Home » Pengabdian (Page 22)

Category Archives: Pengabdian

Penghitungan Laba Ternak Sapi

Beternak sapi merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas mempunyai profesi di bidang agraria sangat berkaitan dengan peternakan seperti ternak sapi, domba, ayam, itik dan ikan. Sejumlah pemodal dan pekerja bekerja sama dengan sistem bagi hasil (nengah). Dengan begitu, masyarakat yang tidak memiliki modal dapat mendapatkan modal (ternak) untuk dipelihara dan memberikan keuntungan. Di sisi ini kedua pihak akan saling menguntungkan. Di sisi lain, pemodal pun tak jarang dikelabui oleh masyarakat. Beberapa pemodal justru dikelabui oleh pekerja karena pekerja merasa pendapatannya terlalu kecil.

Penghitungan berikut ini dibuat agar pemodal dan pekerja (pemelihara) sama-sama dapat memproyeksikan keuntungan. Dengan begitu, pemodal dan pekerja dapat menentukan bahwa kerja sama ini cukup pantas untuk dilakukan.

Dari sisi harga, beternak seekor sapi sebanding dengan sepuluh domba. Seekor sapi harganya kurang lebih Rp 6.000.000,00 sedangkan harga seekor domba kurang lebih Rp 600.000,00. Harga ini tentu saja harga maksimal, karena ada banyak sapi dan domba yang harganya di bawah harga itu.

Semestinya seorang pemelihara memelihara lebih dari satu sapi karena keuntungannya akan signifikan (kaharti). Dalam penghitungan di atas kertas, pemeliharaan tiga ekor sapi sudah cukup signifikan dari segi keuntungan. Dari sisi beratnya kerja, memelihara tiga ekor sapi pun memerlukan rumput yang cukup banyak agar sapi bisa tumbuh dengan baik.

Bila seorang pekerja memelihara tiga ekor sapi, katakanlah dengan harga seekor sapi Rp 6.000.000,00, maka pemodal mengeluarkan modal sebesar Rp 18.000.000,00. Bila di akhir tahun sapi dijual seharga Rp 10.000.000,00 per ekor, maka keuntungan dapat dihitung. Laba (keuntungan) kotor adalah Rp 30.000.000,00. Laba kotor ini dipotong modal Rp 18.000.000,00, maka laba bersih adalah Rp 12.000.000,00. Laba bersih ini dibagi dua antara pemodal dan pekerja, masing-masing mendapat Rp 6.000.000,00.

Tulisan di atas menunjukkan bahwa seorang pemelihara sapi setidaknya memelihara tak kurang dari tiga ekor sapi. Dengan memelihara tiga ekor sapi, seorang pemelihara akan mendapatkan keuntungan Rp 6.000.000,00 setahun. Keuntungan Rp 6juta setahun bisa berarti sebulan Rp 500.000,00. Dengan begitu, penghitungan ini ditujukan agar setidaknya pekerja mendapatkan keuntungan tidak kurang dari Rp 500.000,00 sebulan.

Dalam satu survey, diketahui bahwa seorang pekerja dapat memelihara sampai tujuh ekor sapi. Dengan begitu, bila pemodal memiliki modal 14 ekor sapi, ia cukup mempunyai dua orang pemelihara. Pemelihara ini juga mesti cukup bekerja keras untuk mencukupi pakan sapi.

Bila seorang pemelihara memelihara tujuh ekor sapi (maksimal), maka dengan penghitungan yang sama, pendapatan per tahunnya adalah Rp 14.000.000,00 atau gaji per bulannya adalah Rp 1.166.666,67.

Dari studi di internet, feses (podol) sapi kurang lebih 15 sampai 25 kg sehari. Dengan begitu, pakan sapi pun tak boleh kurang dari jumlah feses yang dikeluarkannya. Pertambahan berat badan sapi per hari adalah kurang lebih satu kilogram.

Potensi Pemeliharaan Domba dan Sapi

Artikel ini dibuat sebagai bagian dari program pengabdian yang dilakukan bagi masyarakat. Proposal pengabdian ini telah diluncurkan. Program pengabdian ini sementara ini telah berjalan didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelum pengabdian ini dilakukan.

 

Kebiasaan Peternak di Jawa Barat

Kebiasaan peternak di Jawa Barat adalah mereka rata-rata tidak memiliki banyak domba atau sapi. Bila mereka memiliki 15 domba, mereka sudah merasa kaya. Bila mereka memiliki 5 sapi, mereka sudah merasa kaya. Padahal jumlah 15 domba atau 5 sapi adalah jumlah yang sedikit. Mengapa mereka hanya memiliki sedikit ternak seperti itu?

Mereka memiliki jumlah ternak yang sedikit karena mereka terbiasa untuk menyabit rumput (ngarit). Ngarit itu berarti mencari rumput dengan sabit (arit). Mereka menyimpan ternak di kandang, dan pemelihara mencari rumput. Pemelihara bisa saja ngarit dari jam 7 sampai jam 9. Ngarit dan mendapatkan satu karung rumput cukup untuk pakan 5 ekor domba. Karena itu, peternak itu biasanya tidak mempunyai domba yang banyak. Jumlah 15 adalah banyak bagi pemilik domba. Ketika ditanyakan kepada pemilik domba, mengapa mereka tidak menggembala (ngangon), mereka menjawab, “Kesel, kalau harus ngangon sepanjang hari. Lebih baik ngarit, jam 9 sudah pulang dan membawa satu karung rumput.”

Lain halnya dengan di Timur Tengah atau di negara-negara barat (bahkan Australia atau New Zealand). Peternak biasanya memiliki domba atau sapi yang banyak. Mereka bisa memiliki puluhan hingga ratusan domba atau sapi. Bahkan ada yang mencapai ribuan. Mereka menempati area peternakan yang luas dengan padang rumput yang hijau. Sapi atau domba dibiarkan untuk mencari rumput sendiri sepanjang hari.

Area di Jawa Barat pun sesungguhnya banyak hutan dan gunung. Area hutan dan gunung ini perlu dipilih karena akan bermasalah bila ternak masuk ke kebun atau sawah orang lain. Mereka akan merusak kebun atau sawah orang lain. Oleh karena itu, perlu diperhatikan agar ternak tidak masuk ke kebun atau sawah orang. Peternak harus pergi ke gunung (atau padang rumput) yang tidak mengganggu kebun atau sawah orang lain.

Ada suatu cerita tentang seorang dari Timur Tengah datang ke Jawa Barat, Indonesia. Ia merasa heran karena di Indonesia tidak banyak orang yang menggembalakan ternak. Padahal rumput di Indonesia begitu melimpah dan hijau. Ia berkata, di Timur Tengah yang rumputnya relatif sedikit pun orang menggembalakan ternak. Ternak bahkan dibawa menyebrang jalan atau terlihat di sekitar jalan raya. Ternak yang dibawa penggembala itu jumlahnya puluhan, ratusan atau ribuan.

Masyarakat peternak di Jawa Barat hanya menggembalakan ternak bila terjadi musim kemarau. Di musim kemarau, rumput susah didapat sehingga peternak merasa kesukaran untuk mencari rumput (ngarit). Oleh karena itu, di musim kemarau biasanya peternak melepaskan ternaknya dari kandang dan menggembalakan ternaknya (ngangon).

Bila peternak di Jawa Barat terbiasa ngarit, tentu harus dipertimbangkan antara kemampuan peternak itu ngarit dengan kebutuhan pakan ternak. Satu ekor sapi yang besarnya sedang, akan mengeluarkan feses (podol) sebanyak 20 kilogram. Oleh karena itu, pakannya pun tidak akan kurang dari 21 sampai 25 kilogram sehari. Pertumbuhan sapi per hari adalah 1 sampai 2 kilogram. Karena itu bila berat awal sapi lepas sapih adalah 300 kilogram, dalam 100 hari beratnya harus 400 – 500 kilogram.

Bila satu ekor sapi setara dengan 10 ekor domba, maka kebutuhan pakan dapat dihitung. Biasanya peternak akan kelelahan bila ia harus mencari rumput untuk 10 ekor domba. Karena itu, peternak perlu mempertimbangkan untuk tidak mencari rumput (ngarit), melainkan menggembala (ngangon) atau membuat jerami probiotik. Dengan catatan, jerami probiotik di sini sementara ini hanya cocok untuk sapi, bukan untuk domba.

Bagi kebanyakan masyarakat di Jawa Barat, beternak merupakan pekerjaan sampingan dari bertani. Karena ia harus menggarap sawah atau kebun, ia tidak akan sanggup untuk memelihara banyak ternyak. Jarang seorang petani mempunyai ternak yang banyak. Hal itu disebabkan makanan utama masyarakat Indonesia adalah dari beras (tanaman). Masyarakat di Jawa Barat bahkan banyak yang beranggapan bahwa makan dengan daging (ikan, ayam, telur, daging sapi) merupakan makanan mewah. Makanan masyarakat di Jawa Barat yang sederhana adalah peda, ikan asin, tahu, tempe, perkedel, kerupuk, sayur (kangkung, selada, katuk, daun singkong), sambel (sambel oncom, terasi) dan mungkin telur. Sekalipun begitu, budaya makan gurame, ikan mas, mujair, telur asin, sate ayam, sate kambing, daging sapi pun sudah banyak dilakukan warga. Budaya makan “mewah” ini tidak hanya dalam hajatan saja, tetapi sering kali dikonsumsi sebagai menu mingguan atau menu tiga-empat harian.

Sangat menarik mempertimbangkan tempe dan tahu sebagai makanan sederhana. Artikel ini tidak akan mebahas tentang itu karena ada artikel lain yang membahas tentangnya.

Seandainya kebiasaan makan masyarkat Jawa Barat bukan daging, semestinya pemeliharaan domba atau sapi pun tidak harus pesat.

 

Beternak Ratusan Domba atau Puluhan Sapi

Perlu diorientasikan agar peternak memiliki banyak ternak (di atas 10 sapi atau di atas 20 domba). Oleh karena itu, peternak harus menggembalakan ternaknya. Perhitungan keuntungan dapat dihitung di atas kertas (dengan program spreadsheet atau kalkulator).

Memiliki puluhan domba atau sapi mendorong masyarakat memiliki keuntungan yang besar. Bila masyarakat hanya memiliki 5 domba atau sapi, keuntungan tidak akan terlalu besar. Namun salah satu kendalanya adalah modal. Masyarakat perlu pemodal yang bisa memberi modal berupa domba atau sapi yang bisa dipelihara masyarakat. Masyarakat pemelihara dan pemodal dapat berbagi keuntungan. Biasanya, keuntungan dibagi dua. Ini disebut nengah. Dalam sistem ini, pemelihara mendapatkan 50% dari laba bersih dan pemodal pun mendapatkan 50% dari laba bersih. Laba bersih ini ialah keuntungan dikurangi modal. Bila satu ekor sapi dibeli dengan harga Rp 6.000.000,00 (modal), dan dalam waktu satu tahun dijual dengan harga Rp 13.000.000,00 (laba kotor), maka laba bersih adalah 13 juta dikurangi 6 juta. Dengan begitu, laba bersih adalah laba kotor dikurangi modal yaitu 7 juta. Tujuh juta ini dibagi dua (50%) antara pemelihara dan pemodal. Dengan begitu, pemelihara dan pemodal masing-masing mendapatkan 3,5 juta dari satu ekor sapi ini.

Satu ekor sapi ini setara dengan sepuluh ekor domba. Bila satu ekor anak sapi kurang lebih seharga 6 juta, maka satu ekor anak domba kurang lebih seharga enam ratus ribu rupiah. Setelah satu tahun, domba pun kurang lebih dijual dengan harga satu juta tiga ratus ribu rupiah per ekor.

Keuntungan 3,5 juta adalah kecil bila dibandingkan dengan kerja selama satu tahun. Oleh karena itu perlu dipikirkan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat yaitu dengan cara menambah jumlah sapi. Jika ada dua ekor sapi yang dipelihara, maka keuntungan per tahun musim adalah 7 juta. Demikian seterusnya, keuntungan itu dapat dikalkukasi dengan program spreadsheet atau kalkulator.

 

Pemodal

Dalam survey terbatas, banyak masyarakat yang mengeluh saat bank memberi modal. Hal itu karena prosedur bank yang rumit dan beresiko. Peminjaman kepada bank mengharuskan ada jaminan (borg). Bank biasanya tidak terlalu tertarik pada jaminan yang kurang komersil seperti lahan di pedalaman atau rumah di pedalaman. Karena itu, prosedur peminjaman di bank sering kali dianggap rumit.

Selain dari bank, dalam survey terbatas pun tak jarang pemerintah memberikan bantuan untuk pemeliharaan domba atau sapi. Namun bantuan pemerintah itu pun kurang menguntungkan bagi pemelihara karena keuntungan (laba bersih) dikenakan banyak potongan sehingga keuntungan bagi pemelihara tidak signifikan. Potongan itu terjadi karena banyak pihak yang ingin memperoleh keuntungan karena merasa memberi andil dalam pencairan dana. Pemelihara hanya mendapatkan keuntungan yang kecil dari jerih payah memelihara satu tahun atau satu musim. Keuntungan yang kecil itu adalah keuntungan yang teu kaharti atau tidak bermakna dibandingkan kerja keras yang dilakukan peternak.

 

Kejujuran

Pemodal semestinya memberikan modal kepada peternak. Di sisi lain peternak pun harus jujur dalam memelihara ternak. Dalam suatu kasus bisa saja terjadi, peternak menjual ternak milik pemodal tanpa memberi tahu pemodal. Pemelihara mengaku menjual dengan harga yang rendah sehingga pemodal mendapatkan keuntungan yang minim. Pemelihara menujual saat ternak masih kecil sehingga keuntungan minim.

Aturan yang biasanya diberlakukan adalah peternak tidak bolah menjual ternak tanpa sepengetahuan pemodal. Peternak pun tidak boleh menjual dengan harga yang tidak disetujui pemodal. Apabila peternak berbohong, maka kebohongan ini biasanya berlipat-lipat untuk menutupi kebohongan-kebohongan selanjutnya. Sebaliknya bisa saja peternak di tengah musim memerlukan uang. Ia bisa meminjam uang kepada pemodal dan pemodal dapat memotong keuntungan pemelihara sesuai besar pinjamannya itu.

Seandainya kepercayaan pemodal kepada pemelihara ini hilang, maka akan hilang pula kesempatan kepada pemelihara untuk mendapatkan modal lagi. Akan hilang pula kesempatan bagi pemelihara untuk mendapatkan untung dari hasil peternakan. Kehilangan kepercayaan ini bisa jadi akan diingat seumur hidup. Kehilangan kepercayaan ini akan bisa diungkit dalam waktu 15 atau 20 tahun dari waktu kesalahan ini dilakukan. Oleh karena itu, pemelihara atau pemodal harus berhati-hati jangan sampai mengkhianati kesepakatan.

Kejujuran sangatlah penting. Di setiap aspek kehidupan, kejujuran merupakan modal dasar. Seorang pemilik toko akan mempekerjakan penjaga toko yang jujur. Seorang pembeli ikan membutuhkan penjual ikan yang jujur. Seorang pemimpin memerlukan bawahan yang jujur. Seorang pemilik pabrik membutuhkan pekerja pabrik yang jujur. Jika saja para pekerja tidak jujur, pemilik modal akan memberhentikan pekerja itu dan menggantinya dengan pekerja yang lain.

 

Gembala (Ngangon)

Bila peternak memutuskan untuk menggembalakan ternaknya, maka ia akan menjadi peternak profesional. Beternak domba dan sapi tidak akan lagi menjadi penghasilan tambahan, melainkan menjadi penghasilan yang signifikan. Peternak harus mencoba memiliki ternak dalam jumlah besar. Mungkin ia akan terpaksa migrasi ke daerah gunung yaitu tempat yang tidak ada kebun atau sawah orang. Mendirikan gubuk (saung). Mungkin ia bisa setiap hari diantar makanan oleh istri atau anaknya. Makanan bisa dia bawa sebagai bekal karena ia akan ngangon sampai sore. Malam hari ia kembali ke gubuk dan mungkin juga harus makan malam di sana. Hal itu harus dia lakukan selama kurang lebih satu tahun, sampai ternak cukup besar dan siap untuk dijual.

 

Konsentrat

Ada makanan tambahan berupa konsentrat yang secara teratur bisa ditambahkan untuk ternak. Pada saat ini ada pula probiotik yang dapat digunakan untuk mengawetkan jerami sehingga dapat dijadikan stok makanan untuk satu tahun. Dengan begitu, mungkin saja seorang peternak tidak perlu lahan yang luas untuk menggembalakan ternaknya. Ia cukup mengolah jerami dengan probiotik dan menyimpan olahan jerami itu untuk stok pakan ternak selama satu tahun.

Penggunaan jerami probiotik dipertimbangkan sangat menguntungkan karena peternak tidak perlu menunggui ternaknya seharian, tidak perlu menggembalakan (ngangon). Peternak pun tidak perlu memiliki lahan yang luas untuk menggembalakan ternaknya. Di samping itu, limbah jerami yang dulu membusuk, dibakar atau tidak terpakai, kini dapat diawetkan sehingga dapat dijadikan stok pakan untuk satu tahun.

 

Pompa Hidram

Pompa hidram mungkin sangat penting bagi peternakan. Pompa hidram digunakan untuk memompa air ke kandang atau peternakan. Air dapat digunakan untuk membersihkan kandang. Air pun sangat penting bagi ternak bila ternak harus minum. Ternak sangat membutuhkan minum terutama ternak yang sedang menyusui. Oleh karena itu, aliran air yang terus-menerus sangat pentig bagi peternakan.

Pompa hidram tidak akan diulas di artikel ini karena telah ada artikel lain yang membahasnya di situs ini.

 

Gangguan Anjing Hutan dalam Menggembalakan Ternak

Beberapa gangguan yang mungkin terjadi saat menggembalakan ternak adalah gangguan anjing hutan atau ajag. Tetapi di Jawa Barat kini sudah jarang sekali terdengar ada anjing hutan, ajag atau harimau. Yang mungkin terjadi adalah gangguan dari ular yang mungkin bisa menggigit ternak. Hal itu mungkin hanya insiden, tetapi kemungkinannya bisa saja terjadi. Gangguan anjing hutan, harimau atau ular mungkin sangat jarang terjadi di Jawa Barat.

 

Ketersediaan Rumput di Jawa Barat

Rumput di Indonesia sangat subur. Hal ini disebabkan Indonesia berada di wilayah khatulistiwa. Rumput di Indonesia bisa dibandingkan dengan rumput di Eropa atau Timur Tengah. Di Timur Tengah pun masyarakat menggembalakan domba atau sapi. Mengapa di Timur Tengah orang tidak ngarit? Karena memang sukar sekali bagi peternak untuk ngarit karena sedikitnya rumput. Masyarakat di Jawa Barat pun ketika musim kemarau datang, tidak akan ngarit karena sedikitnya rumput. Mereka akan menggembalakan ternak mereka di musim kemarau.

 

Jaket Kulit

Sebagian masyarakat di Jawa Barat sudah bisa membuat jaket kulit yang kualitasnya nomor satu di dunia. Kualitas ini dilihat dari halusnya atau lemasnya jaket kulit. Jaket kulit pun merupakan busana yang memiliki pasar sendiri. Kesan eksklusif jaket kulit akan muncul. Jaket kulit merupakan pakaian yang cukup mewah walaupun dihasilkan oleh industri rumah seperti yang ada di Sukaregang, Garut atau industri rumahan lain di Jawa Barat.

Jaket kulit dari domba jauh lebih bagus daripada jaket kulit dari sapi. Jaket kulit dari domba tidak terlalu panas bila digunakan di iklim khatulistiwa. Jaket kulit dari sapi akan lebih baik dalam menghalau dingin.

 

Wol

Biasanya ada jenis domba tertentu yang menghasilkan banyak bulu. Bulu wol dari domba di Jawa Barat biasanya tidak banyak. Selain itu, belum banyak pula permintaan bulu wol. Wol biasanya dapat digunakan sebagai kain wol.

Potensi wol memang belum banyak dikembangkan di Indonesia. Wol biasanya dihasilkan dari domba. Ternak domba tradisional di Jawa Barat biasanya dicukur oleh pemeliharanya karena dengan begitu, ternak cenderung cepat besar. Hanya saja, rambut wolnya tak pernah ditampung atau dijual.

 

Pengembangbiakan

Pengembangbiakan dapat dengan menyuntikkan sperma ke tubuh betina. Penyuntikan ini dapat dilakukan dengan bantuan dinas atau penyuluh peternakan. Biaya penyuntikan ini sekitar Rp 75.000,00 sekali suntik. Peternak dapat meminta jenis sapi yang akan disuntikkan misalnya sapi siemental (metal), limousine atau brahman (sapi jawa).

 

Penghitungan Keuntungan Ternak Domba

(Asumsikan harga anak domba Rp 600.000,00 per ekor)

body, div, table, thead, tbody, tfoot, tr, th, td, p { font-family: “Calibri”; font-size: x-small; }

No. Anggaran Jumlah Harga jual Laba kotor Laba bersih 50% Pemelihara 50% Pemodal
1 6,000,000 10 1,300,000 13,000,000 7,000,000 3,500,000 3,500,000
2 12,000,000 20 1,300,000 26,000,000 14,000,000 7,000,000 7,000,000
3 24,000,000 40 1,300,000 52,000,000 28,000,000 14,000,000 14,000,000
4 30,000,000 50 1,300,000 65,000,000 35,000,000 17,500,000 17,500,000
5 60,000,000 100 1,300,000 130,000,000 70,000,000 35,000,000 35,000,000
6 120,000,000 200 1,300,000 260,000,000 140,000,000 70,000,000 70,000,000
7 240,000,000 400 1,300,000 520,000,000 280,000,000 140,000,000 140,000,000
8 480,000,000 800 1,300,000 1,040,000,000 560,000,000 280,000,000 280,000,000









972,000,000 1,620
2,106,000,000 1,134,000,000 567,000,000 567,000,000

Penghitungan Keuntungan Ternak Sapi

(Asumsikan harga anak sapi Rp 6000.000,00 per ekor)

body, div, table, thead, tbody, tfoot, tr, th, td, p { font-family: “Calibri”; font-size: x-small; }

No. Anggaran Jumlah Harga jual Laba kotor Laba bersih 50% Pemelihara 50% Pemodal
1 6,000,000 1 13,000,000 13,000,000 7,000,000 3,500,000 3,500,000
2 12,000,000 2 13,000,000 26,000,000 14,000,000 7,000,000 7,000,000
3 24,000,000 4 13,000,000 52,000,000 28,000,000 14,000,000 14,000,000
4 30,000,000 5 13,000,000 65,000,000 35,000,000 17,500,000 17,500,000
5 60,000,000 10 13,000,000 130,000,000 70,000,000 35,000,000 35,000,000
6 120,000,000 20 13,000,000 260,000,000 140,000,000 70,000,000 70,000,000
7 240,000,000 40 13,000,000 520,000,000 280,000,000 140,000,000 140,000,000
8 480,000,000 80 13,000,000 1,040,000,000 560,000,000 280,000,000 280,000,000









972,000,000 162
2,106,000,000 1,134,000,000 567,000,000 567,000,000

Cacing

Program cacing dapat dilakukan sebagai tambahan antara lain bila podol (feses) sapi atau domba dianggap sebagai masalah. Cacing dengan jenis redworm (cacing merah) dapat diternakkan untuk menangani masalah podol. Cacing ini bahkan dapat mengkonsumsi podol sapi dan domba. Bila podol seekor sapi kurang lebih 20 kilogram, maka podol ini dapat menjadi pakan untuk cacing. Podol yang telah dimakan oleh cacing dapat digunakan sebagai pupuk kascing. Di samping itu, cacing yang telah makin banyak dapat dijadikan pakan bagi bebek atau ikan.

Program ini memungkinkan kandang mempunyai sistem pembuangan podol ke sebuah tempat di sekitar kandang. Podol sapi dapat disemprot dari kandang sehingga mengalir ke tempat pembuangan podol. Di tempat pembuangan podol itu ditanam cacing. Tempat pembuangan akhir podol itu bisa saja hanya berupa galian tanah. Penyemprotan dapat dilakukan dengan memasang pompa hidram. Hanya saja tekanan atau volume air yang disemprotkan harus besar.

Pupuk kascing nanti akan berupa gumpalan tanah yang kering. Gumpalan ini dapat dihancurkan atau diremukkan untuk memudahkan pengepakan. Tetapi bila suplay podol sapi ada setiap hari, maka air akan tetap membanjiri tempat pembuangan podol.

Pompa Hidram UPI Kampus Sumedang

POMPA HIDRAM UPI KAMPUS SUMEDANG:

POMPA AIR TENAGA AIR UNTUK PENGADAAN

AIR KOLAM, KEBUN, ATAU SAWAH

Pengantar

Pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2010 UPI Kampus Sumedang telah membuat pelatihan pompa hidram. Pompa hidram atau ram pump lebih dikenal dengan pompa air tenaga air. Prinsip pompa ini sangat sederhana. Sekalipun demikian, pompa ini masih sangat jarang digunakan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Padahal, lingkungan di Jawa Barat yang bergunung-gunung, sangat potensial untuk penggunaan pompa hidram.

Program pelatihan pembuatan pompa hidram dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 16 Mei 2010, dimulai pukul 13.00 – 15.00, tempat pembuatan dan pelatihan di Jalan Hegarmanah, Desa Situ, Kabupaten Sumedang; jumlah pompa yang dibuat satu buah prototipe pompa hidram. Pembicara: Prana Dwija Iswara, M.Pd. (dosen UPI Kampus Sumedang), masyarakat yang menyaksikan proyek pompa hidram ini di antaranya Pak Wanto, Pak Endang, Pak Ajat, Pak Dede, Pak Didi. Mahasiswa pendamping pembuatan dan pelatihan pompa hidram di antaranya Heru Mudianto, Nung Nurjanah, Usada Waluya, Mahmud Alma Arif, Muhamad Fajar, Andini Suci Heryanti, Risa Dea Furiwati, Nur Azizah, Indri Wahyuni, Ayu Purnama Sari, Maya Nurkhasanah, Wiwin Indriasari, Renti Hardiana,  Nata Sudarya, Wahyu Iman Nurdin, Aruman, Dikdik Herdiana, Iyan Sopian Hadi (Penjas), Dede Suhendi (semester 6).

Materi Pelatihan

Komponen / Bahan

1.            Swing check valve ¾ inci            : 1 buah

2.           Lift check valve 1 inci             : 1 buah

3.            Paralon 2 inci      : 1 lente (atau di sini digunakan 1,5 inci, walau lebih rumit) (yang 2 inci dibagi dua. Satu buah ukurannya + 75 sentimeter)

4.            Paralon 1 inci      : 1 lente

5.            Sambungan 1-2 inci         : 2 buah

6.            Sambungan ¾ -1               : 1 buah (untuk disambungkan ke swing check valve)

7.            Sambungan T 1 inci          : 2 buah

8.            Sambungan L 1 inci          : 1 buah

9.            Sambungan lift check valve 1 inci    : 2 buah

10.          Sambungan swing check valve ¾ inci    : 1 buah

11.          Sambungan untuk selang             : 1 pasang (plastik dan kuningannya, ukuran disesuaikan dengan T keluaran, di sini digunakan ¾ inci karena sambungan ini tengahnya ¾ inci)

12.          Dop 2 inci             : 1 buah

13.          Selang   : secukupnya sampai ke toren, atau ke kolam penampungan (dalam uji coba pelatihan ini digunakan selang 10 meter)

Gambar Komponen

No.         Barang  Gambar

1.                            Swing check valve ¾ inci            : 1 buah

swing check valve
swing check valve

2.                            Lift check valve 1 inci             : 1 buah

lift check valve 2 inci
lift check valve 2 inci

Lift check valve pada gambar di atas terbuat dari kuningan agar lebih awet.

3.                            Paralon 2 inci      : 1 lente

4.                            Paralon 1 inci      : 1 lente

5.                            Sambungan 1-2 inci         : 2 buah

plok sok
plok sok

6.                            Sambungan ¾ -1               : 1 buah

7.                            Sambungan T 1 inci          : 2 buah

8.                            Sambungan L 1 inci          : 1 buah

sambungan L atau knee
sambungan L atau knee

9.                            Sambungan sok drat luar untuk lift check valve : 2 buah

sok drat luar

10.                          Sambungan sok drat luar swing check valve : 1 buah

11.                          Sambungan untuk selang             : 1 pasang

12.                          Dop 2 inci             : 1 buah

13.                          Selang   : 10 meter

Gambar setelah Dirakit

Pompa 1 inci
Pompa 1 inci

Gambar 1. Pompa Hidram Prototipe 1 inci Setelah Dirakit

pompa hidram 2 inci
Pompa Hidram 2 inci

Gambar 2. Pompa Hidram Setelah Dirakit

pompa hidram 2,5 inci
pompa hidram 2,5 inci

Gambar 3. Pompa Hidram Setelah Dirakit

Pompa Hidram Besi 3 inci, Paralon 4 inci
Pompa Hidram Besi 3 inci, Paralon 4 inci

Gambar 4. Pompa Hidram Besi 3 inci Setelah Dirakit

Uraian

Setelah dibuat, pompa pun dipasang di sungai yang kemiringannya 45º (mirip air terjun). Pemasangan dilakukan oleh dua orang agar tidak repot. Orang ke tiga bertugas sebagai seksi dokumentasi yang memotret aktivitas. Yang pertama dipasang adalah kedudukan pompanya. Selanjutnya, pipa dipasang dan disambung sambil diatur dudukan pipanya agar stabil (diganjal batu-batu). Yang terakhir dipasang adalah selang. Ketika pompa beroperasi, terdengar bunyi ketukan teratur. Pompa pun terdorong ke bawah sehingga harus diganjal batu besar.

Kemiringan 45 derajat

Gambar 4. Kemiringan Pipa Masukan 45º

Setelah pompa beroperasi, air terlihat keluar dari selang. Di sini digunakan selang sepanjang kurang lebih 10 meter. Untuk pompa ukuran 1 inci, air yang keluar sebesar kelingking. Walaupun air yang keluar dari selang sebesar kelingking (kecil), pompa ini dapat beroperasi 24 jam sehari tanpa bensin atau listrik. Banyaknya air yang terpompa keluar dari selang adalah satu liter per menit. Selang keluaran digantungkan di dahan pohon untuk memudahkan pengukuran. Pengukuran menggunakan botol minuman berukuran satu liter. Untuk pompa ukuran 2 inci, air yang keluar sebanyak 3-4 liter per menit.

Gambar 5. Selang Digantungkan di Dahan Pohon, Air Keluar Satu Liter Per Menit

Pompa ini dapat bekerja walaupun tenggelam di dalam air. Maksud dari tenggelam di sini adalah swing check valve-nya tenggelam. Klep pada swing check valve masih bekerja dan suaranya masih terdengar. Selain itu, lubang pernafasan pun tenggelam sehingga tidak memungkinkan bagi tabung udara untuk mengisi udara. Sekalipun demikian,mungkin di musim kemarau, ketinggian selokan (sungai) akan turun sehingga lubang pernafasan tidak akan tenggelam dan mengisi tabung udara dengan udara. Hal ini dipertimbangkan karena menghindari tabung udara dipenuhi dengan air sehingga fungsi tabung udara menjadi bias.

Pompa bekerja meski tenggelam

Gambar 6. Pompa Masih Bekerja saat Tenggelam

Pompa telah diuji coba dalam dua sampai tiga jam. Sesekali pompa berhenti karena ada rumput yang mengganjal di swing check valve atau di ujung atas pipa. Karena itu mesti dipikirkan tentang penyaring masukan (ke badan pompa atau ke swing check valve) agar tidak kemasukan kotoran.

Setelah hari menjelang sore, pompa pun diangkat kembali karena masih dalam taraf uji coba. Yang pertama dilepas adalah selang. Kemudian pipa dilepas-lepaskan. Teraknir, kedudukan pompa diangkat dari tempatnya. Mesti diupayakan agar air dapat dikeluarkan dari pipa karena berat air akan membebani pipa.

Rekomendasi

Setelah berhasil membuat pompa hidram, dan melakukan pelatihan kepada masyarakat serta mahasiswa, selanjutnya akan dibuat prototipe pompa hidram yang ke dua. Prototipe pompa hidram yang kedua dirancang dengan lift check valve 2 dan 2,5 inci dan swing check valve 1 inci dan 1,5 inci. Prototipe ke dua ini akan dibandingkan dengan prototipe ke satu berkenaan dengan kecepatan mengisi satu liter air. Diharapkan dengan pompa lift check valve 2 inci akan lebih cepat mengisi satu liter air daripada satu liter per menit. Prototipe selanjutnya ini akan menggunakan paralon dua, tiga atau empat inci sebagai masukan, dan bukan 1 inci.

Dasar pompa 1 inci
Dasar pompa 1 inci

Gambar 7. Dasar Pompa 1 Inci

Pada gambar di atas terlihat bahwa pipa dasarnya adalah 1 inci. Pompa di atas dibuat didasarkan pada pipa 1 inci. Lift check valve pun berukuran 1 inci. Pelatihan berikutnya akan mencoba pembuatan pompa yang didasarkan pada pipa 2 inci bahkan 3 inci dan lift check valve 2 inci. Swing check valve pun nanti akan menggunakan ukuran 1 inci dan bukan ¾ inci. Dengan demikian, diharapkan air yang dipompakan lebih besar lagi. Dengan kata lain kecepatan mengisi satu liter air akan lebih cepat lagi.

Berdasarkan pengalaman, lubang pernafasan tidak boleh terlalu besar. Bila lubang pernafasan terlalu besar, maka air tidak akan terpompa atau pompa akan berat mengangkat air. Pada saat uji coba, telah dicoba satu lubang pernafasan dan bekerja dengan baik. Selanjutnya dicoba dengan tiga lubang pernafasan, ternyata pompa tidak bekerja. Akhirnya, digunakan satu lubang yang lebih kecil daripada lubang pertama.

Pelatihan pembuatan pompa hidram ini akan dilanjutkan dengan diujicobakan untuk mengairi kolam dan toren. Uji coba ini akan berkaitan dengan kemampuan tinggi dorongan pompa. Air dari toren dapat diproyeksikan untuk pengairan tanaman secara otomatis menggunakan selang dan keran berputar.

keran berputar courtesy Williamson Ram Pump
keran berputar courtesy Williamson Ram Pump

Gambar 8. Pengairan Kebun dengan Keran Berputar

Pengembangan pompa hidram ini akan berkaitan dengan panyaringan air yaitu pembuatan saringan air sungai menjadi air jernih. Dengan demikian, rekomendasi pengabdian selanjutnya adalah pelatihan pembuatan saringan air.

Saringan Air dari Arang Batok Kelapa
Saringan Air dari Arang Batok Kelapa

Gambar 9. Saringan dengan Arang Batok Kelapa

Menurut situs http://rekadayatm.blogspot.com/2008/08/pompa-hidram-tanpa-listrik.html harga pompa hidram yang mampu memompa output 5 liter/detik untuk mendorong air maksimum 10 meter ketinggian – harga Rp 39,85 juta rupiah diluar biaya sipil (pemipaan dll). Wah…

Silakan saksikan filmnya di alamat http://www.youtube.com/watch?v=ejBAJQOBdfg

Juga silakan saksikan prototipe 3 inci di alamat http://www.youtube.com/watch?v=92EQNe7Lx1I

Mudah-mudahan bermanfaat.

Wajanbolic di UPI Kampus Sumedang

WAJANBOLIC DARI UPI KAMPUS SUMEDANG

Sejalan dengan digunakannya access point (hotspot) di UPI Kampus Sumedang, wajanbolic pun dapat digunakan bagi tempat-tempat yang ada di sekitar UPI Kampus Sumedang. Salah satu access point yang digunakan UPI Kampus Sumedang ialah antena omni. Dengan begitu, diharapkan jangkauan sinyalnya bisa melingkupi seluruh kampus bahkan sampai ke tempat-tempat di sekitarnya. Sekalipun begitu, tidak semua orang dapat menggunakan access point ini karena UPI menggunakan gerbang bagi setiap penggunanya. Orang yang tidak memiliki username dan password tidak dapat menggunakan fasilitas dengan access point ini. Sementara ini access point UPI Kampus Sumedang hanya ditujukan bagi sivitas akademikanya saja.

Bagi tempat-tempat yang agak jauh, sivitas akademika UPI Kampus Sumedang dapat menggunakan wajanbolic (dalam bahasa yang lebih familiar disebut parabola katel). Setelah melakukan studi serius dari web-web yang menyimpan dokumentasi parabola katel (wajanbolic), juga dengan bantuan teman online yang mendorong pembuatan parabola katel, akhirnya diputuskanlah untuk membuat parabola katel ini. Tentu saja, pembuatan parabola katel ini disebabkan ada area tertentu, kurang lebih sejauh 2km yang kurang baik menangkap sinyal access point ini. Setelah studi dilakukan, mulailah mengumpulkan bahan dan alat untuk membuat parabola katel ini.

Berikut ini adalah dokumentasi pembuatannya.

Pertama, bahan yang digunakan adalah katel (wajan). Menurut saran beberapa teman, semakin besar katel, semakin bagus penerimaan sinyalnya.


Kedua, bahan yang digunakan adalah mur panjang no.12, dengan baut dan ringnya. Pada proyek ini dipilih mur yang panjang. Mur nomor 12 ini diupayakan sepanjang mungkin, agar bisa menjadi dudukan alumunium penyangga USB dan dudukan tiang antena wajanbolic).


Ketiga, bahan yang digunakan adalah pipa paralon pvc 3 inci dengan 2 buah dopnya.
Panjang pipa paralon pvc ini disesuaikan dengan lebar dan kedalaman katel (ada rumusnya). Pada proyek ini digunakan paralon 3 inci, panjangnya kurang lebih 30 cm).
Panjang pipa paralon ini (30 cm) disesuaikan dengan titik fokus wajan. Cara mengetahui titik fokus wajan yaitu dari diameter wajan dan kedalaman wajan. Rumus fokus wajan adalah f=D*D/16d, dengan D sebagai diameter, dan d sebagai kedalaman wajan. Bila fokus wajan 10cm, maka panjang pipa pvc adalah 3x10cm = 30cm. Bagian dari wajan ke fokus 10cm. Bagian dari fokus ke ujung pvc (20 cm) dilapisi dengan kertas alumunium.

Keempat, bahan yang digunakan adalah USB WiFi. USB WiFi tipe N pada saat ini (01/2010) harganya Rp 160.000,00. Bentuknya sangat kecil, seperti USB flash disk yang berukuran kecil. Tipe N dipilih karena tipe ini diduga lebih sensitif dan menjangkau jarak yang lebih jauh. USB WiFi tipe N ini pun bisa digunakan sebagai access point juga sekalipun komputer yang menjadi access point itu harus sudah terhubung dengan internet.

Kelima, bahan yang digunakan adalah USB RJ45. Dengan menggunakan barang ini, pembuat antena parabola katel tidak perlu lagi menghubungkan dan menyolder kabel USB dengan UTP. Lagipula menurut informasi spesifikasinya, barang ini sanggup tersambung dengan kabel UTP sepanjang 150 feet (50 meter). Barang ini bisa dipesan melalui internet di jakartanotebook.com. Tinggal transfer uang dengan sms banking, lalu konfirm melalui internet, beres, tinggal tunggu barangnya datang. Barangnya bisa dilihat di http://www.jakartanotebook.com/detail_1234567_1036

Keenam, bahan yang digunakan adalah kabel UTP (pada proyek ini, panjang kabel 15 m). Kabel ini juga tersedia di toko internet. Kedua ujung kabel ini mesti dipasang dengan RJ45 yang sudah dikrimping menggunakan alat krimping (crimping tool).

Ketujuh, bahan yang digunakan adalah besi atau alumunium dudukan USB WiFi. Barang ini berdiameter seukuran kelingking, atau lebih tepatnya masuk ke skrup ukuran 12 yang sudah disiapkan. Barang ini ditempelkan di sekrup yang ada di tengah-tengah katel. Fungsinya untuk menahan / menyangga USB WiFi, yang akan diikat dengan isolasi. USB WiFi ini disimpan di dalam tabung agar tidak kehujanan dan kepanasan. Di sini digunakan alumunium bekas antena televisi.

Kedelapan, bahan yang digunakan adalah double tape. Double tape ini digunakan untuk menempelkan kertas alumunium dengan pipa paralon 3 inci.

Kesembilan, bahan yang digunakan adalah dudukan tiang dengan katel. Dudukan ini mesti disesuaikan dengan tiang penyangga katel. Karena itu mesti disiapkan dulu tiang penyangganya, barulah dudukan tiang dengan katel ini dibeli. Bila tiang penyangga berukuran satu inci, maka dudukan ini juga mesti yang dapat memuat tiang satu inci.

Kesepuluh, bahan yang digunakan adalah kertas alumunium. Barang ini diambil dari dapur untuk memasak. Kertas alumunium bisa dibeli di supermarket. Secara ekstrem, kertas alumunium ini bisa menggunakan yang bekas (recycle). Jika pipa pvc diganti kaleng, tentu kertas alumunium ini juga tidak diperlukan. Tetapi kaleng mesti dijaga dari karat agar penerimaan sinyal tetap stabil.

Setelah dikerjakan dan dipasang, hasilnya seperti ini.

Kekuatan penerimaan sinyal dengan wajanbolic ini sangat bagus. Dalam arti, tidak ada yang mesti dikeluhkan karena putusnya koneksi di cucaca panas dan hujan. Berikut ini adalah gambaran dari besar sinyal yang ditangkap oleh wajanbolic atau parabola katel ini.

Selanjutnya filmnya adalah sebagai berikut. http://youtu.be/YagW-ps3fgA

 

Pengabdian

Setelah berhasil membuat wajanbolik, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi ilmu dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan setelah wajanbolik digunakan selama beberapa bulan. Pengabdian dilakukan kepada sejumlah mahasiswa non-TI yang mempunyai ketertarikan pada teknologi informasi (internet). Program pengabdian dilakukan dengan memberikan training berkaitan dengan fungsi wajanbolik, cara pembuatannya, biayanya, serta potensi pengembangannya.

Beberapa mahasiswa yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan teknologi informasi ternyata mempunyai ketertarikan pada wajanbolik. Pengembangan yang dapat dilakukan adalah menggunakan internet kampus dengan wajanbolik. Dengan begitu, tempat tinggal (kos) yang dekat dengan kampus dapat memperoleh akses dari internet kampus.

Setelah diadakan training wajanbolik, sejumlah mahasiswa memang mempunyai gambaran tentang teknologi ini: tentang fungsi wajanbolik, cara pembuatannya, biayanya, serta potensi pengembangannya. Ada salah seorang yang mencoba memasang wajanbolik, namun ternyata antene USB WiFi yang dimilikinya merupakan pinjaman dari seorang teman. Ternyata USB WiFi itu mati. Sampai sini belum ada lagi tindak lanjutnya.