Home » Articles posted by iswara

Author Archives: iswara

Islam Bukan Hanya Fikih dan Memaksakan Fikih

Sebenarnya kajian fikih kelompok-kelompok Islam itu sangat bagus selama tidak mengurusi kelompok lain. Kajian fikih bidah itu sangat bagus selama tidak memancing pertengkaran dengan kelompok lain. Kalau sudah bertengkar, babak belurlah umat ini. Musuh yang sebenarnya justru tertawa dengan pertengkaran internal umat Islam. Mereka bahkan mengompori agar pertengkaran jadi lebih berkobar. Seolah-olah diadu domba seperti ISIS pada perang Suriah. Katanya ISIS itu Islam, namun ISIS diperalat (proxy) Israel untuk membunuhi umat Islam di Suriah.

Bangsa lain sudah mendarat di bulan, mendarat planet lain, membuat baterai, membuat sepeda listrik, ponsel, aplikasi baidu, namun bangsa ini dengan dalih memurnikan akidah Islam menyerang kelompok Islam lain, menganggap kelompok lain merusak Islam. Memang memurnikan akidah itu penting, namun merasa maksum hingga menyerang sesama muslim itulah yang jadi bermasalah.

Kelompok semacam NU itu cenderung mengurusi internal umatnya. NU memberikan fatwa larangan (haram) pada MLM sementara ada komunitas Islam lain yang membolehkannya. Alih-alih memaksakan fatwa ini pada kelompok lain, NU melaksanakan kewajiban (larangan) itu secara pribadi. Mereka tidak pantas mengurusi kelompok lain meski berani berbeda pendapat dengan kelompok yang membolehkan MLM. NU melihat bahwa banyak yang ikut MLM bertahun-tahun sampai jual tanah dan rumah, akhirnya malah keluar MLM tanpa beroleh laba perdagangan. Sebut saja MLM yang ada: MLM keperluan sehari-hari (sabun, odol), MLM pulsa, bahkan MLM madu propolis, atau obat-obatan.

Sebaliknya, beberapa kelompok lain justru mengurusi kelompok lain. Asyura mendapat pelarangan. Orang berkhutbah atau berceramah di mimbar tentang bidah tawasul, khilafiah tahlilan, yasinan, ziarah kubur, qunut, solawatan, marhabanan, 23 rakaat tarawih, zahar niat, zahar zikir, bersyair di corong masjid (marhabanan, ya lal wathan, din as salam, solawat kafi, sabyanan), Muludan (Rabiul Awal), Rajaban, Nisfu Syaban, Asyura (Safar), Rebo Wekasan, Arbain, …. Orang luar membidahkan NU di depan orang NU. Kelompok ini alih-alih mengatur komunitasnya, mereka menjelek-jelekkan atau memaksa kelompok lain seperti dirinya. Akibatnya muslim bertengkar dengan muslim lain karena yang satu menyerang, yang lain membela diri.

Ada orang yang meminta maaf kepada jamaah kelompok lain dan menyalahkan amalannya, “Maaf, ya, nisfu Syaban itu hadisnya dlaif …, maaf ya, Muludan itu bidah …, maaf ya, mengucapkan selamat natal itu bidah …, tahun baruan itu bidah …, valentinan itu haram …, Asyura dan Arbain itu bukan tradisi milik Syiah saja, ahlul bait Nabi saw itu milik semua muslim.” Jangan sampai seseorang menganggap dirinya sebagai guru maksum bagi lawan bicaranya.

Bahkan tradisi membidahkan ini tiap tahun diselenggarakan. Masuk bulan Muharam, tradisi Asyura diharamkan. Masuk bulan Safar tradisi Rebo Wekasan diharamkan. Masuk bulan Syaban, tradisi Nisfu Syaban diharamkan. Masuk Rajab, tradisi Rajaban diharamkan. Masuk bulan Februari, valentin diharamkan. Masuk bulan Desember, ucapan selamat Natal, tahun baruan, niup terompet diharamkan. Tiap tahun bertengkar tentang pertengkaran yang sama dengan tahun lalu. Kalau tidak ketemu orangnya, mereka menyebarkan isyu bidah di medsos. Capek, deh.

Apakah saat ini ada kelompok Islam yang lebih banyak mengurusi diri sendiri, kelompok sendiri? Adakah kelompok Islam yang mengurusi masalah fikih halal/haram, sunnah/bidah?

Bahkan urusan pilihan demokrasi dan pilihan orientasi politik pun difatwakan. Sekelompok orang mengurusi masalah khilafiah ini. Analogi yang kurang tepat adalah mirip ormas melabel sertifikat halal untuk kulkas atau cat tembok.

Sebenarnya Islam lebih daripada mengurusi fikih meskipun memang fikih itu penting. Urusan penting lain adalah akidah dan akhlak. Di samping itu, jelas fatwa fikih (akidah dan akhlak) itu berbeda-beda. Ada istifta atau meminta fatwa lalu keluar fatwanya. Dulu juga Buya Hamka oleh Pak Harto diminta fatwa mengikuti ritual Natalan atau mengucapkan selamat Natal. Buya Hamka mengeluarkan fatwa haram. Apakah Pak Harto senang mengikuti fatwa Buya Hamka? Buya Hamka akhirnya keluar dari jabatan ketua MUI. Meski begitu kemampuan Buya Hamka tidak hilang. Buya Hamka hanya dipinggirkan saja.

Para muqolid (orang yang bertaklid pada fatwa) harus sadar bahwa fatwa itu hanya untuk mengikat dirinya sendiri. Bukan dipaksakan kepada orang lain. Tak usah repot mengurusi orang lain (kelompok lain) atau memaksa orang lain ikut suatu fatwa. Tak bisa memaksa orang sama dengannya. Bahkan Nabi saw pun yang maksum diprotes sahabatnya. Apakah Nabi saw memaksakan kehendaknya atau memaksakan fatwanya? Mungkinkah sahabat lebih pintar daripada Nabi saw dan pemikiran sahabat akan diterima Tuhan dibanding Nabi saw? Tidak juga.

Apakah ada kelompok yang bahkan tidak membahas akidah kecuali sebagai bagian dari fikih? Apakah ada kelompok orang yang tidak bisa membedakan akidah dan fikih? Apakah ada kelompok orang yang menyatakan bahwa ziarah kubur dan tahlilan adalah akidah? Apakah ada yang menyatakan bahwa menangisi wafatnya kerabat, perbedaan qunut, zahar niat, zahar basmalah, menggerakkan telunjuk tasyahud, tahlil, tawasul, mulud, solawat adalah pembahasan akidah? Jangan sampai bingung yang memasukkan fikih ke dalam akidah.

Apakah kelompok tersebut salah mengidentifikasi fikih sebagai akidah? Sesuatu yang sebenarnya fikih digeser (atau tidak sengaja tergeser) ke masalah akidah. Mereka menduga bahwa masalah ziarah adalah masalah akidah. Masalah akidah sebenarnya seperti ideologi. Akidah bermuara pada dua kalimat syahadat. Maka seseorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat adalah seorang muslim. Adapun pandangan tentang sifat 20 Tuhan itu masalah akidah khas Asyariyah Maturudiyah. Keragaman pandangan tentang kemaksuman Rasulullah itu adalah keragaman akidah dalam Islam. Ada kelompok yang menyatakan (naudzubillah) Nabi saw lupa dalam salatnya, diberi masukan teks azan, terlambat salat subuh, bermuka masam, salah dalam penyerbukan, tertarik pada istri anak angkatnya. Jadi pengertian maksum berbeda-beda dalam “akidah” kelompok-kelompok Islam.

Jika dilihat, mazhab akidah dalam Islam pun tidak hanya satu. Ahlusunnah mempunyai sejumlah mazhab akidah seperti Asyariyah, Maturidiyah, Muktazilah, Wahabi, Khawarij, Itsna Asyariyah. Syiah juga punya sejumlah mazhab akidah seperti Itsna Asyariyah, Zaidiah, Ismailiyah.

Memang ada yang memberikan fatwa bahwa jika seorang muslim mengingkari Muhammad saw sebagai nabi, dia keluar dari Islam. Dia melanggar akidah Islam. Tetapi tidak semua dosa besar mengakibatkan seseorang keluar dari Islam. Meninggalkan salat, berzina, mencuri, membunuh meski dosa besar tidak selamanya mengakibatkan pelakunya keluar dari Islam.

Perkara orang ini munafik atau ingkar (kafir) pada masalah akidah, itu adalah masalah lain.

Apakah ada yang murtad namun merahasiakan kemurtadannya kepada muslim lain? Apakah ada yang hendak merongrong Islam dari dalam? Apakah ada yang ingin Islam semau gue? Apakah ada yang merusak Islam? Apakah ada yang mengklaim Islam dari sumber tertentu (jalur sahabat atau ahlul bait Nabi saw) namun kegiatannya bidah dan merusak Islam?

Mungkin ada kelompok yang, alih-alih mengatur jamaahnya untuk mengetatkan fikihnya, mereka juga mengatur jamaah lain dan memaksa jamaah lain seperti fikih dirinya. Contohya masalah tahlil, jumlah rakaat tarawih yang sebenarnya masalah fikih. Tahlilan atau haul diperingati oleh NU. Demikian pula dengan Asyura dan Arbain (40 hari syahadah Imam Husain bin Ali). Seseorang bisa mendengar ceramah Asyura dan Arbain dari berbagai kelompok muslim: Buya Yahya (Albahjah, Cirebon, https://youtu.be/g57u-VDQiT0, https://youtu.be/g57u-VDQiT0), Habib Riziek Shihab (https://youtu.be/_6mvjEZkltA), Gus Baha NU (https://youtu.be/Kel88-MLeyw), Gus Muwafiq NU (https://youtu.be/pfedGlUjOE8), Kyai Said Aqil Siroj NU (https://youtu.be/bW-S9ch8Slk), Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor (https://youtu.be/eAuHN9iILf0), Habib Muhammad bin Alwi (Syiah, https://youtu.be/pFdnNdpDHW0), Habib Musa Kazhim (Syiah, https://youtu.be/a_vWjvEl5OE), Rahmat Baequni (https://youtu.be/MMUW_VGmjJU). Asyura bukan milik Syiah semata. Ahlul bait juga bukan milik Syiah semata. Duka untuk Ahlul Bait Nabi saw tidak hanya dialami Sunni dan Syiah, bahkan semua manusia. Tidak hanya muslimin.

Jangan sampai ada kelompok yang berupaya membubarkan kelompok lain dengan dalih meluruskan akidah. Orang bisa berduka dan tahlilan karena kematian kerabat. Yang menyelenggarakan majlis duka juga tidak terlarang dan tidak mengganggu akidah. Apakah ada kelompok yang bersikeras mengatakan bahwa majlis duka, haul, atau tahlilan merusak akidah? Apakah ada kelompok yang cenderung mengatakan tahlilan, solawatan, muludan, tawasulan, qunut, ziarah sebagai ritual yang merusak akidah? NU mempunyai tradisi yang kuat. Kelompok lain malah menyerang NU sebagai perusak akidah, di luar Islam atau kutub terjauh dari Islam. Padahal khilafiah punya keterbatasan ketika kelompok ini tidak mengklaim maksum atau semaksum Imam Mahdi.

Mungkin kelompok ini keliru dalam memahami perbedaan fikih (yang mereka sebut akidah).

Dikatakan bahwa manusia itu musuh kebodohannya. Dia benci dengan kebodohannya. Dia membenci kebodohannya. Namun jangan sampai karena bloon (atau dungu menurut terminologi Rocky Gerung), ia menyerang atau membungkam kelompok lain agar tumpas lalu dirinya jadi terlihat pandai.

Jika suatu person mengklaim maksum, patutkah ia memaksakan fatwanya kepada kelompok lain? Padahal Nabi saw yang maksum pun tidak memaksakan kepada sahabat-sahabat terdekatnya. Tadi juga ada gambaran riwayat protes sahabat kepada Nabi saw. Berarti protes kepada kelompok yang suka membidahkan juga diperbolehkan.

A Nos Enfants – Anak-Anak Kita – Anggun (Prancis)

Si tu crois que ton or
Jika Anda percaya emas Anda
Fera grandir ton aime
Akan membuat cintamu tumbuh
Si tu crois avoir tout
Jika Anda pikir Anda memiliki segalanya
C’est que tu n’as rien
Apakah Anda tidak memiliki apa-apa

Cette petite main qui
Tangan kecil itu
Serre fort la mienne
Pegang erat-erat
Voit tous les trésors
Lihat semua harta karun
Auxquels on s’enchaîne
Yang mana kita terhubung

Nous n’avons pas grand chose finalement
Kami tidak punya banyak pada akhirnya
On oublie l’essentiel souvent
Kita sering melupakan yang esensial
Tant que je peux marcher respirer aimer
Selama aku bisa berjalan menghirup cinta
Tant qu’il n’arrive rien a nos enfants
Selama tidak terjadi apa-apa pada anak-anak kita

La lalala lalala…

Si tu crois qu’on t’entend
Jika Anda pikir kami bisa mendengarmu
Parce que tu parles fort
Karena Anda berbicara dengan keras
Quand ils auront vingt ans
Saat mereka berumur dua puluh tahun
Ce sera trop tard
Ini akan terlambat

Le regard d’un enfant
Penampilan seorang anak kecil
Fait grandir un homme
Buat pria tumbuh
On emporte que ça
Kami mengambil itu
Le jour ou l’on part
Hari kita pergi

Nous n’avons pas grand chose finalement
Kami tidak punya banyak pada akhirnya
On oublie l’essentiel souvent
Kita sering melupakan yang esensial
Tant que je peux marcher respirer aimer
Selama aku bisa berjalan menghirup cinta
Tant qu’il n’arrive rien a nos enfants
Selama tidak terjadi apa-apa pada anak-anak kita

On court après des choses
Kami mengejar banyak hal
C’est du vent
Ini angin
Enlever le gris du rose
Hapus abu-abu dari merah muda
C’est du temps
Sudah waktunya

Les maux s’effacent à l’eau
Penyakit hilang dengan air
On rien n’a d’importance
Kami tidak peduli
Tant qu’il n’arrive rien
Selama tidak ada yang terjadi
À nos enfants
Untuk anak-anak kita

La lalala lalala…

Si tu crois sue ton or
Jika Anda percaya pada emas Anda
Fera grandir ton aime
Akan membuat cintamu tumbuh
Si tu crois avoir tout
Jika Anda pikir Anda memiliki segalanya
C’est que tu n’as rien
Apakah Anda tidak memiliki apa-apa

Cette petite main qui
Tangan kecil itu
Serre fort la mienne
Pegang erat-erat
Voit tous les trésors
Lihat semua harta karun
Auxquels on s’enchaîne
Yang mana kita terhubung

Nous n’avons pas grand chose finalement
Kami tidak punya banyak pada akhirnya
On oublie l’essentiel souvent
Kita sering melupakan yang esensial
Tant que je peux marcher respirer aimer
Selama aku bisa berjalan menghirup cinta
Tant qu’il n’arrive rien a nos enfants
Selama tidak terjadi apa-apa pada anak-anak kita

On court après des choses
Kami mengejar banyak hal
C’est du vent
Ini angin
Enlever le gris du rose
Hapus abu-abu dari merah muda
C’est du temps
Sudah waktunya

Les maux s’effacent à l’eau
Penyakit hilang dengan air
On rien n’a d’importance
Kami tidak peduli
Tant qu’il n’arrive rien
Selama tidak ada yang terjadi
À nos enfants
Untuk anak-anak kita

La lalala lalala…

Mon Meilleur Amour-Cinta Terbaikku – Anggun C. Sasmi (Prancis)

Voilà l’aube, avec ses couteaux cinglants
Inilah fajar, dengan pisaunya yang menyengat
Une morsure à pleines dents
Gigitan bergigi
Une larme sur le miroir
Air mata di cermin
Aucun son, mais je crie dedans
Tidak ada suara, tapi aku berteriak di dalam

Voilà l’aube, avec ses vagues amères
Di sinilah fajar, dengan ombaknya yang pahit
Une ouverture au creux de l’âme
Sebuah lubang di rongga jiwa
Sur le ciel, l’aigle plane
Di langit, elang membumbung tinggi
Un trouble au corps, un rêve absent
Gangguan dalam tubuh, mimpi yang hilang

J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, un beau jour
Cinta terbaikku, suatu hari yang cerah

J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, pour toujours
Cinta terbaikku, selamanya

J’ai laissé s’enfuir mon plus bel amour
Aku membiarkan cinta terbaikku pergi
Mon plus bel amour, un beau jour
Cintaku yang paling indah, suatu hari yang cerah
J’ai laissé passer mon parfait amour
Aku membiarkan cintaku yang sempurna berlalu
Mon parfait amour, pour toujours
Cintaku yang sempurna, selamanya

Voilà l’aube avec son présage blanc
Inilah fajar dengan pertanda putihnya
Et dans la brume plus de bruit
Dan dalam kabut tidak ada lagi kebisingan
Une mystérieuse femme de nuit
Seorang wanita misterius di malam hari
Un vide et immense pire que le néant
Kekosongan dan kekosongan lebih buruk dari ketiadaan

Voilà l’aube, avec sa coupe glaçante
Di sinilah fajar, dengan cangkir beku
La neige revient lentement
Salju perlahan kembali
Au pied de ma tour, à sa place
Di kaki menara saya, sebagai gantinya
Agenouillée comme un enfant
Berlutut seperti anak kecil

J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, un beau jour
Cinta terbaikku, suatu hari yang cerah
J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, pour toujours
Cinta terbaikku, selamanya

J’ai laissé s’enfuir mon plus bel amour
Aku membiarkan cinta terbaikku pergi
Mon plus bel amour, un beau jour
Cintaku yang paling indah, suatu hari yang cerah
J’ai laissé passer mon parfait amour
Aku membiarkan cintaku yang sempurna berlalu
Mon parfait amour, pour toujours
Cintaku yang sempurna, selamanya

La la la la la, la la la
La la la la, la la la (pour toujours)
La la la la la, la la la
La la la la, la la la
La la la la la, la la la (pour toujours)
La la la la, la la la
La la la la la, la la la (pour toujours)
La la la la, la la la
Mmh, j’ai, j’ai laissé partir
Ah, je, j’ai laissé partir
Ooh, ooh ooh ooh
La la la la la, la la la (pour toujours)
La la la la, la la la (ooh)

J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, un beau jour
Cinta terbaikku, suatu hari yang cerah
J’ai laissé partir mon meilleur amour
Aku melepaskan cinta terbaikku
Mon meilleur amour, pour toujours
Cinta terbaikku, selamanya
J’ai laissé s’enfuir mon plus bel amour
Aku membiarkan cinta terbaikku pergi
Mon plus bel amour, un beau jour
Cintaku yang paling indah, suatu hari yang cerah
J’ai laissé passer mon parfait amour
Aku membiarkan cintaku yang sempurna berlalu
Mon parfait amour, pour toujours
Cintaku yang sempurna, selamanya

Te Amo, Mi Amor – Ajay Ideaz (Spanyol)

Mi corazón para ti, solo para ti
Hatiku untukmu, hanya untukmu
Escúchame, te amo, mi amor
Dengarkan aku, aku mencintaimu, cintaku

Cuando estamos juntos
Ketika kita bersama
Se pasa toda la historia
Seluruh cerita telah berlalu
No cambia, ah-ah-ah
Itu tidak berubah, ah-ah-ah
Siempre te echaré de menos
Aku akan selalu merindukanmu
Tu bonita sonrisa
Senyum cantikmu
Nunca la olvidaré
Saya tidak akan pernah melupakannya

Esto es todo por amor
Ini semua untuk cinta
Lo probaré todo
Saya akan mencoba segalanya
Te amo, te amo, te amo
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu

Mi corazón para ti, solo para ti
Hatiku untukmu, hanya untukmu
Escúchame, cariño, tú eres mi amor
Dengarkan aku, sayang, kamu adalah cintaku
Mi corazón para ti, solo para ti
Hatiku untukmu, hanya untukmu
Escúchame, te amo, mi amor
Dengarkan aku, aku mencintaimu, cintaku

Cuando estamos juntos
Ketika kita bersama
Se pasa toda la historia
Seluruh cerita telah berlalu
No cambia, ah-ah-ah
Itu tidak berubah, ah-ah-ah
Siempre te echaré de menos
Aku akan selalu merindukanmu
Tu bonita sonrisa
Senyum cantikmu
Nunca la olvidaré
Saya tidak akan pernah melupakannya

Esto es todo por amor
Ini semua untuk cinta
Lo probaré todo
Saya akan mencoba segalanya
Te amo, te amo, te amo
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu

Mi corazón para ti, solo para ti
Hatiku untukmu, hanya untukmu
Escúchame, cariño, tú eres mi amor
Dengarkan aku, sayang, kamu adalah cintaku
Mi corazón para ti, solo para ti
Escúchame, te amo, mi amor
Mi corazón para ti, solo para ti
Escúchame, cariño, tú eres mi amor
Mi corazón para ti, solo para ti
Escúchame, te amo, mi amor

Vamos de Fiesta – Ajay Ideaz (Spanyol)

Mueve tus pies 3x
Gerakkan kakimu 3x
vamos de fiesta
Mari Berpesta

Mueve tú cuerpo,
Gerakkan tubuhmu,
mueve tus manos
gerakkan tanganmu
Mueve tus pies
Gerakkan kakimu
vamos de fiesta
Mari Berpesta

mueve tus manos
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Hoy es un dia precioso
Hari ini adalah hari yang indah
Quitate todas las penas
Singkirkan semua kesedihan
Porque solo se vive una vez
Karena kamu hanya hidup sekali
Disfruta y trae todo el amor
Nikmati dan bawa semua cinta

Baila, baila, baila
Menari, menari, menari

Mueve tus pies,
mueve tus pies
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Mueve tú cuerpo,
mueve tus manos
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Sigue a tu corazon
Ven vamos, vamos de fiesta 2x
Ikuti kata hatimu
Ayo berpesta 2x

La musica es lo que te hace feliz
Musik itulah yang membuatmu bahagia
Vamos canta vamos a cantar
Ayo bernyanyi, ayo bernyanyi
Toma fuerte mis manos amigo
Pegang erat tanganku teman
Seguimos el ritmo de la musica
Kami mengikuti ritme musik

Baila, baila, baila
Menari, menari, menari

Mueve tus pies,
mueve tus pies
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Mueve tú cuerpo,
mueve tus manos
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Sigue a tu corazon
Ven vamos, vamos de fiesta 2x

Mueve tus pies,
mueve tus pies
Mueve tus pies
vamos de fiesta

Mueve tú cuerpo,
mueve tus manos
Mueve tus pies
vamos de fiesta
Ven vamos, vamos de fiesta