Wawasan: Kolaborasi dengan Dosen Luar Negeri

Menurut saya, dosen perguruan tinggi yang hendak menerbitksn artikel ilmiah di jurnal terindeks harus berkolaborasi dengan dosen perguruan tinggi di luar negeri: Australia, Malaysia, India, Korea, Jepang, Iran, Finlandia. Saling bertukar dosen tamu, kerja sama seminar/ forum ilmiah, kerja sama pemelitian, hingga penerbitan artikel ilmiah. Dikti punya rambu-rambu jurnal yang terindeks dan bukan jurnal predator. Dikti juga punya rambu-rambu perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.

Saya yakin guru besar UPI bisa membawa juniornya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Mungkin RKAT prodi juga harus diarahkan ke sana.

Notabene, dosen harus menguasai bahasa asing.

Apakah Bahagia Itu?

Kebahagiaan justru diperoleh dari mengekang dan menekan keinginan.
Kebahagiaan tak bisa dicapai dengan mengumbar keinginan, syahwat, materi, dunia
Orang bersusah payah belajar dan tidak berleha-leha dengan tujuan mencapai bahagia.
Orang lebih bahagia bekerja dan mengeluarkan keringat daripada diam dan hanya berbaring di atas dipan.
Orang berolah raga kelihatannya cape dan lelah namun lebih sehat daripada orang yang tidak pernah berolah raga.

Sajak Kebenaran dan Logika

Apakah kebenaran dan logika mempunyai agama hingga derma muslim berbeda dengan derma yahudi atau konghucu?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai bangsa hingga pembunuhan Palestina oleh AS dan Israel bisa diterima?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai suku hingga perbuatan bail suku Arab berbeda dengan suku Yahudi?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai jenis kelamin sehingga kebenaran Maryam dan Fatimah berbeda dengan Muhammad

Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan disampaikan
Kebenaran mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus takiah kepada orang bodoh
Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus disampaikan atau takiah kepada musuh
Kebenaran memang mempunyai nama sehingga suatu saat ia bernama Maryam, Muhammad, Ali, atau Fatimah

Istilah Berani dan Konyol

Istilah berani dioposisikan dengan konyol ini ditemukan berdasarkan pengalaman. Pada sisi lain berani dioposisikan dengan pengecut. Berani didefinisikan sebagai kemampuan mental untuk melakukan kebenaran, kebaikan, keluhuran, derma, kebaktian. Sebaliknya konyol dudefinisikan sebagai keberanian seseorang untyk melakukan kejahatan, keburukan, kejelekan, maksiat, kemungkaran.

Pada saat ini banyak orang yang konyol. Seseorang yang ingin cepat kaya lalu berjualan narkoba atau bisnis pelacuran merupakan contoh perilaku konyol. Seorang artis yang penat atau stres bekerja hendak menyegarkan pikirannya dengan napza. Seoran pejabat atau wakil rakyat hendak bagi-bagi uang rakyat keoada sesama temannya dengan cara korupsi. Semua itu bukanlah tindakam berani melainkan tindakan konyol. Memgapa? Karena merwka bukan tidak tahu resikonya di dunia dan akherat. Mereka tahu bahwa resikonya di dunia sangat berat: nama baik dan popularitas hancur, jadi bahan istilah baru (misal jonru, setnov, fredrik, gusdur, snowden), diperas oleh oknum pengadilan, kena hukum dera atau cambuk, kerja paksa di penjara.

Mereka mungkin tak pernah mendengar siksa akherat. Begitu mengerikannya siksa akhirat seperti dibakar, dipanggang, dihinakan, potong tangan, potong lidah, disetrika, dan sebagainya. Mungkin mereka meyakini siksa akhirat sebagai dongeng. Mungkin mereka tertipu oleh dunia sehingga berani melanggar perintah Tuhan.

Anehnya mereka melakukan kejahatan itu lantaran percaya pada syafaat Tuhan dalam agama-Nya.

Ketika mereka berbuat jahat, segera mereka salat, itikaf, berdoa, munajat dengan keyakinan dosanya pada masyarakat terhapus dengan amalan demikian. Mungkin mereka berpikir kejahatan seperti mencuri atau menyakiti hati orang lain bisa dihapus dengan menangis dan menyesali tindakan pencuriannya.

CERITA Menteri Abdul Ghafur dan Presiden Gusking

Cerita ini menyampaikan bahwa orang pandai biasanya tak mau mengalah. Dia terus melawan untuk mengubah pandangan dunia agar membuat burung bernyanyi bahwa ia pandai.

Menteri Abdul Ghofur ditugasi Presiden Gusking untuk menuntaskan kartu negara pintar. Kartu ini diharapkan dapat digunakan untuk sekolah gratis, bahkan untuk membeli keperluan sekolah, bahkan membeli lauk pauk bersubsidi, dan berobat gratis.

Rupanya Menteri Abdul Ghofur tidak memperhatikan tugasnya itu. Oleh karena itu ia dicopot atau di-reshuffle dari jabatannya.

Padahal, Menteri Abdul Ghafur adalah tim sukses Presiden Gusking. Marahlah Abdul Ghafur kepada Presiden Gusking. Keinginan Abdul Ghafur adalah bisa dipercaya meski tak bisa kerja.

Namun karena Abdul Ghafur pandai, ia akan mengubah pandangan dunia yang mengatakannya bodoh. Memang manusia bisa berubah, jadi pandangan manusia lain pun bisa berubah terhadapnya. Seseorang mulanya bodoh. Orang-orang mengetahuinya sebagai orang bodoh. Namun, karena ia belajar, ia jadi pandai. Ia pun memperlihatkan kepandaiannya kepada orang lain. Akhirnya, pandangan orang lain pun berubah terhadapnya.

Namun, semestinya perubahan pandangan orang lain tidak dilakukan secara kasar melainkan harus simpatik.

Menteri Abdul Ghafur kini menjadi mantan menteri Abdul Ghafur. Ia ingin terlihat orang lain bahwa ia pandai. Ia pun menyuruh orang lain supaya berteriak-teriak menyerukan prestasinya.

Orang lain sebenarnya seharusnya menutupi kesalahan Pak Mantan. Orang mesti melihat prestasi orang lain dan menghargainya. Namun, belajar acap kali tidak instan. Seseorang awam yang ingin belajar menjadi tukang kayu tidak bisa serta merta menjadi tukang kayu sesaat setelah membaca buku. Seseorang pun tidak serta merta menjadi dokter atau guru sesaat setelah ia membaca buku. Mungkin ia memerlukan waktu yang relatif lama. Kemampuannya pun harus diakui orang lain melalui serangkaian ujian atau ujian sidang.

Pak Mantan Menteri menggalang kerja sama dengan ormas radikal dan ustad kondang untuk memuja-mujinya.

Dan waktu terus berputar dalam penglihatan manusia. Sementara Tuhan bersemayam dalam keagungannya tanpa butuh persembahan makhluk-Nya.

Kapok atau Tambah Maceuh

Orang berbuat jahat ketahuan cctv, lalu masyarakat tahu lewat medsos. Ada orang yang kapok, namun ada yang tambah parah dan salah.

Orang jahat yang tertangkap bisa saja kapok. Sebaliknya orang jahat tersebut bisa jaja malah tambah jahat.

Hal ini mungkin disebabkan keimanan yang tidak stabil. Kadang-kadang iman seseorsng itu kuat. Namun mungkin saja sewaktu-waktu ia lemah atau lama-kelamaan aus imannya. Para nabi stabil imannya. Orang-orang saleh mungkin meningkat imannya.