Home » Quran Bapak

Category Archives: Quran Bapak

080 ‘Abasa (Dia Bermuka Masam)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

‘Abasa (Dia Bermuka Masam)
Makiyah
Surat ke 80, 42 ayat. Diturunkan sesudah Surat An Najm.
Juz 30

Catatan Awal
Nama Surat ini diambil dari ayat pertama. Rasulullah saw saat berbicara dengan para pemuka Quraisy tentang ayat-ayat Allah. Saat itu, datang Ibnu Ummi Maktum, seorang buta yang meminta Rasulullah saw membacakan ayat-ayat Allah swt. Pemuka Quraisy (dia) bermuka masam melihat Ibnu Ummi Maktum yang mau mendengar ucapan Rasulullah saw. Allah menurunkan surat ini, sebagai teguran, peringatan, atas sikapnya kepada Rasulullah. Ada dalil tentang keesaan Allah; Keadaan manusia pada Hari Kiamat, ada yang bermuka kusam, gelap, ada yang tertawa-tawa gembira.; dalam berdakwah sebaiknya memberi penghargaan yang sama kepada semua orang yang didakwahi. Allah mencerca orang-orang yang tidak bersyukur kepada-Nya, yang telah banyak memberi nikmat kepada seluruh umatnya.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

‘abasa = dia bermuka masam; wa tawallã = dan dia berpaling.

‘abasa wa tawallã

1. Dia bermuka masam, dan dia berpaling.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Nabi Muhammad saw. bercakap-cakap dengan beberapa orang pembesar Quraisy yang masih kafir, saat itu datang seorang buta, bernama Abdullah ibn Umi Maktum. Air muka pembesar Quraisy berubah karena terganggu.

an jã-ahu = saat itu telah datang kepadanya; al a’mã = seorang buta.
an jã-ahũl a’mã.
2. Saat itu telah datang kepadanya, seorang buta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pembesar Quraisy terganggu dengan kedatangan Abdullah ibn Umi Maktum yang mau mendengarkan dakwah Nabi.

wa mã = dan apakah; yudrĩka = tahu kamu; la ‘allahũ = barangkali ia; yazzakkã = ia ingin membersihkan diri.

wa mã yudrĩka la ‘allahũ yazzakkã.

3. Dan apakah kamu tahu, barangkali ia ingin membersihkan diri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw tahu maksud dia datang yaitu ingin membersihkan jiwanya, atau menambah ingatannya dalam rangka mendapat hikmah dari wahyu yang diturunkan Allah. Namun pembesar Quraisy itu tidak senang dengan kedatangan orang yang ingin membersihkan diri itu.

aw yaddakkaru = atau ia mendapat pengajaran; fa tanfa’ahu = lalu ada manfaat baginya; adz dzikroo = pengajaran.

aw yaddakkaru fa tanfa’ahũdz dzikroo.

4. Atau ia ingin belajar, dan mendapat pengajaran, lalu ada manfaat baginya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Atau, ia ingin mendapat pengajaran, dan mau belajar yang bermanfaat baginya.

ammã mani = adapun siapa yang; astaghnã = merasa cukup.

ammã mani astaghnã.

5. Adapun, siapa yang merasa cukup.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sedangkan kepada orang-orang besar yang cukup harta bendanya, pengetahuannya.

fa anta = maka kamu; lahũ = kepadanya; tashãddã = kamu menghadap.

fa anta lahũ tashãddã.

6. Maka kepadanya kamu menghadap.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pembesar Quraisy hanya senang bertemu dengan orang yang sederajat dengannya, dengan pembesar lain, enggan bertemu orang buta dan miskin, mestinya orang menghadapkan mukanya ke arah Rasulullah dan mencontoh sikap Rasulullah saw.

wa mã = dan tidak ada; ‘alaika = bagi kamu; al lã = bahkan tidak; yazzakkã = ia bersihkan diri.

wa mã ‘alaikãl lã yazzakkã.

7. Dan bagi kamu, tidak ada yang membersihkan diri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang Quraisy itu tidak ada seorang pun yang mau membersihkan diri.

wa ammã = dan adapun; man = orang yang; jã-aka = datang kepadamu; yas’ã = bersegera

wa ammã man jã-aka yas’ã.

8. Dan, adapun orang yang datang kepadamu bersegera

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Adapun orang yang benar-benar ingin segera bertemu dengan Nabi Muhammad saw. untuk mendapatkan nasihat karena keterbatasan pengetahuan.

wa huwa = sedang ia; yakhsyã = ia takut.

wa huwa yakhsyã

9. Sedang ia takut

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Padahal ia dalam keadaan takut kepada Allah, dan mempercayai adanya Hari Perhitungan.

fa anta = dan kamu; ‘anhu = darinya; talahhã = kamu tidak mengacuhkan

fa anta ‘anhu talahhã.

10. Dan kamu tidak mengacuhkan dia

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pembesar Quraisy tidak mengacuhkannya, karena merasa ada yang lebih penting darinya.

kallã = janganlah demikian sama sekali; innahã = sungguh ini; tadzkiroh = peringatan.

kallã innahã tadzkiroh.

11. Janganlah demikian sama sekali, ini adalah peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ini adalah peringatan. Ini sesungguhnya ketetapan Allah.

fa man = maka, siapa yang; syã-a = ia kehendaki; dzakarohũ = ia mengingatnya.

fa man syã-a dzakarohũ.

12. Maka, siapa yang ia kehendaki, ia mengingatnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau dia menghendaki, tentu beliau memperhatikannya, mengingatnya.

fĩ shuhufim = di dalam suhuf-suhuf; mukarromah = dimuliakan.

fĩ shuhufim mukarromah.

13. Di dalam suhuf-suhuf yang dimuliakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Itu semua sudah termaktub dalam Alqur’an yang dimuliakan Allah, dan yang diimani oleh sebahagian manusia.

marfũ’atim = ditinggikan; muthohharoh = disucikan.

marfũ’atim muthohharoh.

14. Alqur’an yang ditinggikan dan disucikan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Demikianlah Alqur’an, ditinggikan Allah dan oleh orang yang mengimaninya.

bi aydĩ safaroh = di tangan-tangan para utusan.

bi aydĩ safaroh.

15. Di tangan-tangan para utusan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alqur’an itu ditinggikan dan disucikan melalui tangan-tangan para utusan, terus dilanjutkan oleh para pengikutnya.

kiroomim = yang mulia; baroroh = yang berbakti.

kiroomim baroroh.

16. Yang mulia, yang berbakti

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para utusan itu dimuliakan Allah dan utusan itu berbakti kepada-Nya. Para pengikutnya juga turut berbakti.

qutila = dibunuh; al insaanu = manusia; mã = alangkah; akfarohũ = amat sangat kafirnya.

qutilãl insaanu mã akfarohũ.

17. Alangkah amat sangat kafirnya manusia dibunuh, dibinasakan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Alangkah ruginya manusia yang terbunuh dalam keadaan sangat kafir.

min ayyi = dari apa; syai-in = sesuatu; kholaqohũ = Dia menciptakannya.

min ayyi syai-in kholaqohũ.

18. Dia menciptakannya dari sesuatu apa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan manusia dari setetes mani, kemudian disempurnakan-Nya. Lihat Surat yang berisi tentang kejadian manusia, a.l. Al Baqarah, 2: 30; Ali Imran, 3: 195; Al Hijr, 15: 28-44; Al Hajj, 22: 5; Al Mu’minun, 23: 12-16; Ar Rum, 30: 30; Al Fathir, 35: 1-7 dan lain-lain, dengan pemaparan yang bervariasi.

min nuthfatin = dari nutfah, air mani; kholaqohũ = manusia Dia ciptakan; fa qoddarohũ = lalu Dia Yang menentukan.

min nuthfatin kholaqohũ fa qoddarohũ.

19. Manusia Dia ciptakan dari nutfah, air mani, lalu Dia Yang menentukan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan manusia dari nutfah, air mani. lalu Dia Yang menentukan segala sesuatunya, demi kebaikan semuanya.

tsumma = kemudian; as sabĩla = jalan; yassarohũ = Dia memudahkannya.

tsummãs sabĩla yassarohũ.

20. Kemudian jalan, Dia memudahkannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi petunjuk jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah memudahkan jalan yang dikehendaki makhluk-Nya.

tsumma = kemudian; amãtahũ = Dia mematikannya; fa aqbarohũ = lalu Dia menguburkannya.

tsumma amãtahũ fa aqbarohũ.

21. Kemudian, Dia mematikannya, lalu Dia menguburkannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mematikan makhluk yang bernyawa itu sunatullah, lalu dikuburkan.

tsumma = kemudian; idzã = jika; syã-a = Dia kehendaki; ansyarohũ = Dia bangkitkan.makhluk itu.

tsumma idzã syã-a ansyarohũ

22. Kemudian, jika Dia kehendaki, Dia bangkitkan.makhluk itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Makhluk yang dimatikan itu, kalau Allah menghendaki, dibangkitkan kembali pada suatu saat.

kallã = sekali-sekali jangan; lammã = ia belum; yaqdhi = melaksanakan; mã = apa yang; amarohũ = Dia perintah makhluk itu.

kallã lammã yaqdhi mã amarohũ.

23. sekali-sekali jangan, ia, makhluk itu belum melaksanakan apa yang Dia perintah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jangan begitu, manusia belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

fal yanzhuri = maka perhatikan; al insaanu = manusia; ilã = pada; tho’ãmihĩ = makanannya.

fal yanzhurĩl insaanu ilã tho’ãmihĩ.

24. Maka, perhatikan pada makanan manusia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meminta Nabi Muhammad saw. memperhatikan makanan manusia. Perhatikan penjelasannya pada ayat-ayat di bawah ini.

annã = sungguh, Aku; shababna = telah Aku curahkan; al mã-a = air; shobbã = curahan.

annã shababnãl mã-a shobbã.

25. Sungguh, telah Aku curahkan curahan air.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Air adalah zat yang sangat penting dalam proses hidup seluruh makhluk. Allah mencurahkannya dalam curahan yang banyak di berbagai tempat.

tsumma = kemudian; syaqoqna = Aku belah; al ardhoo = bumi; syaqqoo = berbelah-belahan.

tsumma syaqoqnãl ardhoo syaqqoo

26. Kemudian, bumi Aku belah berbelah-belahan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi terbagi menjadi lima benua besar, dan ribuan pulau besar dan kecil.

fa ambatnã = lalu Aku tumbuhkan; fĩhã = pada bumi itu; habbã = biji-bijian.

fa ambatnã fĩhã habbã

27. Lalu Aku tumbuhkan biji-bijian pada bumi itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Setelah saat yang sudah dijanjikan itu belalu, Allah menumbuhkan lagi biji-bijian di bumi yang baru.

wa ‘inaban = dan anggur; wa qodhbã = dan sayur-sayuran.

wa ‘inaban wa qodhbã.

28. Dan anggur, dan sayur-sayuran.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di samping biji-bijian, Allah juga menumbuhkan berbagai buah-buahan dan sayur-sayuran.

wa zaytũnan = dan zaitun; wa nakhlã = dan kurma.

wa zaytũnan wa nakhlã.

29. Dan zaitun dan kurma.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pohon zaitun adalah salahsatu pohon yang banyak manfaatnya, dan kurma adalah buah yang bermanfaat sebagai bahan makanan pokok di padang pasir. Tanaman ini pun ada di bumi yang baru.

wa hadã-iqo = dan kebun-kebun; ghulbã = subur.

wa hadã-iqo ghulbã.

30. Dan kebun-kebun yang subur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di bumi yang baru pun ada kebun-kebun yang subur. Perbedaannya, di bumi yang baru tidak ada hama tanaman sedikit pun.

wa fãkihatan = dan buah-buahan; wa abbã = dan padang rumput-rumputan.

wa fãkihataw wa abbã.

31. Dan buah-buahan dan padang rumput-rumputan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Menguatkan ayat 28.

matã’an = kesenangan; lakum = bagi kamu semua; wa li an‘ãmikum = dan bagi ternak kamu.

matã’al lakum wa li an‘ãmikum.

32. Kesenangan bagi kamu semua, dan bagi ternak kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat Surat ……

fa idzã jã-ati = maka jika telah datang; ashshookhkhah = suara memekakkan.

fa idzã jã-ati ashshookhkhah.

33. Maka, jika telah datang suara memekakkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab:Kembali kisah tentang suara ledakan yang sangat keras, lihat ayat 26, dan Surat ….

yawma = pada hari; yafirru = lari; al mar’u = seseorang; min ahĩh = dari saudaranya.

yawma yafirrũl mar’u min ahĩh.

34. Pada hari seseorang lari dari saudaranya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, seseo-rang bisa lari menjauh dari saudaranya. Alasannya ……

wa ummihĩ = dan ibunya; wa abĩh = dan bapaknya

wa ummihĩ wa abĩh.

35. Dan ibunya dan bapaknya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ibu dan bapak saling menjauh, ibu-bapak dan anak juga tidak saling memperdulikan.

wa shoohibatihĩ = dan istrinya; wa banĩh = dan anak-anaknya.

wa shoohibatihĩ wa banĩh

36. Dan istrinya dan anak-anaknya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Istrinya tidak memerhatikan suaminya, suami tidak memperhatikan istri; anak-anak tidak memperhatikan orang tuanya, orang tuanya tidak memperhatikan anak-anaknya.

li kulli = untuk setiap; amri-in = seseorang; min hum = dari mereka; yawma-idzin = pada hari itu; sya’nun = urusan; yughnĩh = menyibukkannya.

li kulli amri-im min hum yawma-idzin sya’nuy yughnĩh.

37. pada hari itu setiap urusan seseorang, menyibukkannya untuk mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, urusan seseorang merepotkan orang banyak. Urusan orang banyak lebih menyibukkan seseorang.

wujũhun = wajah-wajah; yawma-idzĩn = pada hari itu; musfiroh = berseri-seri

wujũhuy yawma-idzĩm musfiroh.

38. Pada hari itu, wajah-wajah berseri-seri

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di pihak lain, pada Hari Kiamat wajahnya berseri-seri.

zhōhikatum = tertawa; mustabsyiroh = gembira.

zhōhikatum mustabsyiroh.

39. Tertawa gembira.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di pihak lain, pada Hari Kiamat, orang-orang tertawa-tawa dengan gembira.

wa wujũhun = dan wajah-wajah; yawma-idzin = pada hari itu; ‘alayhã = padanya; ghobaroh = tertutup debu.

wa wujũhuy yawma-idzin ‘alayhã ghobaroh.

40. Dan wajah-wajah, pada hari itu, padanya tertutup debu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di pihak lain, pada Hari Kiamat, banyak wajah orang yang tertutup debu.

tarhaquhã = menutupinya; qotaroh = kegelapan.

tarhaquhã qotaroh.

41. kegelapan menutupinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di pihak lain, pada Hari Kiamat, banyak wajah orang gelap tertutup debu.

ũlã-ika = mereka itu; humu = mereka; al kafarotu = orang-orang kafir; al fajaroh = durhaka.

ũlã-ika humũl kafarotũl fajaroh.

42. Mereka itu, orang-orang kafir, yang durhaka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Seperti itu dilukiskan orang-orang kafir yang durhaka.

079 An Nãzi’ãt (Malaikat-Malaikat yang Mencabut)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

An Nãzi’ãt (Malaikat-malaikat yang Mencabut)
Makiyah
Surat ke 79, 46 ayat. Diturunkan sesudah Surat An Nabã’.
Juz 30

Catatan Awal
Judul Surat ini diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama. Nama lain Surat ini adalah As Sãhiroh dari ayat 14, dan Ath Thōmmah dari ayat 34. Isinya menegaskan tentang terjadinya Hari Kiamat; Sikap orang musyrik terhadap terjadinya Hari Kiamat; Manusia terbagi dalam dua golongan di akhirat; Manusia tidak diberi tahu kapan terjadinya Hari Kiamat; Ada kisah Nabi Musa dengan Fir’aun; Gambaran tentang penciptaan langit dan manusia. Surat ini turun, terkait dengan Surat 79: 10 yang berbunyi “A innal lamarduduna fil hafiroh” yang ditangggapi oleh Kaum Quraisy, tentang hal manusia akan dihidupkan kembali setelah matinya. Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

wãn nãzi’ati = demi yang mencabut; ghorqō = dengan keras.

wãn nãzi’ati ghorqō.

1. Demi Malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah bersumpah pada Malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras, kasar.

wãn nãsyithōti = dan yang mencabut dengan; nasythō = perlahan-lahan.

wãn nãsyithōti nasythō.

2. Dan demi Malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan perlahan-lahan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah bersumpah pada Malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan halus.

wãs sãbihãti = dan yang turun; sab-hã = dengan cepat.

wãs sãbihãti sab-hã.

3. Dan yang turun dengan cepat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah bersumpah pada Malaikat yang turun dengan cepat dari langit.

fãs sãbiqōti = dan yang mendahului; sabqō = dengan kencang.

fãs sãbiqōti sabqō.

4. Dan yang mendahului dengan kencang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada Malaikat yang mendahului Malaikat lain dengan lebih kencang.

fa al mudabbirōti = dan yang mengatur; amrō = urusan.

fa al mudabbirōti amrō.

5. Dan yang mengatur urusan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada Malaikat yang mengatur suatu urusan.

yawma = hari; tarjufũr = bergoncang; rōjifah = goncangan.

yawma tarjufũr rojifah.

6. Hari bergoncang, goncangan yang keras.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dunia ini suatu saat, dan di tempat tertentu ada yang bergoncang dengan keras, gempa. Merupakan penjelasan bahwa Allah Itu ada. Hari Kiamat juga berguncang amat keras, lebih keras dari gempa.

tatba’uha = mengikutinya; ar rōdifah = yang mengiringi.

tatba’uhãr rōdifah.

7. Mengikutinya, yang mengiringi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Malaikat itu ada yang mengikuti suatu mahkluk, ada yang mengiringinya.

qulũbun = hati-hati; yawma-idzin = pada hari itu; wãjifah = katakutan.

qulũbuy yawma-idzin wãjifah.

8. Pada hari itu, hati-hati gemetaran, ketakutan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat hati-hati manusia semua bergetar, ketakutan.

abshōruhã = pandangannya; khōsyi’ah = takut, tertunduk.

abshōruhã khōsyi’ah.

9. Pandangannya ketakutan, tertunduk.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Semua manusia, saat Kiamat, memandang sesuatu dengan ketakutan, atau tertunduk karena kekhawatir-annya.

yaqũlũna = mereka berkata; a-innã = apakah sesungguhnya kami; la mardũdũna = benar-benar akan dikembalikan; fĩl hãfiroh = dalam keadaan semula.

yaqũlũna a-innã la mardũdũna fĩl hãfiroh.

10. Mereka bertanya, “Apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dikembalikan dalam keadaan semulaɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada manusia yang tidak percaya akan adanya Hari Kiamat, bertanya, apakah mereka akan dikembalikan dalam keadaan semulaɁ

a-idzã kunnã = apakah jika kami ini; ‘izhōmãn = telah menjadi tulang-belulang; nakhiroh = yang hancur.

a-idzã kunnã ‘izhōmãn nakhiroh.

11. Apakah jika kami ini telah menjadi tulang-belulang yang hancur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka bertanya lebih lanjut, “Apakah kalau mereka telah menjadi tulang-belulang yang hancur bercampur tanahɁ”

qōlũ tilka = mereka berkata, Ini; idzan = jika demikian; karrotun = pengembalian; khōsiroh = merugikan.

qōlũ tilka idzan karrotun khōsiroh.

12. Mereka berkata, “jika demikian, pengembalian ini merugikan”.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka menganggap, kalau demikian cara pengembaliannya, itu merugikan manusia.

fa innamã = maka, sungguh hanyalah; hiya = ia; zajrotun wãhidah = satu suara ledakan saja.

fa innamã hiya zajrotun wãhidah.

13. Maka, sungguh, kiamat hanyalah satu suara ledakan saja

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kiamat itu terjadi, seperti satu ledakan saja yang sangat dahsyat.

fa idzã = maka tiba-tiba; hum = mereka; bis sãhiroh = hidup kembali.

fa idzã hum bis sãhiroh.

14. Maka tiba-tiba, mereka hidup kembali.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat ledakan itu terjadi, tiba-tiba semua makhluk, khususnya manusia hidup kembali.

hal atãka = apakah telah sampai kepadamu; hadĩtsu mũsã = kisah Musa.

hal atãka hadĩtsu mũsã.

15. Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat itu dipertanyakan, apakah telah sampai Kisah tentang MusaɁ

idz nãdãhu = ketika memanggilnya; robbuhũ = Penguasanya; bĩl wãdi = di lembah; muqaddasi = suci; thuwwã = Tuwa

idz nãdãhu robbuhũ bĩl wãdi muqaddasi thuwwã.

16. Ketika Penguasanya memanggil di lembah suci Tuwa

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memanggil Musa di Lembah Suci Tuwa. Lihat Surat Thōhã, 9: 9 -12

adz-hab = pergilah kamu; ilã fir’auna = kepada Fir’aun; innahũ = sungguh, dia; thoghō = melampaui batas.

adz-hab ilã fir’auna innahũ thoghō.

17. Pergilah kamu kepada Fir’aun. Sungguh, dia melampaui batas.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyuruh Musa untuk menghadap Fir’aun yang berpikiran melampaui batas.

fa qul = maka, katakan; hal = maukan kamu; laka = bagi kamu; ilã = kepada; an = bahwa; tazakkã = kamu bersihkan diri.

fa qul hal laka ilã an tazakkã

18. Maka, katakan kepada Fir’aun, “Maukah kamu membersihkan/menyucikan diri kamuɁ”

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Musa meminta Fir’aun menyucikan diri, dan menggantikan kesombongan menjadi keimanan kepada Allah.

wa ahdiyaka = dan aku pimpin kamu; ilã robbika = ke jalan Penguasa kamu; fa takhsyã = supaya kamu takut.

wa ahdiyaka ilã robbika fa takhsyã.

19. Dan aku pimpin kamu ke jalan Penguasamu, supaya kamu takwa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Musa menunjukkan jalan yang benar kepada Fir’aun, agar Fir’aun mau takwa kepada-Nya

fa arōhu = lalu Musa lihatkan kepadanya; al ayata = ayat-ayat mukjizat; al kubrō = yang besar.

fa arōhũl ayatãl kubrō.

20. Lalu Musa lihatkan kepadanya ayat-ayat mukjizat yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Musa menunjukkan mukjizat yang mulia kepada Fir’aun.

fa kadzdzaba = maka, dia mendustakan; wa ‘ashō = dan dia mendurhakai.

fa kadzdzaba wa ‘ashō.

21. Maka, dia mendustakan; wa ‘ashō = dan dia mendurhakai.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Fir’aun mendustakan Musa, dan mendurhakai Tuhannya.

tsumma = kemudian; adbaro = dia berpaling; yas’ã = dia berjalan.

tsumma adbaro yas’ã.

22. Kemudian, dia berpaling, dia berjalan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Fir’aun berpaling, dan berusaha menantang Musa.

fa hasyaro = maka dia kumpulkan; fa nãdã = lalu dia berseru.

fa hasyaro fa nãdã.

23. Maka dia kumpulkan, lalu dia berseru.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Fir’aun mengumpulkan penduduknya, lalu di berseru.

fa qōla ana = Fir;aun berkata, aku; robbukumũl a’lãa = penguasa kamu yang paling tinggi.

fa qōla ana robbukumũl a’lãa.

24. Fir’aun berkata, aku penguasa kamu yang paling tinggi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Fir’aun mengaku sebagai penguasa yang paling tinggi.

fa akhodzahũllōhu = maka, Allah mengambil; nakãla = siksa; al akhiroti = akhirat; wãl ũlã = dan yang terdahulu.

fa akhodzahũllōhu nakãlãl akhiroti wãl ũlã.

25. Maka, Allah mengambil siksa akhirat, dan yang terdahulu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Maka, Allah menyiksa Fir’aun saat di dunia, maupun nanti di akhirat.

inna fĩ dzãlika = sungguh, pada yang demikian itu; la ‘ibrotan = benar-benar pelajaran; liman = bagi orang; yakhsyã = dia takut.

inna fĩ dzãlika la ‘ibrotal limay yakhsyã.

26. Sungguh, pada yang demikian itu, benar-benar pelajaran bagi dia, orang yang takut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sejarah Fir’aun dan Musa itu, benar-benar menjadi peringatan, dan pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah.

a-antum = apakah kamu semua; asyaddu = sangat-hebat; kholqon = penciptaan; amĩs samã-u = atau langit; banãhã = telah Dia bina.

a-antumasyaddu kholqon amĩs samã-u, banãhã.

27. Apakah kamu semua penciptaan sangat hebat, atau langit yang telah Dia binaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan penciptaan manusia, apakah lebih hebat dari penciptaan langitɁ

rofa’a = Dia meninggikan; samkahã = bangunannya; fa sawwãhã = maka, Dia menyempurnakannya.

rofa’a samkahã fa sawwãhã.

28. Dia meninggikan bangunannya, maka, Dia menyempurnakannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah meninggikan bangunannya, dan menyempurnakan dengan berbagai (jutaan) bintang sebagai isinya.

wa aghthosya = dan Dia jadikan gelap; laylahã = malamnya; wa akhroja = dan Dia keluarkan; dhuhãhã = waktu duhanya

wa aghthosya laylahã wa akhroja dhuhãhã.

29. Dan Dia jadikan malamnya gelap, dan Dia keluarkan waktu duhanya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada waktu malam yang gelap, dan ada waktu pagi dengan waktu duhanya.

wa al ardho = dan bumi; ba’da dzãlika = sesudah demikian itu; dahãhã = Dia hamparkan.

wa al ardho ba’da dzãlika dahãhã.

30. Dan bumi sesudah demikian itu, Dia hamparkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Setelah langit diciptakan, baru bumi dihamparkan.

akhroja = Dia keluarkan; minhã = darinya; mã-ahã = airnya; wa mar’ãhã = dan padang rumput..

akhroja minhã mã-ahã wa mar’ãhã.

31. Dia keluarkan darinya air, dan padang rumputnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dari bumi yang terhampar itu, keluarlah air, dan padang rumput, lebih tegas lagi lumut.

wa al jibala = dan gunung-gunung; arsãhã = Dia pancangkan gunung-gunung.

wa al jibala arsãhã.

32. Dan Dia pancangkan gunung-gunungnya

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gunung-gunung dipancangkan setelah berbagai tumbuhan ada.

matã’al lakum = kesenangan bagi kamu semua; wa li an’ãmikum = dan untuk binatang ternak kamu semua.

matã’al lakum wa li an’ãmikum.

33. Kesenangan bagi kamu semua, dan untuk binatang ternak kamu semua.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi dengan berbagai tumbuhan, dan berbagai binatang ternaknya, semua untuk kesenangan manusia, binatang ternaknya juga senang.

fa idzã jã-ati = maka jika telah datang; aththōmmatu = malapetaka; al kubrō = besar.

fa idzã jã-atĩththōmmatũl kubrō.

34. Maka, jika telah datang malapetaka besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, jika telah datang malapetaka besar. Yang dimaksud mala petaka besar itu adalah Hari Kiamat.

yauma = hari; yatadzakkaru = teringat; al insãnu = manusia; mã sa’ã = apa yang telah dikerjakan.

yauma yatadzakkarũl insãnu mã sa’ã.

35. Hari manusia teringat, apa yang telah dikerjakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada hari manusia teringat pada apa yang sudah dikerjakan di dunia. Ini malapetaka bagi sebagian manusia yang tidak percaya pada Hari Kiamat.

wa burrizati = dan diperlihatkan; al jahĩmu = neraka jahim; li man = bagi orang; yarō = ia melihat.

wa burrizatĩl jahĩmu li may yarō

36. Dan diperlihatkan neraka jahim bagi ia, orang melihat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Malapetaka sudah terasa, menjadi siksaan, saat diperlihatkan neraka jahim, bagi orang yang tidak mau percaya.

fa ammã = maka, adapun; man = orang-orang yang; thoghō = melewati batas.

fa ammã man thoghō.

37. Maka, adapun orang-orang yang melewati batas.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang melewati batas, artinya berbuat syirik, kafir, munafik, fasik, murtad. Merekab akan dilemparkan ke neraka jahanam.

wa ãtsaro = dan ia senang; al hayãta = kehidupan; ad dunyã = dunia.

wa ãtsarōl hayãtãd dunyã.

38. Dan ia senang kehidupan dunia.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka menyenangi kehidupan dunia, dan melupakan kehidupan akhirat.

fa innãl jahĩma = maka sungguh, jahanam; hiya = ia; al ma’wã = tempat tinggal.

fa innãl jahĩma hiyãl ma’wã.

39. Maka sungguh, jahanam ia, tempat tinggalnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan, mereka yang melupakan hidup di akhirat, tempat kembali mereka di jahanam, neraka yang amat panas, tidak ada kesejukan sedikit pun. Itulah tempat tinggal yang amat tidak menyenangkan bagi orang yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.

wa ammã = dan adapun; man = orang yang; khōfa = ia takut; maqōma = kedudukan; robbihĩ = Penguasanya; wa nahãn = dan ia menahan; nafsa = diri; ‘anĩl hawã = dari nafsu-nafsu.

wa ammã man khōfa maqōma robbihĩ wa nahãn nafsa ‘anĩl hawã.

40. Dan adapun, ia orang yang takut kedudukan Penguasanya, dan ia menahan dari nafsu-nafsu diri.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Tempat tinggal orang yang takwa kepada Allah, dan dapat menahan hawa nafsu diri, lihat ayat berikut.

fa inna = maka sesungguhnya; al jannata = surga; hiya = ia adalah; al ma’wã = tempat tinggal.

fa innãl jannata hiyãl ma’wã.

41. Maka sesungguhnya, surga, ia adalah tempat tinggal.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Tempat tinggal orang yang takwa kepada Allah, dan dapat menahan hawa nafsu diri, adalah surga.

yas’alũnaka = mereka akan bertanya kepada kamu; ‘anĩsã’ati = tentang Hari Kiamat; ayyãna = kapan; mursãhã = terjadinya.
yas’alũnaka ‘anĩsã’ati ayyãna mursãhã.
42. Mereka akan bertanya kepada kamu, Muhamaad saw. tentang kapan terjadinya Hari Kiamat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pertanyaan ini dari orang yang tidak mau percaya akan terjadinya Hari Kiamat.

fĩma = dalam apa; anta = kamu; min dzikrōhã = dari mengingatnya.

fĩma anta min dzikrōhã.

43. Dalam apa kamu mengingatnyaɁ.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. hanya mengingatkan akan terjadinya Hari Kiamat, sedang terjadinya, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

ilã robbika = hanya Penguasa kamu; muntahãhã = kesudahannya.
ilã robbika muntahãhã
44. Hanya Penguasa kamu Maha Mengetahui kesudahannya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hanya Allah Yang Mengetahui kesudahannya. Hari Kiamat, Allah Yang Menentukan terjadinya.

innamã = sesungguhnya hanyalah; anta = kamu; mundziru = pemberi peringatan; man = orang yang; yakhsyãhã = ia takut kepada kejadian itu.
innamã anta mundziru man yakhsyãhã.
45. Sesungguhnya, kamu hanyalah pemberi peringatan kepada ia, orang yang takut kepada kejadian itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. hanya bertugas memberi peingatan kepada orang yang takut kepada kejadian itu.

ka annahum = seakan-akan mereka; yawma = hari; yarawnahã = mereka melihatnya; lam yalbatsũ = mereka tidak tinggal; ilã = kecuali; ‘asyiyyatan = di waktu sore; aw dhuhãhã = atau pagi harinya.
ka annahum yawma yarawnahã lam yalbatsũ ilã ‘asyiyyatan aw dhuhãhã
46. Seakan-akan mereka tidak tinggal di bumi, kecuali mereka melihatnya, hari di waktu sore, atau pagi harinya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka tinggal di bumi, terasanya hanya sebentar, di waktu sore, atau di waktu pagi saja. Padahal mereka diuji pada waktu yang lama, berpuluh-puluh tahun, bahkan ada yang mencapai usia 100 tahun atau lebih

078 An Naba’ (Berita Besar)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

An Naba’ (Berita Besar)
Makiyah
Surat ke 78, 31 ayat. Diturunkan sesudah Surat Al Ma’ãrij
Juz 30

Catatan Awal
Nama Surat ini terapat pada ayat ke-2. Judul lain Surat ini ialah ‘Amma yatatsã alũn yang terdapat pada ayat pertama. Surat ini menerangkan pengingkaran orang kafir dan musyrik pada adanya Hari Kebangkitan, dan ancaman Allah kepada mereka; mereka diazab di neraka, dan orang yang beriman mendapatkan kenikmatan dari Allah di surga; Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan Yaumal fashl (Hari ditiupnya dunia oleh Allah).

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

‘amma = tentang apa; yatasã alũn = mereka saling bertanya.

‘amma yatasã alũn.

1. Tentang apa, mereka saling bertanyaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir Quraisy saling bertanya tentang berita besar, Hari Kebangkitan yang mereka ragukan, mereka dustakan.

‘anĩn = tentang; nabã-il ‘azhĩm = berita yang besar.

‘anĩn nabã-il ‘azhĩm.

2. Tentang berita yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 1.

alladzĩ = yang; hum fĩhi = mereka di dalamnya; mukhtalifũn = orang-orang yang berselisih.

alladzĩ hum fĩhi mukhtalifũn.

3. Mereka, orang-orang yang di dalamnya berselisih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 1, 2.

kallã = jangan begitu; saya’lamũn = mereka kelak akan tahu.

kallã saya’lamũn.

4. Jangan begitu, mereka kelak akan tahu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di akhirat, kelak mereka akan tahu.

tsumma = kemudian; kallã = jangan begitu; saya’lamũn = mereka kelak akan tahu

tsumma kallã saya’lamũn.

5. Kemudian, jangan begitu, mereka kelak akan tahu

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka akan tahu, setelah mereka mengalami dahsyatnya Hari Kiamat, lalu mereka digiring ke neraka jahanam

alam = tidakkah; naj’al = telah Aku jadikan; al ardho = di bumi; mihãdã = hamparan.

alam naj’alĩl ardho mihãdã.

6. Tidakkah telah Aku jadikan hamparan di bumi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, hal telah tersedianya hamparan di atas bumi.

wãl jibãla = dan gunung-gunung; awtãdã = pasak-pasak

wãl jibãla awtãdã

7. dan pasak-pasak berupa gunung-gunung

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi diberi pasak, berupa gunung-gunung. Ini hanya kiasan saja, bukan makna yang sesungguhnya.

wa kholaqnãkum = dan Aku menciptakan kamu semua; azwãjã = berpasang-pasangan.

wa kholaqnãkum azwãjã.

8. Dan, Aku menciptakan kamu semua berpasang-pasangan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan semua makhluk-Nya berpasangan. Lihat juga surat-surat lain tentang hal berpasangan ini.

wa ja’alnã = dan Aku menjadikan; nawmakum = tidur kamu; subãtã = istirahat.

wa ja’alnã nawmakum subãtã.

9. Dan Aku menjadikan tidur kamu istirahat.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan makhluk hidup tidur, maksudnya, agar bisa beristirahat sejenak, berpasangan dengan bangun. Istirahat pasangannya bekerja.

wa ja’alna = dan Aku jadikan; al layla = malam; libãsã = menutupi kamu.

wa ja’alnãl layla libãsã.

10. Dan Aku jadikan malam menutupi kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan malam agar dapat menutupi manusia khususnya, untuk dapat melindungi berbagai kegiatan yang bersifat rahasia.

wa ja’alnãn = dan Aku menjadikan; nahãro = siang; ma’ãsyã = penghidupan.

wa ja’alnãn nahãro ma’ãsyã.

11. Dan Aku menjadikan penghidupan pada waktu siang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan manusia tampak hidup di waktu siang. Siang pasangannya malam.

wa banaynã = dan Aku bina; fawqokum = di atas kamu semua; sab’an = tujuh langit; syidãdã = kokoh.

wa banaynã fawqokum sab’an syidãdã

12. Dan, Aku bina di atas kamu semua, tujuh langit kokoh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Untuk kepentingan hidup manusia dan makhluk lainnya, Allah menciptakan tujuh lapis langit. Rahasianya, ada di dalam ilmu Allah. Manusia yang berusaha menemukannya, akan diberi sedikit saja.

wa ja’alnã = dan Aku jadikan; sirōjan = pelita; wahhãjã = sangat terang;

wa ja’alnã sirōjan wahhãjã.

13. Dan, Aku jadikan pelita sangat terang;

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan pelita yang terang-benderang untuk keperluan hidup di bumi.

wa anzalnã = dan Aku turunkan; mina = dari; al mu’shirōti = awan; mã-an = air; tsajjãjã = tercurah.

wa anzalnã minãl mu’shirōti mã-an tsajjãjã.

14. Dan, Aku turunkan air, tercurah melalui awan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menurunkan hujan melalui awan hasil penguapan air dari laut, danau, sungai dan lain-lain genangan, untuk keperluan hidupo manusia.

linukhrija = untuk Aku tumbuhkan; bihĩ = dengan hujan itu; habban = biji-bijian; wa nabãtã = dan tumbuh-tumbuhan.

linukhrija bihĩ habbaw wa nabãtã.

15. Untuk Aku tumbuhkan biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan dengan hujan itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pentingnya hujan untuk membasahi bumi, agar biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan menyerap air kehidupan dan berkembang-biak.

wa jannãtin = dan kebun-kebun; alfãfã = subur.

wa jannãtin alfãfã.

16. Dan kebun-kebun subur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Karena hujan, maka kebin-kebin menjadi gembur.

inna = sungguh; yawmãl fashli = Hari Keputusan; kãna = ia adalah; mĩqōtã = waktu tertentu.

inna yawmãl fashli kãna mĩqōtã.

17. Sungguh, Hari Keputusan, ia adalah waktu tertentu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Keputusan itu sudah ditetapkan sebelumnya, oleh Allah.

yawma yunfakhu = pada Hari Ditiup; fĩsh shũri = pada Hari yang ditetapkan; fata’tũna = maka kamu; afwãjã = berduyun-duyun.

yawma yunfakhu fĩsh shũri fata’tũna afwãjã.

18. Pada Hari Ditiup pada Hari yang ditetapkan maka kamu berduyun-duyun.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat Allah meniup ciptaan-Nya, alam semesta ini. Saat diciptakan Allah mengembuskan “nafas-Nya”, maka terciptalah alam semesta ini.

waftihati = dan dibuka; as samã-u = langit; fa kãnat = maka jadilah ia; abwãbã = pintu-pintu.

waftihatĩs samã-u fa kãnat abwãbã.

19. Dan dibuka langit, maka jadilah ia pintu-pintu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Langit di buka, maka terbukalah pintu-pintu ilmu yang banyak dan luas.

wa suyyirati = dan dihapuskan; al jibãlu = gunung-gunung; fa kãnat = maka jadilah ia; sarōbã = bayang-bayang.

wa suyyiratĩl jibãlu fa kãnat sarōbã.

20. Dan dihapuskan gunung-gunung, maka jadilah ia bayang-bayang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gunung dihacurkan menjadi debu, dan menjadi kabut, menjadi bayang-bayang dari apa yang pernah ada.

inna jahannama = sesungguhnya jahanam; kãnat = ia adalah; mirshōdã = tempat penantian.

inna jahannama kãnat mirshōdã.

21. Sesungguhnya jahanam, ia adalah tempat penantian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu tempat penantian bagi orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

liththōghĩna = bagi orang-orang yang berlebihan; ma’ãbã = tempat kembali.

liththōghĩna ma’ãbã.

22. Bagi orang-orang yang berlebihan tempat kembali.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu tempat kebalinya orang-orang yang menghina, menyepelekan Nabi-nabi, dan Rasul-rasul secara berlebih-lebihan.

lã bitsĩna = mereka tingggal; fĩhã = di dalam jahanam itu; ahqōbã = beberapa lama.

lã bitsĩna fĩhã ahqōbã.

23. Mereka tingggal di dalam jahanam itu beberapa lama.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang mencela, menghina, menyepelekan secara berlebih-lebihan para Nabi, para Rasul akan tinggal di neraka jahanam itu beberapa lama

lã yadzũqũna = mereka tidak merasakan; fĩhã = di neraka jahanam; bardãn = kesejukan; wa lã syarōbã = dan tidak ada minuman.

lã yadzũqũna fĩhã bardãn wa lã syarōbã.

24. Mereka tidak merasakan kesejukan, dan tidak ada minuman di neraka jaha-nam.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran keadaan di neraka jahanam bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

illã hamĩmãn = kecuali air yang mendidih; wa ghossãqō = dan air luka dan nanah

illã hamĩmãn wa ghossãqō.

25. Kecuali air yang mendidih dan air luka, serta nanah

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran keadaan di neraka jahanam bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.

jazã-an wa fãqō = pembalasan yang setimpal

jazã-an wa fãqō.

26. Pembalasan yang setimpal

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Jahanam itu balasan yang setimpal akibat kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan kefasikan, kemurtadan mereka

innahum = sesungguhnya mereka; kãnũ = mereka adalah; lã yarjũna = mereka tidak mengharapkan; hisãbã = perhitungan.

innahum kãnũ lã yarjũna hisãbã.

27. Sesungguhnya, mereka tidak mengharapkan perhitungan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad sesungguhnya, mereka mengharapkan tidak ada perhitungan pada Hari Kiamat karena gaya hidup mereka seenaknya, menumpuk-numpuk kekayaan sebanyak-banyaknya, tidak menghargai fakir-miskin, anak yatim, mabuk-mabukan, suka bermain judi, dan lain-lain.

wa kadzdzabũ = dan mereka mendustakan; bi ãyãtinã = pada ayat-ayat-Ku; kidzdzãbã = sangat pendusta.

wa kadzdzabũ bi ãyãtinã kidzdzãbã.

28. Dan mereka mendustakan pada ayat-ayat-Ku, sangat pendusta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Yang paling parah, mereka menganggap dusta ayat-ayat Allah.

wa kulla = dan segala; syai-in = sesuatu; ahshōynãhu = Aku telah mengumpulkannya; kitãbã = dalam sebuah Kitab.

wa kulla syai-in ahshōynãhu kitãbã

29. Dan, Aku telah mengumpulkan segala sesuatunya dalam sebuah Kitab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Segala hal yang terkait dengan orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad dikumpulkan kejelekan dan kebaikannya dalam sebauah kitab.

fa dzũqũ = maka rasakanlah; fa lan = maka tidak; nazĩdakum = Aku menambah kamu semua; illã ‘adzãbã = selain azab.

fa dzũqũ fa lan nazĩdakum illã ‘adzãbã.

30. Maka rasakanlah, maka Aku tidak menambah kenikmatan hidup di dunia kamu semua, selain azab.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bagi orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad, Allah tidak menambah kenikmatan hidupnya di dunia, dan di akhirat mereka terkena azab yang sangat keras.

inna = sesungguhnya; lil muttaqĩna = bagi orang-orang yang takwa; mafãzã = keuntungan.

inna lil muttaqĩna mafãzã.

31. Sesungguhnya, keuntungan bagi orang-orang yang takwa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: bagi orang-orang yang takwa, mereka memperoleh keuntungan hidup di akhirat, mendapat karunia surga.

hadã-iqo wa a’nãbã = kebun-kebun dan buah anggur

hadã-iqo wa a’nãbã.

32. Kebun-kebun dan buah anggur

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai berbagai kebun, salah satunya kebun anggur.

wa kawã’iba = dan gadis-gadis; atrōbã = sebaya.

wa kawã’iba atrōbã.

33. Dan gadis-gadis sebaya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai gadis-gadis yang sebaya.

wa ka’san dihãqō = dan gelas-gelas yang penuh.

wa ka’san dihãqō.

34. dan gelas-gelas yang penuh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Di surga, orang-orang takwa dikaruniai gelas-gelas yang selalu penuh berisi berbagai minuman, dan berbagai sup buah, jus buah.

lã yasma’ũna = mereka tidak mendengar; fĩhã = di surga itu; laghwa = sia-sia; wa lã kidzdzãbã = dan tidak dusta.

lã yasma’ũna fĩhã laghwãw wa lã kidzdzãbã.

35. Di surga itu, mereka tidak mendengar kata-kata yang sia-sia, dan tidak dusta.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang mendapat surga, di dalamnya selalu terdengar kata-kata yang positif, dan tidak ada kebohongan

jazã-an = balasan; mir robbika = dari Penguasa kamu; ‘athō-an = pemberian; hisãbã = tanpa hitungan.

jazã-am mir robbika ‘athō-an hisãbã.

36. Balasan dari Penguasa kamu, pemberian tanpa hitungan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Balasan dari Allah itu tanpa hitungan.

robbi = Pemelihara; as samãwãti wãl ardhi = langit dan bumi; wa mã baynahuma = dan apa yang ada di antara keduanya; ar rohmãni = Yang Maha Pemurah; lã yamlikũna = mereka tidak kuasa; min hu = dari-Nya; khithōbã = berbicara.

robbĩs samãwãti wãl ardhi wa mã baynahumãr rohmãni, lã yamlikũna min hu khithōbã

37. Pemelihara langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pemurah, mereka tidak kuasa berbicara, dari-Nya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia tidak mempunyai kuasa untuk berbicara langsung dengan Allah Yang Mahagaib.

yauma = pada hari; yaqũmu = berdiri; ar rũhu = ruh; wal malã-ikatu = dan Malaikat; shoffan = berbaris; lã yatakallamũna = mereka tidak berkata-kata; illã man = kecuali siapa yang; adzina = diizinkan; lahu = kepadanya; ar rohmãna = Yang Maha Pemurah; wa qōla = dan ia berkata; shawãbã = yang benar.

yauma yaqũmũr rũhu wal malã-ikatu shoffan, lã yatakallamũna illã man adzina lahũr rohmãna wa qōla shawãbã.

38. Pada hari ruh dan Malaikat berdiri berbaris, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diizinkan Yang Maha Pemurah kepadanya, dan ia berkata yang benar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, semua ruh dan Malaikat berbaris. Mereka tidak berkata-kata, kecuali yang diizinkan Allah. Kalau dia berkata, ia berkata benar.

dzãlika = demikian; al yawmu = hari; al haqqu = pasti; fa man = maka siapa yang; syã-a = menghendaki; at takhodza = ia mengambil; ilã robbihĩ = dari Penguasanya; ma ãbã = tempaqt kembali.

dzãlikãl yawmũl haqqu, fa man syã-ãt takhodza ilã robbihĩ ma ãbã.

39. Demikian, hari yang pasti, maka, siapa yang menghendaki, ia mengambil tempat kembali dari Penguasanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari yang pasti, adalah hari kembali makhluk kepada Penguasa-Nya. Ada yang masuk neraka, ada yang masuk surga. Semuanya kehendak masing-masing, saat mereka hidup di dunia yang sudah disediakan segalanya.

innã andzarnãkum = sungguh, telah Aku peringatkan kepada kamu semua; ‘adzãban = azab; qorĩban = dekat; yawma yanzhuru = pada hari melihat; al mar-u mã = seseorang apa yang; qoddamat = telah diperbuat; yadãhu = dua tangannya; wa yaqũlu = dan berkata; al kãfiru = orang-orang kafir; yã laytanĩ = alangkah baiknya aku; kuntu = aku menjadi; turōbã = tanah.

innã andzarnãkum ‘adzãban qorĩban yawma yanzhurũl mar-umã qoddamat yadãhu wa yaqũlũl kãfiru yã laytanĩ kuntu turōbã.

40. Sungguh, telah Aku peringatkan kepada kamu semua, pada hari seseorang melihat azab yang dekat, apa yang telah diperbuat dua tangannya, dan orang-orang kafir berkata, alangkah baiknya aku menjadi tanah

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Kiamat, Allah memperlihatkan azab yang telah diperingatkan ketika mereka hidup di dunia. Orang-orang kafir sangat menyesali hidupnya dahulu, mengapa tidak mempercayai peringatan-peringatan dari para Nabinya.

077 Al Mursalat (Malaikat-Malaikat yang Diutus)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Mursalat (Malaikat-malaikat yang Diutus)
Makiyah
Surat ke 77, 50 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Judul Al Mursalat diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama. Allah bersumpah atas Malaikat yang baik, agar manusia berbuat segala sesuatu yang baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, karena ancaman-Nya pasti terjadi; Ada peristiwa-peristiwa yang terjadi, sebelum Hari Kebangkitan; Peringatan, Allah menghacurkan orang-orang terdahulu yang mendustakan Nabi-nabi-Nya; Asal kejadian manusia dari air yang hina (air mani); Ada gambaran keadaan orang-orang kafir, dan orang-orang mukmin pada Hari Kiamat. Surat ini diturunkan karena Suku Tsakif tidak mau ruku, atau salat, diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Mujahidin, dalam Kitab tulisan Al Qurtubi Juz XIX, hal 168.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

wal mursalãti = demi Malaikat-malaikat yang dikirim; ‘urfã = kebaikan

wal mursalãti ‘urfã.

1. Demi kebaikan Malaikat-malaikat yang dikirim

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengirimkan kebaikan melalui Malaikat-malaikat, bagaikan hujan untuk dipraktikkan oleh makhluk-Nya, khususnya manusia. Kebaikan Allah akan menjadi kebaikan manusia, kalau dijalankan, dikerjakan. Ada perbuatan yang baik yang dilakukan. Kebaikan-kebaikan makhluk lain pun dapat menjadi contoh manusia yang ingin berbuat baik.

fa al’ãshifãti = lalu yang bertiup; ashfã = kencang.

fa al’ãshifãti ashfã

2. Lalu yang bertiup kencang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Angin yang bertiup kencang ini, utusan Allah, ada yang berhawa dingin sekali, membekukan, ada yang panas, membakar, menghanguskan, ada yang membawa pasir dan batu yang menyakitkan, dan membuat kehancuran, ada yang bertiup sepoi-sepoi basah, menyegarkan, membuat kenikmatan, ketenangan yang menghirupnya.

wa an nãsyirōti = dan yang menyebarkan; nasyrō = sebaran, seluas-luasnya.

wa an nãsyirōti nasyrō.

3. Dan yang menyebarkan sebaran, seluas-luasnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Angin, awan utusan Allah itu menyebar luas, seluas-luasnya, ada yang menjadi rahmat, ada yang menjadi ujian, ada yang menjadi peringatan bagi manusia, agar mau mengingat Allah Yang dapat berbuat apa pun bagi kebaikan makhluk-Nya di dunia.

fa alfãriqōti = lalu yang membeda-bedakan; farqō = sebeda-bedanya.

fa alfãriqōti fsrqō.

4. Lalu yang membeda-bedakan, sebeda-bedanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Utusan Allah itu membeda-bedakan makhluk-Nya di dunia, khususnya manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, watak yang satu dengan watak yang lain. Benda yang satu dengan benda yang lain. Manusia, ada yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, ada yang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad

fa al mulqiyãti = lalu yang menyampaikan; dzikrō = peringatan.

fa al mulqiyãti dzikrō.

5. Lalu yang menyampaikan peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para Utusan telah menyampaikan peringatan, sebelumnya juga telah menyampaikan peringatan, sejak Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw..

‘udzron = pembelaan; aw nudzrō = atau peringatan.

‘udzron aw nudzrō.

6. Pembelaan atau peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para Utusan itu membela, dan memberi peringatan kepada manusia agar berbuat kebaikan bagi dirinya sendiri, bagi orang lain, bagi makhluk lain yang membantu hidupnya, dan untuk hidup sebaik-baiknya. Namun banyak saja orang yang berbuat tidak baik, seolah-olah mereka tidak peduli, mereka akan ditanya tentang perbuatannya itu. Keadaan yang menantang bagi para juru dakwah untuk terus berjuang, berdakwah, agar manusia selalu berbuat baik, untuk dirinya, untuk orang lain, dan untuk kelestarian alam semesta tempat tinggalnya.

innamã = sungguh, hanyalah; tũ’adũna = kamu janjikan; lawãqi’ũ = pasti terjadi.

innamã tũ’adũna lawãqi’ũ.

7. Sungguh, yang kamu janjikan hanyalah sesuatu yang pasti terjadi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat itu akan terjadi, pasti terjadi. Allah Yang menentukan kapan terjadinya, dengan beragai contoh kejadian yang dilihat sendiri, di sekitar hidupnya di dunia, seperti ada kematian, ada angin ribut, gempa, gunung meletus, banjir, longsor, kecelakaan masal. Janji Allah, yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. menjadi janji Nabi, harus diimani dengan cara berbuat baik, agar menjadi bekal yang bermanfaat untuk menghadapi carut-marutnya Hari Kiamat.

fa idza = dan jika; an nujũmu = bintang-bintang; thumisat = dihapuskan.

fa idzãn nujũmu thumisat.

8. Dan jika bintang-bintang dihapuskan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat itu bintang-bintang dilenyapkan, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; as samã-u = langit; furijat = dibelah.

wa idzãs samã-u furijat.

9. Dan jika langit dibelah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat, langit dibelah, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; al jibãlu = gunung; nusifat = dihancurkan.

wa idzãl jibãlu nusifat.

10. Dan jika gunung dihancurkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat, gunung dihancurkan menjadi debu beterbangan, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; ar rusulu = rasul-rasul; uqitat = ditetapkan waktunya.

wa idzãr rusulu uqitat.

11. Dan jika rasul-rasul ditetapkan waktunya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengutus para Rasul-Nya, pada waktu dan tempat yang ditetapkan-Nya. Usia nabi pun ditetapkan, ada batasnya.

li ayyi = untuk manakah; yaumin = hari; ujjilat = ditentukan.

li ayyi yaumin ujjilat.

12. Untuk hari manakah ditentukan saat-NyaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan kepada manusia, waktu yang akan ditentukan-Nya itu, agar manusia meyakini kejadian itu pasti adanya. Mereka yang tidak mempercayai akan datangnya Hari Kiamat, akan memperolok-olokkannya, atau menghina, menyepelekannya. Hal yang merugikan diri mereka sendiri

li yaumi = untuk hari; al fashli = yang diputuskan.

li yaumĩl fashli.

13. Untuk hari yang diputuskan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari yang ditetapkan-Nya, hanya Allah Yang mengetahuinya, Allah Yang memutuskannya.

wa mã adrōka = dan apakah kamu tahu; mã yawmũl fashli = apakah Hari Keputusan ituɁ

wa mã adrōka mã yawmũl fashli.

14. Dan apakah kamu tahu, apakah Hari Keputusan ituɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, apakah Hari Keputusan ituɁ, maksudnya, untuk menegaskan, akan ditetapkan Hari Keputusan itu pada suatu waktu. Manusia yang beriman akan mempersiapkan segala sesuatunya, agar tidak terkena dampak yang membuat manusia susah, sedih yang tidak tertanggungkan oleh manusia sekuat apa pun.

waylun = celakalah; yawma-idzĩn = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

15. Celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan, pada hari itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. Celakalah bagi orang yang tidak mau mempercayainya. Mereka akan terkena dampak huru-hara Hari Kiamat.

alam = bukankah; nuhliki = telah Aku binasakan; al awwalĩn = orang-orang dahulu.

alam nuhlikĩl awwalĩn.

16. Bukankah orang-orang dahulu, telah Aku binasakanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan, bagi orang yang bersikeras, tidak mau mempercayai Hari yang sudah ditetapkan Allah. Allah berkuasa membinasakannya, sesuai dengan kehendak-Nya, seperti kejadian pada masa lalu.

tsumma = kemudian; nutbi’uhumũl ãkhirĩn = Aku susulkan mereka, orang-orang yang kemudian.

tsumma nutbi’uhumũl ãkhirĩn.

17. Kemudian, Aku susulkan mereka, orang-orang yang kemudian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggantikan generasi terdahulu dengan generasi yang kemudian. Alam pun suatu saat akan diganti dengan alam yang lain, yang lebih baik. Sebagian masuk surga, yang penuh kenikmatan, sebagian yang lain kembali ke neraka yang diciptakannya sendiri karena perbuatannya yang jelek.

kadzãlika naf’alu = seperti itulah, Aku berbuat; bĩl mujrimĩn = terhadap orang-orang yang berdosa.

kadzãlika naf’alu bĩl mujrimĩn.

18. Seperti itulah, Aku berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang berdosa dimasukkan ke neraka jahanam. Orang-orang yang beriman masuk surga. Itulah yang diperbuat Allah.

waylun = celakalah; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

19. Celakalah pada hari itu, celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: bagi orang-orang yang mendustakan celaka, dimasukkan ke neraka jahanam.

alam = bukankah; nakhluqkum = Aku menciptakan kamu semua; mim mã-im mahĩni = dari air yang hina.

alam nakhluqkum mim mã-im mahĩni.

20. Bukankah Aku menciptakan kamu semua dari air yang hina.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan asal-usul manusia. Lihat ayat-ayat lain yang mendeskripsikan hal ini.

faja’alnãhu = lalu, Aku jadikan janin; fĩ qorōrim makĩni = dalam tempat yang kokoh.

faja’alnãhu fĩ qorōrim makĩni.

21. Lalu, Aku jadikan janin dalam tempat yang kokoh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Janin artinya sesuatu yang tersembunyi, tersimpan di dalam rahim ibu, tempat yang kokoh.

ilã qodarĩn = sampai ketentuan; ma’lũmi = dimaklumi

ilã qodarĩm ma’lũmi.

22. Sampai ketentuan yang dimaklumi

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Usia kandungan kurang-lebih 9 bulan, sepuluh hari sudah diketahui dalam ginekologi, ilmu yang berkenan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit, khusus pada wanita; ilmu kebidanan, ilmu perawatan dan penolong orang yang melahirkan bayi.

faqodarnã = lalu Aku tentukan; fa ni’ma = maka, sebaik-baik; al qōdirũn = yang menentukan.

faqodarnã fa ni’mãl qōdirũn.

23. Lalu Aku tentukan, maka, sebaik-baik Yang menentukan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Menentukan yang terbaik untuk makhluk-Nya.

waylun = celakalah; yaw ma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

24. Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 19. Mereka yang mendustakan keberadaan dirinya, dari mana asal-usulnya, mereka akan celaka, masuk neraka jahanam.

alam = tidakkah; naj’ali = Aku menjadikan; al ardho = bumi; kifãta = tempat berkumpul.

alam naj’alĩl ardho kifãta.

25. Tidakkah Aku menjadikan bumi tempat berkumpulɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab:Allah bertanya secara retoris, memang bumi lah tempat manusia berkumpul.

ahyã-an = orang-orang hidup; wa amwãta = dan orang-orang mati.

ahyã-aw wa amwãta.

26. Orang-orang hidup, dan mati.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi itu tempat orang dapat hidup, kemudian mati.
;
wa ja’alnã = dan Aku jadikan; fĩhã = di bumi itu; rowãsiya = gunung-gunung; syãmikhãtin = yang tinggi; wa asqoynãkum = dan Aku beri minum kamu semua; mã-an furōta = air yang tawar dan sejuk.

wa ja’alnã fĩhã rowãsiya syãmikhãtiw wa asqoynãkum mã-an furōta.

27. Dan Aku jadikan gunung-gunung yang tinggi di bumi itu, dan kamu semua Aku beri minum air yang tawar dan sejuk

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan gunung untuk menjadi sumber air tawar dan sejuk.

waylun = celaka; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = untuk orang-orang yang mendustakan.

waylũy yawma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

28. Pada hari itu, celaka untuk orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang mendustakan Hari Kiamat, hari itu, merupakan hari celaka. Banyak huru-hara yang merepotkan, menyusahkan. Banyak penderitaan. Lihat ayat 24.

antholiqũ = pergilah kamu; ilã = kepada; mã = apa yang; kuntum = kamu semua adalah; bihĩ = dengannya; tukadzdzibũn = kamu mendustakan

antholiqũ ilã mã kuntum bihĩ tukadzdzibũn.

29. Pergilah kamu kepada apa yang dengannya, kamu semua mendustakan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat di dunia, neraka jahanam didustakan oleh mereka. Karena itu, saat Hari Kiamat, mereka akan disuruh mendatangi neraka jahanam, bahkan mereka digiring, didorong, dilempar-kan ke sana.

antholiqũ = pergilah kamu; ilã = ke; zhillin = naungan; dzĩ tsalãtsi = memiliki tiga; syu’abi = cabang.

antholiqũ ilã zhillin dzĩ tsalãtsi syu’abi.

30. Pergilah kamu ke naungan yang memiliki tiga cabang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang menyangkal adanya neraka yang akan menyiksa, akibat perbuatannya, mereka disuruh mendatangi neraka itu, yang memiliki tiga cabang naungan api yang panas, luar-biasa.

lã zholĩlin = tidak menaungi; wa lã yughnĩ = dan tidak menolak; minãllohabi = dari nyala api neraka.

lã zholĩliw wa lã yughnĩ minãllohabi.

31. Tidak menaungi, dan tidak menolak dari nyala api neraka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Naungan itu tidak berfungsi apa-apa, tidak juga bisa menolak api neraka membakar mereka.

innahã = sesungguhnya, meraka itu; tarmi = melemparkan; bi syarorin = dengan bunga api; ka al qoshr = seperti istana yang tinggi.

innahã tarmi bi syarorin ka al qoshr.

32. Sesungguhnya, neraka itu melemparkan bunga api, seperti istana yang tinggi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran neraka yang panas menyiksa para pembangkang, dari ayat 29 sampai ayat ini.

ka annahũ = seolah-olah neraka itu; jimãlatun = unta-unta; shufru = kuning.

ka annahũ jimãlatun shufru.

33. Neraka itu seolah-olah unta-unta kuning.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Masih gambaran tentang neraka.

waylun = celakalah; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzibĩn.

34. Pada hari itu, celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat surat, 24, 28

hãdzã = ini; yawmu = hari; lã = tidak; yanthiqũn = mereka dapat berbicara.

hãdzã yawmu lã yanthiqũn.

35. Hari ini mereka tidak dapat berbicara.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat hidup di dunia, mereka menyangkal, membantah, menyepelekan, mengejek, berbicara, menyampaikan ka-bar bohong. Setelah dunia kiamat, mereka tidak dapat berbicara, karena kenyataan sudah di hadapan mata.

wa lã yũ’dzanu = dan tidak diizinkan; lahum = bagi mereka; fa ya’tadzirũn = maka mereka meminta uzur.

wa lã yũ’dzanu lahum fa ya’tadzirũn.

36. Dan bagi mereka, maka tidak diizinkan meminta uzur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Waktu Hari Kiamat, mereka tidak bisa memperoleh keringanan.

wayluy yawma-idil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idil lil mukadzdzibĩn.

37. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: lihat ayat 24, 28, 34

hãdzã yawmũl fashl = ini hari keputusan; jama’nãkum = Aku mengumpulkan kamu; wa al awwalĩn = beserta orang-orang yang terdahulu.

hãdzã yawmũl fashl, jama’nãkum wa al awwalĩn.

38. Ini hari keputusan, Aku mengumpulkan kamu, beserta orang-orang yang terdahulu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Keputusan, Allah mengumpulkan semua makhluk-Nya, khususnya manusia yang berasal dari zaman dahulu sampai zaman yang terakhir.

fa-in kãna lakum = maka, jika kamu membuat; kaydun = tipu-daya; fakĩdũn = maka tipu-daya itu kepada Aku.

fa-in kãna lakum kaydun fakĩdũn.

39. Maka, jika kamu membuat tipu-daya, lakukanlah, sebenarnya, tipu-daya itu kepada Aku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia menipu manusia lain, sesungguhnya, mereka menipu Allah, sedang Allah itu tidak bisa ditipu, maka tipuan itu kembali kepada diri penipu sendiri. Mereka menipu diri mereka sendiri.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

40. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 24, 28, 34, 37

innãl muttaqĩna = sesungguhnya, orang yang takwa; fi zhilãlin = berada dalam naungan; wa ‘uyũni = dan di tempat yang bermata air.

innãl muttaqĩna fi zhilãliw wa ‘uyũni

41. Sesungguhnya, orang yang takwa berada dalam naungan, dan di tempat yang bermata air.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Beralih isi ayatnya berbicara soal orang takwa. Orang yang saat hidup di dunia takut kepada Allah, dan Hari Kiamat, mereka mendapat tempat yang dinaungi, dan bermata air.

wa fawãkiha = dan buah-buahan; mimmã = dari apa yang; yasytahũn = mereka inginkan.

wa fawãkiha mimmã yasytahũn.

42. Dan buah-buahan, dari apa yang mereka inginkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lukisan tempat di surga.

kulũ wa asyrobũ = makan dan minumlah; hanĩ-an = dengan sepuasnya; bimã = dengan apa yang; kuntum = kamu adalah; ta’malũn = telah kamu kerjakan.

kulũ wa asyrobũ hanĩ-am bimã kuntum ta’malũn.

43. Makan dan minumlah sepuas-puasnya dari apa yang telah kamu kerjakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sesungguhnya, keadaan di surga yang menyenangkan itu, segala ada,segala indah, segala mewah merupakan karunia dari Allah kepada makhluk yang berbuat baik kepada dirinya, kepada orang lain, dan kepada makhluk lain, terutama saat beribadah kepada Allah.

innã kadzãlika = sesungguhnya, Aku seperti demikian; najzi = Aku memberi balasan; al muhsinĩn = kepada orang-orang yang berbuat baik.

innã kadzãlika najzĩl muhsinĩn.

44. Sesungguhnya, Aku memberi balasan seperti demikian, kepada orang-orang yang berbuat baik.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 43.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

45. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Beralih lagi isi ayatnya mengenai orang-orang yang berdosa. Lihat catatan ayat 24, 28, 24, 28, 34, 37, 40

kulũ wa tamatta’ũ = makanlah, dan nikmatilah oleh kamu; qolĩlãn = sebentar; innakum = sungguh kamu; mujrimũn = orang-orang yang berdosa.

kulũ wa tamatta’ũ qolĩlãn innakum mujrimũn

46. Makanlah, dan nikmatilah oleh kamu sedikit, dan sebentar, sungguh kamu orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang berdosa disuruh menikmati berbagai karunia dari Allah di dunia, sebanyak apa pun menurut perhitungan manusia, bagi Allah hanya sedikit saja, dan hanya sebentar, hanya selama hidup di dunia.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

47. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 24, 28, 34, 37

wa idzã = dan jika; qĩla lahum = dikatakan kepada mereka; arka’ũ = rukuklah; lã yarka’ũn = mereka tidak tunduk

wa idzã qĩla lahum arka’ũ, lã yarka’ũn

48. Dan jika dikatakan kepada mereka, rukuklah mereka tidak rukuk.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir, kalau diminta untuk rukuk, mereka tidak mau rukuk. Maksudnya salat.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

49. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 24, 28, 24, 28, 34, 37, 40, 45. Pada pernyataan terakhir peringatan Allah untuk orang yang tidak mau mempercayai kebenaran Alqur’an, tentu mereka akan celaka.

fa bi ayyi = maka, yang manakah; hadĩtsin = perkataan; ba’dahũ = sesudah Alqur’an; yu’minũn = mereka akan beriman.

fa bi ayyi hadĩtsim ba’dahũ yu’minũn

50. Maka, perkataan sesudah Alqur’an yang manakah, mereka akan berimanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, setelah Alqur’an, adakah Kitab lain yang harus diimaniɁ Ini pertanyaan retorik dari Allah, yang jawabannya tentu, tidak ada kitab lain yang harus diimani, setelah Alqur’an ini, karena Alqur’an ini merupakan Kitab yang terakhir, dan sudah sempurna isinya, cukup untuk pedoman hidup manusia di dunia, sampai akhir zaman.

076 Al Insãn (Manusia)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Insãn (Manusia)
Madaniyah
Surat ke 76, 31 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Surat ini diturunkan sesudah Surat Ar Rahman. Nama Surat ini diambil dari perkataan yang ada di dalam ayat pertama, berisi peringatan tentang akan datangnya Hari Kiamat, dan memberi petunjuk kepada manusia agar mengikuti jalan yang baik dan lurus, sempurna, seperti bertashbih, mendirikan salat wajib, dan salat tahajud, dan bersabar dalam menjalankan Hukumullah; Harus memenuhi nazar yang diucapkannya, kalau ingin menempati surga; Harus memberi makan orang-orang miskin, anak yatim, dan orang-orang yang ditawan lihat Q.s.An Naba’, 76: 8; manusia harus takut akan terjadinya Hari Kiamat; Allah mencela orang yang mementingkan hidup di dunia, dan melupakan hidup akhirat; Surat ini menerangkan tentang penciptaan manusia; keadaan manusia yang takwa dan mengikuti petunjuk Allah, dan ada ancaman bagi orang yang mengingkari perintah Allah di akhirat nanti.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

hal atã = apakah telah datang; ‘alãl insãni = pada manusia; hĩnum = waktu; minad dahri = dari masa; lam = tidak; yakun = ia adalah; syai-am madzkũrō = sesuatu yang disebut.

hal atã ‘alãl insãni hĩnum minad dahri lam yakun syai-am madzkũrō.

1. Apakah telah datang pada manusia, waktu dari masa, ia adalah sesuatu, yang tidak disebut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada pertanyaan Allah kepada manusia tentang sesuatu yang tidak dan belum disebut pada suatu masa. Sesuatu yang diciptakan Allah, sebelum ada manusia yang berbahasa, segala sesuatu belum ada namanya, Allah sudah ada nama-Nya, tapi belum dicontohkan ucapannya kepada manusia. Nama-nama di dunia ini dari Allah, untuk manusia dalam berbagai bahasa yang ada, ciptaan-Nya. Lihat Q.s. Al Baqarah, 2: 31.

innã kholaqnãl insãna = sesungguhnya, Aku telah menciptakan manusia; min nuthfatin = dari nutfah; amsyãjin = bercampur; nabtalĩhi = Aku mengujinya; faja’alnãhu = maka, Aku jadikan; samĩ’am bashĩro = mendengar dan melihat.

innã kholaqnãl insãna min nuthfatin amsyãjin nabtalĩhi faja’alnãhu samĩ’am bashĩro.

2. Sesungguhnya, Aku telah menciptakan manusia dari nutfah yang bercampur, Aku mengujinya, maka, Aku jadikan merasa, melihat dan mendengar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan manusia melalui setetes mani yang bercampur dengan sel telur. Setelah jadi manusia, Allah mengujinya dengan melalui perasan, penglihatan, dan pendengarannya.

innã hadaynãhũs sabĩla = sungguh, Aku tunjuki dia jalan; immã syãkirōn = kadang-kadang bersyukur; wa immã = dan kadang-kadang; kafũrō = ingkar.

innã hadaynãhũs sabĩla immã syãkirōn wa immã kafũrō.

3. Sungguh, Aku tunjuki dia jalan, kadang-kadang bersyukur, dan kadang-kadang ingkar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjuki manusia jalan, ada yang bersyukur, ada yang ingkar.

innã a’tadnã = sungguh, Aku menyediakan; lil kãfirĩna = bagi orang-orang kafir; salãsilã = rantai-rantai; wa aghlãlãn = dan belenggu-belenggu; wasi’ĩrō = dan neraka yang menyala-nyala.

innã a’tadnã lil kãfirĩna salãsilã wa aghlãlãn wasi’ĩrō.

4. Sungguh, Aku menyediakan bagi orang-orang kafir rantai-rantai, dan belenggu-belenggu, dan neraka yang menyala-nyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyediakan bagi orang-orang kafir, rantai-rantai belenggu, dan neraka-neraka yang menyala-nyala. Ini merupan ancaman bagi manusia, kalau mereka tidak mengakui keberadaaan Allah, dan Rasul-Nya, mereka akan dibelenggu dengan rantai, dan dimasukkan ke neraka, api yang menyala-nyala.

innãl abrōro = sungguh, orang yang berbuat baik; yasyrobũna = mereka akan meminum; min ka’sin = dari piala; kãna = ia adalah; mizãjuhã = campurannya; kãfũrō = air kafur.

innãl abrōro yasyrobũna min ka’sin kãna mizãjuhã kãfũrō.

5. Sungguh, orang yang berbuat baik, mereka akan meminum dari piala ia adalah campurannya air kafur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berbuat baik, artinya orang yang percaya kepada Allah, Pencipta, dan Penguasanya, melakukan perbuatan yang disarankan-Nya, di dalam Alqur’an, dan menjauhi berbagai larangan-Nya, mereka akan diberi minum campuran air kafur, yang nikmatnya tak terbayangkan di dunia.

‘aynan yasyrobu = air dari mata air yang dia minum; bihã = dari mata air itu; ‘ibãdũllohi = hamba-hamba Allah; yufajjirũ = mereka kucurkan; nahã = dari mata air itu; tafjĩrō = dengan alat pengucur.

‘aynan yasyrobu bihã ‘ibãdũllohi yufajjirũ nahã tafjĩrō.

6. Air dari mata air yang dia, hamba-hamba Allah minum, dari mata air, mereka kucurkan dari mata air dengan alat pengucur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Air yang diminum hamba-hamba Allah di surga, berasal dari mata air campuran yang nikmat rasanya tak terlukiskan, mengeluarkannya dengan alat yang canggih.

yũfũna = mereka memenuhi; bĩn nadzri = dengan nazar; wa yakhōfũna = dan mereka takut; yawmãn = hari; kãna = ia adalah; syarruhũ = bahayanya; mustathĩrō = merata ke mana-mana.

yũfũna bĩn nadzri wa yakhōfũna yawmãn kãna syarruhũ mustathĩrō.

7. Mereka memenuhi nazar, dan mereka takut hari yang bahayanya merata ke mana-mana.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang masuk surga itu adalah orang-orang yang telah memenuhi nazar hidupnya, dan mereka takut terjadinya Hari Kiamat yang bahayanya merata ke seluruh alam raya.

wa yuth’imũna = dan mereka memberi makan; ath tho’ãma = makanan; ‘alã hubbihĩ = pada yang disukainya; miskĩnãn = orang miskin; wayatĩmãn = dan anak yatim; wa asĩrō = dan tawanan.

wa yuth’imũnãth tho’ãma ‘alã hubbihĩ miskĩnãw wayatĩmãw wa asĩrō.

8. Dan mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan dengan makanan yang disukainya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Islam menganjurkan memberi makan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan dengan makanan yang disukainya. Tawanan di sini adalah orang musyrik, Allah menyuruh memperla-kukannya dengan baik, artinya kalau dia suka daging babi, maka berilah ia dengan nasihat, sesungguhnya Allah melarang memakan daging babi, dengan alasan-alasannya, agar mereka memahami Islam. (Dari Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Jarir).

innamã nuth’imukum = sesungguhnya, apa yang kamu kami beri makan; li wajhĩllahi = untuk wajah Allah; lã nuriydu = tidak kami harapkan; minkum = dari kamu; jazã’an = balasan; wa lã syukũrō = dan tidak terima kasih.

innamã nuth’imukum liwajhĩllahi lã nuriydu minkum jazã’an wa lã syukũrō.

9. Sesungguhnya, apa yang kami beri kamu makan, demi wajah Allah, tidak kami harapkan dari kamu balasan, atau pun terima kasih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah Allah ini kalau dilaksanakan, tidak perlu mengharapkan balasan, atau ucapan terima kasih. Harapan balasan hanya dari Allah, untuk kebaikan semuanya.

innã nakhōfu = sesungguhnya, kami takut; mir robbinã = kepada Penguasa kami; ‘abũsan = bermuka masam; qomthoriyrō = penuh kesulitan.

innã nakhōfu mir robbinã ‘abũsan qomthoriyrō.

10. Sesungguhnya, kami takut kepada Penguasa kami, pada Hari orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kami takut kepada Allah, dan pada Hari Kiamat yang amat mengerikan, kami bermuka masam, banyak ketakutan, banyak kejadian yang mengerikan, banyak kesulitan.

fawaqōhumũllohu = maka Allah memelihara mereka; syarro = keburukan; dzãlikãl yawmi = hari itu; wa laqōhum = dan Dia jumpai mereka; nadhrotan = pandangan; wa surũrō = dan kegembiraan

fawaqōhumũllohu syarro dzãlikãl yawmi wa laqōhum nadhrotan wa surũrō.

11. Maka Allah memelihara mereka dari keburukan hari itu, dan Dia jumpai pandangan dan kegembiraan mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah melindungi manusia yang mempercayai-Nya dari keburukan Hari Kiamat, malah mereka menjumpai pandangan dan kegembiraan karena bertemu dengan-Nya.

wa jazãhum = dan Dia membalas mereka; bimã shobarũ = kepada orang yang sabar; jannataw wa harĩrĩ = surga dan sutra

wa jazãhum bimã shobarũ jannataw wa harĩrĩ

12. Dan Dia membalas kepada mereka, orang yang sabar dengan surga dan sutra

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang sabar meneri-ma cobaan perintah dan larangan-Nya, akan dihadiahi surga, dan kain sutra, pakaian yang mewah.

muttaki-ĩna = mereka duduk bersandar; fĩhã = di surga itu; ‘alãl arō-iki = di atas pelaminan; lã yarowna = mereka tidak melihat; fĩhã = di sana; syamsã = matahari; wa lã zamharĩrō = namun tidak terlalu kedinginan.

muttaki-ĩna fĩhã ‘alãl srō-iki lã yarowna fĩhã syamsã wa lã zamharĩrō.

13. Mereka duduk bersandar di atas pelaminan, di surga itu, di sana mereka tidak melihat matahari, namun tidak terlalu kedinginan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Surga itu, tempat yang ajaib, suatu tempat yang mewah, tidak tampak ada matahari, tetapi suasananya sejuk, tidak kepanasan.

wa dãniyatan = dan dekat; ‘alayhim = di atas mereka; zhilãluhã = naungannya; wa dzullilãt = dan didekatkan; quthũfuhã = buah-buahannya; tadzlĩlã = sedekat-dekatnya.

wa daaniyatan ‘alayhim zhilãluhã wa dzullilãt quthũfuhã tadzlĩlã.

14. Dan buah-buahannya dekat di atas mereka, dan naungannya didekatkan sedekat-dekatnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Buah-buahan di surga, sangat rendah bergantung, mudah di petik dan dinikmati. Mereka, penduduk surga diberi naungan yang rendah, namun tidak menyesakakan

wa yuthōfu = dan diedarkan; ‘alaihim = bagi mereka; bi ãniyatin = dengan gelas-gelasnya; min fidhdhotin = dari perak; wa akwãbin = dan piala-piala; kãnat = ia adalah; qawãrĩrō = tembus cahaya.

wa yuthōfu ‘alaihim bi ãniyatim min fidhdhotin wa akwãbin kãnat qawãrĩrō.

15. Dan dengan gelas-gelasnya dari perak, diedarkan bagi mereka, dan piala-piala itu tembus cahaya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penghuni surga dipenuhi segala kebutuhannya, dan mendapat suguhan dengan peralatan yang mewah.

qowãrĩrō = gelas-gelas; min fidhdhotin = dari perak; qoddarũhã = mereka mengukurnya; taqdĩrō = dengan ukuran.

qowãrĩrō min fidhdhotin qoddarũhã taqdĩrō.

16. Mereka mengukurnya, dengan ukuran gelas-gelas dari perak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penggunaan benda-benda cair, ada ukurannya, dengan menggunakan gelas-gelas dari perak.

wa yusqawna fĩhã = dan mereka diberi minum di dalamnya; ka’san = piala; kãna = ia adalah; mizãjuhã = campurannya; zanjabĩlã = jahe.

wa yusqawna fĩhã ka’san kãna mizãjuhã zanjabĩlã.

17. Dan mereka diberi minum menggunakan piala di surga, minuman itu campurannya jahe.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Minuman di surga yang menggunakan piala itu merupakan air jahe, dalam tradisi Jawa dan Sunda disebut bandrek, atau bajigur dengan komposisi yang agak berbeda. Bajigur dibuat dari air santan yang dididihkah dengan gula aren, kalau perlu ditambah panili, atau pandan untuk pewangi dan. Bandrek dibuat dari air biasa yang dididihkan dicampur dengan gula aren, jahe, cengkeh, dan kapol menambah hangat, disebut juga serbat.

‘aiynan fĩhã = mata air di surga; tusammã = dinamakan; salsabĩlã = salsabil.

‘aiynan fĩhã tusammã salsabĩlã.

18. Mata air di surga dinamakan salsabila.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sudah jelas.

wa yathũfu = dan mengelilingi; ‘alaihim = pada mereka; wildãnum = anak muda; mukholladũna = mereka tetap muda; idzã = jika; roaytahum = kamu melihat mereka; hasibtahum = kamu mengira mereka; lu’lu’ = mutiara; am mantsũrō = bertaburan.

wa yathũfu ‘alaihim wildãnum mukholladũna idzã ro aytahum hasibtahum lu’lu’-am mantsũrō.

19. Dan, anak-anak muda mengelilingi mereka, jika kamu melihat mereka, mereka tampak tetap muda, kamu mengira, mereka mutiara bertaburan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang menempati surga, mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda, bagaikan mutiara yang bertaburan. Pemandangan yang menyenangkan.

wa idzã = dan jika; ro ayta = kamu melihat; tsamma = di sana; ro ayta = kamu melihat; na’ĩman = kenikmatan; wa mulkan = dan kerajaan; kabĩrō = yang besar.

wa idzã ro ayta tsumma ro ayta na’ĩman wa mulkan kabĩrō.

20. Dan jika kamu melihat di sana, kamu melihat kenikmatan dalam kerajaan yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Surga itu bagai kerajaan yang besar, aman, tenteram, damai, sejahtera, bahagia

‘ãliyahum = mereka memakai; tsiyãbu = pakaian; sundusin = sutra halus; khudhrun = hijau; wa istabroqu = dan sutra tebal; wa hullũ = dan mereka diberi perhiasan; asãwiro = gelang-gelang; min fidhdhotin = dari perak; wa saqōhum = dan memberi minum mereka; robbuhum = Penguasa kamu; syarōban = minuman; thohũrō = bersih.

‘ãliyahum tsiyãbu sundusin khudhrun wa istabroqu, wa hullũ asãwiro min fidhdhotin wa saqōhum robbuhum syarōban thohũrō.

21. mereka memakai pakaian sutra hijau halus, dan sutra tebal, dan mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari perak. Dan Penguasa kamu memberi minum, minuman yang suci, bersih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran hidup di surga.

inna hãdzã = sungguh, ini; kãna = adalah; lakum = untuk kamu; jazã’an = balasan; wa kãna = dan adalah; sa’yukum = usaha kamu; masykũro = disyukuri.

inna hãdzã kãna lakum jazã’an wa kãna sa’yukum masykũro.

22. Sungguh, ini adalah balasan untuk kamu syukuri, dan itu karena usaha kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kehidupan di surga yang demikian menyenangkan itu, merupakan balasan atas kemimanan seseorang kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

innã nahnu = sungguh, Aku; nazzalnã = Aku telah menurunkan; ‘alaykal qur’ãna = atas kamu Alqur’an; tunjĩlã = bertahap turun.

innã nahnu nazzalnã ‘alaykal qur’ãna tunjĩlã.

23. Sungguh, Aku telah menurunkan Alqur’an bertahap turun atas kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan, turunnya Alqur’an itu bertahap kepada Nabi Muhammad saw..

fãshbir = Maka bersabarlah engkau; li hukmi = untuk hukum; robbika = Penguasa kamu; wa lã tuthi’ = dan jangan kamu ikuti; min hum = di antara mereka; ãtsiman = orang yang berdosa; aw kafũrō = atau orang kafir.

fãshbir li hukmi robbika wa lã tuthi’ min hum ãtsiman aw kafũrō.

24. Maka bersabarlah engkau, untuk menjalankan hukum Penguasa kamu, dan jangan kamu ikuti orang yang berdosa, atau orang kafir, di antara mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sebagian kecil perintah dan larangan Allah yang harus diikuti oleh Muhammad saw. dan para pengikutnya di seluruh dunia, sabar menjalankan Hukumulloh; jangan mengikuti perilaku orang-orang berdosa, atau orang kafir.

wãdzkuri = dan ingatlah; asma = nama; robbika = Penguasa kamu; bukrotan wa ashĩlã = di waktu pagi dan petang.

wãdzkuri asma robbika buktotan wa ashĩlã.

25. Dan ingatlah nama Penguasa kamu, di waktu pagi dan petang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya.

wa minãllayli = dan dari sebagian malam; fãsjud = maka sujudlah; lahũ = kepada-Nya; wa sabbih-hu = dan bertashbihlah kepada-Nya; laylan = malam; thowĩlã = panjang.

wa minãllayli fãsjud lahũ wa sabbih-hu laylan thowĩlã

26. Dan dari sebagian malam, maka sujudlah kepada-Nya, dan bertashbihlah kepada-Nya di malam yang panjang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah Allah melalui Nabi Muhammad saw. untuk para pengikutnya.

inna hã-ulã-i = sesungguhnya, mereka itu; yuhibbũna = mereka mencintai; al ‘ãjilata = yang cepat; wa yadzarũna = dan mereka meninggalkan; wa rō-ahum = di belakang mereka; yawman = hari; tsaqĩlã = yang berat.

inna hã-ulã-i yuhibbũnãl ‘ãjilata wa yadzarũna wa rō-ahum yawman tsaqĩlã.

27. Sesungguhnya, mereka itu mencintai dunia yang cepat, dan mereka melupakan hari yang berat, di belakang mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, banyak orang yang mencintai dunia yang didapat secara cepat tapi dalam waktu yang singkat, karena waktu hidup ini tidak lama, sebenatar, dibandng hidup di akhirat. Karena asyik kesenangan dunia, mereka melupakan Hari Kiamat, hari yang sangat berat di hadapan mereka, waktu mereka setelah meninggalkan dunia yang serba mewah.

nahnu = Aku; kholaqnãhum = Aku menciptakan mereka; wa syadadnã = dan Aku kuatkan; asrohum = tubuh mereka; wa idzã = dan jika; syi’nã = Aku menghendaki; baddalnã = Aku mengganti; amtsãlahum = serupa mereka; tabdĩlã = pengganti.

nahnu kholaqnãhum wa syadadnã asrohum, wa idzã syi’nã baddalnã amtsãlahum tabdĩlã.

28. Aku menciptakan mereka, dan Aku kuatkan tubuh mereka, dan jika Aku menghendaki, Aku mengganti pengganti yang serupa mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada orang yang diberi kesempatan berkuasa sekarang ini. Kalau mereka tidak berbuat baik, Allah berkuasa untuk mengganti dengan yang lain, yang lebih baik.

inna hãdzihĩ = ini sungguh; tadzkirohu = peringatan; fa man = maka, siapa; syã-a = dia menghendaki kebaikan; attakhodza = dia mengambil; ilã robbihĩ sabĩlã = jalan menuju Allah;

inna hãdzihĩ tadzkirohu, fa man syã-a attakhodza ilã robbihĩ sabĩlã.

29. Sungguh, ini peringatan, maka, siapa menghendaki kebaikan, dia mengambil jalan menuju Allah;

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan pada ayat 28 di atas, bagi orang yang menghendaki kebaikan, tentu mereka akan memilih jalan menuju Allah.

wa mã tasyã-ũna = dan kamu tidak menghendaki; illã ay yasyã-allohu = kecuali, benar-benar Allah menghendaki; innalloha kãna = sesungguhnya, Allah adalah; ‘alĩman hakĩma = Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

wa mã tasyã-ũna illã ay yasyã-allohu, innalloha kãna ‘alĩman hakĩma.

30. Dan kamu tidak menghendaki kecuali, Allah menghendaki benar-benar, sesungguhnya, Allah adalah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau Nabi Muhammad saw. tidak menghendaki, maka Nabi berserah diri pada kehendak Allah. Nabi percaya sepenuhnya, bahwa Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.

yudkhilu may yasyã-u = Dia memasukkan siapa Yang Dia kehendaki; fĩ rohmatihĩ = dalam rahmat-Nya; wãzhzhōlimĩna = dan orang-orang lalim; a’adda lahum = Dia sedikan bagi mereka; ‘adzãban alĩmã = azab yang sangat menyakitkan.

yudkhilu may yasyã-u fĩ rohmatihĩ, wãzhzhōlimĩna a’adda lahum ‘adzãban alĩmã.

31. Dia memasukkan siapa Yang dikehendaki dalam rahmat-Nya, dan orang-orang lalim, Dia sediakan bagi mereka, azab yang sangat menyakitkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. benar-benar meyakini, Allah menetapkan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Allah juga mengingatkan, bagi orang-orang yang lalim, akan disediakan azab yang sangat meyakinkan.