Istilah Berani dan Konyol

Istilah berani dioposisikan dengan konyol ini ditemukan berdasarkan pengalaman. Pada sisi lain berani dioposisikan dengan pengecut. Berani didefinisikan sebagai kemampuan mental untuk melakukan kebenaran, kebaikan, keluhuran, derma, kebaktian. Sebaliknya konyol dudefinisikan sebagai keberanian seseorang untyk melakukan kejahatan, keburukan, kejelekan, maksiat, kemungkaran.

Pada saat ini banyak orang yang konyol. Seseorang yang ingin cepat kaya lalu berjualan narkoba atau bisnis pelacuran merupakan contoh perilaku konyol. Seorang artis yang penat atau stres bekerja hendak menyegarkan pikirannya dengan napza. Seoran pejabat atau wakil rakyat hendak bagi-bagi uang rakyat keoada sesama temannya dengan cara korupsi. Semua itu bukanlah tindakam berani melainkan tindakan konyol. Memgapa? Karena merwka bukan tidak tahu resikonya di dunia dan akherat. Mereka tahu bahwa resikonya di dunia sangat berat: nama baik dan popularitas hancur, jadi bahan istilah baru (misal jonru, setnov, fredrik, gusdur, snowden), diperas oleh oknum pengadilan, kena hukum dera atau cambuk, kerja paksa di penjara.

Mereka mungkin tak pernah mendengar siksa akherat. Begitu mengerikannya siksa akhirat seperti dibakar, dipanggang, dihinakan, potong tangan, potong lidah, disetrika, dan sebagainya. Mungkin mereka meyakini siksa akhirat sebagai dongeng. Mungkin mereka tertipu oleh dunia sehingga berani melanggar perintah Tuhan.

Anehnya mereka melakukan kejahatan itu lantaran percaya pada syafaat Tuhan dalam agama-Nya.

Ketika mereka berbuat jahat, segera mereka salat, itikaf, berdoa, munajat dengan keyakinan dosanya pada masyarakat terhapus dengan amalan demikian. Mungkin mereka berpikir kejahatan seperti mencuri atau menyakiti hati orang lain bisa dihapus dengan menangis dan menyesali tindakan pencuriannya.

CERITA Menteri Abdul Ghafur dan Presiden Gusking

Cerita ini menyampaikan bahwa orang pandai biasanya tak mau mengalah. Dia terus melawan untuk mengubah pandangan dunia agar membuat burung bernyanyi bahwa ia pandai.

Menteri Abdul Ghofur ditugasi Presiden Gusking untuk menuntaskan kartu negara pintar. Kartu ini diharapkan dapat digunakan untuk sekolah gratis, bahkan untuk membeli keperluan sekolah, bahkan membeli lauk pauk bersubsidi, dan berobat gratis.

Rupanya Menteri Abdul Ghofur tidak memperhatikan tugasnya itu. Oleh karena itu ia dicopot atau di-reshuffle dari jabatannya.

Padahal, Menteri Abdul Ghafur adalah tim sukses Presiden Gusking. Marahlah Abdul Ghafur kepada Presiden Gusking. Keinginan Abdul Ghafur adalah bisa dipercaya meski tak bisa kerja.

Namun karena Abdul Ghafur pandai, ia akan mengubah pandangan dunia yang mengatakannya bodoh. Memang manusia bisa berubah, jadi pandangan manusia lain pun bisa berubah terhadapnya. Seseorang mulanya bodoh. Orang-orang mengetahuinya sebagai orang bodoh. Namun, karena ia belajar, ia jadi pandai. Ia pun memperlihatkan kepandaiannya kepada orang lain. Akhirnya, pandangan orang lain pun berubah terhadapnya.

Namun, semestinya perubahan pandangan orang lain tidak dilakukan secara kasar melainkan harus simpatik.

Menteri Abdul Ghafur kini menjadi mantan menteri Abdul Ghafur. Ia ingin terlihat orang lain bahwa ia pandai. Ia pun menyuruh orang lain supaya berteriak-teriak menyerukan prestasinya.

Orang lain sebenarnya seharusnya menutupi kesalahan Pak Mantan. Orang mesti melihat prestasi orang lain dan menghargainya. Namun, belajar acap kali tidak instan. Seseorang awam yang ingin belajar menjadi tukang kayu tidak bisa serta merta menjadi tukang kayu sesaat setelah membaca buku. Seseorang pun tidak serta merta menjadi dokter atau guru sesaat setelah ia membaca buku. Mungkin ia memerlukan waktu yang relatif lama. Kemampuannya pun harus diakui orang lain melalui serangkaian ujian atau ujian sidang.

Pak Mantan Menteri menggalang kerja sama dengan ormas radikal dan ustad kondang untuk memuja-mujinya.

Dan waktu terus berputar dalam penglihatan manusia. Sementara Tuhan bersemayam dalam keagungannya tanpa butuh persembahan makhluk-Nya.

Kapok atau Tambah Maceuh

Orang berbuat jahat ketahuan cctv, lalu masyarakat tahu lewat medsos. Ada orang yang kapok, namun ada yang tambah parah dan salah.

Orang jahat yang tertangkap bisa saja kapok. Sebaliknya orang jahat tersebut bisa jaja malah tambah jahat.

Hal ini mungkin disebabkan keimanan yang tidak stabil. Kadang-kadang iman seseorsng itu kuat. Namun mungkin saja sewaktu-waktu ia lemah atau lama-kelamaan aus imannya. Para nabi stabil imannya. Orang-orang saleh mungkin meningkat imannya.

RANGKUMAN Urutan Tata Cara Haji

Dirangkum dari Sumber: https://umroh.travel/tata-cara-pelaksanaan-haji/

September 19, 2016
Ari Maulana

Hukum haji adalah fardu ain, yakni wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu sesuai Ali Imron: 97.

Syarat wajib haji terdiri dari 5 perkara, yakni beragama Islam, berakal, balig, merdeka (bukan budak), dan mampu.

Syarat sah haji, yaitu beragama Islam, berakal (tidak gila), miqot zamani atau dilakukan di waktu tertentu, yakni pada bulan haji, serta miqot makani atau dilakukan di tempat yang telah ditetapkan.

Tata Cara Haji (Rukun)
Tata cara haji (rukun haji). Jika salah satu dari rukun diabaikan, maka haji menjadi tidak sah. Yang termasuk rukun haji adalah (1) ihram, (2) tawaf, (3) sai, dan (4) wukuf di Arafah.

Tata Cara Haji: Berihram
Rukun #1/4: Ihram

Ihram adalah niat untuk mulai beribadah haji. Niat adalah perkara batin, maka cukup dilakukan di hati saja dan tidak perlu diucapkan. Saat berihram, jemaah wajib memulai dari miqot, tidak memakai pakaian yang dijahit, hendaknya ber-talbiyah, dan tidak diperbolehkan memakai baju, jubah, mantel, imamah, penutup kepala, dan khuf atau sepatu. Jemaah wanita juga tidak diperbolehkan memakai penutup wajah dan sarung tangan.

Adapun, sunah ihram adalah mandi, memakai wewangian, memotong bulu kemaluan dan ketiak, memendekkan kumis, memotong kuku, memakai sarung dan kain atasan yang berwarna putih bersih, serta memakai sandal. Niat ihram dilakukan setelah salat, setelahnya jemaah haji disarankan untuk memperbanyak talbiyah. Jemaah wanita boleh memakai pakaian apa saja, tidak ada ketentuan harus warna tertentu, asalkan tidak menyerupai pakaian laki-laki dan harus menutup aurat.

Rukun #2/4: Tawaf

Urutan tata cara ibadah haji yang kedua adalah tawaf, yakni mengitari Kakbah tujuh kali. Saat melaksanakan tawaf, wajib untuk berniat tawaf, suci dari hadas, menutup aurat seperti saat sedang salat, berada di sebelah kanan Kakbah, serta memulainya dari Hajar Aswad dan mengerakhirinya di Hajar Aswad pula.

Rukun #3/4: Sai

Sai dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Rukun sai dilakukan setelah jemaah melakukan tawaf dan harus dilakukan berurutan. Artinya tidak boleh dilakukan sebelum tawaf atau tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya.

Pelaksanaan sa’i tidak boleh dilakukan sebelum tawaf dan tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya

Rukun #4/4: Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling penting. Para ulama sepakat bahwa barang siapa luput melaksanakan wukuf di Arafah, maka ia harus melakukan haji pengganti (di tahun yang lain). Pengertian wukuf adalah jemaah harus berada di daerah mana saja di Arafah dan dalam keadaan apa saja, baik dalam keadaan suci maupun tidak (haid, nifas, atau junub).

Waktu wukuf di Arafah dimulai saat matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah, hingga terbit fajar (masuk waktu subuh) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi jemaah yang wukuf di luar waktu tersebut, maka hajinya tidak sah. Tidak ada ketentuan afdol wukuf di Jabal Rahmah melainkan di semua tempat Arafah.

Selain keempat urutan tata cara (rukun), terdapat beberapa amalan wajib haji. Perbedaan rukun dan wajib haji terletak pada sah atau tidaknya ibadah haji. Jika jemaah meninggalkan satu amalan wajib haji maka hajinya tetap sah, namun wajib membayar denda (dam). Amalan wajib haji ada 7: 1. Ihram dari miqot, 2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari, 3. Mabit (bermalam) di Muzdalifah hingga terbit fajar, 4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah, 5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah), 6. Mencukur rambut, bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah, 7. Melakukan tawaf wada.

1. Ihram dari miqot

Tempat pembatas bagi jemaah haji untuk memulai berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah menggunakan pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilakukan di dalam pesawat.

2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari.

3. Mabit di Muzdalifah. Mabit atau bermalam di Muzdalifah biasanya dilakukan setelah wukuf. Dari Arafah, jemaah akan melewati Muzdalifah dan bermalam di sana hingga terbit fajar.

4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dilakukan setelah matahari terbit. Saat melakukan jumrah, jemaah disunahkan untuk bertakbir.

5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq. Saat melaksanakan haji, Rasulullah bermalam di Mina selama hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

6. Mencukur dan memendekkan rambut. Mencukur atau memendekkan rambut bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah laki-laki mengambil semua bagian rambut untuk dipendekkan, sedangkan jemaah wanita cukup memotong satu ruas jari dari ujung rambut.

7. Melakukan tawaf wada. Tawaf wada dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan Kabah dan telah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. Tawaf wadak dilakukan oleh setiap jemaah haji, kecuali penduduk Mekkah dan wanita haid.

Selain amalan di atas, ada amalan sunah lainnya yang bisa dilakukan oleh para jemaah.

Lapor melalui Twitter

Twitter
@LAPOR1708
@kempanrb
@OmbudsmanRI137

Saya adalah masyarakat biasa yang mendukung kerja Pak Jokowi. Namun saya melihat kenyataan di masyarakat (lapangan) yang perlu diperhatikan pemerintah.
1. Harga karet di Jambi mohon dicek dari harga 15ribu pada masa SBY sekarang hanya 6ribu. Ini merugikan petani karet. Apakah distributor menetapkan harga terlalu murah? Apakah partai juga berperan atau menjadi distributor. Distributor membeli dengan harga rendah dari petani agar keuntungan berlipat.

2. Harga beras sekarang di atas 12 ribu dengan kualitas apek (jelek). Dulu 12ribu itu beras bagus. Saya yakin dari petani harga gabah hanya 4rb karena saya punya lahan pertanian. Apakah ini juga permainan distributor?

3. Apakah partai juga terlibat menjadi distributor dengan tujuan menjelekkan partai merah dan menguntungkan partai so called Islam?
Saya dengar di Bandung ada pasokan beras murah (subsidi?) dengan harga 9 ribu. Apakah pasokan ini akan ada atau sampai ke Sumedang? Sekarang di Sumedang justru beras 12 ribu apek (jelek).

4. Tarif listrik naik dulu bayar 250rb sebulan. Sekarang 400rb sebulan (prabayar). Tetamgga yang 900watt tarifnya dari120ribu menjadi 225ribu. Teman saya juga yang menggunakan 1300watt juga membayar 400ribu sebulan (prabayar). Ini sangat memberatkan.

5. Mengapa pemerintah tak bisa menciptakan listrik murah? Ini mengakibatkan harga produk yang menggunakan listrik naik.
Tetamgga yang 900watt tarifnya dari120ribu menjadi 225ribu.

6. Harga di atas akan menurunkan popolaritas. Orang tidak peduli pembangunan infrastruktur, atau korupsi Hambalang. Yang penting harga sembako dan listrik murah. Jangan sampai ini menjadi bumerang menjelang pilkada dan pilpres.

7. Apakah akan terjadi krismon lagi seperti masa Pak Harto pada tahun 1998 karena tanda-tandanya sudah ada?

Cerita Rakyat (Folklore) dan Bercerita (Storytelling)

Masyarakat Indonesia mempunyai tradisi cerita rakyat (folklore) yang kuat. Cerita rakyat itu acap tersebar luas dengan cara bercerita (storytelling) dalam tràdisi lisan. Juru cerita atau juru dongeng acap kali dianggap sebagai penghibur. Mereka juga acap dikenal dengan kepandaiannya bahkan pada hal yang berbau magis, supranatural, transenden (paranormal?). Cerita memang dianggap mitos dengan konotasi kemampuan ajaib dan tuah. Cerita membawa pendengar pada relasi dorongan melakukan kewajiban dan menghindari larangan (keburukan).

Kemampuam seperti ini layak dimiliki oleh cendekiawan. Namun kemampuan seperti ini mesti didahului oleh pengetahuan tentang ragam cerita dalam berbagai tema. Tema keadilan, buruknya kejahatan, jahatnya kelicikan, meruginya pencurian merupakan tema-tema yang penting untuk membimbing umat mengindari perilaku buruk.

Bila pada masa sekarang sebagian orang sangat materialis. Mereka berlomba menumpuk kekayaan tanpa memperhatikan etika perilaku yang benar, tega mencuri demi kekayaan dan foya-foya dari hasil kejahatan, pamer kekayaan untuk menggoda orang berlomba melakukan kelicikan.

Begitu banyak tema yang dapat diangkat.

Kampus dan sekolah perlu membuat panggung. Memberi kesempatan orang berdiri di depan massa. Mengibur dengam gurauan bermutu, bercerita demgan hikmah teladan.