Penilaian Kecerdasan Emosional

Evaluation of Emotional Intelegence
Penilaian Kecerdasan Emosional

Akal dan Keimanan
Kadang akal bertentangan dengan keimanan karena iman lemah. Akal mengetahui bahwa mayat tak bisa berbuat sesuatu namum iman menyangkalnya.

Seseorang harus menguji akalnya dengan semacam uji nyali.

Kompetensi
1. Profesional
2. Pedagogik
3. Sosial
4. Pribadi
5. R&D: tampil di MGMP, bikin media, makalah, seminar, RPP

Beberapa Sumber
H. Garner, Kecerdasan Jamak, multiple inteligence
Bloom, taksonomi
Jean Piaget, perkembangan mental anak

Kisah Nabi Isa as
Suatu saat Nabi Isa lewat di depan sekelompok orang. Mereka mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tapi Nabi Isa membalas dengan santun.

Seorang murid beliau bertanya, “Mereka mengeluarkan kata-kata kasar, tapi mengapa Anda membalas dengan santun?”

Nabi Isa as menjawab, “Karena orang hanya bisa memberi apa yang dimilikinya.”

Ihya’ Ulumiddin
—===

Artikel
Indikator kemampuan membaca permulaan: artikel
Indikator motivasi penggunaan media
Deskripsi kemampuan membaca siswa (foto), tidak hanya skor
—===

—===

Bekerja
Beda IQ dan EQ
Sejarah EQ
Lima potensi: akal, syahwat, marah, khayal, emosi
Definisi ilmu, ingat, lupa, pandai, bodoh, berpikir, mudah, susah
Cara Mengukur EQ
Emosi saat uji nyali
Enosi pada pasangan hidup
Emosi saat beda mazhab (dan fatwa)
Emosi dengan game
Emosi saat kalah pilkada atau pilpres
Emosi saat diputus Pacar
Enosi di jalanan

Lima Potensi
Seseorang diuji syahwat, emosi, dan akalnya. Ketika seseorang dihadapkan pada makanan enak sedangkan ia dilarang dokter umtuk mengkonsumsi makanan itu. Manakah yang ia pilih? Syahwatkah atau akalkah?

Melamar

Zahra, I love thee
Gombal
Tamat

Zahra, kamu cantik. Sangat cantik.
Terima kasih.
Rumahmu di mana?
Tamat

Look, those are rice fields
So beautiful
Yeah. Just like your heart

Dear female tourist, I have two friends there chalenging me wheter I can told you funny story that you can laugh. Are you agree? Here is the story.
I am an exotic massager. I offer you a free trial of my service. Will you agree to be my patient?

Melamar dalam Islam bisa dengan isyarat atau sindiran. Namun ada kalanya perempuan menganggap lelaki gombal.

Emosi Kepada Pasangan Hidup
Di timur seperti ada kebiasaan yang mengarah pada perempuan acap menguji kesabaran lelakinya. Seolah dunia ini tidak adil, meski aku bersalah, kamu mesti menerimaku apa adanya. Kamu tsk boleh marah meski aku salah. Aku representasi ibumu. Dulu kamu kan memujaku, mengapa sekarang berubah?

Kesetaraan gender seolah menuntut perempuan sama dengan lelaki atau sebaliknya lelaki sama dengan perempuan. Lrlski yang melindungi malah minta dilindungi. Perempuan yang dinafkahi malah yang menafkahi. Perempuan yang dimanja ataukah lelaki yang dimanja?

Saat inilah emosi diuji. Apa jadinya jika suami dan istri bertengkar setiap hari. Apa jadinya bila hati sudah luka? Bagaimana mengobatinya? Adakah pintu maaf bagiku atau baginya? Ini adalah ujian emosi. Hal itu karena orang yang melepaskan emosinya akan mampu berpikir jernih. Orang lain yang tidak terlibat akan mudah berpikir jernih.

Juga saat merawat orang tua. Dulu merawat anak, orang tua harus sabar. Kini merawat orang tua, anak pun harus sabar.

Bekerja
Bekerja adalah bagian dari ibadah kepada manusia. Jika seseorang malas atau bosan bekerja maka potensi syahwat, marah, khayal, emosi dapat digunakan dalam memotivasi dirinya. Lebih lanjut bekerja karena Tuhan adalah dorongan mutlak. Tuhan menghendaki msnusia bekerja. Dia pun dspat mrnrntukan maslahat sabar dalam kerjanya dan tidak serta-merta berpindah pada pekerjaan lain hanya karena alasan bosan.

Seseorang juga tak bisa menuruti keinginannya jika ia bosan salat, puasa, berbakti kepada keluarga dan masyarakat.

Inilah EQ diuji. Seorang yang emosional akan brrhrnti dari pekerjaannya hanya karena menduga pekerjaan lain lebih enak.

Ada satu cerita di media sosial.
Yaa Tuhan, aku bosan dan jenuh dengan pekerjaanku. Aku ingin bekerja dengan dikelilingi wanita. Kemudian Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang sayur.
Lalu malamnya ia berdoa lagi. Yaa Tuhan, aku ingin dapat uang sambil kipas-kipas. Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang sate.
Lalu malamnya ia berdoa lagi. Yaa Tuhan, aku ingin dapat uang sambil goyang kaki. Tuhan mengabulkannya dan tiba-tiba, berubahlah dia menjadi tukang jahit.

Game EQ
Mungkin suatu game membuat pemainnya frustasi. Mungkin suatu game membuat pemainnya ketagihan.

Ini adalah sebuah ujian emosi.

Bila pemainnya merasa bahwa ia terdorong untuk emosional dan ketagihan, pemain jarus menyadari itu dan bergerak meninggalkan game yang ia mainkan.

Kunci utamanya adalah kesadaran. Sadar bahwa sesuatu bergerak menjadi lebih baik. Sadar bahwa dirinya terseret menjadi lebih buruk.

Kadang-kadang orang lain menasehati namun orang yang dinasehati tidak mrmahami kebaikan nasehat tersebut.

Kadang-kadang perlu waktu untuk memahami sebuah nasehat. Mungkin seseorang perlu berbicara dengan Tuhan dan menohon petunjuk-Nya. Mungkin seeorang perlu memangis di hadapan Tuhan untuk meminta kebaikan-Nya. Mungkin seseorang perlu diuji emosinya untuk bisa bingung dan menangis ksrena persoalan yang dihadapinya. Mungkin peristiwa ysng dianggapnya tidak adil aksn mendorongnya mengadu kepada Tuhan dan tak percaya lagi memgadu kepada makhluk selain-Nya.

Mengukur EQ
EQ tidak bisa diukur dengan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu akan cenderung mengukur intelegensi. Pertanyaan seperti, “Bila kamu dalam keadaan sedih, apa yang kamu lakukan? Pilihan: a. bertakwa kepada Tuhan, b. Berserah diri kepada Tuhan, c. Diam dan tak berusaha, d. Merenung, berdiskusi, atau bertanya kepada orang lain.

Intelegensi emosi diukur dengan keseharian. Intelegensi emosi diukur dengan masuknya seseorang pada situasi emosi. Bila seseorang masuk pada situasi uji nyali, maka saat itulah emosinya diuji. Dia diuji hingga bila melewati kurang lebih 30 menit tanpa melambai ke kamera. Dia diuji emosi dan ketenangannya walau kru televisi menakut-nakutinya dengan suara, hantu jadi-jadian, dan efek malam. Ada sebagian di antara peserta uji nyali yang merasa ajan dicekik raksasa buta. Mungkin ia harus mengendalikan ketakutan yang ia rasakan.

Orang senang mengendalikan drone atau mainan remote control lain. Namun ia tidak merasa senang melatih mengendakikan dirinya sendiri. Hsl ini dapat dilakukan dengan seseorang mrnyadari akalnya memperhariksn ditinya dari jauh atau dari luar. Mulailah ia mengrndalikan emosi dan ditinya.

Seseorang harus brlsjar berpkir sebelum bicara. Media sosial pun sering mengungkap prlanggaean IT karena seseorang tidak memikitkan kata-lata sebrlum diucapkan.

Imam Ali mengatakan bahwa orang berakal mrnempatkan akal di depan lidahnya. Sedang orang bodoh menempatkan mulut di depan akalnya. Orang bodoh berbicara dulu sebelum berpikir. Orang pandai berpikir dulu sebelum berbicara.

Di jalan, seorang pengguna jalan marah krpada pengguna jalan lain karena dia menganggap pengguna jalan lain membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Ia berpikir telah berbuat kebaikan. Namun semestinya ia bicara dan bertindak dengan santun. Ia tidak boleh berteriak untuk memperingatkan pengguna jalan lain. Ia tak perlu bereaksi berlebihan saat orang lsin melskukan pelanggaran. Jalanan kadang-kadang mendorong orang untuk berbuat sesuatu. Nsmun orang di jalan mesti banyak mrmveri dan mengalah.

Saat bethaji juga orang banyak memberi dan mengslah. Itu akhlak yang baik. Namun, itu bukan betarti siksp lemah dan pengecut. Itu karena tindakan tsngan hanya dilakukan oleh polisi dan pejabat.

Kesantunan juga muncul warga ketika melihat politisi andalan atau jagoannya kalah. Apa yang terjadi? Sebagian warga tidak percaya petugas TPS, KPU, MK. Sebenarnya mrreka tak bisa menuntut lagi. Apa yang terjadi? Demonstrasi, kata “penggal, bunuh, patahkan leher”, kamu Islam? Kamu menentang saudaramu ysng Islam? Darahmu halal” Gus Arya ditantang berkelahi, diancam bunuh. Abu Janda juga diancam bunuh, Denny Siregar juga diancam bunuh, Ade Armando juga diancam bunuh. Apa tak ada kata yang lebih kasar dari kata, “bunuh” atau “halal darahnya”?

–==Copas dari grup WA
*TIPS MENJAGA PERSAUDARAAN DI GROUP !!!*

Semoga bermanfaat.. 🙏🙏
1. Pahami bahwa kita memiliki perbedaan yaitu …
☆ Pendidikan
☆ Usia
☆ Status
☆ Agama, Mazhab
☆ Orientasi Politik
☆ Hobi
☆ Sifat
☆ Latar Belakang
☆ Kedewasaan
☆ Profesi
☆ Lingkungan
☆ Pola Pikir, dll.

2. Dari perbedaan tersebut, harap maklum jika ada anggota yang…
☆ Suka Humor
☆ Serius dan Santai
☆ Suka Ceramah Agama
☆ Suka Menasihati
☆ Suka Mengkritik
☆ Suka Cerita Politik
☆ Suka Posting Artikel

3. Keaktifan posting para anggota…
☆ Sangat aktif
☆ Sederhana aktif
☆ Kadang-kadang aktif
☆ Tak aktif tapi suka baca
☆ Memang malas buka wa
☆ Jadi anggota tapi tak aktif

4. Jangan mudah terpengaruh dengan isi posting sehingga kita jadi…
☆ Emosi
☆ Tersinggung
☆ Tak mau kalah
☆ Percaya begitu saja

5. Jika ada posting yang isinya keliru, kita perlu luruskan…maka jangan menambah gaduh atau memperkeruh suasana. Bagi yang posting tak betul jika diluruskan jangan cepat tersinggung

6. Jika ada posting yang kurang berkenan di hati kita, misalnya…
☆ Humor
☆ Gambar
☆ Video
☆ Cerita
☆ Artikel terlalu panjang
☆ Biarkan saja atau Delete

Jadikanlah perbedaan untuk saling melengkapi diantara kita.

Jadi…Fokus saja pada satu tujuan yaitu *”MENJALIN TALI SILATURRAHIM dan MEMPERERAT HUBUNGAN KEKELUARGAAN”.*
Semoga ada manfaatnya untuk merealisasikan Indahnya Kekeluargaan/Persahabatan agar terus kekal.selamat mencoba..🤝🤝🙏
–==end of copas

Template Bab Modul

Berikut ini template bab modul. Template ini bisa dimodifikasi. Sumber: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/dr-dwi-rahdiyanta-mpd/20-teknik-penyusunan-modul.pdf

Modul Ringkas

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca bab ini diharapkan pembelajar dapat memahami lingkup linguistik dan manfaatnya dalam praktik belajar bahasa misalnya belajar bahasa daerah, belajar bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Persia, bahasa Jepang, bahasa Thai, atau bahasa lainnya. Belajar bahasa itu tidak instan atau serta-merta bisa. Belajar bahasa memerlukan upaya yang terus-menerus.
Modul linguistik ini membahas tentang bunyi dan bunyi bahasa, pembentukan kata (morfologi), pembentukan kalimat (sintaksis), makna dalam bahasa Indonesia (semantik), serta beberapa contoh linguistik terapan seperti sosiolinguistik, psikolinguistik. Modul berikutnya akan terkait dengan konsep belajar membaca dan menulis permulaan.

B. Uraian Materi
C. Rangkuman
D. Tugas/Evaluasi

  1. Uraian Tugas/Evaluasi
  2. Kunci Jawaban

Modul Kompleks

Untuk modul kompleks, bisa digunakan bentuk berikut.

Halaman Sampul
Halaman Francis
Kata Pengantar
Daftar Isi
Peta Kedudukan Modul
Glosarium

I. PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi
B. Deskripsi

C. Waktu
D. Prasarat
E. Petunjuk Penggunaan Modul
F. Tujuan Akhir

G. Cek Penguasaan Standar Kompetensi

II. PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Belajar 1
1. Tujuan
2. Uraian Materi
3. Rangkuman
4. Tugas

B. Kegiatan Belajar 2

C. Kegiatan Belajar N

D. Daftar Pustaka

III. EVALUASI

A. Tes
B. Kunci Jawaban

PENUTUP

Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Halaman Sampul
Berisi antara lain: label kode modul, label milik negara, bidang/program studi keahlian dan kompetensi keahlian, judul modul, gambar ilustrasi (mewakili kegiatan yang dilaksanakan pada pembahasan modul), tulisan lembaga seperti Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan SMK, tahun modul disusun.

Kata Pengantar
Memuat informasi tentang peran modul dalam proses pembelajaran.

Daftar Isi
Memuat kerangka (outline) modul dan dilengkapi dengan nomor halaman.

Peta Kedudukan Modul
Diagram yang menunjukkan kedudukan modul dalam keseluruhan program pembelajaran (sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi yang termuat dalam kurikulum standar).

Glosarium
Memuat penjelasan tentang arti dari setiap istilah, kata-kata sulit dan asing yang digunakan dan disusun menurut urutan abjad (alphabetis).

I.PENDAHULUAN
A.Standar Kompetensi
Standar kompetensi yang akan dipelajari pada modul

B.Deskripsi
Penjelasan singkat tentang nama dan ruang lingkup isi modul, kaitan modul dengan modul lainnya, hasil belajar yang akan dicapai setelah menyelesaikan modul, serta manfaat kompetensi tersebutdalam proses pembelajaran dan kehidupan secara umum.

C.Waktu
Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi yang menjadi target belajar.

D.Prasyarat
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul tersebut, baik berdasarkan bukti penguasaan modul lain maupun dengan menyebut kemampuan spesifik yang diperlukan.

E.Petunjuk Penggunaan Modul
Memuat panduan tatacara menggunakan modul, yaitu
1.Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempelajari modul secara benar,
2.Perlengkapan, seperti sarana/prasarana/ fasilitas yang harus dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan belajar

3. Petunjuk Bagi Siswa

F.Tujuan Akhir
Pernyataan tujuan akhir (performance objective) yang hendak dicapai peserta didik setelah menyelesaikan suatu modul. Rumusan tujuan akhir tersebut harus memuat
1.Kinerja (perilaku) yang diharapkan
2.Kriteria keberhasilan
3.Kondisi atau variable yang diberikan

G. Cek Penguasaan Standar Kompetensi
Berisi tentang daftar pertanyaan yang akan mengukur penguasaan awal kompetensi peserta didik, terhadap kompetensi yang akan dipelajari pada modul ini. Apabila peserta didik telah menguasai standar kompetensi/ kompetensi dasar yang akan dicapai, maka peserta didik dapat mengajukan uji kompetensi kepada penilai.

II.PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Belajar 1
Kompetensi dasar yang hendak dipelajari.

1.Tujuan
Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk satu kesatuan kegiatan belajar. Rumusan tujuan kegiatan belajar relatif tidak terikat dan tidak terlalu rinci.
2.Uraian Materi
Berisi uraian pengetahuan/ konsep/ prinsip tentang kompetensi yang sedang dipelajari.
3.Rangkuman
Berisi ringkasan pengetahuan / konsep / prinsip yang terdapat pada uraian materi.
4.Tugas
Berisi instruksi tugas yang bertujuan untuk penguatan pemahaman terhadap konsep/ pengetahuan/prinsip-prinsip penting yang dipelajari. Bentuk-bentuk tugas dapat berupa:
a.kegiatan observasi untuk mengenal fakta,
b.studi kasus,
c.kajian materi,
d.latihan-latihan.

Setiap tugas yang diberikan perlu dilengkapi dengan lembar tugas, instumen observasi, atau bentuk-bentuk instrumen yang lain sesuai dengan bentuk tugasnya. Tugas bisa merupakan bagian dari penilaian autentik.

B. Kegiatan Belajaran 2 s.d n
(Bentuk sama dengan kegiatan belajar 1 namun berbeda topik dan fokus bahasan.)

C. Daftar Pustaka
Semua referensi/pustaka yang digunakansebagai acuan pada saat penyusunan modul.

III.EVALUASI
Teknik atau metoda evaluasi harus disesuaikan dengan ranah (domain) yang dinilai, serta indikator keberhasilan yang diacu.

Tes tertulis merupakan alat pengecekan bagi peserta didik dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan hasil belajar yang telah dicapai, sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan berikutnya.

Tes bisa dilengkapi lembar kerja praktik. Lembar kerja praktik ini berisi petunjuk atau prosedur kerja suatu kegiatan praktik yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka penguasaan kemampuan psikomotorik. Selain itu isi lembar kerja antara lain alat dan bahan yang digunakan, petunjuk tentang keamanan/keselamatan kerja yang harus diperhatikan, langkah kerja, dan gambar kerja (jika diperlukan) sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Lembar kerja perlu dilengkapai dengan lembar pengamatan yang dirancang sesuai dengan kegiatan praktik yang dilakukan.


A.Tes Kognitif
Instrumen penilaian kognitifdirancang untuk mengukur dan menetapkan tingkat pencapaian kemampuan kognitif (sesuai standar kompetensi dasar). Soal dikembangkan sesuai dengan karakteristik aspek yang akan dinilai dan dapat menggunakan jenis-jenis tes tertulis yang dinilai cocok.

B.Tes Psikomotor
Instrumen penilaian psikomotor dirancang untuk mengukur dan menetapkan tingkat pencapaian kemampuan psikomotorik dan perubahan perilaku (sesuai standar kompetensi/kompetensi dasar). Soal dikembangkan sesuai dengan karakteristik aspek yang akan dinilai.

C.Penilaian Sikap
Instrumen penilaian sikapdirancang untuk mengukur sikap kerja (sesuai kompetensi/ standar kompetensidasar).

KUNCI JAWABAN
Berisi jawaban pertanyaan dari tes yang diberikan pada setiap kegiatan pembelajaran dan evaluasi pencapaian kompetensi, dilengkapi dengan kritria penilaian pada setiap item tes.

D. PENUTUP
Penulisan modul belajar merupakan proses penyusunan materi pembelajaran yang dikemas secara sistematis sehingga siap dipelajari oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi atau sub kompetensi. Penyusunan modul belajar harus mengacu pada kompetensi yang terdapat di dalam garis-garis besar program pendidikan dan pelatihan (GBPP) Kurikulum SMK, atau unit kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja yang telah dikembangkan dalam format GBPP. Untuk menghasilkan modul pembelajaran yang mampu memerankan fungsi dan perannya dalam pembelajaran yang efektif, modul perlu dirancang dan dikembangkan dengan mengikuti kaidah dan elemen yang mensyaratkannya.

MUDAH DAN SUKAR

Apakah mudah itu? Mudah adalah pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa berpikir terlebih dahulu. Sayidina Ali bin Abi Thalib pernah ditanya tentang berbagai masalah dan beliau bisa menjawabnya. Sahabat heran dan bertanya kepada beliau, mengapa beliau bisa mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Ali bin Abi Thalib lalu menujukkan telapak tangannya dan bertanya, “Berapa jumlah jari di tangan ini?” Sahabat menjawab, “Lima.”
Sayidina Ali bin Abi Thalib bertanya lagi, “Mengapa engkau begitu mudah menjawab pertanyaan itu?” Sahabat menjawab, “Karena telah terbiasa.”
Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Demikian pula aku terbiasa dengan pertanyaan-pertanyaan itu sehingga bagiku pertanyaan itu mudah.”

Contoh hal mudah lainnya adalah membuat perabotan bagi tukang kayu adalah pekerjaan mudah. Ia tinggal mengukur, memotong dan mengerjakan segalanya seolah tanpa dihitung atau dipikir lagi. Demikian pula dokter yang merawat pasien atau guru mengajar anak membaca. Bagi dokter merawat pasien adalah pekerjaan mudah. Bagi guru mengajar anak membaca adalah pekerjaan mudah. Sebaliknya bila dokter disuruh membuat perabotan atau mengajar membaca, dokter akan merasa kesulitan. Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sulit baginya. Dokter bisa membuat perabotan namun ia harus memikirkan dulu atau memperhitungkan dulu. Ada kemungkinan dokter salah dalam perhitungan atau pemikirannha sehingga hasil kerjanya jelek. Perabotan yang dibuat dokter jelek. Demikian pula, dokter bisa keliru dalam mengajar membaca.

Definisi susah, sukar, sulit, masalah berat adalah pekerjaan yang mesti dihitung dulu. Kalau orang ditanya berapa 2×3, ia bisa dengan cepat menjawab. Namun bila ia ditanya berapa 27×3, tidak semua orang bisa dengan cepat menjawabnya. Setidaknya sebagian orang harus menghitung atau berpikir dulu untuk menjawabnya. Pekerjaan sukar bukan berarti tak tahu jalan keluarnya. Ia mungkin tahu jalan keluarnya namun harus dihitung terlebih dulu.

Ada orang yang berkata bahwa masalah agama adalah masalah yang berat. Ada orang yang berkata bahwa masalah ekonomi adalah masalah yang berat. Ada orang yang berkata bahwa masalah politik adalah masalah yang berat. Namun tidak semua orang berpendapat sama. Tentu ada pula orang yang berkata bahwa masalah agama, ekonomi, politik adalah masalah sepele.

Belajarlah selagi ada kesempatan karena berilmu adalah kesempurnaan. Puncak kesempurnaan adalah Allah swt. Sedangkan kebodohan adalah tidak adanya ilmu. Ilmu adalah cahaya dan kegelapan adalah tidak adanya cahaya.

Paradoks Islam dan Ketaatannya

Orang Hindu Bali menjaga kebersihan, dia bukan Islam dan tidak Islami.

Warga kita buang sampah ke sungai, tetap Islam dan Islami.

Di akhir zaman, Islam itu cuma namanya saja. Bahkan memegang Islam itu seperti memegang bara api.

Atau mungkin muslimin menganggap Islam sebagai menara gading saja? Yang penting aturannya bagus tetapi tak usah dijalankan.

Orang kapir yang menolong warga dan melawan maling DPRD tetap dibenci oleh muslimin. Padahal dia menolong muslimin mencapai tujuannya. Apakah kalian malah membatu AS dan Israel mencapai tujuannya dengan mendukung ISIS dan semacamnya?

Metode Subat (Simak, Ucap, Baca, Tulis) Dibandingkan dengan DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal) dalam Pelajaran Membaca Permulaan

Metode subat (simak, ucap, baca, dan tulis) dapat diterapkan pada pembelajaran membaca permulaan atau menulis permulaan. Guru bisa mengucapkan sebuah huruf, suku kata, atau kata. Dengan begitu siswa menyimaknya. Setelah menyimak siswa diminta mengucap ulang huruf, suku kata, atau kata yang diucapkan guru. Guru bisa menunjukkan tulisan huruf, suku kata, atau kata yang diucapkannya. Kemudian siswa bisa menuliskan huruf, suku kata, atau kata di papan tulis, seorang demi seorang, sebanyak beberapa buah, atau siswa menulis di bukunya masing-masing.

Ada seorang hafiz Quran juga yang menggunakan semacam metode ini. Dia menuliskan ayat-ayat yang ingin dihafalnya. Dia membaca tulisan ayat-ayatnya untuk menghafal. Menuliskan ayat-ayat akan memudahkan seseorang mengingat Quran.

Seseorang yang tidak bisa membaca Quran pun bisa meniru membaca Quran dari seseorang yang sudah lancar membaca Quran. Dia tidak perlu menebak tulisan bacaan, melainkan meniru bacaan dan mencoba mengucapkan teks yang ia baca. Teknik seperti ini pun digunakan untuk memudahkan seseorang belajar membaca Quran.

 

Metode simak, ucap, baca, dan tulis (subat) ini bisa dibandingkan dengan pola pembelajaran (metode) duduk, dengar, catat, hapal (DDCH). Seseorang bisa membandingkan simak, ucap, baca, dan tulis (subat) dengan duduk, dengar, catat, hapal (DDCH). Metode subat secara implisit digunakan untuk pembelajaran membaca dan menulis permulaan, sedangkan metode DDCH terkesan digunakan untuk pembelajaran lanjutan (bukan belajar membaca-menulis permulaan). Mungkin saja tidak ada metode yang bagus atau jelek. Yang ada adalah metode yang tepat dan kurang tepat. Guru memilih suatu metode karena menganggap bahwa metode itu menurutnya efektif dan melihat bukti efektif dari metode itu. Meski demikian, metode DDCH cenderung mempunyai konotasi negatif seperti siswa pasif, siswa hanya mengerjakan pekerjaan klise (DDCH), siswa tidak mau berbicara atau menulis di papan tulis, siswa tidak berdiskusi dengan teman atau guru. Mungkin DDCH juga bisa dilengkapi dengan keaktifan siswa, kreatifitas siswa, siswa aktif berdiskusi dengan teman atau guru, siswa menulis materi pengayaan di papan tulis dan di bukunya.

 

Sumber:

Eneng Rumini, 857417924, UT Majalengka, kelas C, TT2 TAP, Masa Pandemi Covid19, Work From Home, di kelas 1, sudah diedit, tentang simak, ucap, baca, tulis (subat).

Irdam Permana, 857414778, UT Kuningan, kelas D, TT2 TAP, Masa Pandemi Covid19, Work From Home, di kelas 3, SDN 4 Jalaksana, Kecamatan Jalaksana, tentang pola pembelajaran (metode?) duduk, dengar, catat, hapal (DDCH).