Home » sajak

Category Archives: sajak

Sajak Syukur

Syukur

Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena masih bisa salat kepada-Nya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena masih ingat kepada-Nya dalam salatnya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena tidak lalai dalam salatnya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena masih bisa menangisi dosa dan kesalahannya
dalam salat dan kesendiriannya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena tidak riya dan ingin dipuji oleh selain-Nya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena tidak ujub dari banyak dan kualitas
salat, puasa, dan dermanya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena tidak merendahkan
manusia yang beribadah
dan tidak beribadah kepada-Nya
Manusia bersyukur kepada Tuhan
karena tidak merendahkan
manusia karena kurangnya ilmu dan hartanya

Nazar Ibu di Karbala

Nazar Ibu di Karbala
oleh K.H. A. Mustofa Bisri

pantulan mentari
senja dari kubah keemasan
mesjid dan makam sang cucu nabi
makin melembut
pada genangan
airmata ibu tua
bergulir-gulir
berkilat-kilat
seolah dijaga pelupuk
agar tak jatuh
indah warnanya
menghibur bocah berkaki satu
dalam gendongannya
tapi jatuh juga akhirnya
manik-manik bening berkilauan
menitik pecah
pada pipi manis kemerahan
puteranya

“ibu menangis ya, kenapa?”
meski kehilangan satu kaki
bukankah ananda selamat kini
seperti yang ibu pinta?”
“airmata bahagia, anakku
kerna permohonan kita dikabulkan
kita ziarah kemari hari ini
memenuhi nazar ibumu.”
cahaya lembut masih memantul-mantul
dari kedua matanya
ketika sang ibu tiba-tiba brenti
berdiri tegak di pintu makam
menggumamkan salam:
“assalamu ‘alaika ya sibtha rasulillah
salam bagimu, wahai cucu rasul
salam bagimu, wahai permata zahra.”
lalu dengan permatanya sendiri
dalam gendongannya
hati-hati maju selangkah-selangkah
menyibak para peziarah
yang begitu meriah

disentuhnya dinding makam seperti tak sengaja
dan pelan-pelan dihadapkannya wajahnya ke kiblat
membisik munajat:
“terimakasih, tuhanku
dalam galau perang yang tak menentu
engkau hanya mengujiku
sebatas ketahananku
engkau hanya mengambil suami
gubuk kami
dan sebelah kaki
anakku
tak seberapa

dibanding cobamu
terhadap cucu rasulmu ini
engkau masih menjaga
kejernihan pikiran
dan kebeningan hati
tuhan,
kalau aku boleh meminta ganti
gantilah suami, gubuk, dan kaki anakku
dengan kepasrahan yang utuh
dan semangat yang penuh
untuk terus melangkah
pada jalan lurusmu
dan sadarkanlah manusia
agar tak terus menumpahkan darah
mereka sendiri sia-sia
tuhan,
inilah nazarku
terimalah.”

Sumber : https://www.websitependidikan.com/2017/08/3-puisi-ibu-karya-mustofa-bisri-gus-mus.html

Sajak Kebohongan di Dunia

Kebohongan di Dunia

Begitu banyak kebohongan di dunia
Yang mungkin tanganmu
turut berlumuran darah darinya

Libya dan kejatuhan Muamar Khadafi
oleh proxy AS
Didahului dengan kebohongan
Tentang kelaliman Khadafi
Apakah engkau terlibat
di dalam kebohongannya?

Suriah dan upaya menjatuhkan Bashar Assad
oleh ISIS sebagai proxy AS
Didahului dengan kebohongan
Tentang kelaliman Assad
Apakah engkau percaya kebohongan setan besar
Dan turut berlumuran darah rakyat Suriah
Yang tak berdosa?

Yaman dan eskalasi perebutan kekuasaan di sana
Antara raja dan rakyat yang ingin terbebas darinya
Engkau memilih pihak raja
Yang menguasai aset negara
Untuk sedikit kroni dan kerabatnya
Karena membenci kaum mazhab lain
Tidakkah tanganmu juga
berlumuran darah karenanya?

Irak dan kejatuhan Saddam oleh AS
Kau malah percaya kebaikan Saddam
Kau juga malah percaya Iran yang menjatuhkan Saddam
Adakah nafsumu yang belum kau puaskan
Ataukah engkau ingin seperti AS
Yang melihat Iran jatuh
Dari kekuasaannya?

Turki yang dipuja
sebagai model penentang AS dan Israel
Tahukah engkau ISIS itu petempur luar Suriah
Yang masuk lewat negara mana?

Engkau bertindak
Seolah menentang setan, dajal, dan sufyani
Selain AS, Israel, Saudi, dan Uni Eropa
Namun langkahmu menyertai mereka
Apakah ini hanya karena
engkau membenci mazhab lain semata?

Engkau beramal agama
Tak ingin seperti mazhab lain/tersebut
Tak ingin terlihat seperti mazhab lain/tersebut
Dan memilih menyertai setan, dajal, dan sufyani
Apakah logika bertentangan
dengan agama dan mazhab?

Begitu banyak kebohongan di dunia
Yang mungkin tanganmu
turut berlumuran darah darinya

Sajak Bingkai Toleransi

Bingkai Toleransi

Tidak selamanya perbedaan
merupakan penentangan
Sebagian menyembunyikan diri
dan menunjukkan taqiah Syiah
Untuk menghindari perselisihan

Orang salat dengan masker
Orang salat tanpa masker
Yang salat dengan masker
tak usah ganggu
yang salat tanpa masker
Yang salat tanpa masker
tak usah ganggu
yang salat dengan masker

Mestinya seseorang memahami
fenomena di luar dirinya
Toleran terhadap fenomena di luar dirinya
Yang bisa dia paksa hanyalah dirinya sendiri
Untuk melatih disiplin
Dan tekad hati

Memaksa orang lain
Jauh dari sikap nabi
Bukan pula representasi nabi
Bukan atas nama nabi
Bukan pula rida Tuhan
Ketika memaksakan pemahaman
Kepada orang lain.

Sajak Pelajaran Agama

Pelajaran Agama

Aku kini menyadari
Bahwa sebagian pelajaran agama
Justru mengadu domba mazhab
Sungguh aneh
Pelajaran di sekolah
Isinya bukan menambah kesalehan
Justru membidahkan sesama muslim
Dengan alasan pemurnian agama
Dan kemaksuman diri

Sejak kecil pelajaran agama
Bukan mengkaji kitab sendiri
Malah mengadu domba
Dengan kelompok lain

Keyakinan diri adalah mutlak
Diri adalah kebenaran
Di luar diri adalah salah, jelek, mudarat
Diri menjadi puncak kebenaran, kebaikan, manfaat
Karena itu mereka harus mengikuti kita
Islam seperti Islam kita

Pelajaran agama di sekolah
Malah menyalahkan mazhab.
Ziarah musyrik, tahlil bidah,
yasinan dolalah,
tawasulan finnar,
gambar, patung, musik, kesenian haram.
Pantas saja berantem sesama muslim.

Semua kelompok mengatakan
Diri mereka ahlu sunnah
Lalu mengeluarkan kelompok lain
Dari ahlu sunnah
Mereka itu bukanlah ahlu sunnah
Karena hanya menganggap diri mereka ahlu sunnah
Yang katanya satu-satunya kelompok
Dari 73 golongan
Yang masuk surga dengan selamat

Sejumlah kontroversi agama dibahas
kafir, musyrik, munafik
tahayul, bidah, churafat,
dolalah, finnar, terkutuk ….
Tak henti-henti menyerang internal agama

Bahkan zionis di depan mata pun terhalang
dan tak terlihat wujudnya
Belek di seberang lautan nampak
Gajah zionis di depan mata tak tampak

Guru agama adalah wali Allah di kelas
Apakah mereka menganggap
Nabi saw melakukan seperti yang Anda lakukan?
Apakah nabi saw membidahkan umatnya
Mengkafirlan umatnya
Mengusir umatnya
Memukuli umatnya
Berdebat dengan mazhab lain

Indonesia merasa diri lebih baik dari Singapura
Karena memiliki kurikulum agama di sekolahnya
Namun tidakkan budi pekerti beragama
Justru rontok oleh keburukan guru-gurunya?

Berdebat dengan mazhab lain
Sudah dianggap kebanggaan
Mengolok mazhab lain
Dianggap kewajaran
Memaksa orang seperti dirinya
Dianggap membawa orang ke surga
Mengusir dan memukuli
Dianggap cara untuk meluruskan agama
Beramai-ramai berteriak di luar gedung pengajian kelompok lain
Dianggap gurauan dan hiburan beragama
Melarang masjid dijadikan tempat salat mazhab lain
Dianggap kaidah agama
Berfatwa meluruskan agama
Dengan menghina kelompok lain

Masjd-masjid menjadi sekolah intoleran
Yang mengajari siswanya
Tidak menerima perbedaan mazhab
Merasa diri paling benar
Dan secara mutlak memyalahkan mazhab lain
Bagai fakwa seorang maksum
Tentang surga dan neraka

Padahal nabi pun
Tidak melewati wewenang Allah
Untuk memberi putusan seseorang masuk surga
Meski 70 ribu malaikat
Mengiringi pemakamannya

Apakah agama harus seperti ini
Bertikai internal
Bahkan partai pun akhirnya seperti ini
Partai menggunakan Tuhan
mengatasnamakan Allah
untuk menyalahkan lawan-lawan politiknya
Partai-partai menggunakan agama
untuk mengancam umat masuk neraka
yang berbeda orientasi politiknya
dan menyebrang ke partai tetangga
Apakah hanya satu partai
yang merasa paling benar
menganggap dirinya benar
dan partai lain komunis dan masuk neraka?

Menyalahkan mazhab lain
Menyalahkan awam
Membidahkan kelompok lain
mengakibatkan kelompok lain
Habis energinya
Untuk membela diri
Dari serangan saudara sendiri

Tidakkah umat di luar agama ini
Kikuk, risih, aneh, atau tertawa
Melihat dua kelompok muslim bertengkar,
berselisih pendapat secara terbuka,
berdebat di atas panggung
Ribut dan menghebohkan seluruh negeri
Videonya menjadi viral
Menjadi kebanggaan
Setelah babak-belur
dan pukul-memukul?

Sementara orang yang tidak peduli,
Ia malah bertepuk tangan
mengompori satu pihak
Hingga muncul dendam membara
karena bertikai dengan kelompok lain

Sungguh berbahagia
Jika Anda ada di satu kelompok
Yang pemukanya melarang perdebatan
bahkan di kalangan awam
Melarang pembalasan dendam
Untuk saudara sendiri
sekalipun saudaranya dibunuh di depan matanya
tidak boleh dendamĀ 
tak boleh membalas pembunuhan
kecuali diajukan ke pengadilan
Karena saling balas dendamlah yang disukai zionis
Agar manusia disibukkan
Terpecah-belah
Tercerai-berai
Luka
Dipermalukan
Miskin
Lemah, bernanah
Luluh, lumpuh, rubuh, runtuh
Diadu domba
Dan dikuasai sumber daya alamnya

Tidakkah Imam Mahdi menangis
Melihat umat datuknya
Bertengkar dengan sesama
Memperebutkan akidah khilafiah
yang furu dan yang remeh
Sambil mengklaim surga
Dan saling mengancam neraka?

Mungkin seseorang harus berlebihan ketika berbuat baik
Para pemimpin memberi kebaikan
kepada lawan dan kawan
meski dirinya merugi
Ahlul bait memberi roti
Meski membutuhkannya untuk berbuka puasa
Pemuka agama menerima pemuka agama lain
Meski meyakini kebenaran hujah sendiri

Berbahagialah suatu kelompok
Yang pemukanya tidak mencerca kelompok lain