Kritik terhadap Hadis Bolehkah?

Kritik terhadap sahabat atau istri nabi asal dari quran boleh saja, misalnya orang berhamburan saat salat jumat, perang uhud, konspirasi istri nabi.
Lalu orang malah mengkritik nabi sebagai tidak maksum, yaitu ketika lupa dalam salat, naudzubillah.

Qurannya sama, namun pemahaman terhadap Quran bisa berbeda. Karena itulah diperlukan orang maksum yang memberi penjelasan tentang Quran. Orang maksum di akhir zaman adalah Imam Mahdi. Konon beliau adalah serangkaiam dari ahl bait Nabi saw. Semua muslim menghormati ahl bait Nabi saw. Allahuma sholi ala Muhammad wa aali Muhammad. Kau boleh pergi ke timur atau ke barat. Namun kau tak akan mendapat ilmu yang benar kecuali dari ahl bait Nabi saw.

Hadis itu ada berbagai derajat: sahih, hasan, mutawatir, bahkan maudu, palsu. Hadis yang disyarah itu artinya dikritik.

Kamu mau mengkritik hadis Bukhari, Muslim, Kafi? Kamu itu siapa?

SAJAK Apakah Bahagia Itu?

Apakah bahagia artinya melihat orang lain bahagia?

Kebahagiaan itu ialah mendapat rida Allah swt.

Seseorang tidak bisa mencari kebahagiaan di luar dirinya. Dia harus menumbuhkan kebahagiaan itu dalam dirinya.

Mungkinkah seseorang mencari kebahagiaan
Dengan mengunjungi tempat-tempat yang indah:
Air terjun, sungai, danau, muara, mata air panas, gunung, lembah, hutan, pantai
Membayar sejumlah uang untuk menghibur diri
Dan di lain waktu mengumpulkan uang untuk tujuannya itu?

Mungkinkah seseorang bekerja siang malam
Mencari keping-keping uang emas
Lalu membelanjakannya
Agar ia menjadi bahagia?

Mungkinkah orang mencari rezeki
Agar perutnya kenyang dengan makanan enak dan tubuhnya ditutupi kain yang pantas?

LSM, Ormas, atau Partai Berjualan Agama

LSM atau ormas bebas mendukung partai. Namun jualan agama contohnya partai anu adalah Islami dan partai lain tidak Islami. Hanya karena label Islam.
Hingga pada tindakan tidak mensolatkan.

Menurut Anda tidak mensolatkan muslim yang mendukung calon dari partai yang tidak berlabel Islam itu menjual agamakah?

Menurut saya itu adalah realitas penyakit akut dalam masyarakat muslim.

Pengajaran Istilah di SD

Saya berbeda pendapat dengan teman-teman tentang boleh tidaknya menggunakan istilah khusus atau istilah sukar dalam pelajaran di sekolah dasar. Contoh istilah itu di antaranya khatulistiwa, tropis, fanatik, linguistil, suprasegmental, dan sebagainya.

Saya cenderung berpendapat bahwa istilah itu harus diajarkan. Jika tidak, anak akan terlambat memahaminya.

Tentu akan sangat menggelikan bila ada anak sekolah menengah yang tidak tahu atau baru dengar istilah khatulistiwa, tropis, fanatik seumur hidupnya. Lalu lebih kasihan lagi dia tidak paham makna kata itu.

Bahkan saya berpendapat pendidikan seks mesti diajarkan sesuai tingkat kematangam mereka. Mereka harus belajar bergaul dengan sehat sejak dini.

Ucapan Ahok di Mata Teman dan Musuh

Ketika Ahok berucap, “Ditipu pakai Almaidah: 51” beberapa respons muncul. Orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai teman Ahok dan berpotensi sebagai teman Ahok menganggap ucapan itu biasa dan bukan penistaan.

Di sisi lain, sebagian orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai musuh dan pembenci Ahok menganggap ucapan Ahok sebagai penistaan, penghinaan.
Sebagian orang lagi yang tidak mengenal Ahok, dan tidak peduli Ahok akan mengatakan tidak tahu, tidak bisa menentukan ucapan itu penghinaan atau bukan. Ia menghina siapa? Siapa yang terhina? Siapa yang ditipu? Siapa yang menipu? Apa itu Almaidah: 51? Apa tafsiran Almaidah: 51? Mereka Tak tahu dan tak peduli.

Orang orang yang menjustifikasi bahwa Ahok menghina agama mengatakan bahwa tiada maaf bagimu, Ahok. Kalau semua kesalahan dimaafkan buat apa ada hukuman? Lagi pula, hukuman ini digunakan untuk menjegal Ahok dari posisi gubernur. Dia harus diganti dengan gubernur muslim yang ucapannya bukan “comberan”: taik, pemahaman nenek lu, maling APBD, mencuri KJP, pokir APBD (uang ketok).

Di mata orang yang berpotensi sebagai teman Ahok, ucapan “comberan” Ahok ditujukan untuk maling, pemalas, preman, wakil ngawur, pejabat korup di jajaran Pemda DKI. Itu berarti ucapan Ahok ini seru-seru saja, tak masalah, bagus malah.