Balada 10 Negara Termiskin di Dunia

Negara miskin diukur dari pendapatan per kapita negeri itu. Itu artinya pemasukan pemerintah dibagi jumlah penduduk (?). Bila pemerintah punya pemasukan dari industri pariwisata, penjualan minyak, pajak impor, industri motor listrik, pengolahan makanan, pertanian, peternakan, perikanan, … maka pemasukan itu menjadi kekayaan negara. Suatu negara juga makmur bila perputaran uang di negara itu besar dan banyak warga yang terlibat dalam perputaran uang itu. Hal ini bisa terjadi bila masyarakat senang piknik dan selfi di tempat pikniknya. Piknik tidak usah jauh. Bahkan wisata kuliner bakso sekalipun sudah bisa dianggap piknik. Jangan lupa selfi untuk promosi kuliner uang dikunjungi disertai tagar macam #wonderfulindonesia #Pesonasumedang dan sebagainya

Bila hanya orang kaya saja yang mampu membeli, maka kesejahteraan dianggap kurang merata. Jika internet juga hanya masih dinikmati sebagian warga, maka kemakmuran belum merata.

Para nabi dan dzil kurba selalu memerintahkan agar menolong orang yang lemah, menghormati mereka, dan mencukupi hak mereka.

Saya menonton video di youtube tentang sepuluh negara termiskin. Apakah itu berarti kurs dolar sangat tinggi dan nilai mata uangnya tidak berharga?

Ketika harga rupiah lemah, Indonesia melalui Presiden Jokowi menggenjot ekspor. AS yang memberlakukan sanksi terhadap barang ekspor dari Cina dan Indonesia ke AS serta merta mendapat balasan yang sama. Barang AS juga tak boleh masuk ke negeri ini. Akhirnya Trump melunakkan kebijakannya. Lalu karena harga dolar tinggi, ekspor memberi keuntungan besar bagi eksportirnya. Bila seseorang mengekspor udang galah per kilo di Indonesia 100 ribu, maka bila diekspor harganya bisa berkali lipat. Orang tentu gembira meski rela puasa makan udang galah di Indonesia sekali dalam seminggu.

Oleh karena itu bandar valas tak mungkin selalu membiarkan nilai rupiah rendah. Itu akan menyebabkan banyak orang (eksportir) beruntung, lalu banyak belanja di dalam negeri, banyak sektor usaha terbuka.

Aneh juga bila dikaitkan dengan teori uang kartal berasal dari surat jaminan atas simpanan emas. Berarti harga rupiah tak mungkin dikontrol dolar. Rupiah bahkan bisa mengontrol dolar. Bayangkan, cadangan emas kita melimpah. Tak perlu lagi menggunakan jasa perusahaan freeport untuk menambang emas. Keuntungan pengolahan emas itu bisa sebanyak mungkin diperoleh anak negeri. Sekarang bahkan nilai kerja dibayar dengan uang digital seperti ovo, gojek, bitcoin. Pemerintah juga sudah memberlakukan bayar tol secata digital.

Salah satu tolok ukur GDP per kapita adalah stabilitas politik. Tak heran, agen asing selalu memprovokasi dan menebar berita hoaks. Tujuannya agar Indonesia dianggap tidak stabil. Lalu untuk meredam kegaduhan itu, dana masyarakat terpaksa digunakan. Dengan kata lain, dana yang mulanya digunakan untuk membangun sekolah, pabrik, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, mengatur sembako malah digunakan untuk menghadang demo, mengerahkan polisi, menginvestigasi kriminal daring (cybercrime), dan sebagainya.

Kemiskinan juga dihitung dari banyaknya kematian dan kurangnya espektasi hidup. Sakit yang tak tertolong, wabah yang tak teratasi merupakan indikator negara miskin. Untuk hal seperti itu saja dana negara miskin mungkin tak berani digelontorkan. Sebagai catatan, mungkin saja ada oknum jahat yang melakukan perang biologi yaitu menebar virus, menebar racun, melegalkan alkohol, dan memasok narkoba, candu melalui rokok elektrik.

Negara Indonesia yang kaya seolah tak memerlukan negara lain. Singapura bahkan membutuhkan impor air dari luar negeri. Bahkan barang dagangan pun Singapura impor dari luar negeri. Indonesia tak perlu mengimpor minyak, logam, produk pertanian, peternakan, perikanan. Indonesia punya kekayaan sumber daya.

Bahkan jika youtube dan facebook diblokir atau enggan menyimpan server di Indonesia, mereka sendiri yang rugi. Kita bisa beralih ke Linux, Hongmeng, Baidu dan sejenisnya.

Alih-alih artikel, bikin juga puisi dengan judul balada 10 negara termiskin di dunia

Membuat Program Android dengan App Inventor

Program Android dapat dibuat dengan App Inventor. Pengguna pemula App Inventor harus mempelajari dulu program App Inventor ini misalnya di saluran Youtube atau di tempat lainnya.
Pemrograman Android dengan App Inventor ternyata tidak perlu menginstal App Inventor di komputernya. Ia cukup menginstal App Inventor di Androidnya lalu ia bisa menjalankan program yang dibuatnya langsung di telpon selular Androidnya. Untuk menginstal App Inventor di Android, ia bisa melakukannya melalui Google Play Store, cari App Inventor. Pada contoh ini diinstal App Inventor 2 Companion agar bisa terhubung dengan komputer.

Selanjutnya diperlukan koneksi wifi. Sebenarnya ada beberapa cara lain selain koneksi wifi yaitu kabel atau tidak menggunakan telpon selular Android. Sementara ini ternyata bermasalah bila telpon Android dinyalakan wifi-nya. Komputer yang membuka web ai2.appinventor.mit.edu tidak bisa terkoneksi dengan Android. Namun bila menggunakan wifi lain, komputer bisa terkoneksi dengan Android.
Tinggal klik menu connect di broser lalu klik AI Companion. Android bisa menghubunginya melalui QR code atau 6 digit.
Setelah broser terkoneksi dengan Android, program Android bisa dibuat. Bila telah selesai, program dapat langsung dijalankan di Android tersebut.

Di web AI pun terdapat banyak sekali program yang dibuat oleh penggunanya. Kita bisa mempelajari program-program itu dan memodifikasinya.

Multimedia pada Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar

Multimedia pun dapat dibuat untuk jenjang sekolah dasar, sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Multimedia dapat dibuat untuk bermacam-macam pelajaran. Pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, pengajar dapat membuat multimedia untuk pembelajaran bercerita (sastra), pembelajaran puisi, pembelajaran membaca, pembelajaran membaca permulaan. Multimedia yang dibuat itu dapat berupa animasi baik dengan gambar, suara, film selain teks.

Pada pembuatan multimedia untuk pelajaran cerita, pengajar dapat memasukkan cerita dengan gambar (imej) tokoh yang berperan dalam cerita. Pengajar pun dapat membuat animasinya. Cerita yang dipilih pengajar dapat dijadikan bahan pelajaran membaca, mendengarkan atau berbicara (misalnya menanggapi). Dengan begitu pelajaran dapat menjadi pelajaran tematik.

Pembelajaran tematik sangat menarik bagi pengajar karena dengan bahan yang sama, dengan sedikit perubahan atau modifikasi, pengajar dapat mengaitkannya dengan kompetensi lain, atau dengan mata pelajaran lain (misalnya Matematika, IPA, atau IPS).

Pada pembelajaran puisi, pengajar dapat dengan cepat menampilkan puisi dengan proyektor LCD. Pengajar pun dapat pula menayangkan video pembacaan puisi. Penayangan video ini semestinya memperhatikan penambahan audio, misalnya dengan speaker atau radio-tape recorder agar suara lebih nyaring.

Pada pembelajaran membaca, pengajar dapat dengan cepat menampilkan wacana untuk dibaca pembelajar. Pada pembelajaran membaca cepat, wacana dapat ditayangkan dalam waktu yang singkat agar pembelajar berlatih membaca cepat. Penggunaan proyektor akan memudahkan pelajaran membaca karena acap kali suatu sekolah kesukaran untuk memiliki wacana yang sama cukup banyak untuk dibaca satu kelas. Pembelajar dapat melanjutkan pada penghitungan kemampuan membaca (kecepatan efektif membaca).

Pada pembelajaran membaca permulaan, pengajar dapat menampilkan huruf-huruf, menampilkan suku kata, menampilkan kata-kata pendek, menampilkan kalimat-kalimat pendek untuk dibaca bersama. Pengajar dapat mengeja atau membaca suku kata dan meminta siswa membeo (mengulang) bacaan.

Pembelajaran membaca permulaan biasanya terintegrasi dengan pelajaran menulis permulaan. Dengan begitu, pengajar dapat memberi contoh dengan menulis di papan tulis. Pengajar dapat menulis huruf-huruf, menampilkan suku kata, menampilkan kata-kata pendek, menampilkan kalimat-kalimat pendek untuk dibaca dan ditulis bersama. Dengan begini, tidak selamanya media atau multimedia digunakan. Pengajar harus menggunakan papan tulis dan menulis di atas papan tulis agar bisa dicontoh oleh siswa.

 

Penggunaan Multimedia di Sekolah Dasar

Penggunaan multimedia di sekolah dasar merupakan potensi yang menarik. Bukan tidak mungkin pembelajaran di sekolah dasar menggunakan multimedia. Pengajar dapat menayangkan multimedia dengan proyektor LCD. Sekalipun pada saat ini belum banyak sekolah yang menggunakan proyektor LCD, namun potensi penggunaannya di masa depan sangatlah besar.

Bukan tidak mungkin sekolah dasar mengembangkan multimedia. Hal itu terutama guru-guru sekolah dasar sangat berkepentingan untuk mengembangkan multimedia di sekolah dasar. Pada masalah ini, guru-guru sekolah dasar harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan multimedia. Tentu saja penggunaan multimedia diasumsikan lebih efisien dan lebih efektif bagi pembelajaran. Dengan kata lain, multimedia diasumsikan lebih hemat, lebih mudah (efisien) di dalam pembelajaran, multimedia pun memberikan manfaat (efektif) yang lebih besar di dalam pembelajaran.

Kemampuan guru-guru untuk mengembangkan multimedia sangatlah penting. Pembuatan multimedia dapat dibuat dengan program presentasi. Institusi pendidikan tenaga kependidikan semestinya mengembangkan alumnusnya untuk membuat media dan multimedia.

Penggunaan multimedia ini akan menjadi alternatif dari media alami lain. Penggunaan multimedia dapat digunakan bila media alami sulit didapatkan dengan begitu, guru dapat menampilkan gambar atau filmnya. Apabila seorang guru dapat menampilkan berbagai jenis alat transportasi (motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, perahu, kapal laut), hal itu akan cukup inspiratif bagi pembelajar. Apabila pengajar dapat memberikan contoh bunyi bahasa, pengucapan (artikulasi) bahasa, pengajar dapat melengkapinya dengan gambar-gambar.

Biasanya proyektor disandingkan dengan sistem audio. Sistem audio yang ditambahkan bisa saja radio-tape recorder. Hal ini disebabkan komputer yang biasanya disandingkan dengan penggunaan proyektor hanya bisa mengeluarkan suara yang kecil. Dengan mengunakan radio-tape recorder suara yang keluar dari komputer (multimedia) akan cukup nyaring dan bisa diapresiasi oleh pembelajar dengan baik.

Dengan begitu, multimedia yang digunakan di antaranya adalah komputer laptop (portabel), proyektor LCD, dan radio-tape recorder. Laptop dapat menyimpan berkas-berkas (file) multimedia. Proyektor digunakan untuk menampilkan multimedia. Radio-tape recorder digunakan untuk mempernyaring bunyi dari komputer agar suara multimedia itu dapat didengar dan diapresiasi oleh para pembelajar di dalam kelas.

Multimedia dengan proyektor LCD tidak selamanya bisa menggantikan papan tulis dan media alami. Namun multimedia ini semestinya melengkapi papan tulis. Pada pembelajaran menulis permulaan, guru semestinya memberikan contoh menulis di papan tulis. Pada pembelajaran mengarang pun, guru dapat mengorganisasikan siswa untuk menulis kalimat di papan tulis dengan tema yang ditentukan. Namun multimedia sangat efektif untuk menampilkan puisi atau wacana. Dengan begitu, pengajar tidak usah menulis puisi di papan tulis atau membagikan wacana. Menulis puisi di papan tulis akan menghabiskan waktu, menguras tenaga. Multimedia seperti ini dapat digunakan dan disempurnakan di masa depan.

Contoh multimedia yang dibuat misalnya pembelajaran bercerita (sastra), pembelajaran puisi, pembelajaran membaca, pembelajaran membaca permulaan.

Filosofi Multimedia di Indonesia

Salah satu filosofi pembelajaran yang menarik berkaitan dengan pengembangan multimedia adalah filosofi pembelajaran di Asia, terutama di Indonesia. Pembelajaran di Asia sangat menarik karena potensinya yang sangat besar. Potensi pembelajaran di Indonesia sangat besar. Lebih lanjut, potensi pengembangan multimedia di Indonesia pun sangatlah besar.

Di Indonesia, guru sangat dihormati sehingga perintah guru sama seperti perintah orang tua. Seorang murid harus taat kepada perintah guru sebagaimana mereka harus taat kepada perintah orang tua. Perintah guru atau orang tua harus ditaati selama perintah itu tidak bertentangan dengan perintah Allah swt. Hanya saja ada kemungkinan perintah guru atau orang tua itu salah. Karena itu, seorang anak atau murid bisa saja tidak melakukan perintah orang tuanya atau gurunya bila perintah itu jelas-jelas perintah yang salah.

Seandainya seorang guru di Indonesia menugasi muridnya untuk membuat multimedia, maka murid mau tidak mau harus melaksanakannya. Tentu saja perintah-perintah seperti ini semestinya dipahaimi murid sebagian dari pembelajaran. Guru memerintahkan sesuatu yang akan bermanfaat bagi perkembangan muridnya. Oleh karena itu bila guru meminta siswa membuat multimedia maka murid mau tak mau harus melaksanakannya. Bisa saja perintah ini diberikan sebagai bagian dari pekerjaan rumah atau tugas kelompok.

Seandainya sebuah kelas terdiri atas 20 siswa, maka kelas itu dalam satu periode bisa menghasilkan 20 multimedia yang dikembangkan oleh siswa. Karena kelas di Indonesia pada umumnya merupakan kelas gemuk, maka biasanya terdapat 40 siswa dalam satu kelas. Oleh karena itu kemungkinan multimedia\yang dihasilkan dalam satu periode adalah 40 buah multimedia.

Membuat multimedia tidaklah terlalu sulit karena tidak mesti merupakan penemuan yang brilian. Siswa cukup mengembangkan kemampuan kreatif mereka untuk membuat multimedia berdasarkan pengalaman yang mereka miliki. Kreatifitas diperas untuk menghasilkan tampilan yang menarik. Kreatifitas juga diperas untuk mengolah data sesuai struktur yang runtun.

Bisa saja multimedia yang dihasilkan murid masih kasar, kurang menarik, kurang ada gambar atau kurang animasi atau materinya masih dangkal. Namun murid tahun berikutnya dapat mengembangkan materinya menjadi lebih meluas atau mendalam. Murid pun dapat mengolah tampilannya menjadi lebih menarik. Murid pun dapat mengubah urutan organisasi pembelajaran menjadi lebih baik lagi.

Tentu saja dasar lain dari pendidikan yang mengembangkan multimedia adalah pendidikan yang terbuka atau open source. Hal itu berarti program multimedia yang mereka kembangkan dapat dikembangkan oleh orang lain sekehendak pengembang. Mungkin saja suatu saat, akan pengembangan multimedia ini akan mengembangkan suatu pohon pengetahuan yang kokoh dan saling menguatkan. Mungkin saja ada multimedia yang brilian sehingga dianggap sebagai puncak dari suatu pengetahuan. Hal itu berarti isi multimedia ini akan lebih dipercaya dibanding dengan multimedia lain yang membahas hal yang sama.

Pada saat ini ada banyak penulis buku, tetapi dari sekian banyak penulis buku, para pakar akan cenderung untuk mengambil sebagian saja yang dianggap paling baik isinya, paling lengkap, paling terpercaya. Oleh karena itu, pakar akan cenderung untuk menggunakan atau merekomendasikan sebagian buku dan mengabaikan sebagian yang lain. Pembelajaran bahasa mempunyai buku babon yang disarankan untuk dibaca. Pembelajaran kedokteran pun mempunyai buku babon yang disarankan untuk dibaca. Walaupun bukan tanpa kekurangan, buku-buku babon itu layak dipertimbangkan untuk dibaca dan didiskusikan.

Hal ini juga mungkin akan terjadi di dalam multimedia. Multimedia mungkin akan membangun pohon pengetahuannya sendiri sehingga multimedia yang ketinggalan zaman, kurang baik susunannya, kurang lengkap, atau bahkan keliru, atau bahkan banyak kebohonannya akan ditinggalkan orang.

Filosofi ketaatan ini sesungguhnya ada sejak zaman dahulu kala. Filosofi ketaatan ini pun tidak hanya ada dalam agama Islam melainkan juga ada dalam agama Hindu, Buda dan mungkin Kristen. Di dalam mitologi Hindu, Arjuna adalah murid dari Bagawan Dorna. Pada kondisi seperti ini, bila Bagawan Dorna memerintahkan Arjuna untuk melakukan sesuatu, maka tak ada yang pantas dilakukan Arjuna selain mentaati peritah gurunya itu. Hal itu juga sangat berkaitan dengan kaidah yaitu bahwa ketaatan itu dibatasi dengan kesesuaian perintah itu dengan perintah Allah swt.

Di dalam agama Islam, ketaatan kepada Allah swt diejawantahkan melalui ketaatan kepada para nabinya. Dengan kata lain, ketaatan kepada para nabi adalah ketaatan mutlak. Seandainya seorang nabi mengatakan halal, maka masyarakat harus mentaatinya sebagai halal. Demikian pula dengan hal lainnya, seandainya seorang nabi menyatakan perang, damai, atau memberikan perintah khusus, maka perintah itu wajib dilakukan. Taat kepada nabi adalah taat kepada Allah swt.

Contoh lain dalam mitologi Hindu adalah Gatotkaca dengan Sri Krisna. Dalam Baratayuda; ketika Arjuna menghadapi Karna; Sri Krisna justru mengangkat Gatotkaca sebagai panglima perang istimewa. Gatotkaca harus maju paling depan di medan perang. Pada peristiwa ini, Gatotkaca harus pula menghadapi Karna. Padahal, Gatotkaca diberi pesan oleh ibunya agar dia menjauhi Karna dalam peperangan. Hal itu karena hanya senjata Konta yang dapat memutus ari-arinya. Senjata Konta itu telah ada di tangan Karna.

Ketika pasukan Korawa porak-poranda oleh serangan Gatotkaca, Karna mempunyai pilihan untuk menggunakan Konta kepada Gatotkaca dan bukan kepada Arjuna. Karna sebenarnya lebih suka menggunakan senjata Konta untuk menghadapi Arjuna. Karna memang menyiapkan senjata Konta untuk menghadapi Arjuna. Tetapi melihat pasukan Korawa porak-poranda, Duryudana memerintahkan Karna untuk menggunakan senjata Konta untuk membunuh Gatotkaca. Karna pun menaati perintah sahabatnya ini.

Pada permasalahan di atas, ada dua ketaatan yang dapat diambil yaitu ketaatan Gatotkaca untuk menjadi panglima perang istimewa atas peritah Sri Krisna dan ketaatan Karna kepada Duryudana untuk menggunakan Konta dalam melawan Gatotkaca. Dalam mitologi Hindu, Sri Krisna pun ditaati secara mutlak oleh para pengikutnya seperti Pandawa dan Gatotkaca. Hal itu di antaranya disebabkan oleh semua bukti kebenaran ucapannya. Segala yang diucapkannya adalah benar dan pasti terjadi.

Dengan bekal filosofi ini, pendidikan di Indonesia dapat dimajukan dengan meledaknya jumlah multimedia di dunia maya (internet). Multimedia yang dikembangkan dapat hanya berupa program presentasi (dari program Libre Office, Open Office atau Microsoft Office). Dengan begitu, program ini dapat dikembangkan oleh pembelajar di masa mendatang.