Home » Posts tagged 'RPS'

Tag Archives: RPS

Teknik Menggambar Montase dengan Komputer

Mungkin sebagian orang (baru) tahu bahwa salah satu teknik menggambar adalah teknik menggambar montase. Dengan montase seorang bisa memotong (crop) suatu atau beberapa gambar, mengubah warna, mengubah bentuk suatu gambar, mengubah skala (ukuran) gambar, memindahkannya ke suatu tempat atau ke beberapa tempat yang lain, merotasinya,p dan menyusun gambar dari gambar-gambar yang ada.

Teknik montase sangat mudah apabila digunakan dengan komputer. Seseorang bisa menggambar dengan Gimp, Draw, Photoshop, atau semacamnya. Seorang pengguna komputer tentu sering menggunakan teknik ini misalnya gambar orang dikopi atau dibuat menjadi beberapa orang. Dia bisa tempelkan (paste) gambar itu di beberapa tempat dengan perbedaan warna, ukuran, bentuk, rotasi. Dengan teknik montase gambar satu orang dibuat menjadi gambar beberapa orang lain dengan ekspresi atau gestur yang berbeda. Gambar pohon atau semak semak dirimbunkan dengan teknik montase. Gambar awan, perumahan, pebukitan diperbanyak dengan teknik montase. Siswa bisa belajar teknik montase ini untuk melengkapi teknik menggambarnya dengan menggunakan komputer.

Pengetahuan menggambar komputer lainnya yang penting adalah gambar dengan vektor, kurva, atau node. Salah satu contohnya adalah membuat huruf (font). Selain itu seseorang bisa belajar membuat atau memanipulasi gambar atau foto misalnya dengan Gimp. Program lain yang bisa dipelajari adalah Blender untuk membuat gambar tiga dimensi. Seseorang bisa belajar membuat animasi, desain bangunan, taman, dan sebagainya.

Saat siswa sudah akrab dengan menggambar di komputer atau ponsel, guru sebaiknya tidak selamanya menggunakan kertas, spidol, dan krayon. Seorang pengajar bahasa Arab berkata bahwa huruf Arab komputer itu jelek tetapi huruf itu tetap digunakan karena bisa merekam teks Arab secara digital. Demikian pula menggambar dengan kertas tidaklah ditinggalkan melainkan diperkaya dengan menggambar di komputer dan ponsel.

Montase bisa dilakukan contohnya mendesain motor dari motor yang ada. Seseorang bisa mengganti setangnya, lampunya, rodanya, velgnya, joknya, tangkinya, suspensinya, spionnya. Dia bisa mengambil gambar dari suku cadang motor ysng diinginkannya, menempelkannya, mengubah ukurannya, atau kemiringannya. Seseorang bisa mengambil gambar dari internet, misalnya di images.google.com.

Bisa dibayangkan bahwa teknik montase digunakan untuk membuat binatang khayalan seperti naga. Seseorang memgambil badan ular, sayap elang, cakar elang, wajah singa, dan bola api. Teknik montase bisa digunakan untuk menghayal. Seseorang bisa menggabungkan benda mati dengam benda hidup seperti film Transformer.

Mungkin suatu saat anak-anak SD kita bisa merancang motor atau sepeda dengan FreeCAD. Pengguna tinggal memasang-masangkan suku cadangnya. Ada 2000 suku cadang motor listrik dan 20.000 suku cadang motor bensin. Ada program menggambar lain yang cuma bisa 2D yaitu LibreCAD. Keterampilan itu mesti dipelajari anak-anak di masa depan. Keterampilan anak atau siswa dimulai dari keterampilan orang tua atau guru. Jika anak-anak hanya bermain game atau video hiburan, mereka tidak akan punya keterampilan FreeCAD. Penggunaan FreeCAD pun bisa semacam teknik montase juga.

Pelajaran-pelajaran menggambar seperti ini sangat penting untuk membendung berbagai macam hiburan yang mengepung anak-anak. Anak-anak seharusnya tidak selamanya menonton video-video hiburan atau bermain game yang berorientasi hiburan. Anak-anak harus menonton video-video tentang pembuatan montase, pembuatan cat, atau pelajaran yang lainnya.

Mahasiswa Belajar Riset dengan Dosen

Mahasiswa ditugasi untuk membuat riset mini. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan mahasissa cenderung rendah atau mereka menganggap tugas itu sepele atau asal masuk. Ada sekitar 4 kelas yang rata-rata terdiri atas 40 mahasiswa. Jadi, 4×40 mahasiswa di tingkat satu. Hanya sedikit saja yang bagus, lengkap instrumen wawancaranya, observasinya, surveynya. Hasilnya pun masih sederhana, tak ada yang penggolongannya mengesankan. Penggolongannya tidak ada atau biasa saja.

Dari sisi kalimat, hanya kurang dari setengah atau seperempatnya yang kalimatnya bagus.

Dari sisi rujukan, hanya sedikit siswa yang pernah atau sering membaca jurnal online. Hanya sedikit pula yang membaca buku babon seperti ejaan, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, atau Abdul Chaer.

Karena rendahnya mutu riset mini mahasiswa itu, mungkin lebih baik kelas dikelompokkan pada tim riset berdasarkan payung penelitian dosen, misalnya riset pendidikan seksual bagi siswa SD, riset penggunaan gawai dalam pelajaran, riset pengembangan media, media AI2, pengembangan lagu dengan HumOn, LMMS, MuseScore, dan sebagainya. Cara pengelompokan ini ada kekurangan dan kelebihannya daripada cara individual.

Rendahnya mutu mahasiswa ini mesti digambarkan dengan hasil pindai atau screenshoot. Di sisi lain, tingginya kemampuam siswa itu juga mesti digambarkan dengan hasil pindai atau screenshoot.

Kekurangannya adalah potensi ada riset yang menginspirasi lebih kecil daripada cara individual. Mungkin pula ada mahasiswa yang tidak memberi kontribusi pada kelompok. Dengan begitu siswa luput dari kewajibannya mengasah pengetahuan dan keterampilan. Dosen harus meminta perwakilan mahasiswa untuk melaporkan mahasiswa yang tidak memberi kontribusi pada kelompok. Dosen mungkin tidak bisa selamanya mengawasi kinerja anggota kelompok.

Kelebihan cara kelompok adalah kemudahan dalam menilai. Bila satu kelas hanya ada lima atau enam kelompok, dosen hanya menilai lima atau enam tugas mini riset saja.

Program e-learning spada digunakan untuk mengumpulkan dan menilai tugas. Menilai 160 tugas individu mahasiswa itu benar-benar melelahkan. Mrmbaca dengan trliti setiap tugas yang masuk hampir mustahil. Mungkin membaca bagian-bagian pentingnya lebih meringankan. Dosen juga memeriksa kelengkapannya. Kadang-kadang ind├Čkator penilaiannya disampaikan kelada mahasiswa agar siswa memperhatikam kelengkapan tugasnya.

Jika mahasiswa dikelompokkan, setiap mahasiswa harus mempunyai tugas spesifik, mulai dari menyusun instrumen, menjaring data, validasi data, proofread (perbaikan ejaan), penerjemahan, publikasi (jurnal atau ikut konferensi).

Misalnya mahasiswa belajar membuat proyek lagu Vangelis, “Conquest of Paradise” untuk pertunjukan dengan software LMMS atau HumOn.

Mungkin juga ada satu tugas individu dengan tema riset yang dibebaskan karena bisa jadi tema riset mereka menginspirasi riset yang bagus. Jika semua mahasiswa melakukan mini riset atau membuat judul mini riset, mungkin ada satu atau dua tema yang inspiratif.

2018-RPS Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi, Komunikasi

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mata kuliah Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi, Komunikasi adalah sebagai berikut. Silakan unduh berkas pdf dari tautan di berikut ini.
20181101 RPS Media dan TIK