SAJAK Siapakah Sebenarnya Manusia?

Siapakah sebenarnya manusia?

Yang hidup bersama kasih sayang orang tua

Belajar, bersekolah, bekerja, kaya, lalu tiada

Merasa ada karena bekerja, berkarya, mencipta syair dan lagu, berderma, berlogika, melewati negeri-negeri indah yang berbeda kultur budayanya, berkenalan dengan ilmuwan dunia, menyaksikan berita dan pelajaran di media maya, merenungkan rida Tuhannya

Bertahun-tahun menikmati dunia, bergelimang dosa, lalu berusaha mrnghindar dari karakter buruknya

Menangis, teriris, berperang, berlaga, terluka, siap menjadi syuhada

Siapakah manusia seperti

Isa atau Husain yang bertahun-tahun hidup di antara manusia

Lalu mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia

Tuhan Yang Esa adalah Yang Berkehendak di Atas Semua Kehendak Manusia

Hari ini, semua karakter buruk ditampakkan

Semua berjuang melawan kangker karakter buruknya

Yang dulu diremehkan saat dinasehati orang tuanya

Kini menamgis dan memohon pertolongan Tuhannya

Sajak BANYAK YANG SAMAR

1

Banyak yang samar terhadap kebenaran.

Yang benar itu Jokowi atau Prabowo?

Jika keduanya benar, mengapa berselisih?

Mengapa pendukungnya berselisih atau di belakang layar berselisih?

Jika ada dua nabi dalam satu zaman, niscaya kedua nabi itu tidak akan berselisih

Para nabi tidak akan berselisih ihwal akidah dan fikih

Para nabi tidak akan berselisih ihwal usuludin dan furuudin

Para nabi tidak akan berselisih ihwal wujud Tuhan, keridaan Tuhan, dan kemaksuman mereka

Para maksumin tak akan berselusih ihwal satu Ramadan dan satu Syawal, tahlil, ziarah, tawasul, salawat, qunut, telunjuk tasyahud

Nabi Isa as tak akan berselusih dengan Nabi Zakaria as, Nabi Yahya as, ataupun Maryam, Ibundanya

Nabi Yusuf as tidak akan berselisih dengan ayahnya Nabi Yakub as, meski ayahnya lantas bersujud kepadanya

Amirul Mukminin, Imam Ali tak akan berselisih paham dengan Nabi Muhammad saw

Imam Hasan bin Ali tak akan berselisih dengan ayahnya

Imam Husain tak akan berselisih dengan kakaknya

Para maksumin, mutatohirin tak akan berselisih satu dengan yang lainnya

Juga imam Mahdi as dan Nabi Isa as di akhir zaman tak akan berselisih

Dan Nabi Isa, sang ulul azmi, akan salat di belakang Imam Mahdi dan menaati perintahnya

Yang berbeda pendapat adalah ulama satu dengan yang lain

Itu karena ulama tidak maksum

Para ulama bisa berbeda pendapat

Ulama mazhab satu berbeda pendapat dengan ulama mazhab lain

Lalu mengapa umat malah bertengkar karena ulama yang tidak maksum?

Seandainya ulama membiarkan umat bertengkar, maka itu ulama celaka

Dia membiarkan agenda zionis dan mengikuti langkah setan

Jika umat tercerai-berai maka musuh akan tertawa

2

Acap kali kebenaran datang dengan cara yang tak kau duga dan tak kau sukai

Namun kau harus terima itu sebagai kebenaran

Bagaimana jika nanti datang Imam Mahdi

sedangkan ia tidak di pihakmu

Lalu kau mendustakannya sedusta-dustanya

Kebenaran akan tetap kebenaran

Berlian akan cemerlang meski debu menutupinya

Sementara bangkai tetap busuk meski sesuatu menutupinya

Tanya kembali kepada dirimu berulang-ulang

Akankah kau samar terhadap wujud Imam Mahdi?

Apakah engkau selalu meminta kepada Tuhan agar tak disamarkan pada kebenaran?

Apakah engkau selalu meminta kepada Tuhan agar tak disamarkan pada Imam Mahdi?

Di manapun kebenaran berada, di situlah Imam Mahdi berada

Sajak Serenada Persahabatan

Waktu adalah persahabatan
Antara dua dan berbagai bangsa
Di antara hijaunya pesawahan
Rimbun pepohonan besar,
gemercik air di alam
Desir angin di dedaunan
Dan menjadi simfoni dalam akal dan pikiran

Untuk kalian
Adalah penghormatan dan kedewasaan

Sebenarnya aku berkhayal
Tentang Imam Mahdi di akhir zaman
Bersama Isa putra Maryam
Mendirikan kerajaan Tuhan
Dengan terpaksa dan penuh duka cita
Terpaksa mengangkat senjata
Melawan hegemoni penguasa tiran
Pada perang Armagedon
Dan kita menjadi pendukungnya
Baik dengan kata-kata, harta dan tindakan
Karena demi Tuhan dan kemanusiaan
Kita mesti melakukan segala yang kita bisa
Dan mesti membayarkan
segala yang kita punya

Mungkinkah kita menjadi
Anggota kru The Flying Dutchman
Dalam legenda Spongebob
Yang bersahaja
Dan tak pernah berpikiran panjang
Lalu tak perduli pada lingkungan
Menjadi penyair salon
Yang berbicara tentang anggur dan rembulan
Sementara ketidakadilan menjelma
Seperti yang Rendra katakan

Tentu tidak demikian

Hidup memang perlu kita pertimbangkan
Merevisi jalan hidup
Dan saling memaafkan
Hingga akhir hayat
Kita masih mempertimbangkan
“It has said and done.”

Mungkin saja kita menjadi
Penyair terbesar sepanjang generasi
Menjaga peradaban dan kebudayaan
Menuju masyarakat yang aman

And I will say
I have known all of you better,
meet with you all face to face
for thousand hundred hour
And simply conclude
That you all are no more danger
Even than my mother

20150305
–Troy Wong

Hari-Hari Ziarah Haji (43) Puisi “Di Tanah Ini”

Di tanah ini

Aku melihat kemakmuran orang-orang yang jujur

Dan kematian orang-orang yang curang

Lalu aku melihat sawah ladang yang subur

dan tempat penggembalaan ternak

Pasar dan koperasi tanpa riba

Serta tempat tanpa pelacuran dan maksiat
Warga tak bergelimang harta

namun bersegera dalam bersedekah

Setiap hari bekerja dengan gembira

memenuhi panggilan Tuhannya

dan pulang membawa uang

keringat yang diberkahi tanpa korupsi

Mereka tak menumpuk-numpuk harta

dan selalu percaya pada janji Tuhannya

serta waspada dari bujuk rayu setan

yang jauh dari ulama

Tahukah engkau bahwa

karena tanah selalu bersambungan dengan tanah

maka di situlah tersambung dia

dengan kerajaan Tuhan

Tempat yang jauh dari gemerlap ibu kota,

bisingnya hiruk pikuk,

tak pernah matinya malam,

dan semerawut kemacetan

Aku melihat anal-anak yang berbakti

kepada kedua orang tuanya,

mengayomi saudara-saudaranya

Toleran adalah katarsis dari pengetahuan,

yang telah berkecambah, tumbuh, dan

menjadi pohon yang kuat

hingga sanggup menahan

terpaan angin dan terjangan banjir,

tegak berabad-abad

selama akal menjaga agama

dan wahyu membimbing akal

Di tanah ini

Aku melihat kehancuran para pendusta

Aku melihat jalan yang panjang

Jihad warga bersama walinya

Aku masih ingin melihat tanah ini

dan mencerna makrifat di dalamnya

Namun mataku berat dan semakin berat

Aku hanya bisa mengikuti kepastian

dari Tuhanku

Mekah, Madinah, Priangan, Yogyakarta, Surakarta, 2018

Hari-Hari Ziarah Haji (42)

Mahasegala, Kepada-Mu Aku Menyeru

Engkau berkata

Serulah Aku di malam yang sunyi

Niscaya aku akan mendengar

Mintalah kepadaku segala hajat-Mu

Niscaya aku kabulkan

Ingatlah Aku di masa sulitmu

Niscaya Aku menolongmu

Tolonglah agama-Nya dengan menolong dan melindungi warga

Niscaya Dia akan menolong dan melindungimu

Hadirkan Dia dalam setiap langkahmu

Niscaya jalanmu akan menjadi terang

Cintailah utusan dan para kekasihnya

Niscaya kau tak akan tersesat

Lihatlah dan dengarlah apa yang utusan dan kekasihnya lihat dan dengar

Niscaya mata dan telingamu akan menjadi mata dan telinga-Nya

Bicaralah sesuai yang dibicarakan utusan dan kekasih-Nya

Bertindaklah sesuai dengan tindakan utusan dan kekasihnya

Bergembiralah saat utusan dan kekasuh-Nya bergembira

Bersedihlah saat utusan dan kekasuh-Nya bersedih

Berperanglah saat kekasih dan utusan-Nya berperang

Berdamailah saat utusan dan kekasih-Nya berdamai

Niscaya kau tak akan menyimpang