Jawaban Argumen Organ Intoleran

Pertanyaan organ intoleran tentang tata negara
1. Baik mana Quran atau Pancasila? Daripada tidak mengamalkan Quran lebih baik mengamalkan Pancasila.

2. Baik mana Jokowi atau Nabi Muhammad saw? Jokowi lebih baik jadi presiden RI daripada mengklaim nabi.

3. Baik mana negara Islam atau negara sekular? Indonesia lebih baik berpenduduk musim yang bebas menjalankan syariatnya daripada negara lain.

Review Empat Perubahan Organ Intoleran
Organ intoleran ingin mengubah negara ini memjadi khilafah dengan perubahan radikal berikut.
1. Ubah kedaulatan di tangan rakyat menjadi kedaulatan di tangan Allah (maksudnya di tangan ulama?)

Ini konsep bagus. Cuma siapa ysng paham kehendak atau keridaan Allah swt? Ulamakah? Bagaimana bila ulama berselisih pendapat tentang suatu perkara? Bolehkah ulama mengklaim bahwa tafsirannya mutlak benar dan tafsiran ulama lain mutlak salah? Itu artinya ulama ini maksum. Padahal maksum itu doktrin syiah. Syiah meyakini 12 imamnya maksum. Para imam tak mungkin salah dalam mentakwil Quran atau meriwayatkan hadis.

Sebaliknya bila ulama berselisih pendapat tentang suatu perkara, berarti sama dengan negeri ini kini saat ulama atau pakar atau ilmuwan berbefa pendapat dengan ulama, pakar, ilmuwan lain.

Menegakkan hukum syariah dan meminggalkan hukum jahiliah. Pertanyaannya, bagaimana jika ulama penafsir Quran berselisih pendapat?

2. Ubah kekuasaan di tangan pemilik modal menjadi di tangan umat. Ini artinya sama saja karena pemilik modal adalah umat.

3 hancurkan (ubah) sekat-sekat nasionalisme yang telah memecah-belah. Pertanyaannya, maukah Indonesia di bawah daulah khilafah anu? Mengapa khalifah harus si A bukan si B? Maukah negara ini membuang undang-undang yang ada lalu menggantinya dengan peraturan khalifah?

4. Berikan kewenangan khalifah untuk mengambil putusan hukum terkuat dari ulama. Pertanyaannya, mutlakkah keputusan ulama? Mutlakkah keputusan khalifah? Bila mutlak berarti ulama atau khalifah itu maksum. Khalifah maksum itu doktrin syiah.

Islamisme adalah Islam untuk kepentingan politik ala HTI

1. Syariah sesuai mazhab, dengan tafsir tunggal

2. Jahiliah atau muslim

3. Hijrah atau anshar

4. Jihad qital atau jihadun nafs

4. Daulah Islam (negara Islam) atau ansharud daulah

SAJAK Siapakah Sebenarnya Manusia?

Siapakah sebenarnya manusia?

Yang hidup bersama kasih sayang orang tua

Belajar, bersekolah, bekerja, kaya, lalu tiada

Merasa ada karena bekerja, berkarya, mencipta syair dan lagu, berderma, berlogika, melewati negeri-negeri indah yang berbeda kultur budayanya, berkenalan dengan ilmuwan dunia, menyaksikan berita dan pelajaran di media maya, merenungkan rida Tuhannya

Bertahun-tahun menikmati dunia, bergelimang dosa, lalu berusaha mrnghindar dari karakter buruknya

Menangis, teriris, berperang, berlaga, terluka, siap menjadi syuhada

Siapakah manusia seperti

Isa atau Husain yang bertahun-tahun hidup di antara manusia

Lalu mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia

Tuhan Yang Esa adalah Yang Berkehendak di Atas Semua Kehendak Manusia

Hari ini, semua karakter buruk ditampakkan

Semua berjuang melawan kangker karakter buruknya

Yang dulu diremehkan saat dinasehati orang tuanya

Kini menamgis dan memohon pertolongan Tuhannya

Mestikah Ada Mekanisme Rakyat Me-recall Wakil Rakyatnya?

Tulisan ini sekedar diskusi, namun tautannya bisa dirujuk. Mungkin ada yang oro kontra. Mungkin partai tidak suka atau mungkin rakyat suka. Mungkin srkelompok politisi suka.

Presiden Jokowi saat ini berkali-kali mendapatkan ancaman pemecatan (impeach) dari DPR. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah ketika Jokowi mengangkat seorang perwira polisi aktif (M. Iriawan) sebagai plt gubernur Jawa Barat. Mendagri Tjahjo Kunolo tetap melantik M. Iriawan.

http://jabar.tribunnews.com/2018/06/18/penunjukan-plt-gubernur-jabar-dari-kepolisian-dinilai-tak-miliki-urgensi-apapun

Bila presiden bisa dipecat DPR, seharusnya ada mekanisme pemecatan wakil rakyat, bila wakil rakyat itu melanggar konstitusi, kriminal, atau tidak disukai.

Hali ini mungkin disebabkan sebagian warga bisa tak suka pada wakilnya dan tidak sepaham dengan wakilnya.

Saat ini hanya partai yang bisa me-recall wakil rakyat anggotanya? Bila seorang wakil rakyat korupsi, terjerat narkoba, atau kriminal lain, maka partai menggantinya dengan kader nomor urut berikutnya.

Di Iran, wakil rakyat bisa dijadikan teman untuk mengadukan masalah warga. Masalah itu bisa direkam atau ditandatangani warga dan wakil rakyat. Dengan begitu warga lain bisa melihat masalah itu terpecahkan. Wakil rakyat bisa maslahat bagi rakyat.

Fungsi wakil rakyat di Indonesia ada tiga yaitu membuat undang-undang, menganggarkan sesuai visi kepala daerah/kepala negara, pengawasan terhadap anggaran yang digunakan pemerintah sesuai visi pemerintah. Oleh karena itu pelayanan wakil rakyat pun mesti relevan dengan dengan ketiga fungsi ini.

Dulu Presiden Habibie “ditintut”mempercepat pemilu di antaranya dengan isyu bahwa Habibie adalah antek Orba (Pak Harto). Tautannya http://m.tribunnews.com/nasional/2014/03/20/minta-pemilu-dipercepat-habibie-pernah-usir-amien-rais. Berita seperti ini bisa dicari dengan kata kunci “habibie mempercepat pemilu.”

Dulu Presiden Gus Dur juga dijatuhkan dengan sejumlah demonstrasi. Tautannya ini http://nasional.tempo.co/amp/25811/garda-keadilan-demo-gus-dur. Berita seperti ini bisa dicari dengan kata kunci “gus dur didemo.”

Pada masa Jokowi juga Jokowi berkali-kali didemo dengan tuntutan yang tidak relevan seperti mengintervensi pengadilan dan sebagainya. Ahok berkata, “… ditipu pakai Almaidah: 51 ….” Presiden Jokowi yang didemo. Ini berarti mengincar menjatuhkan Presiden Jokowi. Untung saja media sosial membela Presiden Jokowi sehingga Presiden Jokowi bertahan di kursi presiden. Dulu waktu era Presiden Gus Dur didemo, pembela Gus Dur tak punya media untuk membela Gus Dur.

Sekarang ini wakil rakyat yang kurang disukai rakyat, entah denhan alasan baik atau buruk, rakyat cuma bisa menuntut partai me-recall wakil rakyat itu. Bila wakil rakyat melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum, polisi akan menindak tanpa petlu lapoean warga. Lalu wakilrakyat itu akan diberhentikan dan diganti. Namun, bila wakil rakyat ngomong seenaknya, tak etis, dan sebagainya, maka rakyat cuma bisa sedih, kaget, marah, atau tertawa.

FH diduga memperburuk citra PKS sehingga PKS mau me-recall-nya. Namun FH balik melawan PKS, meski surat recall sudah ditandatangani ketua partai. Bisa dibayangkan Mega, SBY, Harry Tanoe, atau Prabowo bisa tidak didengar oleh anak buahnya. Berita bisa dicari dengan kata kunci “si anu (wakil rakyat) direcall.”

http://jogja.tribunnews.com/2019/01/24/fahri-hamzah-ancam-pks-bayar-ganti-rugi-rp30-miliar-atau-sita-aset.