah rahman dan rahim-Nya
Manusia bisa beriman atau kafir

Tangan akal dan tangan ruhani
mungkin mempunyai keterbatasan
dalam menerima rahman dan rahim-Nya
Jika sedikit saja rahman dan rahim ini lebih banyak
dari daya tampung tangan akal dan ruhani,
tumpahlah kelebihan rahman dan rahim itu
tanpa bisa ditampung

Apalagi orang yang menolak rahman dan rahim-Nya
seolah berkata,
cukup sampai di sini rahman dan rahim-Mu,
kami tidak sanggup menerimanya
Kami tidak akan menerimanya
Kami tidak mau menerimanya
Kami cukup seperti ini

Ada orang yang berdoa kebaikan
namun perilakunya menolak kebaikan
yang menyebabkan doanya terhapus dan ternegasikan

Manusia berdoa ihdina shirot al mustaqim.
Shirot aladzina anamta alaihim ….
Tunjuki kami jalan yang lurus
Jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat ….
Tetapi sebagian manusia enggan
melihat orang yang mendapat anamta alaihim
Sebagian manusia tak mau melihat
orang yang lebih mendapatkan anamta alaihim
Sebagian manusia menutup mata
pada kemungkinan orang lain mendapat anamta alaihim
Sebagian manusia menutup mata
pada kemungkinan kelompok lain mendapat anamta alaihim
Sebagian manusia menutup tangannya
pada kemungkinan dirinya mendapat anamta alaihim

Rahmat satu surat kulhu-Mu
mencukupi langit dan bumi.
Rahmat satu huruf ba basmalah-Mu
meliputi langit dan bumi
Rahmat satu titik ba-Mu
memenuhi kebutuhan langit dan bumi.
Namun bukan karena rahmat-Mu kurang
yang menyebabkan penerimaan mereka sedikit
melainkan karena kapasitas tangan akal merekalah
yang tak sanggup menerimanya
Sebagian manusia menolak
rahman dan rahim dengan perbuatannya


Leave a comment