Home » Posts tagged 'toleransi' (Page 3)

Tag Archives: toleransi

Mahasiswa Belajar Riset dengan Dosen

Mahasiswa ditugasi untuk membuat riset mini. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan mahasissa cenderung rendah atau mereka menganggap tugas itu sepele atau asal masuk. Ada sekitar 4 kelas yang rata-rata terdiri atas 40 mahasiswa. Jadi, 4×40 mahasiswa di tingkat satu. Hanya sedikit saja yang bagus, lengkap instrumen wawancaranya, observasinya, surveynya. Hasilnya pun masih sederhana, tak ada yang penggolongannya mengesankan. Penggolongannya tidak ada atau biasa saja.

Dari sisi kalimat, hanya kurang dari setengah atau seperempatnya yang kalimatnya bagus.

Dari sisi rujukan, hanya sedikit siswa yang pernah atau sering membaca jurnal online. Hanya sedikit pula yang membaca buku babon seperti ejaan, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, atau Abdul Chaer.

Karena rendahnya mutu riset mini mahasiswa itu, mungkin lebih baik kelas dikelompokkan pada tim riset berdasarkan payung penelitian dosen, misalnya riset pendidikan seksual bagi siswa SD, riset penggunaan gawai dalam pelajaran, riset pengembangan media, media AI2, pengembangan lagu dengan HumOn, LMMS, MuseScore, dan sebagainya. Cara pengelompokan ini ada kekurangan dan kelebihannya daripada cara individual.

Rendahnya mutu mahasiswa ini mesti digambarkan dengan hasil pindai atau screenshoot. Di sisi lain, tingginya kemampuam siswa itu juga mesti digambarkan dengan hasil pindai atau screenshoot.

Kekurangannya adalah potensi ada riset yang menginspirasi lebih kecil daripada cara individual. Mungkin pula ada mahasiswa yang tidak memberi kontribusi pada kelompok. Dengan begitu siswa luput dari kewajibannya mengasah pengetahuan dan keterampilan. Dosen harus meminta perwakilan mahasiswa untuk melaporkan mahasiswa yang tidak memberi kontribusi pada kelompok. Dosen mungkin tidak bisa selamanya mengawasi kinerja anggota kelompok.

Kelebihan cara kelompok adalah kemudahan dalam menilai. Bila satu kelas hanya ada lima atau enam kelompok, dosen hanya menilai lima atau enam tugas mini riset saja.

Program e-learning spada digunakan untuk mengumpulkan dan menilai tugas. Menilai 160 tugas individu mahasiswa itu benar-benar melelahkan. Mrmbaca dengan trliti setiap tugas yang masuk hampir mustahil. Mungkin membaca bagian-bagian pentingnya lebih meringankan. Dosen juga memeriksa kelengkapannya. Kadang-kadang ind├Čkator penilaiannya disampaikan kelada mahasiswa agar siswa memperhatikam kelengkapan tugasnya.

Jika mahasiswa dikelompokkan, setiap mahasiswa harus mempunyai tugas spesifik, mulai dari menyusun instrumen, menjaring data, validasi data, proofread (perbaikan ejaan), penerjemahan, publikasi (jurnal atau ikut konferensi).

Misalnya mahasiswa belajar membuat proyek lagu Vangelis, “Conquest of Paradise” untuk pertunjukan dengan software LMMS atau HumOn.

Mungkin juga ada satu tugas individu dengan tema riset yang dibebaskan karena bisa jadi tema riset mereka menginspirasi riset yang bagus. Jika semua mahasiswa melakukan mini riset atau membuat judul mini riset, mungkin ada satu atau dua tema yang inspiratif.

212 dan Eksploitasi Agama

Agama adalah kebutuhan menurut Musa Kadzim, di alamat https://youtu.be/IRESxvpCDaw. Orang mencari agama. Namun justru sebagian orang mencari agama untuk menjustifikasi nafsunya. Misalnya jika seseorang senang pada Wowo, Anis, Shandy, atau Wiwi maka dia mencari dalil agama untuk menjustifikasi kesukaannya itu. Seandainya seseorang benci kepada Kohahok, maka ia juga mencari dalil untuk membencinya.

Lalu agama juga dipaksakan kepada orang lain. Ia ingin orang lain juga memilih yang dia pilih dan membenci yang dia benci. Mungkin juga disertai dengan ancaman kafir, neraka, tidak disalatkan bagi pendukung orang yang dibencinya.

Ia menganggap bisa melihat bahaya Cina dan komunis, lalu satu-satunya yang bertanggung jawab adalah rival politiknya, yaitu Anies atau Wiwi.

Justru agama diplintir untuk hawa nafsu seperti nggak boleh milih anu atau harus milih partai anu, atau lihat! Si anu diyakini akan ke surga dan akan membawa masyarakat ke surga. Semacam eksploitasi khawarij terhadap hawa nafsunya dan memerangi Ali.

Khawarij terlihat alim, namun jika dicermati, dia menuhankan dirinya, menuhankan kehendaknya, menuhankan hawa nafsunya.

Jawaban Argumen Organ Intoleran

Pertanyaan organ intoleran tentang tata negara
1. Baik mana Quran atau Pancasila? Daripada tidak mengamalkan Quran lebih baik mengamalkan Pancasila.

2. Baik mana Jokowi atau Nabi Muhammad saw? Jokowi lebih baik jadi presiden RI daripada mengklaim nabi.

3. Baik mana negara Islam atau negara sekular? Indonesia lebih baik berpenduduk musim yang bebas menjalankan syariatnya daripada negara lain.

Review Empat Perubahan Organ Intoleran
Organ intoleran ingin mengubah negara ini memjadi khilafah dengan perubahan radikal berikut.
1. Ubah kedaulatan di tangan rakyat menjadi kedaulatan di tangan Allah (maksudnya di tangan ulama?)

Ini konsep bagus. Cuma siapa ysng paham kehendak atau keridaan Allah swt? Ulamakah? Bagaimana bila ulama berselisih pendapat tentang suatu perkara? Bolehkah ulama mengklaim bahwa tafsirannya mutlak benar dan tafsiran ulama lain mutlak salah? Itu artinya ulama ini maksum. Padahal maksum itu doktrin syiah. Syiah meyakini 12 imamnya maksum. Para imam tak mungkin salah dalam mentakwil Quran atau meriwayatkan hadis.

Sebaliknya bila ulama berselisih pendapat tentang suatu perkara, berarti sama dengan negeri ini kini saat ulama atau pakar atau ilmuwan berbefa pendapat dengan ulama, pakar, ilmuwan lain.

Menegakkan hukum syariah dan meminggalkan hukum jahiliah. Pertanyaannya, bagaimana jika ulama penafsir Quran berselisih pendapat?

2. Ubah kekuasaan di tangan pemilik modal menjadi di tangan umat. Ini artinya sama saja karena pemilik modal adalah umat.

3 hancurkan (ubah) sekat-sekat nasionalisme yang telah memecah-belah. Pertanyaannya, maukah Indonesia di bawah daulah khilafah anu? Mengapa khalifah harus si A bukan si B? Maukah negara ini membuang undang-undang yang ada lalu menggantinya dengan peraturan khalifah?

4. Berikan kewenangan khalifah untuk mengambil putusan hukum terkuat dari ulama. Pertanyaannya, mutlakkah keputusan ulama? Mutlakkah keputusan khalifah? Bila mutlak berarti ulama atau khalifah itu maksum. Khalifah maksum itu doktrin syiah.

Islamisme adalah Islam untuk kepentingan politik ala HTI

1. Syariah sesuai mazhab, dengan tafsir tunggal

2. Jahiliah atau muslim

3. Hijrah atau anshar

4. Jihad qital atau jihadun nafs

4. Daulah Islam (negara Islam) atau ansharud daulah

Sajak Elegi Sopir Truk

Sebagai orang jalanan

Jangan sampai kalian tahu

Kerasnya hidup di jalanan

Pungli rawan kecelakaan

Bajing luncat perampok hutan

Bahkan aparat gadungan

Bukannya menambah aman

Harta benda, pekerjaan,

Dan nyawa jadi taruhan

Orang tidak mengerti bahwa stabilitas pasaran

Bergantung pada lancarnya truk di jalanan

Lalu menteri keuangan akan menentukan

Siapa yang terbawah dari giliran

Roda ekonomi kebangsaan

Beras murah hanya dengan mengorbankan kesejateraan petani di ladang dan pesawahan

Dan guru disejahterakan

Karena sebagian

mendapat sertifikat dan tunjangan

Profesional dalam pelayanan

Dan sopir truk hanya bisa ikut aturan

Rasulullah dan bangsa Arab

Adalah penggembala dan pedagang

Membeli barang di tempat asal

Dijual di tempat persinggahan

Berjual beli di perjalanan

Berkeliling melihat negeri-negeri permai nan jauh

Hingga sampai di negeri tujuan

Dan kembali bertahun-tahun kemudian

Teori ekonomi modern
Menjadikan sopir truk
Hanya sebagai distributor
Di antara produsen dan konsumen
Hanya digaji mengantar barang
Seharusnya kamilah penerus itrah Nabi saw
Dengan modal pinjaman atau investasi
Siti Khadijah di masa kini
Saling berbagi keuntungan
Menyediakan segala kebutuhan
Yang tak ada di tempat ini
Dan tidak ada di musim ini

Jembatan timbang bukan lagi pungutan liar
Tentara dan polisi bisa jadi bagian distributor
Karena pemerintah sadar
Bahwa harga yang diserahkan pada pasar
Hanya akan dikuasai oleh mafia pedagang besar

Sebenarnya hidup di dunia adalah perjalanan
Menimba ilmu, mencari guru
Menafakuri hidup
Menghadapi cobaan
Menemukan Tuhan
Di setiap wajah, satwa, tumbuhan, dan bebatuan
Di barang dagangan, koin, dan pakaian
Di lembaran buku, di ucapan orang-orang
Di lembah, gunung, sungai, oase, dan lautan

Ternyata hidup kita sesat tanpa bimbingan
Dari para imam

Putus Asa dari Rahmat Allah

Mohon maaf. Bukan karena saya sempurna, namun saya ingin menyampaikan bahwa salah satu dosa besar di sisi Allah swt adalah berputus asa dari rahmat Allah.

PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH SWT.

Ujian dari Allah swt. mesti dihadapi dengan kesabaran. Seandainya manusia sabar, tentu Allah swt. akan memberikan rahmat serta pahalanya bagi pelaku sabar.

Contoh ujian yang bisa terjadi adalah kalah pilpres, kalah pilgub, kalah pildacil, kalah dalam pertandingan sepak bola, kalah debat, kalah memdapatkan pacar anu, kalah mendapat nilai pelajaran bagus, kalah dalam segera memahami pelajaran, dan sebagainya.

Ali bin Abi Thalib berkata yang kurang lebih artinya, “Lidah orang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.” Ini berarti bahwa ucapan seseorang yang berakal itu berasal dari renungan, pemikiran, tafakur. Bukan asal ceplos bin njeplak. Bukan asal membagikan (share).