Home » politik

Category Archives: politik

Facebook Ingin Profil Asli

Tulisan ini merupakan titipan dari teman saya. Saya membantunya memuat tulisan ini karena saya memahaminya

Teman saya memasang foto profil Jenderal Iran, Qosim Sulaimani di FB. Dia juga menuliskan bio yang tidak akurat tentang dirinya misalnya dia beralamat di Jakarta, bekerja Cirebon, berorientasi politik Hamas, bermazhab Ahlusunah, dan pendukung Iran.

Baru-baru ini FB-nya diban oleh FB dengan notifikasi bahwa dia melanggar panduan komunitas (community guidelines). Dia lalu diminta FB memasukkan nomor hp, memfoto kartu identitas (KTP, SIM, atau semacamnya), dan entah tuntutan lainnya. Teman saya ini sempat memasukkan nomor hp. Ketika diminta KTP, dia memberikan foto KTP di bawah cahaya yang sangat minim, dengan menutupi tulisan identitasnya. Namun robot server FB menolak KTP-nya dan teman saya memutuskan untuk BERHENTI MEMGGUNAKAN FB.

Pakar komputer Onno W. Purbo mengatakan bahwa peretasan dimulai dari pengumpulan info (social enggineering) dari identitas korban dari FB. Identitas itu berupa alamat, tempat sekolah, teman dekat, keluarga, dan sebagainya. Onno di saluran video youtubenya yaitu Onno Center, menanyakan kepada hadirin, jika ada seorang asing meminta lihat KTP, akankah orang memberikannya? Tidak. Tentu tidak. Sama sekali tidak. Mun ceuk si Cepot mah, “Euweuh, Doyot …!” Anehnya, banyak orang justru di FB membuka identitasnya. Lalu setiap orang bisa melihatnya: foto-foto, alamat, tanggal lahir (umur), sekolah, kelulusan, kesenangan, tempat kerja, teman dekat, hubungan keluarga, dan sebagainya. Onno seolah berkata, hanya orang bloon yang membuka identitasnya di FB padahal dia menolak memperlihatkan KTP-nya kepada orang lain.

FB juga sarana perjuangan. Mungkin berjuang membela pimpinan politik, membela orientasi politik, melawan kelaliman AS dan Israel, menyebarkan berita benar, dan meluruskan hoaks. Namun apakah FB membolehkan setiap perjuangan? Fakta tadi dan berikut ini merupakan bukti negasinya.

Jenderal Qosim Sulaimani dibunuh AS. Presiden Trump menampilkan euforianya saat pembunuhan itu terjadi. Ia mengibarkan bendera AS saat terbunuhnya Sang Jenderal Iran itu. Ia juga menuliskan pernyataan kemenangannya, kesenangannya, pertanggungjawabannya, atau dukungannya atas penbunuhan itu. Beberapa hari kemudian, Iran pun lalu membalas syahadah Qosim dengan menghujani pangkalan AS dengan roket. Sebuah tantangan perang terbuka yang tidak dilayani oleh AS. Jadi jangan takut kepada AS. Berlindunglah di bawah payung Iran karena AS takut dengan Iran. Apalagi Iran seolah mengklaim mendapatkan pertolongan dari Imam Zaman yaitu Imam Mahdi dan Imam Husain bin Ali. Kekuatan spiritual yang tidak bisa diremehkan.

Mungkin karena itulah FB teman saya diban. Lalu jika ada yang memberi identitas asli di FB, dia benar-benar mengabaikan peringatan dari Onno W. Purbo. Tetaplah berjuang. Gunakan identitas palsu di media sosial. Lawanlah kezaliman AS dan Israel.

Ingat juga ketika identitas youtuber Denny Siregar dibuka di internet. Orang asing bisa mengancamnya. Jika lawan menutup identitasnya, akankah kita menyodorkan identitas kita secara gratis? Kawan dan lawan selayaknya menutup identitasnya. Konon Imam Mahdi juga bukan tidak ada di dunia ini melainkan disamarkan identitasnya. Nabi Musa juga disamarkan identitasnya sehingga beliau as bisa hidup di istana Firaun. Nabi Yusuf juga disamarkan dari identitasnya untuk menjaga keamanannya dan keberlangsungan dakwahnya di Kerajaan Mesir.

Pantas saja dalam sejarah pendukung Imam Zaman ketika berhadapan dengan musuhnya akan saling berkenalan dulu. Mereka saling menyebutkan nama dan identitas masing-masing. Dengan begitu dia bisa mengkonfirmasi kematian musuhnya kepada keluarga musuhnya atau kepada kesatuannya. Korban bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang besar di pihaknya masing-masing. Pantas saja prajurit AS dipasangi kalung identitas agar dia tidak mati konyol yang tidak diketahui identitasnya.

Tikus dan Korupsi

Benarkah alam, bumi, langit, dan seisinya diberikan Tuhan bagi manusia?

Bukankah alam ini diberikan bagi tikus yang setiap hari mencuri persediaan makanan manusia padahal manusia bekerja keras mengumpulkannya untuk persediaan berhari-hari atau berbulan-bulan. Manusia bekerja di ladang gandum, sawah, menggembala domba dan sapi, beternak ayam dan ikan sebagai tabungan simpanan bahan makanan.

Tikus-tikus itu dengan seenaknya bersembunyi di lubang, lorong, tempat-tempat gelap dan sepi. Lalu saat malam, hewan nocturno itu beroperasi mengambili milik makhluk lain, yaitu milik manusia. Mengapa tikus ini tidak mencari makan tempat lain atau mencari makanan di hutan yang tak berpemilik? Mengapa tikus tidak mempunyai konsep kepemilikan sehingga dia bebas saja mengambil milik manusia?

Padahal manusia ini adalah tuannya. Seluruh alam diminta bersujud kepada Adam, kakek umat manusia. Semua makhluk, binatang, tumbuhan, lumpur, bebatuan, termasuk jin dan malaikat diperintah bersujud kepada manusia. Meski ada sekelompok jin yang bernama iblis tidak mau taat kepada perintah Allah swt, tikus ‘kan bukan jin. Mengapa tikus menyusahkan manusia dengan mencuri milik manusia? Tidak hanya itu mereka juga mengobrak-abrik dapur dan membuat kotor dapur.

Raja-raja adalah representasi dari Nabi Adam dan para utusan Tuhan setelahnya. Makhluk lain harus taat kepada Nabi Adam secara mutlak. Karena itu Nabi Adam harus maksum. Jika tidak, perintah dan larangannya bisa saja salah. Jika tidak maksum, mungkin saja hukum yang dibuatnya salah. Mungkin Imam Mahdi di akhir zaman juga harus maksum. Jika tidak, ia bisa seperti Jokowi, Ahok, Ganjar Pranowo, Doni Ahmad Munir, atau Tri Rismaharani.

Mungkin sebaiknya tikus ditembak saja dengan senapan angin. Mungkin karena itulah ular, elang, dan burung hantu diciptakan, di antaranya untuk memakan tikus. Tetapi ular juga membahayakan manusia. Jika ular masuk ke rumah, dia bisa menggigit dan mrmbahayakan manusia.

Mungkin sebagian manusia tidak berakal seperti tikus. Mereka tidak punya aturan kepemilikan. Mereka juga tidak menghormati penghulu manusia yaitu Adam as. Padahal binatang lain bersujud kepada Adam as. Adam as dan manusia beradab menghormati hak milik. Tentu manusia seperti Adam as juga rela berbagi, memberi, dan berderma jika orang lain kelaparan atau dalam kebutuhan. Tetapi pencurian dan korupsi sama sekali tidak bisa diterima.

Korupsi juga dilakukan. Bahkan korupsi dilakukan tidak untuk kebutuhan makan hari itu saja. Korupsi milyaran akan membuat dia bisa hidup tujuh turunan tanpa harus bekerja lagi. Mereka bisa memguasai berbagai sumber hajat hidup masyarakat dan memperkaya dirinya dan kroninya. Karena itu, hukuman cambuk atau perbudakan bagi para pencuri cukup pantas untuk diterapkan. Hukuman perbudakan seperti itu dilakukan Nabi Yusuf terhadap Bunyamin saat skenario Bunyamin mencuri piala raja. Saudara Bunyamin berkata bahwa Bunyamin mencuri seperti Yusuf mencuri. Skenario Yusuf mencuri pun sebenarnya adalah makar saja. Hukum cambuk juga diterapkan nabi bagi para pencuri. Hukum potong tangan? Entahlah.

Kapankah Imam Mahdi min aali Muhammad saw akan muncul sehingga keadilan akan ditegakkan dan disebarkan di dunia ini? Mungkin saja Imam Mahdi sebenarnya sudah ada. Tugas manusia adalah menyambung lidah dan tangan beliau.

Tuhan memberi rezeki kepada semua makhluk di di dunia, tanpa kecuali manusia. Tikus diberi wahyu untuk memperoleh rezekinya di manapun. Tidak hanya tikus, manusia pun melihat ayam rebutan rezeki dengan sesamanya, bahkan sesama keluarganya. Sesuatu yang memalukan bila dilakukan manusia. Akan memalukan bila manusia rebutan rezeki, bahkan sampai menempuh cara yang tidak halal. Manusia bisa berbagi dan menerima aturan yang adil. Manusia juga belajar keadilan dari Tuhannya. Keadilan Tuhan direpresentasikan melalui utusan-Nya. Tanpa ada utusan Tuhan, manusia kadang-kadang bingung mencari rida Tuhannya.

Manusia adalah khalifah Tuhan di dunia. Ketika semua makhluk sujud kepada Adam as, bahkan manusia lain pun harus sujud kepada Adam as. Tanpa petunjuk Adam as, manusia kesulitan mencapai rida Tuhannya. Ini pula hujah bahwa Imam Mahdi harus maksum. Namun, bisa saja ada muslim yang meyakini bahwa yang maksum hanya Nabi Muhammad saw dan para nabi lain. Aali Muhammad atau keluarga Muhammad (Imam Mahdi) mungkin tidak maksum. Menurut riwayat Imam Mahdi bisa menghidupkan orang mati, memiliki tongkat Musa, mengalahkan Dajjal, pasukannya menyeberangi lautan, memanggil garuda untuk bersyahadat, dan memiliki mukjizat lainnya. Riwayat itu bisa dibaca melalui hadis-hadis. Muslimin bisa bertanya kepada ulama tentang hal ini. Mungkinkah Imam Mahdi semacam ini yang diamanatkan Rasululllah agar ditaati manusia tidak maksum.

Untuk menghindari bahaya tikus di dapur, memang manusia harus membuat lemari yang tidak bisa dijangkau, dirusak, atau dimasuki tikus. Itulah keadilan alam. Manusia tidak perlu meminta tikus tidak mencuri makanannya. Manusialah yang harus membuat lemari yang tidak bisa dibongkar tikus.

Orang-orang mesti melempar sisa makanan ke kebun belakang rumah untuk dimakan ayam, tikus, dan binatang lain. Inilah keadilan alam.

Ya sahibuz zaman, adrikni. Ya wajihan indallah isyfa lana indallah.

Harisbaya

Harisbaya

Pernikahan Harisbaya dengan Sumedang adalah suatu plot. Namun ada provokasi agar logika seolah ratu harisbaya tertarik, raja sumedang menculik seperti krisna, atau ratu kabur? Dan plot kemarahan Cirebon ysng berujung pemberian wilayah kepada Cirebon

Kita harus sadar bahwa seorang putri sangat buruk apabila tertarik pada ada orang lain yang bukan haknya kita juga sadar bahwa Raja tidak mungkin menculik sesuatu yang bukan haknya atau kita juga sadar bahwa seorang putri tidak mungkin kabut tanpa alasan yang jelas

Anak Hiperaktif di SD dan Penanganannya

Ini adalah bagian dari pengalaman anak-anak di sekolah dasar. Ada kasus seorang anak yang sangat bermasalah. Anak ini adalah anak yang hiperaktif. Dalam bahasa yang lebih lugas dikatakan sebagai anak yang nakal. Seseorang bisa mengenal anak semacam ini karena ada tanda-tandanya. Lebih lanjut anak-anak nakal tersebut berpotensi untuk menjadi buruk dan jahat. Jika didiamkan kenakalan ini bisa terbawa hingga dewasa.

(more…)

Umur Belajar Mengenal Huruf dan Menggoreskan Pensil

Salah satu pembahasan penting dari pembelajaran membaca permulaan adalah mengubah keyakinan bahwa siswa anak-anak harus matang terlebih dahulu untuk belajar sesuatu. Ada kalanya orang tua menganggap anak-anak belum matang untuk belajar membaca atau menulis permulaan. Ada orang tua yang tidak pernah mengajarkan huruf-huruf kepada anak-anaknya. Ada orang tua yang tidak pernah mengajarkan memegang pensil kepada anak-anaknya. Ada orang tua yang tak pernah meminjamkan ponsel kepada anak-anaknyanya meskipun ponsel itu bisa digunakan untuk tujuan-tujuan pelajaran. (more…)