RANGKUMAN Urutan Tata Cara Haji

Dirangkum dari Sumber: https://umroh.travel/tata-cara-pelaksanaan-haji/

September 19, 2016
Ari Maulana

Hukum haji adalah fardu ain, yakni wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu sesuai Ali Imron: 97.

Syarat wajib haji terdiri dari 5 perkara, yakni beragama Islam, berakal, balig, merdeka (bukan budak), dan mampu.

Syarat sah haji, yaitu beragama Islam, berakal (tidak gila), miqot zamani atau dilakukan di waktu tertentu, yakni pada bulan haji, serta miqot makani atau dilakukan di tempat yang telah ditetapkan.

Tata Cara Haji (Rukun)
Tata cara haji (rukun haji). Jika salah satu dari rukun diabaikan, maka haji menjadi tidak sah. Yang termasuk rukun haji adalah (1) ihram, (2) tawaf, (3) sai, dan (4) wukuf di Arafah.

Tata Cara Haji: Berihram
Rukun #1/4: Ihram

Ihram adalah niat untuk mulai beribadah haji. Niat adalah perkara batin, maka cukup dilakukan di hati saja dan tidak perlu diucapkan. Saat berihram, jemaah wajib memulai dari miqot, tidak memakai pakaian yang dijahit, hendaknya ber-talbiyah, dan tidak diperbolehkan memakai baju, jubah, mantel, imamah, penutup kepala, dan khuf atau sepatu. Jemaah wanita juga tidak diperbolehkan memakai penutup wajah dan sarung tangan.

Adapun, sunah ihram adalah mandi, memakai wewangian, memotong bulu kemaluan dan ketiak, memendekkan kumis, memotong kuku, memakai sarung dan kain atasan yang berwarna putih bersih, serta memakai sandal. Niat ihram dilakukan setelah salat, setelahnya jemaah haji disarankan untuk memperbanyak talbiyah. Jemaah wanita boleh memakai pakaian apa saja, tidak ada ketentuan harus warna tertentu, asalkan tidak menyerupai pakaian laki-laki dan harus menutup aurat.

Rukun #2/4: Tawaf

Urutan tata cara ibadah haji yang kedua adalah tawaf, yakni mengitari Kakbah tujuh kali. Saat melaksanakan tawaf, wajib untuk berniat tawaf, suci dari hadas, menutup aurat seperti saat sedang salat, berada di sebelah kanan Kakbah, serta memulainya dari Hajar Aswad dan mengerakhirinya di Hajar Aswad pula.

Rukun #3/4: Sai

Sai dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Rukun sai dilakukan setelah jemaah melakukan tawaf dan harus dilakukan berurutan. Artinya tidak boleh dilakukan sebelum tawaf atau tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya.

Pelaksanaan sa’i tidak boleh dilakukan sebelum tawaf dan tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya

Rukun #4/4: Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling penting. Para ulama sepakat bahwa barang siapa luput melaksanakan wukuf di Arafah, maka ia harus melakukan haji pengganti (di tahun yang lain). Pengertian wukuf adalah jemaah harus berada di daerah mana saja di Arafah dan dalam keadaan apa saja, baik dalam keadaan suci maupun tidak (haid, nifas, atau junub).

Waktu wukuf di Arafah dimulai saat matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah, hingga terbit fajar (masuk waktu subuh) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi jemaah yang wukuf di luar waktu tersebut, maka hajinya tidak sah. Tidak ada ketentuan afdol wukuf di Jabal Rahmah melainkan di semua tempat Arafah.

Selain keempat urutan tata cara (rukun), terdapat beberapa amalan wajib haji. Perbedaan rukun dan wajib haji terletak pada sah atau tidaknya ibadah haji. Jika jemaah meninggalkan satu amalan wajib haji maka hajinya tetap sah, namun wajib membayar denda (dam). Amalan wajib haji ada 7: 1. Ihram dari miqot, 2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari, 3. Mabit (bermalam) di Muzdalifah hingga terbit fajar, 4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah, 5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah), 6. Mencukur rambut, bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah, 7. Melakukan tawaf wada.

1. Ihram dari miqot

Tempat pembatas bagi jemaah haji untuk memulai berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah menggunakan pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilakukan di dalam pesawat.

2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari.

3. Mabit di Muzdalifah. Mabit atau bermalam di Muzdalifah biasanya dilakukan setelah wukuf. Dari Arafah, jemaah akan melewati Muzdalifah dan bermalam di sana hingga terbit fajar.

4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dilakukan setelah matahari terbit. Saat melakukan jumrah, jemaah disunahkan untuk bertakbir.

5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq. Saat melaksanakan haji, Rasulullah bermalam di Mina selama hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

6. Mencukur dan memendekkan rambut. Mencukur atau memendekkan rambut bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah laki-laki mengambil semua bagian rambut untuk dipendekkan, sedangkan jemaah wanita cukup memotong satu ruas jari dari ujung rambut.

7. Melakukan tawaf wada. Tawaf wada dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan Kabah dan telah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. Tawaf wadak dilakukan oleh setiap jemaah haji, kecuali penduduk Mekkah dan wanita haid.

Selain amalan di atas, ada amalan sunah lainnya yang bisa dilakukan oleh para jemaah.

Lapor melalui Twitter

Twitter
@LAPOR1708
@kempanrb
@OmbudsmanRI137

Saya adalah masyarakat biasa yang mendukung kerja Pak Jokowi. Namun saya melihat kenyataan di masyarakat (lapangan) yang perlu diperhatikan pemerintah.
1. Harga karet di Jambi mohon dicek dari harga 15ribu pada masa SBY sekarang hanya 6ribu. Ini merugikan petani karet. Apakah distributor menetapkan harga terlalu murah? Apakah partai juga berperan atau menjadi distributor. Distributor membeli dengan harga rendah dari petani agar keuntungan berlipat.

2. Harga beras sekarang di atas 12 ribu dengan kualitas apek (jelek). Dulu 12ribu itu beras bagus. Saya yakin dari petani harga gabah hanya 4rb karena saya punya lahan pertanian. Apakah ini juga permainan distributor?

3. Apakah partai juga terlibat menjadi distributor dengan tujuan menjelekkan partai merah dan menguntungkan partai so called Islam?
Saya dengar di Bandung ada pasokan beras murah (subsidi?) dengan harga 9 ribu. Apakah pasokan ini akan ada atau sampai ke Sumedang? Sekarang di Sumedang justru beras 12 ribu apek (jelek).

4. Tarif listrik naik dulu bayar 250rb sebulan. Sekarang 400rb sebulan (prabayar). Tetamgga yang 900watt tarifnya dari120ribu menjadi 225ribu. Teman saya juga yang menggunakan 1300watt juga membayar 400ribu sebulan (prabayar). Ini sangat memberatkan.

5. Mengapa pemerintah tak bisa menciptakan listrik murah? Ini mengakibatkan harga produk yang menggunakan listrik naik.
Tetamgga yang 900watt tarifnya dari120ribu menjadi 225ribu.

6. Harga di atas akan menurunkan popolaritas. Orang tidak peduli pembangunan infrastruktur, atau korupsi Hambalang. Yang penting harga sembako dan listrik murah. Jangan sampai ini menjadi bumerang menjelang pilkada dan pilpres.

7. Apakah akan terjadi krismon lagi seperti masa Pak Harto pada tahun 1998 karena tanda-tandanya sudah ada?

Cerita Rakyat (Folklore) dan Bercerita (Storytelling)

Masyarakat Indonesia mempunyai tradisi cerita rakyat (folklore) yang kuat. Cerita rakyat itu acap tersebar luas dengan cara bercerita (storytelling) dalam tràdisi lisan. Juru cerita atau juru dongeng acap kali dianggap sebagai penghibur. Mereka juga acap dikenal dengan kepandaiannya bahkan pada hal yang berbau magis, supranatural, transenden (paranormal?). Cerita memang dianggap mitos dengan konotasi kemampuan ajaib dan tuah. Cerita membawa pendengar pada relasi dorongan melakukan kewajiban dan menghindari larangan (keburukan).

Kemampuam seperti ini layak dimiliki oleh cendekiawan. Namun kemampuan seperti ini mesti didahului oleh pengetahuan tentang ragam cerita dalam berbagai tema. Tema keadilan, buruknya kejahatan, jahatnya kelicikan, meruginya pencurian merupakan tema-tema yang penting untuk membimbing umat mengindari perilaku buruk.

Bila pada masa sekarang sebagian orang sangat materialis. Mereka berlomba menumpuk kekayaan tanpa memperhatikan etika perilaku yang benar, tega mencuri demi kekayaan dan foya-foya dari hasil kejahatan, pamer kekayaan untuk menggoda orang berlomba melakukan kelicikan.

Begitu banyak tema yang dapat diangkat.

Kampus dan sekolah perlu membuat panggung. Memberi kesempatan orang berdiri di depan massa. Mengibur dengam gurauan bermutu, bercerita demgan hikmah teladan.

Metode Pembelajaran

Seolah pembelajar mencari metode belajarnya sendiri untuk memahami atau terampil pada pembelajaran.

Saya belajar piano mulai dari fur elise, ode to joy, canon, hingga nocturne opus no2. Saya mencari metode sendiri. Hanya waktulah yang membatasi usaha, kelelahan. Saya mencari tujuan. Apakah belajar piano akan mengantar saya kepada Allah? Apakah tujuan itu hanya tujuan kemanusiaan? Bila tujuan hanya tujuan kemanusiaan atau selain rida Tuhan, maka tujuan itu menjadi sangat sempit.

Guru2 mencari metode agar murid mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran bukan hanya terampil atau berubah perilaku. Tujuan itu mesti mencapai rida Tuhan.

Upi atau perguruan tinggi berusaha agar mahasiswa nya mencapai tujuan pembelajaran. Acap Kali perguruam tinggi yang mahasiswanya pilihan hanya akan memilah siswa yang tuntas atau tidak tuntas. Dosen acap tak peduli bila mahasiswa tidak tuntas. Dosen berpikir mahasiswa yang tuntas maupun yang tidak tuntas akan mendapat jalan hidupnya sendiri atau mendapat pekerjaannya sendiri.

Mungkin saja mahasiswa yang nilainya bagus mendapat rezeki yang tidak lebih banyak dari pada mahasiswa yang nilai nya biasa saja.

Seolah dosen atau guru berkata, tak apa nilaimu tak seberapa karena mungkin rezekimu lebih banyak dari yang nilainya lebih baik darimu. Ini berarti setiap murid tak boleh rendah diri saat nilainya jelek.

Guru memang selalu berharap siswa tuntas dalam pembelajaramnya.

Saya pernah bertemu guru di Rancakalong. Ia mengatakan bahwa di tempatnya, ada siswa yang tak tuntas membaca permulaan atau sulit tuntas dalam pelajaran itu. Namun siswa ini dan temam temannya tak pernah rendah diri. Temannya tak pernah mengejek dan merendahkan. Tak pernah khawatir hidupnya akan menjadi orang atau tukang yang kurang berguna. Seolah semua anak bisa melanjutkan atau mengembangkan usaha warisan dari ayahnya masing-masing.

Di manakah posisi UPI dalam pengembangan metoda dan media pembelajaran? Di manakah posisi UPI dalam pengembangan kurikulum dan media pembelajaran? Apa beda universitas Pendidikan dengan universitas teknik vokasional?

Pendidikan Ulama Kurang Terawasi?

Seorang ustad pesantren Ibn Masud, Bogor membakar umbul-umbul merah putih pada peringatan hari kemerdekaan RI. Ustad ini memang dikenal anti-NKRI dan marah melihat sejarah perkembangan NKRI telah 72 tahun.

Mungkin saja ustad itu sengaja dengan peebuatannya agar masyarakat tahu bahwa pedantren ini diajarkan radikalisme. Maka ia memberi pesan kepada negara c.q. kepolisian tentang penyimpangan pesantren ini. Jelas pesantren ini berpotensi berafiliasi pada HTI, ISIS, atau semacam organisasi khilafah lain.

Mungkin juga ustad ini “saking bahlulnya” malah menolak NKRI. Membuang seluruh undang-undang hasil kerja DPR walaupun undang-undang ini bukan tidak ada kekurangannya. Lalu hendak menggantinya dengan undang-undang yang katanya Islami seperti potong tangan bagi koruptor, penutupan dugem di bulan Ramadan, penutupan rumah makan di bulan Ramadan, rajam bagi pezina, mengatur penyelenggaraan hari raya Islam agar tidak terjerumus musyrik.

Kalau undang-undang itu dibuang seluruhnya, berarti kita dari nol lagi. Dulu Bung Karno berdiplomasi dengan sekutu saat dibonceng NICA. Agar kemerdekaan Indonesia diakui sekutu dan dunia, Bung Karno memberikan Freeport untuk sekutu (AS). Itu juga disebabkan Indonesia yang baru lahir tidak punya UU untuk mengatur migas, minerba. Sekarang kita punya UU itu dan Freeport yang selama ini nakal digiring untuk menaatinya atau angkat kaki dari Indonesia.

Kalau undang-undang migas, minerba dibuang, yang enak adalah Freeport. Freeport akan terus berkuasa atau mengajukan RUU minerba baru yang menguntungkan mereka. Tentu saja mereka ingin wakil rakyat yang berpihak kepada mereka, bisa mereka beli dengan suap, bodoh sehingga hanya mementingkan perutnya sendiri.