Home » toleransi

Category Archives: toleransi

Sajak Di Jalan Raya

Setiap kali aku berada di jalan, melihat padatnya lalu lintas, tak ada orang yang mau mengalah. “Hai, Itsar adalah nama tengahku.” Aku mendengar seseorang berkata, “Kalian adalah sekelompok keong sutra (mungkin keong emas) yang tak mau mengalah kepada scorpion!”

Bahasa Isyarat

Inilah kelemahan seorang manusia yang tidak paham bahasa isyarat. Bila diberi isyarat untuk disuruh, orang seperti ini malas, cenderung tak mau melakukan. Bila orang ini diberi isyarat untuk harus membayar, menraktir; maka isyarat itu tidak akan dipenuhi atau dipatuhinya.

Sejumlah Contoh Bahasa sebagai Isyarat
Berikut ini contoh peristiwa bahasa sebagai isyarat
Peristiwa 1
Pada saat acara yasinan bada isya, 29 September 2016, orang-orang masjid berdatangan ke rumah duka untuk tahlilan dan membaca surat yasin. Orang-orang duduk, suasana agak ramai. Seorang kerabat yang ada di samping sohibul bait (pemilik rumah) tidak memegang buku surat yasin. Beliau pun berkata kepadanya, “Apakah engkau menyimpan buku yasin?” Pertanyaan sederhana ini sebenarnya adalah menyuruh orang ini untuk mengambilkan buku yasin, bukan menanyakan keberadaannya. Kalimat perintah yang lugasnya adalah, “Tolong ambilkan buku yasin!” Namun ia tidak mengerti bahasa isyarat ini dan tidka pernah belajar bahasa isyarat ini sepanjang hidupnya untuk memahaminya. Dunia ternyata tidak selugas FPI atau tidak sekeras Wahabi. Dunia ini lembut dan penuh dengan isyarat. Manusia harus memahami bahasa isyarat ini sepanjang hidupnya.
Saat itu dia menjawab, “Tidak. Saya tidak menyimpan buku yasin. Saya tidak tahu di rumah ini ada buku yasin.” Sebuah jawaban bodoh bagi orang terdidik seperti kebanyakan orang. Dia bisa saja memahami bahasa isyarat ilmu pengetahuan, namun tidak memahami isyarat sederhana suatu kalimat perintah seperti itu. Banyak variasi perintah yang bisa diberikan, misalnya, “Apakah ada buku yasin di sini?” “Apakah ada buku yasin di rumah ini?” Mungkin setelah pertanyaan ini diulang-ulang otaknya yang kecil ini baru memahami bahwa kalimat seperti ini adalah perintah. Bila kalimatnya, ambilkan buku yasin, mungkin dia akan paham, langsung akan mencari, dan mengambilkan buku yasin ini untuk tamunya (kerabatnya).

Pentingnya Belajar Bahasa

Salah satu keterampilan abad 21 adalah penguasaan bahasa. Orang mesti bisa cepat belajar bahasa Thailand, Jepang, Arab, Persia, Inggris, Spanyol, Prancis, Cina. Kendala bahasa mestinya dihilangkan dengan belajar bahasa. Dia bisa membaca berbagai bahasa dan memverifikasi (tabayun) kebenaran berita.

Begitu cepatnya informasi menyebar di media sosial. Berita mainstream acap kalah cepat. Berita-berita di dunia begitu cepat tersebar. Beberapa berita penting di antaranya berita pecahnya perang, berkembangnya situasi stabilitas negeri, demonstrasi negeri.

Dalam sejarah Indonesia, terdapat peristiwa jatuhnya Gus Dur disebabkan demo-demo yang seolah mengancam keutuhan negeri. Di era Presiden Jokowi, sepanjang pemerintahannya penuh warna demo dan upaya instabilitas negeri. Isu agama dikembangkan mengiringi pembubaran HTI. Masyarakat juga melihat kesucian KPK runtuh dengan bukti yang cepat menyebar.

Ada orang yang menganggap bahwa bahaya jika negeri ini dipimpin Jokoei. Ada orang menganggap bahwa bahaya jika negeri ini dipimpin Anies. Namun kita tak boleh berlaku seperti khawarij, yaitu memprovokasi tanpa bukti, teriak “bunuh, halal darahmu.” Itu perilaku khawarij. Berhati-hatilah. Kelompok khawarij inilah yang sebenarnya disebut sebagai rafidhah yaitu kelompok yang keras penentangannya terhadap Imam Ali pada masa kekhilafahannya. Bahkan salah seorang khawarij yang bernama Abdurahman bin Muljam memukul kepala Imam Ali as saat sedang salat subuh di masjid dalam keadaan sujud, di bulan Ramadan. Kelompok khawarij atau rafidhah ini menganggap perjuangannya sebagai ibadah, bahkan sampai mengkafirkan, dan membunuh sesama muslim, bahkan sampai membunuh khalifahnya.
Moral bangsa ini jatuh karena satu orang atau satu kelompok menghujat kelompok lain. Lebih lanjut satu orang atau satu kelompok teriak bunuh, halal darah orang lain atau kelompok lain. Lebih lanjut satu orang atau satu kelompok memukuli atau membunuh orang atau kelompok lain.

Di era media sosial ini tidak hanya satu kelompok yang berteriak. Jika satu kelompok berteriak, kelompok lain yang merasakan kesalahan kelompok ini akan merespon dengan juga berteriak. Maka mereka saling berteriak di media sosial. Dikatakan teriak karena ungkapannya acap kali tidak etis atau tidak lucu. Tidak elegan.

Kritik itu boleh. Kondisi akan mendorong kritik menjadi wajib atau haram. Kritik menjadi haram jika kritik kebablasan. Kritik menjadi wajib bila tanpa kritik, sesuatu akan hancur atau orang yang dikritik tetap budeg. Yang tidak boleh adalah hoaks. Kritik juga mesti disampaikan dengan santun bahkan elegan. Kritik yang bagus tentu logis dan masuk akal. Dengan begitu, tidak sulit menerima kritik jika kritik itu merupakan fakta. Kritik bisa jadi merupakan penyadaran bukan hanya bagi pemimpin, melainkan juga bagi masyarakat. Apakah kritik menghasut masyarakat supaya sadar tentang sesuatu?

Saya pernah ke luar negeri. Saya pernah ke Jepang, Arab Saudi, Thailand. Salah satu kendala ketika di luar negeri adalah terbatasnya komunikasi. Acap kali kita ingin berbicara dengan orang-orang namun kita tidak bisa bahasa mereka. Betapa kenyataan ini menyedihkan. Satu-satunya solusi adalah belajar bahasa.

Kini belajar bahasa Jepang, Thailand, atau Arab bisa dilakukan melalui youtube. Belajar bahasa Inggris pun bisa dilakukan dengan youtube. Orang juga bisa menggunakan kamus dan mencari terjemahan suatu kata di internet. Begitu mudahnya belajar karena sumber atau materi pelajaran yang sangat banyak di internet. Dulu seseorang yang belajar bahasa Jepang harus mencari guru, mereka juga harus mengingat cara mengucapkan bunyi bahasanya (fonemnya). Tidak selamanya mereka bertemu guru bahasanya itu. Bahkan mencari kaset belajar bahasa juga sangat sulit. Namun sekarang, belajar bahasa sangat mudah. Hanya tinggal keinginan seseorang untuk belajar saja yang menjadi penentunya. Jika seseorang enggan belajar, keengganan itu akan menjadi kendala baginya untuk paham.

Belajar bahasa Inggris bisa dilakukan dengan mendengarkan lagu-lagu bahasa Inggris. Beberapa orang lain menambah pelajaran bahasa Inggris dengan menonton film berbahasa Inggris.

Taklid dan Ijtihad

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ .

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

 

Bolehkah bertaklid itu?
Pendapat pertama mengatakan bahwa seorang muslim boleh bertaklid.
Pendapat kedua mengatakan bahwa seorang muslim haram bertaklid.
Pendapat ketiga mengatakan bahwa seorang muslim dengan kondisi tertentu wajib bertaklid.
Sumber hukum suatu fatwa itu Quran dan hadis. Maka memerlukan ilmu bagi seseorang untuk menafsirkannya. Ini gaya kalimat bahasa Arab. Kalimat bahasa Indonesianya, seseorang memerlukan ilmu untuk menafsirkannya.
Hanya para nabi yang maksum yang dapat menakwilkan Quran/hadis tanpa salah.

Istilah-Istilah
Fatwa: putusan ringkas dari suatu masalah hukum
Bertaklid/berittiba: tindakan mengikuti suatu fatwa.
Berfatwa: tindakan bagi seseorang yang mempunyai otoritas untuk mengeluarkan suatu fatwa, (lih: berijtihad)
Mujtahid: orang yang bisa berijtihad atau mengeluarkan fatwa
Mufti: orang yang mengeluarkan fatwa
Muqollid/muttabi: orang yang mengikuti fatwa
Menurut seorang ustaz NU, berittiba adalah mengikuti metode (cara) berijtihad, sedangkan bertaklid adalah mengikuti fatwa.

Contoh Bertaklid
Seseorang mengikuti suatu fatwa, misalnya fatwa MUI, fatwa ulama.
Seseorang tidak mengikuti sembarang fatwa atau sembarang ulama.
Seseorang tidak mengikuti sembarang dokter atau guru melainkan yang telah dikenal reputasinya.
Seseorang yang ingin membangun gedung akan menyewa jasa arsitek.
Seseorang yang ingin membuat perabotan menyewa jasa tukang kayu.

Haruskah Seorang Awam Berijtihad?
Sebagian ulama berpendapat haram bagi seorang awam untuk berijtihad.
Sebagian ulama berpendapat haram bagi seseorang untuk bertaklid.
Jika kita disuruh berijtihad, kita akan berijtihad, hasilnya tergantung ikhtiar kita.
Sodorkan nas Quran dan hadis, kita akan berijtihad dari sumber itu.
Jika kita tidak percaya dokter, kita akan menyembuhkan diri kita sendiri.

Kekacauan karena Tak Tahu Kedudukannya dan Kedudukan Fatwa
Masyarakat mengikuti sembarang fatwa yang tak jelas sumbernya, yang penting sesuai dengan perasaan muqolid.
Negeri ini penuh dengan fatwa yang tidak jelas sumbernya.
Orang-orang yang tidak punya otoritas seenaknya mengeluarkan fatwa (tafsir Quran, hadis) alih-alih mengutip.
Negara ini mempunyai MK untuk menanyakan tafsir hukum, sayangnya untuk agama, negara tidak merekomendasikan MK-Agama.
Bila negara mengikuti suatu fatwa misalnya tentang tanggal 1 Syawal, masyarakat bisa mengikuti fatwa resmi negara.

Siapa Saja yang Bisa Berfatwa
MUI?
Orang yang mau dan mampu belajar
Mujtahid yang sudah diakui ilmunya oleh mujtahid lain.
Seperti sarjana diakui oleh sarjana lain.
Tradisi: seorang mujtahid mewasiatkan orang-orang untuk mengikuti mujtahid berikutnya.
Seseorang yang tidak mampu berijtihad hanya boleh mengikuti atau mengutip fatwa yang ada.
Tidak boleh ada pemaksaan kepada orang lain.

Fatwa Mazhab
Syafii
Hambali
Hanafi
Maliki
Syiah Itsna Asyari

Boleh berpindah dalam mazhab-mazhab Islam

Kemutlakan Fatwa
Meski seseorang mengikuti fatwa, fatwa bisa saja salah
Ulama tidak dijamin maksum
Banyak fatwa yang berbeda, contohnya tentang MLM, FB, tahlil, qunut, niat, wudu, tawasul, ziarah
Analogi kita berikhtiar kepada dokter, dokter juga bisa salah diagnosis, bahkan malpraktik
Fatwa tidak bisa dikeluarkan oleh ulama wanita. Wanita mujtahid hanya bisa berfatwa untuk dirinya sendiri. Tidak ada nabi wanita meski ada wanita maksum.

Universitas Ini Mengeluarkan Mufti?
Mungkin saja universitas ini mengeluarkan mujtahid atau mufti.

Mufti harus bijak dalam arti memahami perbedaan fatwa.
Mufti juga harus melihat fatwa yang berbeda dengannya dan mempertimbangkan kebenarannya.
Universitas ini mengeluarkan orang-orang yang paham akan kedudukan fatwa.
Universitas ini juga mengampanyekan kesadaran orang-orang pada kedudukan fatwa.

Demikian paparan saya. Terima kasih.

والله الموفق إلى أقوم الطريق

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Pertanyaan
Kalau ada ustaz, saya akan bertanya, “Ustaz, ternyata saya sendiri aneh dalam masalah taklid. Saya merasa NU atau cenderung NU. Ternyata banyak orang Indonesia lainnya yang menurut saya aneh (bermasalah?) dalam masalah taklid dan ijtihad. Ini saya rasakan sendiri. Diri ini sangat kacau sejak kecil. Bila ada orang yang meninggal, saya akan ikut tahlilan seperti tradisi NU. Namun ketika saya salat tarawih di UPI, saya ikut salat 11 rakaat. Sebagaimana NU, saya juga percaya Imam Mahdi maksum. Sekarang saya percaya 12 khilafah ala Syiah. Bagaimana ini? Bagaimana orang-orang seperti saya ini, Ustaz?”

Kalau ada ustaz, saya akan bertanya, “Ustaz, tetela abdi mah rada aneh dina taklid teh. Ti bubudak geus pabaliut. Aya anu maot ngiring tahlilan. Tapi persis salat taraweh, ngiring anu 11 rakaat. Siga NU, kuring oge percaya Imam Mahdi maksum. Ayeuna kuring percaya ka 12 khilafah. Kumaha atuh, Ustaz?”

Penilaian Kecerdasan Emosional

Evaluation of Emotional Intelegence
Penilaian Kecerdasan Emosional

Akal dan Keimanan
Kadang akal bertentangan dengan keimanan karena iman lemah. Akal mengetahui bahwa mayat tak bisa berbuat sesuatu namum iman menyangkalnya.

Seseorang harus menguji akalnya dengan semacam uji nyali.

Kompetensi
1. Profesional
2. Pedagogik
3. Sosial
4. Pribadi
5. R&D: tampil di MGMP, bikin media, makalah, seminar, RPP

Beberapa Sumber
H. Garner, Kecerdasan Jamak, multiple inteligence
Bloom, taksonomi
Jean Piaget, perkembangan mental anak

Kisah Nabi Isa as
Suatu saat Nabi Isa lewat di depan sekelompok orang. Mereka mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tapi Nabi Isa membalas dengan santun.

Seorang murid beliau bertanya, “Mereka mengeluarkan kata-kata kasar, tapi mengapa Anda membalas dengan santun?”

Nabi Isa as menjawab, “Karena orang hanya bisa memberi apa yang dimilikinya.”

Ihya’ Ulumiddin
—===

Artikel
Indikator kemampuan membaca permulaan: artikel
Indikator motivasi penggunaan media
Deskripsi kemampuan membaca siswa (foto), tidak hanya skor
—===

—===

Bekerja
Beda IQ dan EQ
Sejarah EQ
Lima potensi: akal, syahwat, marah, khayal, emosi
Definisi ilmu, ingat, lupa, pandai, bodoh, berpikir, mudah, susah
Cara Mengukur EQ
Emosi saat uji nyali
Enosi pada pasangan hidup
Emosi saat beda mazhab (dan fatwa)
Emosi dengan game
Emosi saat kalah pilkada atau pilpres
Emosi saat diputus Pacar
Enosi di jalanan

Lima Potensi
Seseorang diuji syahwat, emosi, dan akalnya. Ketika seseorang dihadapkan pada makanan enak sedangkan ia dilarang dokter umtuk mengkonsumsi makanan itu. Manakah yang ia pilih? Syahwatkah atau akalkah?

Melamar

Zahra, I love thee
Gombal
Tamat

Zahra, kamu cantik. Sangat cantik.
Terima kasih.
Rumahmu di mana?
Tamat

Look, those are rice fields
So beautiful
Yeah. Just like your heart

Dear female tourist, I have two friends there chalenging me wheter I can told you funny story that you can laugh. Are you agree? Here is the story.
I am an exotic massager. I offer you a free trial of my service. Will you agree to be my patient?

Melamar dalam Islam bisa dengan isyarat atau sindiran. Namun ada kalanya perempuan menganggap lelaki gombal.

Emosi Kepada Pasangan Hidup
Di timur seperti ada kebiasaan yang mengarah pada perempuan acap menguji kesabaran lelakinya. Seolah dunia ini tidak adil, meski aku bersalah, kamu mesti menerimaku apa adanya. Kamu tsk boleh marah meski aku salah. Aku representasi ibumu. Dulu kamu kan memujaku, mengapa sekarang berubah?

Kesetaraan gender seolah menuntut perempuan sama dengan lelaki atau sebaliknya lelaki sama dengan perempuan. Lrlski yang melindungi malah minta dilindungi. Perempuan yang dinafkahi malah yang menafkahi. Perempuan yang dimanja ataukah lelaki yang dimanja?

Saat inilah emosi diuji. Apa jadinya jika suami dan istri bertengkar setiap hari. Apa jadinya bila hati sudah luka? Bagaimana mengobatinya? Adakah pintu maaf bagiku atau baginya? Ini adalah ujian emosi. Hal itu karena orang yang melepaskan emosinya akan mampu berpikir jernih. Orang lain yang tidak terlibat akan mudah berpikir jernih.

Juga saat merawat orang tua. Dulu merawat anak, orang tua harus sabar. Kini merawat orang tua, anak pun harus sabar.

Bekerja
Bekerja adalah bagian dari ibadah kepada manusia. Jika seseorang malas atau bosan bekerja maka potensi syahwat, marah, khayal, emosi dapat digunakan dalam memotivasi dirinya. Lebih lanjut bekerja karena Tuhan adalah dorongan mutlak. Tuhan menghendaki msnusia bekerja. Dia pun dspat mrnrntukan maslahat sabar dalam kerjanya dan tidak serta-merta berpindah pada pekerjaan lain hanya karena alasan bosan.

Seseorang juga tak bisa menuruti keinginannya jika ia bosan salat, puasa, berbakti kepada keluarga dan masyarakat.

Inilah EQ diuji. Seorang yang emosional akan brrhrnti dari pekerjaannya hanya karena menduga pekerjaan lain lebih enak.

Ada satu cerita di media sosial.
Yaa Tuhan, aku bosan dan jenuh dengan pekerjaanku. Aku ingin bekerja dengan dikelilingi wanita. Kemudian Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang sayur.
Lalu malamnya ia berdoa lagi. Yaa Tuhan, aku ingin dapat uang sambil kipas-kipas. Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang sate.
Lalu malamnya ia berdoa lagi. Yaa Tuhan, aku ingin dapat uang sambil goyang kaki. Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang jahit.

Game EQ
Mungkin suatu game membuat pemainnya frustasi. Mungkin suatu game membuat pemainnya ketagihan.

Ini adalah sebuah ujian emosi.

Bila pemainnya merasa bahwa ia terdorong untuk emosional dan ketagihan, pemain jarus menyadari itu dan bergerak meninggalkan game yang ia mainkan.

Kunci utamanya adalah kesadaran. Sadar bahwa sesuatu bergerak menjadi lebih baik. Sadar bahwa dirinya terseret menjadi lebih buruk.

Kadang-kadang orang lain menasehati namun orang yang dinasehati tidak mrmahami kebaikan nasehat tersebut.

Kadang-kadang perlu waktu untuk memahami sebuah nasehat. Mungkin seseorang perlu berbicara dengan Tuhan dan menohon petunjuk-Nya. Mungkin seeorang perlu memangis di hadapan Tuhan untuk meminta kebaikan-Nya. Mungkin seseorang perlu diuji emosinya untuk bisa bingung dan menangis ksrena persoalan yang dihadapinya. Mungkin peristiwa ysng dianggapnya tidak adil aksn mendorongnya mengadu kepada Tuhan dan tak percaya lagi memgadu kepada makhluk selain-Nya.

Mengukur EQ
EQ tidak bisa diukur dengan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu akan cenderung mengukur intelegensi. Pertanyaan seperti, “Bila kamu dalam keadaan sedih, apa yang kamu lakukan? Pilihan: a. bertakwa kepada Tuhan, b. Berserah diri kepada Tuhan, c. Diam dan tak berusaha, d. Merenung, berdiskusi, atau bertanya kepada orang lain.

Intelegensi emosi diukur dengan keseharian. Intelegensi emosi diukur dengan masuknya seseorang pada situasi emosi. Bila seseorang masuk pada situasi uji nyali, maka saat itulah emosinya diuji. Dia diuji hingga bila melewati kurang lebih 30 menit tanpa melambai ke kamera. Dia diuji emosi dan ketenangannya walau kru televisi menakut-nakutinya dengan suara, hantu jadi-jadian, dan efek malam. Ada sebagian di antara peserta uji nyali yang merasa ajan dicekik raksasa buta. Mungkin ia harus mengendalikan ketakutan yang ia rasakan.

Orang senang mengendalikan drone atau mainan remote control lain. Namun ia tidak merasa senang melatih mengendakikan dirinya sendiri. Hsl ini dapat dilakukan dengan seseorang mrnyadari akalnya memperhariksn ditinya dari jauh atau dari luar. Mulailah ia mengrndalikan emosi dan ditinya.

Seseorang harus brlsjar berpkir sebelum bicara. Media sosial pun sering mengungkap prlanggaean IT karena seseorang tidak memikitkan kata-lata sebrlum diucapkan.

Imam Ali mengatakan bahwa orang berakal mrnempatkan akal di depan lidahnya. Sedang orang bodoh menempatkan mulut di depan akalnya. Orang bodoh berbicara dulu sebelum berpikir. Orang pandai berpikir dulu sebelum berbicara.

Di jalan, seorang pengguna jalan marah krpada pengguna jalan lain karena dia menganggap pengguna jalan lain membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Ia berpikir telah berbuat kebaikan. Namun semestinya ia bicara dan bertindak dengan santun. Ia tidak boleh berteriak untuk memperingatkan pengguna jalan lain. Ia tak perlu bereaksi berlebihan saat orang lsin melskukan pelanggaran. Jalanan kadang-kadang mendorong orang untuk berbuat sesuatu. Nsmun orang di jalan mesti banyak mrmveri dan mengalah.

Saat bethaji juga orang banyak memberi dan mengslah. Itu akhlak yang baik. Namun, itu bukan betarti siksp lemah dan pengecut. Itu karena tindakan tsngan hanya dilakukan oleh polisi dan pejabat.

Kesantunan juga muncul warga ketika melihat politisi andalan atau jagoannya kalah. Apa yang terjadi? Sebagian warga tidak percaya petugas TPS, KPU, MK. Sebenarnya mrreka tak bisa menuntut lagi. Apa yang terjadi? Demonstrasi, kata “penggal, bunuh, patahkan leher”, kamu Islam? Kamu menentang saudaramu ysng Islam? Darahmu halal” Gus Arya ditantang berkelahi, diancam bunuh. Abu Janda juga diancam bunuh, Denny Siregar juga diancam bunuh, Ade Armando juga diancam bunuh. Apa tak ada kata yang lebih kasar dari kata, “bunuh” atau “halal darahnya”?

–==Copas dari grup WA
*TIPS MENJAGA PERSAUDARAAN DI GROUP !!!*

Semoga bermanfaat.. 🙏🙏
1. Pahami bahwa kita memiliki perbedaan yaitu …
☆ Pendidikan
☆ Usia
☆ Status
☆ Agama, Mazhab
☆ Orientasi Politik
☆ Hobi
☆ Sifat
☆ Latar Belakang
☆ Kedewasaan
☆ Profesi
☆ Lingkungan
☆ Pola Pikir, dll.

2. Dari perbedaan tersebut, harap maklum jika ada anggota yang…
☆ Suka Humor
☆ Serius dan Santai
☆ Suka Ceramah Agama
☆ Suka Menasihati
☆ Suka Mengkritik
☆ Suka Cerita Politik
☆ Suka Posting Artikel

3. Keaktifan posting para anggota…
☆ Sangat aktif
☆ Sederhana aktif
☆ Kadang-kadang aktif
☆ Tak aktif tapi suka baca
☆ Memang malas buka wa
☆ Jadi anggota tapi tak aktif

4. Jangan mudah terpengaruh dengan isi posting sehingga kita jadi…
☆ Emosi
☆ Tersinggung
☆ Tak mau kalah
☆ Percaya begitu saja

5. Jika ada posting yang isinya keliru, kita perlu luruskan…maka jangan menambah gaduh atau memperkeruh suasana. Bagi yang posting tak betul jika diluruskan jangan cepat tersinggung

6. Jika ada posting yang kurang berkenan di hati kita, misalnya…
☆ Humor
☆ Gambar
☆ Video
☆ Cerita
☆ Artikel terlalu panjang
☆ Biarkan saja atau Delete

Jadikanlah perbedaan untuk saling melengkapi diantara kita.

Jadi…Fokus saja pada satu tujuan yaitu *”MENJALIN TALI SILATURRAHIM dan MEMPERERAT HUBUNGAN KEKELUARGAAN”.*
Semoga ada manfaatnya untuk merealisasikan Indahnya Kekeluargaan/Persahabatan agar terus kekal.selamat mencoba..🤝🤝🙏
–==end of copas