Sajak Tahun 61H

Kita hidup di zaman itu
Ketika Imam Husain mazlum, dizalimi
Dan kita diam saja

Kita hidup di zaman itu
Ketika kezaliman merajalela
Namun kita diam saja

Kita hidup di zaman kini

Ketika orang-orang berbuat zalim
Dan kita diam saja
Tidak menolong orang tertindas
Tidak berteriak minta tolong
Dan hanya memikirkan diri sendiri

Kita hidup di zaman itu
Ketika prajurit dajal masuk kota-kota kita
Dan kita bersembunyi di rumah-rumah
Menemani istri dan anak-anak
Dan berdoa agar terlepas dari kezalimannya

Kita hidup di zaman itu
Ketika dajal memekikkan kebohongannya
Di atas mimbar dan media massa
Sementara kita diam seribu bahasa
Dan membiarkan kebohongannya

Kita hidup di zaman itu
Ketika orang baik dizalimi
Dan kita mendukung, menolong orang zalim
Untuk mencapai tujuannya

Kita hidup di zaman itu
Ketika istri-istri kita menarik kita
Dari medan perang
Karena takut dirinya menjadi janda

Kita hidup di zaman itu
Ketika seseorang berteriak minta tolong

“Hal min nashirina yanshuruni?”
Dan kita pura-pura tidak mendengarnya

Kita hidup di zaman itu
Ketika corong masjid dikuasai monyet-monyet
Media massa memutarbalikkan fakta
Dan kita berharap ada orang lain yang mengkritiknya

Kita hidup di zaman itu
Ketika kita mengandalkan syukur, sabar, dan salat
Sementara ketidakadilan terjadi di sekelilingnya

Kita hidup di zaman itu

Ketika orang-orang berbaiat kepada para penindas

Karena takut pada ancamannya

Kita hidup di zaman itu
Yang hanya bisa menangis di malam sepi
Sementara Pangeran Husain dibantai

Tanpa ada penolongnya

Sajak Dua, Tiga, atau Empat Rakaat

Dua, tiga atau empat rakaat dalam salat
Adalah kebutuhan kami setiap hari
Senantiasa kami renungkan manfaat ibadah kepada-Mu, mengapa mesti dua hingga empat rakaat
Yang dua, tiga atau empat ini acap lupa bilangannya.
Mungkin karena terlalu sering makan syubhat dan haram yang menyebabkan lupa
Atau lupa karena acap besar hati dengan sedikit amal dan merasa setara dengan para nabi, wali, dan manusia suci

Sajak Kebenaran dan Logika

Apakah kebenaran dan logika mempunyai agama hingga derma muslim berbeda dengan derma yahudi atau konghucu?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai bangsa hingga pembunuhan Palestina oleh AS dan Israel bisa diterima?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai suku hingga perbuatan bail suku Arab berbeda dengan suku Yahudi?
Apakah kebenaran dan logika mempunyai jenis kelamin sehingga kebenaran Maryam dan Fatimah berbeda dengan Muhammad

Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan disampaikan
Kebenaran mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus takiah kepada orang bodoh
Kebenaran dan logika mempunyai situasi sehingga tahu kapan harus disampaikan atau takiah kepada musuh
Kebenaran memang mempunyai nama sehingga suatu saat ia bernama Maryam, Muhammad, Ali, atau Fatimah

PUISI ​Ode Buat Imam Zaman

*Buat pemeluk teguh NU

Alam ini tak akan kosong

dari hujah Tuhan

Kau rasakan sendiri

Betapa sunyinya

Hidup tanpa hujah Tuhan

Meski kau genggam erat

Kitab Tuhan di tanganmu

Dan kau gigit agamamu

Agar tak lepas dari dirimu
Hujah Tuhan yang hidup

Dan berbicara adalah wasiat Rasulullah saw

Almahdi adalah wasiat Rasulullah saw

Yang hidup dan berbicara

Sekalipun hujah tandingannya

Berseliweran meminta perhatian

Namun yang bertentangan

Dengan Almahdi

Cepat atau lambat akan segera sirna, sirna
Almahdi min aali muhammad

Adalah seorang yang maksum

Karenanya kita secara mutlak harus menaatinya

Setelah akal menerima hujahnya

Puisi MELIHAT SIKLUS KEHIDUPAN

Melihat siklus kehidupan

Kelahiran dan kematian

Makhluk yang fana, lemah,

Dan serba membutuhkan

Serta agungnya dan teraturnya

Makhluk ciptaan
Kami yakin bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia.

Tak ada sesuatupun di alam ini kecuali Dia.

Dia adalah sumber dari segalanya.
Kami yakin kami harus menyembah Dia

Dia berhak kami sembah

Kami punya fitrah menyembah Dia
Ketika kami tak tahu cara menyembah Dia

Dia menurunkan utusan-Nya 

Dengan bukti-bukti yang nyata

Kejujuran, kekuatan, pengetahuan, mukjizat, kebenaran

Utusan itu adalah nabi
Nabi membimbing kami

Beribadah kepada Dia 

Nabi membimbing kami

Melakukan taklif bagi mukallaf
Kata Nabi, kebutuhanmu beribadah kepadanya adalah sekurangnya 17 rakaat.

Kata Nabi, hak Dia untuk disembah adalah sekurangnya 17 rakaat
Semuanya ibadah yamg kami lakukan itu bukan untuk Dia,

Melainkan untuk kami sendiri

Menguatkan mental kami,

Meningkatkan kualitas mental kami

Membesarkam jiwa kami

Membesarkam harta kami

Meningkatkan nikmat kami
Dia adalah zat 

Yang tidak akan beruntung

Meski semua makhluk 

Taat dan menyembah-Nya

Dia adalah zat 

Yang tak akan merugi

Meski semua makhluk

Ingkar dan tak menyembah-Nya
Namun sebagian dari kami masih sangsi

Benarkah kebutuhan kami 17 rakaat

Benarkah hak Dia 17 rakaat

Benarkah keselamatan kami 17 rakaat
Akibatnya kadang kami lalai

Dan masih bermaksiat

Sekalipun kami melakukan 17 rakaat

Mungkin kami belum mendirikan 17 rakaat

Sekalipun kami melakukan 17 rakaat
Kami cuma bisa merintih

Karena hanya Dialah yang dapat menolong kami

Dari kelemahan dan kelalaian ibadah kami