Home » Pendidikan

Category Archives: Pendidikan

20201008-Surat Tugas Khatib

Ini adalah surat tugas khatib per September 2020

Apa Itu Pintar, Pandai, Cerdas, Cerdik

Sebagian pakar mendefinisikan pintar, pandai, cerdas, cerdik sebagai sinonim. Tentu ada perbedaan khususnya namun prinsipnya sama.

Pintar, pandai, cerdas, cerdik itu didefinisikan sebagai memahami tanda.

Kepintaran, kepandaian, kecerdasan, kecerdikan itu mengandalkan pengetahuan (ilmu) dan logika. Jika dia melihat mendung maka ia memahami mendung itu sebagai tanda dari hujan. Penguasaan banyak bidang didasarkan pada banyaknya ilmu. Jika ia punya ilmu tentang angka, is berpotensi memecahkan masalah tentang angka.

Kebenaran bisa direnungkan. Hal ysng mudah tak perlu diperhitungkan lagi.

Orang-orang pandai itu akan disiplin dan teratur namun juga berpotensi kreatif. Orang pandai juga bisa berpikir panjang atau pendek.

Ini Covid, Coffeed, Kopit, atau Hoaks?

Ada cerita teman yang terkena stroke ringan dia diduga oleh dokter terkena covid. Karena itu dia diisolasi selama 4 hari. Ternyata pada hari pertama dia negatif, hari kedua dia negatif, hari ketiga dia negatif. Akhirnya di hari ke-4 ketika dia dinyatakan negatif, dia disuruh pulang. Untuk biaya dugaan covid itu ia harus membayar kurang lebih 24 juta sebagai biaya perawatan. Rumah sakit mengatakan bahwa dia boleh gratis asal mau menandatangani pernyataan bahwa dia mendapatkan perawatan covid. Dokter dengan kehati-hatiannya seperti begitu mudahnya seolah-olah pasien diduga coffid. Diberi tes rapid, diberi tes swab, diberi tes ini dan itu. Tentu saja pasien tidak berdaya, tidak bisa berargumen, dan pasrah dengan analisis dokter. Meski pasien tahu bahwa analisis dokter bisa salah, pasien tak bisa beradu argumen dengan dokter. Pasien berharap bahwa dokter tidak bermain-main dengan kesehatannya hanya demi mengejar setoran penanganan coffid. Pasien tidak berharap jadi kelinci percobaan dan rumah sakit mengumpulkan hipotesis dari dia dengam tindakan yang tidak diketahui pasien. Hanya dokter, menteri dan institusi kedokteran yang bisa berbicara tentang masalah ini, misalnya Ibu Siti Fadilah Supari atau Bapak Terawan. Saya tidak.

Ada lagi kasus lain orang tua yang berpindah dari suatu kota metropolotan ternyata ketika dia sakit dan masuk rumah sakit, dia serta merta divonis juga coffeed lalu meninggal dan mendapat penanganan covit. Tentu saja kasus coffeed akan meledak lalu karena ada kasus meninggal dan sebelumnya diduga kovit. Akhirnya keluarganya diisolasi. Insitusi tempat kerja keluarganya juga diisolasi, ditutup, dan disemprot disinfektan dan mendapat bagian dari proyek pemerintah terkait covid. Pemerintah Indonesia menggelontorkan dana begitu banyak untuk penanganan covid. Oleh jajaran pemerintah bawahannya anggaran itu jangan sampai dihambur-hamburkan, dibagikan di antara orang-orang, dipekerjakan, dibelanjakan, bahkan untuk kasus dugaan semata, dengan dalih kehati-hatian.

Mungkin ini mirip dengan kasus Israel yang atas dasar dugaan dan narasumber yang tidak jelas dia bisa menyerang orang-orang Palestina. Berdasarkan narasumber yang tidak jelas atau tidak mau disebutkan namanya dia juga memberikan dugaan-dugaan itu memberikan simpulan-simpulan, memberikan berita-berita dugaan.

Bahkan kasus seperti itu juga terjadi ketika Tempo mengangkat suatu berita yang diulas oleh Doktor Ade Armando, dosen Universitas Indonesia, di saluran youtube Cokro TV-nya. Ade Armando mempertanyakan kredibilitas Tempo ketika mengangkat berita berdasarkan dugaan dan narasumber yang tidak jelas atau tidak mau disebutkan namanya. Sumber: https://youtu.be/BDeLfFtOFwo

Sesndainya benar, ini jelas berita yang tidak kredibel terkait dengan coffeed. Karena ada kasus meninggal diduga kopid. Orang-orang jadi panik dan saling mengisolasi diri bahkan berhenti dari pekerjaannya. Sekolah tutup dan kantor pemerintah pelayanan publik tutup menyebabkan konsumennya hilang. Jika orang tahu bahwa tetangganya di rumah sakit ditangani covid, dia sama sekali tidak akan mau untuk berhubungan dengannya. Dia akan menjaga jarak dengan tetangganya, bahkan tidak mau menyapa.

Mungkinkah ini yang menyebabkan angka statistik pasien coffeed dan kasus meninggal karena kopid meningkat tajam di Indonesia. Orang yang tidak sakit coffee kirimkan ke pelayanan kopit atau didiagnosis sebagai pasien coffid.

Memang dunia ini sangat aneh. Ketika negara lain melakukan lockdown, sebagian orang mendorong pemerintah Indonesia untuk lockdown. Padahal lockdown beresiko sangat besar. Pemerintah harus membiayai semua anggota masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan makan dan belanja sehari-hari. Dengan adanya PSBB juga pemerintah memberikan subsidi ke semua sektor yang dibutuhkan. Bahkan masyarakat yang tidak mampu pun diberi bantuan uang secara langsung.

Kini gara-gara Indonesia menolak menjatuhkan sanksi kepada Iran, ada berita bahwa sejunlah negara menolak kunjungan dari Indonesia. Ini jelas cuma menakut-nakuti karena memang penerbangan ke berbagai negara dari banyak negara memang ditutup.

Indonesia menunjukkan ketidaktakutannya dengan membuang penggunaan dolar untuk berbisnis dengan berbagai negara, misalnya Cina, Iran, Rusia, Venezuela, Eropa. Ini akan membuat inflasi pada mata uang AS dan penguatan pada mata uang negeri lain termasuk Indonesia. Indonesia tidak terlalu butuh dolar. Kita bertransaksi dengan rupiah yang harga kursnya hampir sama dengan Iran.

Orang boleh berbeda pendapat atau opini. Orang boleh berbeda orirntasi politik. Orang boleh berbeda mazhab atau berpindah mazhab. Yang tidak boleh adalah hoaks. Tidak boleh hoaks. Termasuk tentang covid.

Tikus dan Korupsi

Benarkah alam, bumi, langit, dan seisinya diberikan Tuhan bagi manusia?

Bukankah alam ini diberikan bagi tikus yang setiap hari mencuri persediaan makanan manusia padahal manusia bekerja keras mengumpulkannya untuk persediaan berhari-hari atau berbulan-bulan. Manusia bekerja di ladang gandum, sawah, menggembala domba dan sapi, beternak ayam dan ikan sebagai tabungan simpanan bahan makanan.

Tikus-tikus itu dengan seenaknya bersembunyi di lubang, lorong, tempat-tempat gelap dan sepi. Lalu saat malam, hewan nocturno itu beroperasi mengambili milik makhluk lain, yaitu milik manusia. Mengapa tikus ini tidak mencari makan tempat lain atau mencari makanan di hutan yang tak berpemilik? Mengapa tikus tidak mempunyai konsep kepemilikan sehingga dia bebas saja mengambil milik manusia?

Padahal manusia ini adalah tuannya. Seluruh alam diminta bersujud kepada Adam, kakek umat manusia. Semua makhluk, binatang, tumbuhan, lumpur, bebatuan, termasuk jin dan malaikat diperintah bersujud kepada manusia. Meski ada sekelompok jin yang bernama iblis tidak mau taat kepada perintah Allah swt, tikus ‘kan bukan jin. Mengapa tikus menyusahkan manusia dengan mencuri milik manusia? Tidak hanya itu mereka juga mengobrak-abrik dapur dan membuat kotor dapur.

Raja-raja adalah representasi dari Nabi Adam dan para utusan Tuhan setelahnya. Makhluk lain harus taat kepada Nabi Adam secara mutlak. Karena itu Nabi Adam harus maksum. Jika tidak, perintah dan larangannya bisa saja salah. Jika tidak maksum, mungkin saja hukum yang dibuatnya salah. Mungkin Imam Mahdi di akhir zaman juga harus maksum. Jika tidak, ia bisa seperti Jokowi, Ahok, Ganjar Pranowo, Doni Ahmad Munir, atau Tri Rismaharani.

Mungkin sebaiknya tikus ditembak saja dengan senapan angin. Mungkin karena itulah ular, elang, dan burung hantu diciptakan, di antaranya untuk memakan tikus. Tetapi ular juga membahayakan manusia. Jika ular masuk ke rumah, dia bisa menggigit dan mrmbahayakan manusia.

Mungkin sebagian manusia tidak berakal seperti tikus. Mereka tidak punya aturan kepemilikan. Mereka juga tidak menghormati penghulu manusia yaitu Adam as. Padahal binatang lain bersujud kepada Adam as. Adam as dan manusia beradab menghormati hak milik. Tentu manusia seperti Adam as juga rela berbagi, memberi, dan berderma jika orang lain kelaparan atau dalam kebutuhan. Tetapi pencurian dan korupsi sama sekali tidak bisa diterima.

Korupsi juga dilakukan. Bahkan korupsi dilakukan tidak untuk kebutuhan makan hari itu saja. Korupsi milyaran akan membuat dia bisa hidup tujuh turunan tanpa harus bekerja lagi. Mereka bisa memguasai berbagai sumber hajat hidup masyarakat dan memperkaya dirinya dan kroninya. Karena itu, hukuman cambuk atau perbudakan bagi para pencuri cukup pantas untuk diterapkan. Hukuman perbudakan seperti itu dilakukan Nabi Yusuf terhadap Bunyamin saat skenario Bunyamin mencuri piala raja. Saudara Bunyamin berkata bahwa Bunyamin mencuri seperti Yusuf mencuri. Skenario Yusuf mencuri pun sebenarnya adalah makar saja. Hukum cambuk juga diterapkan nabi bagi para pencuri. Hukum potong tangan? Entahlah.

Kapankah Imam Mahdi min aali Muhammad saw akan muncul sehingga keadilan akan ditegakkan dan disebarkan di dunia ini? Mungkin saja Imam Mahdi sebenarnya sudah ada. Tugas manusia adalah menyambung lidah dan tangan beliau.

Tuhan memberi rezeki kepada semua makhluk di di dunia, tanpa kecuali manusia. Tikus diberi wahyu untuk memperoleh rezekinya di manapun. Tidak hanya tikus, manusia pun melihat ayam rebutan rezeki dengan sesamanya, bahkan sesama keluarganya. Sesuatu yang memalukan bila dilakukan manusia. Akan memalukan bila manusia rebutan rezeki, bahkan sampai menempuh cara yang tidak halal. Manusia bisa berbagi dan menerima aturan yang adil. Manusia juga belajar keadilan dari Tuhannya. Keadilan Tuhan direpresentasikan melalui utusan-Nya. Tanpa ada utusan Tuhan, manusia kadang-kadang bingung mencari rida Tuhannya.

Manusia adalah khalifah Tuhan di dunia. Ketika semua makhluk sujud kepada Adam as, bahkan manusia lain pun harus sujud kepada Adam as. Tanpa petunjuk Adam as, manusia kesulitan mencapai rida Tuhannya. Ini pula hujah bahwa Imam Mahdi harus maksum. Namun, bisa saja ada muslim yang meyakini bahwa yang maksum hanya Nabi Muhammad saw dan para nabi lain. Aali Muhammad atau keluarga Muhammad (Imam Mahdi) mungkin tidak maksum. Menurut riwayat Imam Mahdi bisa menghidupkan orang mati, memiliki tongkat Musa, mengalahkan Dajjal, pasukannya menyeberangi lautan, memanggil garuda untuk bersyahadat, dan memiliki mukjizat lainnya. Riwayat itu bisa dibaca melalui hadis-hadis. Muslimin bisa bertanya kepada ulama tentang hal ini. Mungkinkah Imam Mahdi semacam ini yang diamanatkan Rasululllah agar ditaati manusia tidak maksum.

Untuk menghindari bahaya tikus di dapur, memang manusia harus membuat lemari yang tidak bisa dijangkau, dirusak, atau dimasuki tikus. Itulah keadilan alam. Manusia tidak perlu meminta tikus tidak mencuri makanannya. Manusialah yang harus membuat lemari yang tidak bisa dibongkar tikus.

Orang-orang mesti melempar sisa makanan ke kebun belakang rumah untuk dimakan ayam, tikus, dan binatang lain. Inilah keadilan alam.

Ya sahibuz zaman, adrikni. Ya wajihan indallah isyfa lana indallah.

Indikator kemampuan dasar berbahasa asing

Indikator kemampuan berbahasa Inggris adalah msmpu menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Hal ini berarti bahwa siswa itu mampu melafalkan fonem bahasa Inggris. Siswa juga hafal kosakata bahasa Inggris. Dengan begitu potensi memahami mskna kosakata bahasa Inggrisnya pun tinggi daripada siswa yang tidak bisa melafalkan fonem bahasa Inggris dan tidak tahu msknanya.

Setelah itu mahasisaa harus belajar struktur kalimat bahasa Inggris. Struktur kalimat bahasa Inggris buksn kebetulan mirip dengan struktur bahasa Indonesia yaitu (K)-S-P-O-Pel-(K). Struktur ini berbeda dengam struktur bahasa Jepang atau Persia. Struktur kalimat tanya bahasa Inggris pun relatif sama dengsn struktur kalimat tanya bahasa Indonesia. Strukturnya yaitu Pronomina penanya-S.

Guru harus membiasakan menggunakan kamus misalnya kamus daring Google Translate