Hari-Hari Ziarah Haji (34)

Aku ingin masuk surga

Aku ingin masuk surga

Bekalku adalah dua kalimat syahadat

Meski setiap hari berbuat maksiat

Korupsi, menyakiti orang, dan berbuat jahat

Ku tetap ingin masuk surga

Dengan bekal dua kalimat syahadat

Mungkinkah seseorang masuk surga

Meski ia berbuat maksiat di setiap harinya

Berbuat jahat, korupsi, dan menyakiti tetangga

Mungkinkah ia masuk surga

Sementara ia menciptakan neraka di setiap harinya

Surga mana yang kau tempati

Surga siapa yang kau tempati

Surga apa yang kau ciptakan

Sedang setiap hari oramg tuamu kau sakiti

Orang lenah kau biarkan

Engkau juga membiarkan kebohongan dan kebodohan merajalela

Naik ke atas mimbar sambil mengecam kebenaran

Dan kau membantu setan berbuat kejahatan

Munginkah seseorang berharap surga

Dengan bermodal dua kalimat syahadat

Sementara setiap hari ia berbuat kejahatan

Lalu kau katakan, kau hanya akan disiksa di neraka sebentar saja

Kau akan dibakar di neraka sementara saja

Entah berapa ribu tahun lamanya

Yang akhirnya akan ke surga juga

Dengan modal dua kalimat syahadat

Kau meremehkan kejahatan yang kau perbuat

Kau halangi kebenaran saat tak berfaedah bagimu

Kau tutup telinga hingga kebenaran tak mencapai jiwamu

Kau tutup pula matamu sehingga kau tak bisa melihat ilmu dan cahaya

Dosa terbesar adalah meremehkan perbuatan jahat

Hingga kau tak takut akan murka Tuhan dan siksanya

Hari-Hari Ziarah Haji (33)

Izinkan Aku untuk Berbeda Mazhab

Seseorang dikatakan muslim bila dia bersyahadat. Titik.

Seseorang dikatakan muslim bila dia bersyahadat. Titik. Seeorang yang mengakui kewajiban salat namun tidak melaksanakannya tidaklah membuat dia keluar dari Islam. Seorang muslim yang berzina, minum khamr (tanpa mabuk), atau membunuh tidak serta merta keluar dari Islam. Ada fatwa yang mendasari hukum tentang kondisi seseorang keluar dari Islam.

Dalam berhaji juga mazhab berbeda-beda. Sungguhpun demikian ada peristiwa yang saya alami ihwal seorang jemaah haji yang tak dikenal menegur saya. Dia katakan cara berpakaian ihram teman Anda salah. Kondisi haji, orang yang tidak dikenal memperbaiki syariat orang lain. Di satu sisi, ada yang menganggapnya sebagai kasih sayang, persahabatan, persaudaraan; namun di sisi lain, potensi konflik mazhab bisa terjadi.

Mazhab (sekte, aliran, golongan, kelompok) sudah tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Mazhab satu berbeda dengan yang lain. Contoh perbedaan mazhab adalah sebagai berikut. Ada yang niatnya siri, ada yang zahar. Ada yang basmalah siri, ada yang zahar. Ada yang sedekap, ada yang tidak. Ada yang qunut, ada yang tidak. Ada yang tarawih 11 rakaat, ada yang 23 rakaat. Ada yang telunjuknya diam, ada yang bergerak-gerak. Ada yang ziarah kubur, ada yang tidak. Ada yang tahlil, ada yang tidak. Ada yang muludan, ada yang tidak. Ada yang tawasulan, ada yang tidak.

Selain fikih (furu, cabang), perbedaan mazhab juga disertai perbedaan pandangan akidah. Banyak ulama ahli kalam berbeda pendapat tentang masalah akidah. Setidaknya menurut sebagian ulama, akidah meliputi ketuhanan dan kenabian. Karena itu seorang menjadi muslim hanya karena dia telah bersyahadat yaitu dia mengakui Tuhan tunggal dan beriman kepada Muhammad (meyakini utusannya).

Contoh perbedaan akidah tentang ketuhanan di antaranya, ada sebagian muslim yang meyakini Tuhan itu berwajah, bertangan, turun dari arasy seperti turun meniti tangga, sifat Tuhan hanya 25, dan sebagainya. Sebagian muslim lain meyakini bahwa istilah wajah, tangan, arasy adalah simbol atau kias pada sesuatu.

Contoh perbedaan akidah tentang kenabian di antaranya, ada sebagian muslim yang meyakini nabi melakukan kesalahan meski maksum, Nabi bermuka masam ketika menghadapi orang buta, Nabi lupa dalam salatnya, nabi minta nasihat sahabat terkait teks azan, nabi salah dalam penyerbukan kurma, Nabi tersihir, Nabi tertarik kepada istri anak angkatnya, Nabi tak tahu hukum lalu menunggu wahyu. Mazhab yang diyakini mayoritas (?) muslim meyakini bahwa nabi maksum dan tak melakukan kekeliruan, pembesar Quraisy bermuka masam ketika orang buta datang, Nabi tak pernah lupa dalam salatnya, Nabi mendapat wahyu terkait teks azan, Nabi paham dalam penyerbukan kurma, Nabi tak pernah tersihir, Nabi tidak tertarik kepada istri anak angkatnya sampai mereka bercerai, Nabi tahu hukum ketika ditanya hukum oleh sahabat, semua ucapan Nabi adalah wahyu, semua perbuatan Nabi adalah wahyu. Wama yantiku anil hawa, in huwa illa wahyu yuha.

Masalah akidah lain di antaranya keyakinan pada rukun Iman dan rukun Islam. Rukun iman dan rukun Islam memang bersumber dari sabda Rasulullah. Namun penyebutan Rukun iman dan rukun Islam sebagai bagian dari akidah adalah rumusan ulama Asyariyah. Ulama Syiah pun merumuskan usuludinnya yang berbeda dengan Asyariyah, Murjiah, dan sebagainya. Jadi rukun Iman dan rukun Islam juga tak jadi akidah mutlak.

Melihat perbedaan itu, sungguh sepele bila ada perbedaan fatwa ihwal boleh tidaknya mencoblos Ahok, fatwa tentang seseorang adalah penista agama, fatwa wahabi (?) tentang larangan membakar bendera HTI/ISIS/tauhid, fatwa larangan mencoblos pendukung Cina (?), larangan mencoblos pelanggar janji (?), fatwa HTI tentang larangan berdemokrasi, fatwa HTI (?) tentang togutnya presiden, fatwa HTI (?) tentang togutnya simbol negara seperti bendera merah putih atau Garuda Pancasila, fatwa HTI tentang larangan menghormat bendera merah putih, atau beragam fatwa aneh lain di tahun demokrasi.

Jangan sampai menjadi keledai yang bisanya menyalahkan mazhab lain, bahkan mengkafirkan mazhab lain. Hanya gara-gara beda pilihan presiden, atau orientadi politik lalu dianggap kafir, musrik, dan sebagainya.

Satu fatwa setara dengan fatwa lainnya. Bila ada fatwa yang melarang berdemokrasi, maka fatwa yang membolehkannya pun setara. Seseorang bebas melilih fatwa berdasarkan mazhabnya. Fatwa tidak bisa lebih tinggi karena dipaksakan kepada pemeluknya, atau karena pemberi fatwanya galak dan melotot demi yang dianggapnya (so called) Islam lurus atau murni. Seorang ulama tak bisa mengklaim dirinya murni 100% karena dia tidak maksum. Buktinya adalah fatwanya berbeda dengan ulama lain. Bila ia mengklaim maksum, barulah ia bisa mengklaim fatwanya murni dan dia bisa menjamin seseorang masuk surga (?), orang yang mengikuti fatwanya berpotensi masuk surga. Orang yang mengikuti Rasulullah 100% pasti masuk surga.

Bila seseorang muslim berbeda dengan muslim lain pada tataran akidah ataupun fikih, maka orang itu tetap muslim. Bekalnya hanya syahadat. Dengan syahadat seseorang diakui sebagai muslim, darah dan kehormatannya wajib dijaga. Apakah syahadat harus disaksikan orang lain? Seseorang yang nonmuslim akan menjadi muslim dengan mengakui dua kalimat syahadat.

Oleh karena itu, izinkan saya berbeda mazhab, berbeda fikih, dan mungkin akidah.

Hari-Hari Ziarah Haji (32)

Bertemu dengan Jemaah Eropa

Seingat saya jarang ada orang Eropa yang berhaji. Mungkin saya kurang bisa mengamati jemaah dari Eropa. Mungkin saya tak bisa membedakannya dengan jemaah dari Iran, Rusia, atau negara-negara balkan. Jemaah dari Eropa didefinisikan dengan jemaah dengan ras kulit putih.

Saya jarang menyengaja salat di samping orang kulit putih. Namun saya sering melihat orang Iran. Orang Iran juga berkulit putih. Namun menurut saya perilaku orang Iran sangat khas. Jemaah Iran mudah dikenal sebagaimana jemaah Indonesia, IPB (India, Pakistan, Bangladesh).

Seingat saya, saya pernah bertemu dengan jemaah yang saya duga berasal dari Eropa. Namun rasanya saya kurang tertarik pada jemaah kulit putih ini. Saya juga pernah bertemu dengan orang Inggris keturunan negro Bangladesh yang sedang studi arsitektur. Orang dari Eropa tidak selamanya kulit putih. Orang negro juga bisa jadi orang Eropa. Persepsi kebanyakan orang Eropa adalah kulit putih.

Setelah saya melihat peta, ternyata ada negara negara kecil di Eropa yang ada penduduk muslimnya. Saya tidak paham bendera-bendera negara-negara kecil itu. Saya pun tidak tahu sejarah bangsa mereka. Bila mereka tidak berbahasa Inggris, saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka.

Menurut saya, sangat penting mengenal negara-negara di dunia. Di sekolah dasar kita belajar mengenal negara-negara di Asia. Kini saya merasakan manfaatnya ketika berhaji. Namun, pelajaran tentang Eropa, Amerika, dan Afrika seingat saya tidak terlalu mendalam dipelajari di sekolah.

Dengan adanya internet, dunia menjadi kecil. Seseorang bisa mengenal bangsa lain melalui internet. Seseorang bisa bercakap-cakap dengan bangsa lain melalui internet. Seseorang pun bisa mengetahui informasi suatu bangsa melalui internet. Video tentang negara, bendera, bahasa, ibu kota negara, perilaku warga, negara miskin, negara kaya, negara bahaya, negara paling aman, negara bersih, negara indah, negara kotor, negara penduduknya sedikit, negara padat ada di internet.

Sangat penting pula belajar bahasa-bahasa di dunia. Selain bahasa Inggris dan Arab, seseorang seharusnya memperhatikan untuk belajar bahasa Spanyol, Prancis, Jepang, Jerman, dan Portugal. Bahasa Portugal juga digunakan di Brasil dan Timor Leste. Jika orang Timor Leste bekas WNI, mereka mungkin bisa berbahasa Indonesia.

Hari-Hari Ziarah Haji (31)

Bertemu dengan Jemaah dari Tunisia dan Libya

Negara Tunisia dan Libya saya yakin merupakan negara di Afrika. Seperti halnya Maroko, kedua negara itu mendapat pengaruh Islam dan mempunyai peradaban yang cukup baik.

Seingat saya orang ini dari Tunisia. Saya ingat demikian karena Tunisia saya kenal dari kurmanya yang bagus dan banyak beredar di pasaran Indonesia. Saya menyapanya, bersalaman, dan menanyakan asal negaranya. Ia berasal dari Tunisia. Saya saat itu tak punya gambaran di mana letak Tunisia di peta dunia. Rupanya Tunisia berada di dekat Maroko (Maghribi).

Orang dari Tunisia ini mengatakan sesuatu tentang Arab Spring yang membuat negaranya sengsara. Arab Spring adalah arus isu demokrasi agar sebagian negara Arab menjadi negara yang menerapkan demokrasi. Namun saya kurang pantas paham pada sebagian masalah ini. Dinamakan spring karena demokrasi seolah bunga yang bersemi atau negara Arab yang mulai bersemi karena demokrasi. Saya juga yakin bahwa demokrasi jauh lebih baik daripada khilafah.

Orang dari Tunisia ini bekerja di bandara. Menurutnya keadaan ekonomi Tunisia bagus sampai terjadi isu Arab Spring.

Kami sedikit banyak berbicara tentang Tunisia namun saya tak pernah menyinggung tentang kurma tunisia dengannya.

Saya juga bertemu dengan orang Libya. Saya benar-nenar yakin dia mengatakan Libya. Saya mengenal Libya dan Moamar Khadafi sejak saya masih di sekolah dasar. Saya pun tahu petanya. Seingat saya ada berita, konon ada masjid yang didirikan Ustadz Arifin Ilham itu mulanya bantuan dari Presiden Moamar Khadafi. Itu sebelu Moamar Khadafi diserang pemberontak dari luar yang mengalahkannya. Moamar Khadafi gugur dan pemerintahan Libya menjadi tidak stabil.

Jemaah dari Libya ini mengatakan Khadafi dengan isyarat jempol. Lalu ia mengatakan pasca-Khadafi dengan isyarat jempol ke bawah. Kami sedikit banyak berbincang tentang negara Libya.

Saya tidak terlalu ingat peristiwa pertemua saya dengan jemaah Tunisia dan Libya. Namun cerita ini selayaknya bisa dikonfirmasi oleh cerita jemaah atau orang lain.