Adakah Islam Nonmazhab? (Lapor Twitter)

@lapor1708
@kempanrb
@ombudsmanri137
@jokowi

Sebagian orang mengklaim Islam mereka adalah Islam tanpa mazhab. Mungkinkah Islam tanpa mazhab? Boleh saja. Asal tak boleh alergi bila melihat orang lain berbeda mazhab (amalan).

1. Kenyataan yang terjadi sekarang adalah adanya mazhab Syafii, Hambali, Maliki, Hanafi, Jafari (Syii). Munculnya mazhab disebabkan ulama tidak sepakat tentang suatu masalah. Misalnya batalkah wudu ketika bersentuhan dengan perempuan?

2. Perbedaan tak akan terjadi bila hanya ada Rasulullah yang memberi hukum. Rasulullah pun mengangkat kodi (hakim) di berbagai tempat dan menyuruh warga taat kepadanya.

3. Pertanyaannya, mengapa pemerintah tidak mengamgkat hakim (kodi) di semua kota untuk setiap mazhab? Supaya warga tidak bertengkar tentang perbedaan amaliah. Banyak alumnus perguruan tinggi agama yang bisa diseleksi pemerintah untuk mendamaikan warga. Sementara ini MUI tidak mengakomodir perbedaan mazhab (?). Akibatnya masyarakat resah dan terpecah-belah.

4. Bila ada ulama atau kodi yang berbuat salah atau tidak terpuji, pemerintah bisa memberhentikannya (mencopotnya). Warga bisa meninggalkan kodi ini dan beralih kepada kodi lain. Warga tidak akan minta putusan hukum dari kodi seperti ini.

5. Berbeda dengan DPR yang sekalipun berbuat maksiat, memukul orang, bicara ngawur, pesta narkoba, menggelapkan pajak, menjual miras, berkawan dengan presiden musuh Islam, namun tetap maju terus pantang mundur karena merasa terpilih selama empat tahun. Yang me-recall-nya hanyalah partai.

6 Hakim kodi dapat diberhentikan bahkan jika sedikit punya cela. Pemerintah harus memberhentikan kodi seperti ini. Warga pun akan meninggalkan kodi seperti ini. Warga tidak akan minta putusan hukum dari kodi seperti ini.

7. Pemerintah pun harus punya pengadilan ulama. Di satu sisi, pengadilan ini menghormati ulama. Kesalahan ulama tidak boleh seperti kesalahan orang awam. Cela sedikit saja bisa membuat mereka terpental dari makom ulama.

8. Ulama yang “berkeliaran” hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong bisa dicopot dari makom ulama. Apalagi yang berbuat maksiat, bicara ngawur, mencuri.

Wawasan: Kolaborasi dengan Dosen Luar Negeri

Menurut saya, dosen perguruan tinggi yang hendak menerbitksn artikel ilmiah di jurnal terindeks harus berkolaborasi dengan dosen perguruan tinggi di luar negeri: Australia, Malaysia, India, Korea, Jepang, Iran, Finlandia. Saling bertukar dosen tamu, kerja sama seminar/ forum ilmiah, kerja sama pemelitian, hingga penerbitan artikel ilmiah. Dikti punya rambu-rambu jurnal yang terindeks dan bukan jurnal predator. Dikti juga punya rambu-rambu perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.

Saya yakin guru besar UPI bisa membawa juniornya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Mungkin RKAT prodi juga harus diarahkan ke sana.

Notabene, dosen harus menguasai bahasa asing.

Apakah Bahagia Itu?

Kebahagiaan justru diperoleh dari mengekang dan menekan keinginan.
Kebahagiaan tak bisa dicapai dengan mengumbar keinginan, syahwat, materi, dunia
Orang bersusah payah belajar dan tidak berleha-leha dengan tujuan mencapai bahagia.
Orang lebih bahagia bekerja dan mengeluarkan keringat daripada diam dan hanya berbaring di atas dipan.
Orang berolah raga kelihatannya cape dan lelah namun lebih sehat daripada orang yang tidak pernah berolah raga.

Sajak Kebenaran dan Logika

Apakah kebenaran dan logika mempunyai agama hingga derma muslim berbeda dengan derma yahudi atau konghucu?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai bangsa hingga pembunuhan Palestina oleh AS dan Israel bisa diterima?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai suku hingga perbuatan bail suku Arab berbeda dengan suku Yahudi?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai jenis kelamin sehingga kebenaran Maryam dan Fatimah berbeda dengan Muhammad

Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan disampaikan
Kebenaran mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus takiah kepada orang bodoh
Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus disampaikan atau takiah kepada musuh
Kebenaran memang mempunyai nama sehingga suatu saat ia bernama Maryam, Muhammad, Ali, atau Fatimah

Istilah Berani dan Konyol

Istilah berani dioposisikan dengan konyol ini ditemukan berdasarkan pengalaman. Pada sisi lain berani dioposisikan dengan pengecut. Berani didefinisikan sebagai kemampuan mental untuk melakukan kebenaran, kebaikan, keluhuran, derma, kebaktian. Sebaliknya konyol dudefinisikan sebagai keberanian seseorang untyk melakukan kejahatan, keburukan, kejelekan, maksiat, kemungkaran.

Pada saat ini banyak orang yang konyol. Seseorang yang ingin cepat kaya lalu berjualan narkoba atau bisnis pelacuran merupakan contoh perilaku konyol. Seorang artis yang penat atau stres bekerja hendak menyegarkan pikirannya dengan napza. Seoran pejabat atau wakil rakyat hendak bagi-bagi uang rakyat keoada sesama temannya dengan cara korupsi. Semua itu bukanlah tindakam berani melainkan tindakan konyol. Memgapa? Karena merwka bukan tidak tahu resikonya di dunia dan akherat. Mereka tahu bahwa resikonya di dunia sangat berat: nama baik dan popularitas hancur, jadi bahan istilah baru (misal jonru, setnov, fredrik, gusdur, snowden), diperas oleh oknum pengadilan, kena hukum dera atau cambuk, kerja paksa di penjara.

Mereka mungkin tak pernah mendengar siksa akherat. Begitu mengerikannya siksa akhirat seperti dibakar, dipanggang, dihinakan, potong tangan, potong lidah, disetrika, dan sebagainya. Mungkin mereka meyakini siksa akhirat sebagai dongeng. Mungkin mereka tertipu oleh dunia sehingga berani melanggar perintah Tuhan.

Anehnya mereka melakukan kejahatan itu lantaran percaya pada syafaat Tuhan dalam agama-Nya.

Ketika mereka berbuat jahat, segera mereka salat, itikaf, berdoa, munajat dengan keyakinan dosanya pada masyarakat terhapus dengan amalan demikian. Mungkin mereka berpikir kejahatan seperti mencuri atau menyakiti hati orang lain bisa dihapus dengan menangis dan menyesali tindakan pencuriannya.